KINCIR AIR PAIJO-1

kincir rantai-1

Setelah sekian lama mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kincir air type roda ( kincir lintasan ), saya menemukan banyak kelemahan-kelemahan yang beberapa diantaranya adalah :
1. Jumlah air yang tumpah sebelum mencapai titik terbawah sewaktu kincir berputar cukup banyak. Akibatnya, ketinggian efektifnya berkurang banyak bahkan sampai 50 %. Hal itu disebabkan karena penempatan sudu yang tetap pada roda sehingga tidak dapat diatur saat penumpahan airnya.
2. Putaran poros kincir sangat lambat ( RPM rendah ), meskipun torsinya besar. Putaran poros juga cenderung menurun dengan bertambahnya diameter roda. Hal tersebut menimbulkan masalah ketika akan digunakan untuk memutar alat yang memerlukan putaran cukup tinggi seperti dinamo listrik. Untuk mengatasinya, biasanya digunakan gearbox ( mahal, kehilangan daya sedikit ) atau multiple puley atau multiple chain-gear ( relatih murah, kehilangan daya agak banyak )
3. Sulit dan mahal jika dibuat dengan diameter besar untuk air terjun yang tinggi. Selain itu juga menyita tempat yang luas baik dalam pemakaian apalagi dalam penyimpanan dan pengangkutan
4. Sulit untuk diproduksi secara masal karena sifatnya yang kurang fleksibel terutama dalam hal ukuran ( diameter ). Kincir dengan diameter tertentu hanya cocok untuk air terjun dengan ketinggian tertentu pula dan tidak cocok untuk ketinggian yang berbeda. Jika dipaksakan justru kurang efektif dan efisien dan bahkan mungkin tidak dapat bekerja sama sekali.

Untuk mengatasi masalah di atas, saya tidak mau terjebak dengan hanya berkutat pada pengembangan kincir air type roda yang menurut saya sudah mentok. Oleh karena itu, saya mencoba untuk mendesain kincir model lain ( type lintasan ) dengan memanfaatkan roda gigi dan rantai sepeda motor ( bekas ) untuk menggantikan fungsi roda.
Adapun langkah-langkah pembuatan kincir rantai adalah sebagai berikut ( lihat GAMBAR ) :

1. Bentuk dasar kincir terdiri atas delapan buah gir besar ( gbr no. 1 ) dan dua buah rantai panjang ( gbr no. 2 ). Setiap rantai melekat pada empat buah gir yang disusun berbentuk persegi panjang, memanjang dari atas ke bawah dengan ketinggian yang disesuaikan dengan tinggi air kerjun. Kemudian dua set gir-rantai yang bentuk dan ukurannya identik tadi dipasang sejajar.
2. Agar kedua set rantai panjang dapat berputar secara bersamaan ( sinkron ), maka perlu dibuat tambahan 2 gir kecil ( gbr no.7 ), 2 gir besar ( gbr no.8 ) dan 2 buah rantai pendek ( gbr no.4 ) sebagai penghubung kedua set gir-rantai terdahulu. Dua buah gir besar tersebut ( gbr no.8 ) masing-masing dipasang secara konsentris ( seporos ) dengan sebuah gir besar ( gbr no.1 kiri atas ) pada tiap-tiap set gir-rantai. Dua gir kecil sisanya ( gbr no.7 ) dipasang konsentris pada satu poros panjang sehingga masing-masing gir kecil tersebut sejajar dengan gir besar pasangannya di bawah ( gbr no.8 ). Pada poros panjang ini juga dapat dipasang gir besar ( gbr no.9 )atau puley yang dihubungkan dengan dinamo listrik atau alat lainnya. Setelah itu barulah dipasang rantai yang sama panjang ( gbr no.4 ) supaya sinkron. Cara sinkronisasi demikian perlu dilakukan untuk menghindari kehilangan tempat/ruang untuk bak air jika digunakan poros penghubung langsung antara dua buah gir besar yang saling berhadapan.
Catatan :
 Sinkronisasi diperlukan jika tidak mungkin menghubungkan pasangan gir-gir besar ( gbr no.1 ) dengan poros panjang. Hal itu disebabkan penggunaan gir yang diameternya lebih kecil dari pada penampang bak air. Situasi seperti ini justru paling sering terjadi karena gir besar sepeda motor yang diameternya paling besar sekalipun masih terlalu keci dibandingkan penampang bak air yang diperlukan untuk kincir yang sebenarnya.
 Jika menggunakan gir besar ( gbr no.1 ) yang diameternya lebih besar dari penampang bak air, maka sinkronisasi tidak diperlukan. Hal itu disebabkan tiap pasangan gir besar ( gbr no.1 ) dapat dihubungkan secara konsentris dengan menggunakan poros panjang tanpa menghalangi gerakan bak air ketika mencapai gir. Dengan cara tersebut, kedua set gir-rantai akan sinkron dengan sendirinya. Selain itu, juga terjadi penghematan jumlah gir, rantai, dan bearing. Penghematan bearing ini juga terjadi pada semua poros karena dengan memasang gir secara konsentris pada poros panjang berarti cukup menggunakan single bearing ( tidak perlu double bearing ) di tiap ujung poros.

3. Langkah selanjutnya adalah membuat sejumlah bak air ( gbr no.3 ). Besar-kecilnya bak air disesuaikan dengan debit air dan desain kecepatan kincir. Bak air ini dapat menggunakan ember besi atau kaleng besar atau dapat dibuat sendiri dari seng tebal, plat besi, maupun papan kayu. Yang penting bentuk, berat, dan daya tampungnya seragam supaya seimbang ketika dipasang. Pada masing-masing bak air ini dibuat cantolan dengan 2 lubang ( atas-bawah ) yang dilekatkan permanen pada satu mata rantai dengan menggunakan keling. Cantolan tersebut dipasang sedikit di atas titik berat ( central mass ) bak air ( diukur ketika bak air dalam keadaan penuh ). Dalam posisi itu, bak air akan stabil namun mudah diputar untuk menumpahkan airnya ketika telah mencapai gir bawah. Penumpahan air akan terjadi secara otomatis ketika bak telah mencapai gir bawah karena posisi bak air yang terus mengikuti arah rantai.
Alternatif lain pemasangan bak air :
Pada masing-masing bak air dipasang mekanisme poros putar sehingga dapat berputar bebas ketika terpasang pada rantai seperti sangkar penumpang pada kincir pasar malam. Poros ini dipasang sedikit di atasnya titik berat ( central mass ) bak air ketika sedang penuh maupun kosong. Posisi itu memungkinkan bak senantiasa selalu menghadap lurus ke atas namun mudah diputar ketika akan menumpahkan isinya. Hal itu bertujuan untuk mengurangi tumpahnya air sebelum waktunya dan memudahkan proses pengisian ketika bak kosong telah berada di bagiaan gir atas. Selain itu juga dipasang tuas penumpah yang berfungsi memutar bak dan menumpahkan air secara otomatis ketika bak telah mencapai gir bawah dan tuas tertahan oleh batang penumpah. Batang penumpah ini dipasang statis untuk menahan tuas dan kemudian memaksa bak air berputar menumpahkan isinya ketika telah mencapai gir bawah.
Kelebihan kincir rantai dibandingkan kincir roda adalah :
1. Jumlah air yang tumpah percuma sedikit sehingga tenaga air dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal
2. Putaran poros kincir ( RPM ) puluhan bahkan ratusan kali lebih cepat daripada kincir roda untuk ketinggian air terjun dan kecepatan linier yang sama. Kecepatan putar poros sudah tidak perlu banyak penyesuaian dengan alat/dinamo sehingga tidak diperlukan lagi gearbox yang mahal.
3. Dapat dibuat untuk ketinggian air terjun berapa saja sesuai keadaan dan keperluan dengan hanya menambah atau mengurangi panjang rantai tanpa mengubah bentuk dan ukuran bagian lainnya. Tentu saja jumlah bak air harus disesuaikan juga supaya jarak antara bak air seragam dan relatif rapat. Dalam hal menambah panjang rantai, perlu diperhitungkan kekuatan rantai dalam menahan beban beratnya bak beserta air dan rantainya sendiri untuk mengindari rantai putus atau cepat aus. Selain itu juga harus tersedia ruang yang cukup untuk berputar ketika bak air mencapai gir bawah.
4. Dapat diproduksi secara masal karena kincir rantai yang persis sama dapat digunakan untuk air terjun dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Penyesuaian hanya diperlukan pada panjang rantai dan jumlah bak. Lebih praktis lagi jika rantai dan bak dibuat dan dijual dalam hitungan segmen ( misalnya tersedia 1, 2, 4, 8, dan 16 segmen ). Satu satuan segmen terdiri dari satu bak lengkap dengan poros, tuas penumpah, dan 2 rantai dengan jumlah ruas tertentu yang seragam. Panjang rantai tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga ketika dipasang sambung-menyambung menjadi untaian bak-bak yang rapi dan seimbang.
Disamping kelebihan, kincir rantai ini juga mempunyai kekurangan. Adapun kekurangannya antara lain :
1. Rantai dan gir akan terkena air dan terancam perkaratan sehingga cepat rusak. Hal itu dapat dikurangi dengan membuat poros bak yang lebih panjang agar jarak antara bak dan rantai cukup jauh. Rantai juga perlu dicat sebelum dipasang dan diberi pelumas ( grease ) secara rutin dan sering. Lebih baik lagi jika dipasang alat khusus untuk menghambat proses perkaratan yang bekerja secara elekro-kimia. Tentang cara kerja alat ini akan dibahas dalam tulisan tersendiri.
2. Bearing cepat rusak karena kemasukan air. Untuk mengatasi hal itu, dapat dilakukan dengan membuat dudukan bearing dari pipa yang dibuntu sebelah ujungnya dengan plat besi dan dilas. Kemudian dibuatkan seal dari karet tebal ( bisa ban bekas atau konveyor ) yang berbentuk seperti ring. Seal tersebut kemudian dipasang pada dudukan untuk menutupi bearing. Supaya kedap air, dapat diberi lem ( super glue atau epoxy ) antara seal dan dudukan bearing. Selain itu, lubang seal harus span dan agak menggigit poros. Supaya bearing dapat diberi pelumas tanpa membuka seal, maka perlu dibuatkan lubang / saluran pada dudukan bearing yang diberi penutup dari mur-baut yang dilas agar rapat tapi mudah dibuka-tutup.
3. Kurang cocok jika digunakan untuk menggerakkan penumbuk padi karena putaran poros yang cepat dengan torsi yang relatif kecil
4. Sulit dibuat untuk debit air yang cukup besar karena keterbatasan kekuatan rantai motor. Cara mengatasinya, dapat dibuat dengan rantai dan gir rangkap ( mudah ) atau dibuatkan rantai yang lebih besar ( tapi sulit ). Alternatif lain adalah menggunakan rantai talang yang banyak dijual di toko besi. Namun jika menggunakan rantai talang, perlu dibuat ’gir’ tersendiri yang cocok dengan bentuk dan ukuran rantai talang. Bentuk ’gir’ yang dapat digunakan adalah seperti ’gir’ yang digunakan pada kerekan rantai yang digerakkan dengan tangan yang banyak dijual di toko teknik dan toko perlengkapan mobil.
Kincir rantai ini barulah berupa ide dan sketsa dan belum pernah dibuat prototype-nya. Selain kincir rantai, saya juga telah membuat sketsa desain Kncir Roda Rantai yang memadukan konsep kincir rantai dan kincir roda. Salah satu kelebihan dari kincir desain baru tersebut adalah mempunyai dua poros keluaran dengan RPM dan torsi yang berbeda jauh sehingga dapat digunakan untuk keperluan yang lebih bervariasi tanpa perlu tambahan gearbox. Tentang Kincir Paijo-2 ( Kincir Roda Rantai ) tersebut, akan saya bahas dalam tulisan tersendiri. ( Paijo )

218 Komentar

  1. Aji said,

    Maret 20, 2014 pada 7:55 pm

    Coba kirimkan gambar yang kumplit

  2. broy said,

    Januari 21, 2014 pada 11:17 am

    pak ijo
    mohon bantuannya dong

    saya ingin menganalisis turbin cross flow 300 watt
    saya minta referensi arrtikel ataau yang lainnya pak..
    saya ingin mempelajari dahulu

    terima kasih maaf menggu

    • riyen said,

      Maret 14, 2014 pada 2:48 pm

      mas jika kincir dengan dabel turbin gimana jade nya

  3. CASKAPATARANI said,

    Desember 10, 2013 pada 8:18 pm

    TEORI ANDA NONSENS, KARENA ANDA BELUM MEMBUAT PROTETPNYA

  4. yusuf saputra said,

    April 30, 2013 pada 11:50 pm

    oh iya Mas paijo kembali nih. saya yusuf di bekasi. saya dah cape dan hampir putus asa nyari wadah atau tempat nyalurin ide – ide saya ini. pemaerintah serperti ga mau peduli. jjur pendidikan saya hanya kelas 1 sltp. tapi saya sangat optimis kalo saya bisa dan mampu.

  5. yusuf saputra said,

    April 30, 2013 pada 11:43 pm

    Salam Kenal Mas Paijo. saya yusuf di bekasi punya ide bikin sepeda motor listrik persi ide kami. tapi sulit cari wadah untuk mengembangkan ide saya. mohon infonya. di nomor hp ku 0852 8352 7227. Email. yusuf.saputra2011@gmail.com. Terimakasih

    • Mr"Q" said,

      Maret 8, 2014 pada 11:15 pm

      ga perlu nunggu Mas Paijo…
      Berkarya aja ….
      smg sucses u. anda. :)

      • riyen said,

        Maret 14, 2014 pada 2:54 pm

        kalau kincir 4 gir gi mana tenaga nya mas
        gir dari kincir besar dengan ukuran 12 in lalu ger kedua dan tiga didabel gir kedua dengan ukuran 2 inci dan gir ketiga ukuran 10 in dan gir dinamo ukuran 4 inci dengan dinamo 20 kg
        mampu gak dia memberi arus 350 vol

  6. anto said,

    Januari 7, 2013 pada 11:55 am

    mas paijo mohon bantuanya aq anto dari lampung
    saya belajar membuat turbin tp blm bisa normal..
    sa,at blm di kasih beban generator mampu 230v tp sa,at di beri beban sekitar 400 wat (lampu biasa)turuh hingga 120v…
    menurut mas paijo kendala dari turbin atau tekanan air nya yg kurang mak simal..
    dan gimana cara agar sa,at gk di kasih beban volltase hanya 220v dan sa,at di kasih beban volltase nya msih tetep gk turun hingga 160v.
    bantuan dari mas paijo aq harapkan agar bisa ku ku pelajari
    dan bisa membuat masarakat ikut menikmati listrik buattan ku ini…
    balasan mas paijo aq tunggu..

    makisih mas paijo
    semoga makin sakses slalu

    email: gundaei_yes@yahoo.com

    • Paijo said,

      Januari 7, 2013 pada 12:42 pm

      Mas Anto, saudara perlu membuat pintu air yang dapat diatur bukaannya disesuaikan dengan beban. Semakin besar beban, bukaan pintu semakin lebar dan sebaliknya. Lebih bagus kalau dibuat pengendali pintu air yang dikontrol secara elektronik yang dapat secara otomatis mengatur bukaan sesuai beban kerja. Terimakasih dan salam eksperimen.

      • anto said,

        Februari 7, 2013 pada 11:52 pm

        makasih mas jwabanya memang blum tak buat kl pintu tekanan air..
        oh ya mas aq nanya lg ni?….
        kl ukuran deameter baling-baling nya untuk turbin dan untuk kincir buat dinamo 3000 wat berapa cm dan sudunya berapa ya mas.
        kl ukuran puli-puli buat turben pakek yg berapa cm buat di as turbin dan di as dinamonya ya mas
        sedikit cerita buatan ku ni mas mohon di koreksi dan minta pendapatnya.
        kubuat turbin model cross flow
        aku buat turbin berdeameter 32 cm dan sudu 32 buah pakek as 1 in dan ku gunakan puli-puli di turben 30 cm,an dan di generatornya sekitar 6 cm,an..
        hasil daya voltase sa,at netral 200v di kasih beban 500 wat turun hinga 115 v
        mengunakan pipa raralon di turbin 3in dan yg di benduan 6in
        kl mas paijo gk keberatan tolong dong koreksi buatan ku kira-kira
        ukuran-ukuranya gimana dan seharusnya kyak apa mas….
        hehheeeee maklum mas baru pertama kali ini aq buat turbin…

        atas bantuanya mksh ni mas sebelum nya…
        sakses sllu buat mas paijo….

  7. praatma said,

    September 15, 2012 pada 12:56 pm

    Saya sangat tertarik teknologi tepat guna ramah lingkungan yang mas Paijo rintis, tetapi latar belakang saya bukan teknik apa saya bisa belajar sama mas Paijo, kira2 biayanya berapa dan alamatnya dimana. Terimakasih

  8. dimas lelono said,

    Maret 20, 2012 pada 11:58 pm

    mas saya tertarik dgn konsepnya bagaimana dgn sungai yg alirannya datar tdk ada terjunan sama sekali, mohon bantuan konstruksi dan gambar detailnya, semangat trs ngoprek yg bermanfaat bbagi orang banyak, salam hangat dari desa pinggiran

  9. Kembang13 said,

    Maret 15, 2012 pada 8:44 pm

    menurut saya ini agak rumit

  10. ferry sandag said,

    Maret 8, 2012 pada 10:06 pm

    Pak apakah saya bisa dapat nomor telepon atau hp kemudian apakah dapat memesan alat kincir angin

  11. amir said,

    Maret 8, 2012 pada 12:33 pm

    salam kenal.
    saya ingin catatan nama alat/bahan ny yang lengkap

  12. Dendy Mulyana said,

    Maret 8, 2012 pada 11:47 am

    mudah-mudahan penemuan pak ijo berguna dan bermanfaat bagi khalayak umum, amien

  13. hasidinbadu said,

    Maret 5, 2012 pada 7:30 pm

    Tolong kirimkan contoh cara kerja kincir air yang lengkap

  14. didik said,

    Januari 30, 2012 pada 5:42 pm

    Mas, sy sangat tertarik dengan ide kincir rantai ini. Saya coba buat sketsa dengan sistem 3 gir yg diaplikasikan dengan tempat/siring air. Tujuannya adalah, menambah jarak/jumlah bak yg terisi air bila ketinggian air terbatas, mengurangi percikan air yg dapat merusak rantai. namun tentunya ada kekurangannya, silahkan dicari kelemahannya. beriikut saya tampilkan sketsanya di link ini http://postimage.org/image/jbshgyx3p/.
    Mohon dikoreksi bila terdapat kelemahan sistem kincir rantai 3 roda ini,
    Terima kasih

  15. anna said,

    Januari 28, 2012 pada 4:25 pm

    mas paijo, saya mau tanya kalau mau mencari bahan tentang arator tipe kincir untuk tambak udang dimana ya? saya mau membuat skripsi tentang rancang bangun aerator tipe kincir untuk tambak udang. mohon pencerahannya mas paijo. terima kasih

  16. Januari 7, 2012 pada 9:40 pm

    pak jika air yg ada adalah air yg datar bkn yg air trjun
    bagai mna gmbranya kira-kira pak

  17. sisrika said,

    Desember 25, 2011 pada 6:03 pm

    mas paijo, saya mau nanya..
    rumus untuk menghitung gaya yang dibutuhkan kincir air untuk dapat berputar, bagaimn caranya?? apa rumusnya mas?

  18. Siis Black said,

    Desember 12, 2011 pada 3:21 pm

    listrik

  19. hartono said,

    November 18, 2011 pada 12:50 pm

    anda harus pakai doble power p 1 jadikan tenaga udara p2 sama jadikan tenaga udara power tiga sama p4 sama udara sama jadikan tenaga udara 085290003787

  20. hartono said,

    November 18, 2011 pada 12:45 pm

    paaaaijo dengan saving batry seratus amper anda pakai invertter las listrik kmdian menghasilkan seratus amper dc 22o 240 volt

  21. alanipogos said,

    November 18, 2011 pada 11:44 am

    kira2 berapa besar debit air untuk memutar di namo 3kg , rincian biaya nya kira2 berapa.
    Mohon info nya…

  22. ibel said,

    November 14, 2011 pada 11:15 pm

    salam kenal buat Mas. aku ada pertanyaan sedikit tentang Relay dan
    Timer yang akan saya rakit dirumah. tapi terus terang saya masih
    pemula dalam hal ini. saya ada sebuah timer dan relay jenis OMRON. dan
    saya tidak tau harus menggunakannya kemana. saya ingin sekali agar
    alat tersebut saya fungsikan dirumah sebagai bahan yang akan saya
    pergunakan untuk menghidupkan lampu teras rumah saya. tolong donk saya
    dibantu dalam perakitannya, dan hal apa saja yang saya perlukan untuk
    dapat mempelajarinya dengan benar. saya sangat berharap agar Mas sudi
    kiranya mau membantu saya dalam mengerjakannya. terlebih tolong donk
    saya dibuatkan single diagram perakitannya. mohon maaf jika saya
    terlalu berharap dari mas. sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan
    banyak terimakasih. wassalam…

  23. Agung kurniawan said,

    November 14, 2011 pada 8:17 pm

    Mas paijo g mana klo air terjunya di ganti dg air sanyo. kira prinsip kerja dan seketsanya seperti apa. k betulan di tempat saya gag da air terjun trus pln sering sekali rusak. mohon penjelasanya.

  24. angga said,

    November 9, 2011 pada 8:35 pm

    salam sejahtera……!
    bagimana cara menggulung dinamo putaran sederhana, dan contoh gambar gulungannya.

  25. Emil fattah said,

    November 2, 2011 pada 12:28 am

    Salut mau ikut praktek, sukses ya

  26. Supardi SPD said,

    Oktober 30, 2011 pada 1:40 pm

    terima kasih atas infonya.
    mas, bagaiman cara membuat motor sederhana yang dapat dibuat dari bahan yang mudah didapat. mohon skemanya. terimakasih.

  27. Supardi SPD said,

    Oktober 30, 2011 pada 1:36 pm

    terima kasih atas infonya. oh iya mas, bagaimana cara membuat dinamo yang sangat sederhana dengan menggunakan alat yang mudah didapat. saya berencana menggunakannya dikelas untuk demonstrasi. sebelumnya terima kasih…

  28. bawang merah said,

    Oktober 19, 2011 pada 11:53 pm

    Mkasih atas informasinya….

  29. Agus Kuswara said,

    September 16, 2011 pada 10:27 pm

    Mas Mohon saya di kirim detail gambar dan RAB Pembuatan Kincir Sederhana dgn Menggunakan Dynamo berkapasitas 10 KWH

  30. aditya said,

    September 4, 2011 pada 10:58 am

    salam mas Paijo,sy ingin menanyakan masalah dinding batu alam air terjun sy yg tdk sesuai dgn keinginan yaitu air deras jatuh ke kolam.lebar dinding 2 m dan tinggi 1 dan sy menggunakan pompa air kolam 130 w.Apakah itu ckp untuk debit air agar bisa sesuai keinginan atau salah dalam penampungan bak air blkngnya.tlg petunjuknya atau gambar diagram yg benar untuk masalah saya.Atas petunjuk mas Paijo sy ucapkan bnyk terima kasih…

  31. Imam Hidayat Dalimunthe said,

    Agustus 10, 2011 pada 6:05 pm

    salam mas paijo,,kami berencana membuat kincir air dari kayu,,sumber air adalah air sungai dengan kedalaman sekitar 1meter,rencana kincir air diameter 5mtr,yang berfungsi sbg pembangkit listrik 10.000watt(intren),dan fungsi turunanan lainya, tapi jg berfungsi estetis( unik,pusat perhatian,natural)dilokasi Tapanuli selatan Desa Silakitang,,,mohon bantuan nya untuk mewujudkan rencana tersebut,kalo berkenan untuk(survey lokasi) mengerjakan sekalian..terimakasih {mas tolong berkenan meninggalkan No Hp d email saya biar saya kontak….)

  32. Agustus 8, 2011 pada 7:57 pm

    Mohon Infonya, Saya Membutuhkan Dinamo Motor yang menghasilkan 10 Amp, kira2 Seberapa Besar, motor tersebut dan Berapa Kecepatan RPM minimalnya

  33. milah said,

    Agustus 6, 2011 pada 1:50 pm

    salam kenal mas paijo. saya mau bikin kincir air, lokasi di jawa tengah. bisa minta masukan dan contactnya? makasih.

  34. victor said,

    Juni 3, 2011 pada 2:41 pm

    Salam pak Paijo,

    saya sangat tertarik dengan ide bapak tentang kincir air. Bisa saya kontak bapak by phone? terima kasih

    best regards,
    Victor Dragono

  35. fadly kusuma said,

    Juni 2, 2011 pada 8:16 pm

    mas huebat pemikiran gokilnya. maklum aku ini org perikanan.mohon tranfer ilmunya yang gampang dicerna oleh otak ku yang terbatas ini yah..aku mau bikin kincir air yang kyk ditambak2 dengan sumber arus sungai bisa ga ya? thanks

  36. halim said,

    Mei 30, 2011 pada 3:45 pm

    salam mas paijo,,kami berencana membuat kincir air dari kayu,,sumber air adalah air sungai dengan kedalaman sekitar 1meter,rencana kincir air diameter 6mtr,yang berfungsi sbg pembangkit listrik 10.000watt(intren),dan fungsi turunanan lainya, tapi jg berfungsi estetis( unik,pusat perhatian,natural)dilokasi cisarua puncak bogor,,,mohon bantuan nya untuk mewujudkan rencana tersebut,kalo berkenan untuk(survey lokasi) mengerjakan sekalian..terimakasih

  37. halim said,

    Mei 30, 2011 pada 2:51 pm

    salam kenal pa, saya mau minta tolong dibuatkan kincir air dari kayu dgn diameter 6mtr,yang fungsional dan untuk diekspos,didaerah cisarua puncak bogor.tks

  38. April 19, 2011 pada 1:11 pm

    Tak banyak orang di negeri ini yang seperti anda .. SALUT

  39. Mr.Ogah said,

    Maret 29, 2011 pada 2:58 pm

    beli yang udah jadi, kayak bentuk keong-keong gitu ya beres.Gitu aja koq repot

  40. ain said,

    Januari 18, 2011 pada 1:25 am

    salam kenal..saya mohon sangat bantu saya menyelesaikan masalah ini.. saya perlu kaedah2 yang sistematik untuk membuat air terjun dan kelebihan yang ada.

  41. heru said,

    Januari 3, 2011 pada 5:17 pm

    Salam kenal Pak Paidjo ,
    Sebelumnya saya mohon maaf jika menganggu konsentrasi bapak .
    Saya mohon informasi mengenai design kincir air yang tepat untuk Rencana pembuatan kincir air . kincir air akan sy gunakan untuk menggerakan kincir berbahan besi ( bobot kurang lebih 3 ton / dia : 15 meter ) .agar torsi yang dihasilkan konstan { 50 putaran per menit [kincir besi] bagaimana ? apakah dengan sistem canal dapat berhasil ?

    • jenggot said,

      Maret 30, 2011 pada 11:58 am

      sepertinya pak heru perlu konsultasi para engineer dari belanda dan jerman nih.

  42. dwi said,

    Desember 30, 2010 pada 3:01 pm

    aq dpt tugas proyek pembuatan mikrohidro, dimana dalam 100 m sungai mesti dipakai berapa kincir untuk optimalisasinay?? kasih tau dunk ttg cara penghitungan spesifikasi kincir air yang mesti dibuat,debit air ci udah ketemu tinggal cara bikin kincirnya gmana???? trus jarak antar kincir tu brapa??

    mohon bimbingannya. trimz.

  43. Mr.END said,

    Desember 16, 2010 pada 2:26 pm

    saya hobi yang namanya kincir yang saya buat hanya kincir angin dengan blade 2 bh hingga 24 bh.untuk mengatur putaran hanya dengan mengatur sudut bladenya.

  44. Asis Lama said,

    Desember 8, 2010 pada 8:27 pm

    salam kenal om Paijo
    Saya membangun kincir air pembangit listrik. masalah yang kami hadapi yaitu voltase pada dinamo 250 Volt dan dihubungkan ke rumah dengan kabel sepanjang 800 meter, voltase yang sampi mencapai 240 volt. akan tetapi saat menggunakan televisi voltase malah turun dan mencapai 140 volt sehingga tidak mampu mengangkat voltase kembali sehingga televisi tidak mampu menampilkan gambar.
    Tolong om Paijo komentarnya mungkin ada pengalaman atau pengetahuan hal-hal apa yang harus kami lakukan . Terima kasih atas bantuannya.

    • jenggot said,

      Desember 9, 2010 pada 11:12 am

      Nimbrung komentar mas Asis, voltase 250 volt pastinya tanpa beban saat itu sehingga belum bisa dijadikan patokan kalau dinamo sudah pada putaran normalnya.
      Sebelum disalurkan ke rumah alangkah baiknya kalau pada dinamo diberi RPM meter untuk memantau putaran dinamo, kemudian ditest dengan memberi beban (setrika) apakah putaran dinamo turun, begitu putaran turun voltase pasti juga turun. Kincir air harus diperkuat dengan menambah debit air yg memutar kincir. (Periksa lagi spek/karakter dinamo anda)

      Untuk mengatasi turunnya tegangan akibat kabel distribusi yg panjang (800m) bisa dipasang stavol jenis servo sebelum masuk instalasi rumah.
      Semoga membantu.

      • anto said,

        Februari 8, 2013 pada 12:09 am

        ikutan sama ni ma ksus ku kayak gcu
        mas jenggot blh taanya gk ni kl ukuran puli-puli berapa ketemu berapa ni….
        agar dapat 1500 rpm nya
        dan alat ukur rpm kyak apa mas hehehheeee sori mas aq msh nol kl soal kincir ni jd gk tau buat ukur rpm kincir
        mksh sblm nya mas…..
        moga sukses sllu

      • jenggot said,

        Februari 12, 2013 pada 4:08 pm

        Mas Anto …
        Untuk mendapatkan rpm 1500 pakai puli perbandingan berapa, ya tentunya kita mesti tahu dulu rpm dari kincir air. Jika rpm kincir adalah 500 maka dibutuhkan puli dng perbandingan 3:1 agar didapat 1500 rpm. Alat ukur rpm bermacam-macam, ada yg analog maupun digital. Contoh yg analog terdapat pada panel/dashboard mobil di sebelah speedometer. Untuk lebih jelasnya anda bisa ‘googling’ dng key ‘rpm meter’

  45. hendra said,

    November 24, 2010 pada 10:27 pm

    ass. salam kenaL mas…
    saya di forum komunikasi mekanik garment bogor,
    mau cari teman buat diskusi …

  46. irwan limantara said,

    Oktober 22, 2010 pada 11:35 am

    saya bener bener tertarik… kebetulan saya ada genset rusak (tapi dinamo penghasil listrik nya baik)… karena turun mesin… rencananya mesin penggerak di buat jadi kekuatan air….

    boleh bisa melihat foto jadinya ngga?? biar lebih jelas

  47. anwar said,

    Oktober 20, 2010 pada 5:50 pm

    pak apa saja komponen mesin dalam kincir air..??

  48. deddy sasono said,

    Oktober 7, 2010 pada 9:06 pm

    bang minta banyuan pemikiran nya . gimana?? cara menaikkan air ke kolam lebih tinggi dari sungai dengan bantuan kincir tapi air nya tak deras.

  49. musli said,

    September 15, 2010 pada 12:48 pm

    mas,,,untuk mengatur,,,output agar tetap setabil( tidak dipengaruhi debit air yg mengalir) itu gmn??

  50. ARI JOGJA said,

    Agustus 23, 2010 pada 12:19 pm

    Paijo gimana caranya buat gayung air sisi kanan bawah agar bisa otomatis airnya tumpah tolong dikasih gambaran mas, dan rantainya pakai rantai apa? dan tenaga yang dihasilkan bisa atau tidak untuk memompa air yang sudah kebawah ke atas tandon air, pingin buat pembagkit listrik mikro , gitu lho mas, terimakasih.

  51. Jabon said,

    Agustus 17, 2010 pada 11:43 am

    mas paijo sekarang experimen barunya apa … he he he saya mau tau he he he

  52. ucok said,

    Juli 29, 2010 pada 1:06 pm

    Salam kenal. Mas, saya sedang belajar membuat PLTM dibelakang rumah saya dengan klasifikasi, dinamo listrik 3000watt, kincir air diameter 4mtr, aliran air kecil hanya menggunakan pipa 1,5 dim. Saya gunakan puli dengan perbandingan 1 : 50. Setelah dicoba hasil tegangan hanya 50volt. Saya otak-atik pada puli tetap hasilnya hanya itu. Benarkah debit air perlu ditambah, jika benar perlu ditambah, berapa besar debitnya?
    Tambahan: debit air dengan diameter kincir air apakah sangat berpengaruh?
    Demikian keluhan saya. Terima kasih mas Paijo

  53. Haryanto said,

    Juli 29, 2010 pada 8:06 am

    Mas Paijo, punya kenalan di jakarta yang suka obrak-abrik seperti mas ga ya sebab ada yang mau saya tanyakan secara langsung mungkin langsung dipraktekkan supaya bisa ada hasil akhirnya, saya sudah buka web pt.heksa tapi saya lihat dia punya lebih bersifat projek besar. sekian terima kasih.

  54. Jabon said,

    Juli 24, 2010 pada 3:33 pm

    sebenarnya saya kembali lagi .. kemaren saya sudah sampai blog anda … saya acungi jempol banyak …. buat mas paijo ….

  55. prastapu said,

    Juli 17, 2010 pada 8:43 pm

    wahaisaudara ku semua jangan pernah perhenti dan putus asa di dalam melakukan sesuatu yang terbaik buat bangsa ini.Walupun pemerintah kita belum sangat perduli dengan kemampuan rakyatnya.Kamu semua adalah pahlawan… zaman sekarang .amri kita bantu saudara2 kita yang masih memerlukan listrik .kususnya di pedasan2 yg terpencil ayooo maju terus kawan.

  56. Jabon said,

    Juli 17, 2010 pada 11:33 am

    rame bener,,, he he he he he

  57. santy said,

    Juli 8, 2010 pada 7:52 pm

    pak… rumus yang di pakai untuk menghitung tinggi jatuhan bendung h= akar dari koefisien mercu dikalikan dengan bentangan mercu betul apa tidak??????????

  58. away said,

    Juli 8, 2010 pada 11:04 am

    ada ga tutor buat pemula…agar bisa berkreasi…trims

  59. Baroz said,

    Juli 3, 2010 pada 4:04 pm

    Salam Kenal..Pak Paijo..
    Pak, saya tertarik dengan artikel PLTA mini…boleh langsung nanya gak ?..
    ketertarikan akan artikel ini membuat saya untuk berpikir membuat PLTA mini dirumah…Rencana Pembangkit ini pakai tenaga kincir air, tapi sumber air dari bak yang dipompakan (discharge membentur sudu2 kincir/pernah masuk berita TV tapi sekilas)Power pompa pertama dari PLN, setelah generator menghasilkan power dipindahkan ke power sendiri,..mohon perhitungan Diameter Kincir vs Gear, panjang V-belt dan diameter Voly generator (dari artikel diatas watt=10xdebit(ltr/dtk)xketinggian).
    Terima Kasih…

    • adef said,

      Juli 26, 2010 pada 3:40 pm

      saya nyampai ke blog mas paijo ini juga karena sedang mencari ulasan teknologi tersebut..
      tolong di buatkan artikel tersendiri ya mas paijo..

  60. makki said,

    Juli 2, 2010 pada 10:23 pm

    salam kenal mas .
    saya mau tanya mas
    apa bisa bikin kincir air di cunngai .sedangkan sungai tempat saya kalau kemarau kering air nya.
    libar sungai nya di tempat saya kira2 12m.
    yang ingin saya tanyakan adalah. bagai mana caranyabuat kincir air nya dan seperti apa yang semestinya saya gunakan
    terima kasih

  61. rudi said,

    Juni 30, 2010 pada 12:53 pm

    mungkin tidak kincir seperti model diatas dikecilkan dan di masukkan kedalam air dengan sedikit modifikasi utk menambah daya

  62. arief said,

    Juni 22, 2010 pada 11:31 am

    wah keren..banyak informasi yang bisa di dapatkan..

    selamat bereksperimen..

  63. Sah budi said,

    Juni 5, 2010 pada 12:26 am

    Yth Mas Paijo
    Saya mau tanya, Bisakah sebuah kincir air untuk pembangkit Generator digerakan dengan JetPum?.

  64. dhian said,

    Mei 24, 2010 pada 3:34 pm

    mohon informasi macam2 turbin pltmh

  65. visia said,

    Maret 21, 2010 pada 11:11 am

    belt bakal cepet rontok tuh.
    kalo pakai rantai juga sama nasibnya,
    yg belum situ hitung:
    1.pelumasan pada sendi rantai yg banyak akan invalid dalam waktu 24jam
    karena ter-expose dgn air.
    2.logam yg kena air akan kehilangan pelumas dan berkarat dgn mudah dan berlanjut dgn rontoknya rantai tersebut, termasuk lager…abis.

    contoh saja pompa air rumah punya anda yg udah kena karat.
    kira2 akan seperti itu lah.

    paling lama juga 1 bulan bablas angin e.

    q:APAKAH DINAMO TAMIYA BISA DI BUAT MENJADI ALAT GERAK ?
    a:iso wae, tapi tenaganya ya segitu aja. hasilnya listrik DC dgn daya yg kecil.

    keep it simple.

  66. darwin1997 said,

    Maret 18, 2010 pada 1:31 am

    More info mengenai kincir air. darwin1997@gmail.com. Kincir air praktis dari metal, ringan kuat, knock down 1200 mm s/d 2000 mm diameter dan lebar s/d 1200 mm. Next, http://darwin1997.wordpress.com for free (fb adiawarman darwin. Grup, energi terbarukan)

  67. Hartanto said,

    Maret 15, 2010 pada 3:35 pm

    Ini adalah ide yang baru, menurut saya ini seperti roda Tank atau sekarang dipakai pada Exavator ini dapat mengatasi pada medan yang daya dukungnya sangat rendah dan berbanding terbalik dengan beban exavatornya yang sangat berat. Hal tersebut dapat diatasi dengan roda exavator dibuat seperti karet konvefer pada mesin stonecruiser yang menggunakan hitungan total berat exavator dibagi daya dukung lahan/tanah yang mungkin dilewati sehingga akan menemukan luas penampang roda yang harus dibuat dengan bahan yang memadai……………

  68. Dedy said,

    Maret 7, 2010 pada 6:43 pm

    salam hangat semuany,,
    saya ingin tw cara kerja turbin pelton 2 nozel..dan keguanaan komponen2 turbin. contohnya sperti puly,bantalan..dll ada yang bisa bantu gak ya..!! thx

  69. Ica caca said,

    Februari 22, 2010 pada 11:03 am

    Bagaimana caranya menggunakan kincir air….. Jangan bikin pusing dong

  70. dadan said,

    Januari 23, 2010 pada 9:37 pm

    punya gambar teknik untuk kincir air dari bambu… kami butuh untuk mensulapi air ke atas di wilayah cianjur selatan ..trims

  71. Ito Suparto said,

    Desember 30, 2009 pada 1:51 pm

    Teori yang bagus, hasilnya niscaya juga bagus. Tapi satu kendala terbesar dilapangan/praktek: sangat sulit rasanya meletakkan sumbu bak air pada rantai yang ada dan biasa ditemui dipasaran, kecuali mendesain rantai tersendiri untuk keperluan ini. Orang bengkel pasti pusing ketika disodori desain ini…

  72. Desember 30, 2009 pada 1:10 pm

    berarti harus ada air terjunnya ya..

  73. Mancagok said,

    Desember 19, 2009 pada 2:17 am

    salam kenal…..artikelnya bagus bangat…sip

  74. TASYA said,

    Oktober 21, 2009 pada 7:42 pm

    APAKAH DINAMO TAMIYA BISA DI BUAT MENJADI ALAT GERAK ?

  75. Utoyo said,

    Oktober 13, 2009 pada 10:45 pm

    mohon skema generator untuk arus kira kira 250 Ma tegangan 2-5 volt kami sangat membutuhkan skema tersebut untukl membuat alat peraga Pendidikan di SD kami
    Atas segala kebaikannya kami ucapkan banyak terima kasih.
    Mohon balasan ke email kami

  76. ahmad ramadhan said,

    Agustus 27, 2009 pada 5:47 pm

    mau tanya dong , gimana rangkaian sederhana bikin Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ,, soalnya mau bikin Maket buat tugas sekolah tolong dong di bantu,,tq

  77. eko haryanto said,

    Agustus 8, 2009 pada 4:29 pm

    apakah dinamo sepeda juga dapat di pakai ?

  78. Refa James Simatupang said,

    Juli 24, 2009 pada 8:34 pm

    Kepada Yth Bapak Paijo, saya pendatang baru dari lampung saya mau mengajukan/ membantu saya dalam perencanaan prototype dari pembangkit listrik tenaga air (mikrohidro) dengan kapasitas 10000 watt.sebelumnya saya ada kendala dalam pengaturan tegangan yang naik turun pd saat hujan,mohon petunjuknya untuk pemilihan alat
    trima kasih sebelumnya dan salam experimen

    Balas

  79. Kuswara said,

    Juli 20, 2009 pada 6:56 pm

    mas tolong kirimi saya cara merubah dinamo sanyo (air) menjadi dinamo listrik behubung saya belum pernah merubah atau menggulung dinamo apapun tetapi saya sangat ingin belajar. salam eksperimen ramah lingkungan…

  80. alvin siregar said,

    Juli 18, 2009 pada 9:26 am

    mas tolong kirimin saya cara membuat kincir microhydro dan alat apa saya yang diperlukan,tolong ya mas ato kontak yang bisa untuk menghubungi mas paijo,karena say tertarik bangats untuk buat kincir ini dikampung saya mas,…….

  81. alvin siregar said,

    Juli 18, 2009 pada 9:18 am

    mas tolong dong kirimin saya membuat kincir air microhydro karena saya ingin mebutanya dikampung saya dan saya liat biayanya tidak terlalu mahal,mas tolong ya cara dan alat yang dibutuhkan.terimakasih

  82. ivuy said,

    Mei 26, 2009 pada 10:31 am

    mas coba kalo airnya diganti pasir bisa jalan kaga’?
    ato coba pake magnnet pasti ok deh

  83. anton said,

    Mei 21, 2009 pada 8:41 pm

    mas…trims atas info n komentar2 nya krn sdikitnya kami yg pemula dpt gambaran….n trustrang sy jg skitar sbulan yg lalu pernah melakukan eksperimen ttg air pompa gravitasi…cmn msh dlm beda tinggi dibawah 50 cm…blum mencoba sampai ke perbedaan elevasi yg lbih tinggi lg…klu boleh sy dibantu referensi atausampel atau permusan aliran air dlm pipa untuk mendapatkan debit yang sesungguhnya tanpa menggunakan alat ukur tekanan dan sebagainya tetapi cukup dgn analisa topografi dan diameter serta jenis pipa….salam kenal dan trims….selamat berkarya…

  84. SYAIFUL said,

    April 10, 2009 pada 11:30 am

    salam kenal.

    baca dulu ya

  85. Renry Gemini Y. T, ST said,

    April 8, 2009 pada 8:14 pm

    Kepada Yth Bapak Paijo, saya pendatang baru dari sumatera utara, saya mau mengajukan/ membantu saya dalam perencanaan prototype dari pembangkit listrik tenaga air (mikrohidro) dengan kapasitas 500 watt – 3000 wat untuk daerah pemukiman yang jauh dari jangkauan PLN, Daerah tersebut merupakan aliran air terjun dengan debit air 150-300 liter per detik dengan rincian biaya.
    trima kasih sebelumnya dan salam experimen

  86. Maju LG said,

    April 3, 2009 pada 6:13 pm

    Dapatkah bapak membantu saya untuk membuat rancangan Prototype dari pembangkit listrik Tenaga Air(hydro)

    Maju LG
    edpmdn@wicaksana,co,id

  87. herman said,

    Maret 31, 2009 pada 8:14 pm

    mas…saya ingin outputnya 10kw bisa dibantu yah berapa harga satu unit serta syarat-syarat AIR untuk memutar kincir, tapi aplikasi di dinamo biasa saja yang banyak dijual dipasar …..

  88. yandie said,

    Maret 24, 2009 pada 11:48 pm

    mas aq ada proyek mikro hidro di daerah sumatera, kalau mau hubungi aq di 08128881768 / 021-92796898 (yandie) Untuk yang serius. tq

  89. PAIJO said,

    Maret 20, 2009 pada 2:30 pm

    HAI PAIJO!!!

  90. Ardian lubis said,

    Maret 17, 2009 pada 12:57 am

    Salam kenal Mas……
    Mas Paijo hebat bisa beramal ilmu dan bantu org kecil kayak kita.
    mas aku mau mintatolong nih, aku mau buat kincir air yg bs menghasilkan 25.000 w tapi sungai ditempat saya kurang menurun. cara buat kincir airnya gimana ya Mas….? kalau ada anggota mas yg sdh mahir membuat kincir air aku minta tolong di buatin dong Mas, aku jauh dari kota, listrik serta sinyal hp. Terimakasih Mas

  91. gigon said,

    Februari 27, 2009 pada 11:18 pm

    KANG PAIJO HEBAT KAYAK SUPERMAN………:D :D

  92. henokh said,

    Januari 27, 2009 pada 8:47 am

    Salam kenal mas paijo
    mas saya pernah berjalan jalan dipelosok desa di sulawesi tengah.dimana saya berjalan sepanjang 70 Km ada puluhan desa yang saya temuin yang belum ada aliran listrikya.dari sini saya berfikir untuk membuat bgmn untuk supaya desa ini bisa terang.mas saya ingin tau bgm cara bikin dinamo/beli dimana dan perhitunganya untuk mendapatkan watt yang cukup besar/watt yg di inginkan

  93. anto said,

    Januari 18, 2009 pada 2:49 am

    salam kenal mas paijo
    ide anda boleh jg. mbok bs di produksi secara massal dg cara dan aplikasi
    yg sederhana biar wong ndeso podo iso makmur ga tergantung dg yang hrs
    beli(kaya minyak dan gas kok ngantri). misalnya bs dg yg eceran 1000watt
    gt.lumayan khan. tp ya dibenci ama pln tuh

  94. putra bayu said,

    Januari 10, 2009 pada 11:41 pm

    assalamkm, slm kenal buat para experimen,,,,,,, mas saya minta tolomg bisa ngk kirim daya, foto, dan prinsip kerja dari pembangkit listrik tenaga air yamg menggunakan kincir air dengan daya yang dihasilkan 25 KVA,,? mas tolong dibalas ya saya tunggu

  95. ari aviantoro said,

    Desember 31, 2008 pada 3:52 pm

    Mr Jo, salute to you….!
    Saya perlu informasi untuk pembangkit listrik tenaga air di kampung dengan kapasitas kecil kira-kira 250 Watt. Kondisi saluran air terjun / curug dengan ketinggian 3 mtr. debit air stabil, Untuk skema kerja dan alat yang dibutuhkan apa aja ya,melihat dan membaca apa yg Mr Jo lakukan saya jadi ingin bisa berbuat lebih untuk negeri ini,
    So…. Tolong infonya yaa…, kirim ke email. Ok Thanks Bgt.

  96. ade ridwan said,

    Desember 21, 2008 pada 11:05 pm

    Salam sejahtera mas
    pertanyaan saya sama persis dengan apa yang ditanyakan Yani diatas, mohom pencerahannya mas, thanks before

  97. amri said,

    Desember 4, 2008 pada 3:45 am

    mas paijo, salam kenal
    saya akan melakukan penelitian tentang aerator limbah(paddle wheel) yang tenaga penggeraknya kincir angin savonius. saya kebingungan mencari dimensi kincir angin yang harus dibuat dengan ukuran paddle wheel, r = 35 cm, lebar sudu = 14 cm. kedalaman masuk air yang di inginkan = 3cm. rpm yang di inginkan 100 rpm. kecepatan angin rata2 = 4 m/s

    terus saya mau tanya bagaimana cara menghitung daya dan torsi pada paddle wheel tersebut. mohon bantuannya. terima kasih…merdeka!!!

  98. Occhi said,

    November 28, 2008 pada 1:10 pm

    . PAIJO, salam kennal iea !!!
    . occi ada tugas yeuu,,
    . apva seeh arti’nyahh literatur ??
    . truz klu literatur gerak melingkar dand gerak lurus itu aova ???

  99. Misbah said,

    November 24, 2008 pada 10:13 pm

    Mas Paijo,
    saya mohon bantuan info teknis, berapa kapasitas dan tekanan suatu boiler yang harus dipasang bila turbin yang digunakan berdaya 3 MW
    bila tidak keberatan mohon infonya di kirim ke e-mail : Misbahuddin_konecranes@yahoo.co.id atau melalui forum ini.
    atas infonya banyak terima kasih

  100. Enal said,

    November 22, 2008 pada 12:49 pm

    Mas Paijo yang baik…
    Saya perlu sekali informasi tentang pltmh, karena daerah kami sangat kaya akan sumber air (sungai gumbasa dan sungai miu) yang merupakan sungai terbesar yang masuk ke kota Palu. tetapi mas, listrik kami sudak termasuk dalam kategori krisis, 2 jam menyala 7 jam matinya.
    Sekarang saya punya dinamo bekas 3 kilo dan rencananya mau bikin pembangkit listrik sendiri..saya sangat bingung dengan caranya soale saya tidak akan menerjunkan air (mahal) tapi menggunakan air mengalir di irigasi sawah. Tolong dong bantu khususnya untuk besaran dan mata kincirnya, trus hitungan pulinya berapa kali dan berapa besar karena jangan sampai nanti daya yang keluar tyidak stabil….
    makasih mas sebelumnya
    Salam dari Palu Sulawesi Tangah

  101. November 20, 2008 pada 4:57 pm

    mas letak lokasi saya di daerah pedalaman sulut,dan terdapat banyak sumber air terjun ,tapi masarakat d desa saya belum punya listrik,dan saya pingin sekali membantu mereka.mas paijo bahan-bahan apa yang harus saya siapkan,dan klau boleh sekalian sema krangka gambar pembuatan nya,masalanya saya sangat minim pengetahuan tentang hal ini,saya sanngat berharap mas dapat membantu saya dan masarakat di desa saya ,pasti nya kami semua sangat berterimakasi sebelum dan sesudah nya

  102. tonytaufik said,

    November 17, 2008 pada 3:13 am

    @ tony rachman,
    coba kunjungi http://sleekfreak.ath.cx:81/3wdev/CD3WD/INDEX.HTM
    Banyak instruction plan hydro/wind dll.

  103. nanang yudahadik said,

    November 16, 2008 pada 4:51 am

    Haa Mr Paijo salam experiment
    Mister saya butuh tehnology simple
    Untuk :
    1. mengalirkan air dari 0(nol) meter ke ketinggian 1 (satu) meter
    di buang ke 0(nol) meter sehingga air bisa bersikulasi
    tanpa listrik tentunya Boss, atau dari kolam ditarik naik 1(satu)
    meter, dan dikembalikan lagi ke kolam, untuk air terjun buatan Boss.

    2. dari terjunan air itu supaya bisa dimanfaatkan untuk listrik(ada kincir air)
    ato kalo memang butuh pancingan Power awal ya no problem
    yang jelas meminimize penggunaan listrik PLNdan Pompa electric yang
    noise
    3. Kalo uda punya Prototype dan uda pernah di aplikasikan saya mengucapkan
    Matur suwun dan saya segera bisa ketemu dengan sampeyan yak apa?
    Saya di kasih kabar kapan ketemu lewat email airdesa@gmail.com

    Atas attensi dan waktunya Mister Paijo luangkan buat saya tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih

    Salam Bambu airdesa dari manusia untuk manusia

  104. TONI RACHMAN said,

    Oktober 29, 2008 pada 3:53 pm

    Yth.Mas Paijo. Saya mau minta tolong dikirim cara membuat PLTA dengan Tenaga air untuk menghasilkan daya sampai 50 KVA, tolong ya mas, saya ingin membantu masyarakat di desa saya yang sampai saai ini sangat merindukan Listrik di desa mereka, tolong apa saja bahan/ alat yang akan dipakai dan teknik cara pembuatannya. Perlu diketahui di desa saya sumber air yang akan digunakan adalah aliran sungai yang datar dan dapat dibendung. Tolong ya mas di E-mailkan ke alamat E-mail saya. sebelumnya saya ucapkan terima kasih, semoga amal Mas Paijo akan selalu diingat oleh masyarakat di desa saya.

  105. ike indriani said,

    Oktober 24, 2008 pada 6:37 pm

    mas… minta alamat-alamat laboratorium yang berkaitan dengan TURBIN PELTON, tapi lab yang di jakarta aja

  106. Ari said,

    Oktober 22, 2008 pada 10:20 pm

    Paijo. Wong Ndeso Otak Tukiyo alias TOKYO alias Jepang… Salut.

  107. Roni Kusmara said,

    Oktober 20, 2008 pada 11:42 pm

    Tolong kiriim cara dan teknik pembuantan PLTA mikro dengan air yang tidak terlalu tinggai/ mendatar tapi deras

  108. Tobok Simatupang said,

    Oktober 16, 2008 pada 3:39 pm

    Saya ingin merancang bangun sebuah tenaga listrik air yang sederhana, menghasilkan kira-kira 7500 watt. Tolong bantu saya untuk membuatnya terimakasih. H O R A S

  109. Yudi said,

    Oktober 8, 2008 pada 10:47 pm

    Yth. Pak Paijo

    Saya sangat tertarik dengan experiment yang telah bpk lakukan selama ini.
    Saya mohon bantuan bpk, saya ingin membuat penerangan di dekat sungai (atau mungkin bisa dibilang selokan), saya tidak butuh banyak watt, mungkin hanya cukup untuk 2 lampu saja (@10 Watt). Kira2 alat + bahan apa saja yang saya perlukan?
    Kondisi sungai datar,tidak naik turun. Jadi ketinggian mulai hulu sampai hilir cenderung sama (kalau ada penurunan cenderung sedikit)

    Terima kasih
    mohon Jikalau Bpk bersedia dikirim ke email saya di yudi.ismanto@gmail.com atau yudi.ismanto@yahoo.co.id

  110. dino said,

    September 25, 2008 pada 10:58 pm

    salam kenal,saya tertarik dengan masalah pak mulyadi walaupun sudah terlambat posting ini dibicarakan tetapi siapa tau dapat membantu teman teman yang lain yang mempunyai permasalahan yang sama.Akselerasi dapat di stabilkan dengan 2 cara :
    1.memasang roda gaya pada sumber penggerak,untuk ukuran dapat kita tentukan dari ketersediaan barang yang ada dipasaran barang ini biasanya diperuntukan untuk mesin diesel merk china dengan ukuran 16hp,18Hp,dst.
    syaratnya semakin besar roda gaya semakin stabil putaran yang didapat.
    2.Untuk beban dengan cara memperbesar ukuran generator atau menambah alat AVR untuk mengatur exitasi pada rotor.
    sekian yang dapat disampaikan untuk pak Paijo terus berkarya dan terima kasih, salam dari Borneo.

  111. steven said,

    September 22, 2008 pada 11:25 am

    salam kenal om paijo…..

    saya sangat tertarik dengan blog om paijo…
    sebelumnya…saya mendapat tugas untuk membuat PLTH dgn skala yg sangat kecil….tapi yang menjadi masalah adalah aliran air yang di gunakan tidak memakai air terjun (tidak menggunakan ketinggian air) sehingga kincir yang saya gunakan adalah tipe Undershot. Bisakah om paijo membantu saya untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan untuk membuat tipe kincir Undershot sehingga saya dapat cepat menyelesaikan tugas ini.
    Terima kasih atas perhatian nya om paijo.

  112. KURNIADI said,

    September 17, 2008 pada 1:46 pm

    salam kenal..

    saya kurniadi, bandung.

    Saya mau tanya mengenai pengetahuan sollar cell lengkap, saya ingin pintar membuat sollar cell. Klau bisa kirim ke email saya kurn0209911@yahoo.co.id

    Terima kasih….

  113. basir said,

    September 11, 2008 pada 1:07 pm

    foto desain kincirnya donk….!!!!

  114. yani said,

    September 9, 2008 pada 10:56 am

    mas tolong bantu saya buatkan gambar dan cara-cara membuat pembangkit listrik tenaga air sederhana yang bisa menghasilkan listrik seperti PLN 220 V dan 60 Hz karena didaerah saya ada sungai yang mengalir dengan ketinggian sekitar 2 meter,apakah bisa?dan apa saja alat yang dibutuhkan?lengkap dengan cara&instalasinya,serta trobleshoutingnya! terima kasih banyak sebelumnya.

  115. bejo said,

    Agustus 21, 2008 pada 5:04 pm

    Om paijo aku ada cek sikit di beberapa blog trus jumpa ini bloghttp://www.windmillworld.com/mills/improved.htm klo ada waktu bisa di cek…..apa mungkin bisa di buat alat seperti itu…?jika bisa kita dak usah susahx2 cari sumber energi…angin atau air, karna kita bisa kreate.
    gitu aja Om ya….mohon saran…….
    trims……

  116. tony taufik said,

    Agustus 5, 2008 pada 1:22 am

    Pak Paijo,
    Mohon izin utk memberi tanggapan.

    @ sdr.Kuswanto Arasy.
    Ketika kincir angin berputar, as yg tersambung ke pompa bergerak naik turun untuk menghisap air, persis seperti pompa air tangan. Contoh lainnya: bgmn piston motor bergerak naik turun saat as diputar, atau pijakan kaki bergerak kedepan dan kebelakang saat mesin jahit tangan diputar. Seperti itulah cara kerjanya.

    @ sdr. Ibnu Hajar & sdr. Surianto.
    Lihat postingan saya no.83 diatas, dan di PROBLEM & SOLUSI no.117 (Oprekan Paling Laris disebelah kiri). Situs2 tsb banyak menerangkan cara membuat sendiri pembangkit listrik tenaga air/angin, atau digerakkan dg
    sepeda.
    Anda bisa membuat sendiri generator listriknya, atau beli alternator mobil.
    Bila menggunakan alternator, listrik yg dihasilkan akan disimpan di aki (40Ah= 350rb). Dg menambah alat inverter (merubah arus DC menjadi AC, harganya 250-500rb (kekuatan 200-450 watt), maka anda dpt menyalakan lampu, TV, dsb.
    Penting diperhatikan bahwa aki tidak dpt menyuplai listrik selama 24 jam karena keterbatasan daya simpannya. Itulah sebabnya kenapa harus di charge ulang/kontinu. Kemampuan aki 12V 40A/h (Ampere/hour)= 480 watt selama 1 jam. Kalau dipakai menghidupkan lampu 60w, maka aki akan mampu hingga 8 jam. Tapi kalau dipakai menghidupkan setrika 350w maka hanya akan hidup kurang dr 1 jam. Pandai2lah mengatur.
    Inverter juga punya keterbatasan menanggung beban. Inverter 200w akan terbakar/putus sekringnya bila bebannya 300w. Sama seperti PLN 450w dipakai menyalakan setrika 350w + pompa air 100w sekaligus, sekring akan
    putus.

    Selamat mencoba.

  117. surianto said,

    Agustus 2, 2008 pada 2:40 am

    saya sangat membutuhkan bantuan bapak gambar dan ukuran kincir air dengan kapasitas 2500 watt serta perhitunganya.

    hormat saya

    surianto

  118. Ibnu Hajar said,

    Agustus 1, 2008 pada 4:03 pm

    bang gmana cara nya bikin listrik tenaga putar yg menggunakan sepeda, dan cara penyimpanan tenaga listrik nya

  119. Kuswanto Arrasy said,

    Juli 28, 2008 pada 8:43 pm

    Saya boleh ikutan gak pak? Saya mau tanya,untuk kincir angin yang untuk pompa air,systemnya kincir angin itu menggerakan atau memutar pompa air yang biasa kita lihat di pompa air tenaga BBM atau menghasilkan tekanan angin yang disalurkan ke pipa untuk mendorong air tau bagaimana? Terimakasih Pak

  120. tony taufik said,

    Juli 26, 2008 pada 9:02 am

    Pak Paijo kemana ya, koq tidak muncul2?

    Dari komentar2 di tiga halaman yg saya akses (kincir air paijo-1, problem&solusi, penghubung mesin dg generator), mayoritas menginginkan petunjuk bagaimana membuat sendiri pembangkit listrik. Ini jadi membingungkan untuk ikut menanggapinya. Bagaimana kalau dijadikan satu halaman saja? Atau kalau terlalu sumpek, dijadikan 5 halaman: tenaga angin, tenaga air, tenaga uap, tenaga surya, dan tenaga dalam (alias pakai tangan/kaki sendiri yg menggerakkan).

    Saya mempunyai beberapa kumpulan petunjuk cara membuat pembangkit listrik angin/air, generator, diagram elektronik (inverter, batterycharger, wiring), dan kompor surya (dlm format pdf, word, gambar2). Termasuk situs2nya tentu. Semuanya hasil googling. Memang belum komplit, tapi bisa langsung dipraktekkan dan pasti berhasil (sudah saya praktekkan sendiri walaupun hanya sekedar ingin tahu).
    Bagaimanakah caranya agar dpt di download/link oleh para experimenter kita di blog ini?
    Semuanya dalam bahasa Inggris, dg tujuan agar para experimenter kita bisa sekalian belajar bahasa itu. Kan ada kamus/translator.

    Saya tunggu komentarnya, pak Paijo.
    Terima kasih.

  121. eri said,

    Juli 23, 2008 pada 2:16 pm

    sangat bagus ini paijo…….apalagi sekarang seluruh dunia mendambakan energi yang murah………eh aku nga sengaja menemukan blog ini loh…..kebetulan aja saya lagi mencari beberapa referensi tentang pembngkit listrik tenaga hydro mini yang dijadikan tugas akhir mahasiswa ATS….jadinya aku ikut comentar dikit…nga papakan….heheheehehehe…..salam research…..eri

  122. tony taufik said,

    Juli 20, 2008 pada 1:06 am

    Salam kenal.

    Bagi yg ingin mengetahui membuat solar sel sederhana:
    http://apriphysics.blogspot.com/2008/04/membuat-solar-sel-sederhana.html

    Bagi yg ingin membuat sendiri PLTHM/PLTB, carilah dg kata kunci: diy micro hydro, diy watermill, diy water turbine, diy wind turbine, diy windmill.
    (diy: do it yourself).

    Contoh situs:
    http://www.picoturbine.com
    http://www.windstuff.com
    http://www.yourgreendream.com
    http://www.energyplanet.com
    http://www.greeleynet.com
    http://www.instructables.com
    http://www.thebackshed.com

    Bagi yg ingin membuat kompor surya:
    http://www.solarcooking.org
    http://www.angelpower.com

    Semoga bermanfaat.

  123. IWAN KRISTIAN said,

    Juli 17, 2008 pada 1:18 pm

    kepada Yth. Paijo di tempat. saya pendatang baru ingin gabung2, pak saya mau minta tentang perincian membuat kincir air seperti yang bapak pernah jelaskan sebelumnya. saya bingung bagaimana cara menghitung rincian2 dan pa aja yang harus di perhatikan dalam membuat kincir tersebut, sekaligus faktor pa saja yang harus diperhatikan.saya mohon penjelasannya. kalau gak keberatan kirim ja ke E-mail saya atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih……….

  124. adi wijaya said,

    Juli 15, 2008 pada 1:43 pm

    salam keanl Mr. Paijo
    Saya mau tanya gimana buat pembangkit listrik sederhana, dan apa bahan-bahannya.khusus untuk anak smp kelas 2.
    regard.
    adi

  125. Tjhombro said,

    Juli 11, 2008 pada 10:01 am

    Pak Paijo, Salut buat bapak atas kerativitasnya…

    Melihat banyaknya Xperimenter yang mampir di blog ini kayaknya seru juga kalau ada ngumpul bareng… saya sendiri ada di Jakarta…

    Salam,
    Tjhombro@yahoo.com
    ……YM online 8-5 :-D

  126. Phitias said,

    Juli 7, 2008 pada 12:03 pm

    mohon diberikan penjelasan lebih spesifik mengenai turbin pembangkit, perlengkapan yang di butuhkan, dimana mendapatkan kelengkapan, sampai dengan instalasinya tentang turbin pembangkit tenaga listrik tenaga air. di saat krisis energi seperti sekarang diperlukan suatu sistem dengan swadaya sendiri, sebenarnya banyak yang berminat tetapi tdk mengetahui teknisnya…

    thx

  127. tasrip said,

    Juni 20, 2008 pada 9:41 pm

    Bagaimanakah cara menghitung tranmisi gear box apabila putaran kincir angin max 60 Rpm ?
    Biasakah kincir tersebut dapat menarik air dengan kedalamn kurang lebih
    50 Meter ?Trims sebelumnya dan saya sngat butuh sekali karena pemerintah kurang berfikir tentang irigasi pertanian sedangkan BBM terus naik.

  128. mansyur said,

    Juni 10, 2008 pada 8:22 am

    bagaimana kalu kincir air untuk bendungan yang agak landai, bisa ngqak

  129. Rudianto SW said,

    Juni 9, 2008 pada 5:35 pm

    As WW
    Mas boleh tolong kirim cara menggulung motor listrik.
    trims.

  130. miko said,

    Juni 5, 2008 pada 3:16 pm

    mas saya tertarik dengan generator termoelektrik,bisa ngak mas sharing literaturnya.
    thank b4

  131. JELLY said,

    Mei 19, 2008 pada 6:48 pm

    malem mas,
    saya orang awam yg kebetulan tergugah u bikin listrik kecil2an d sebuah desa pedalaman kaltim yg blm terjamah peradaban.

    jujur aja dr 2th yl sy cr info u bikin kincir air tp g ada yg respon apalagi jawab sampe agak putus asa karna sy cm punya niat tp bner2 gaptek.

    di desa TONDA, kab.KUTIM, KALTIM ada sungai kecil lebar 2m yang arusx g deres tp g pernah kering jg pd musim kemarau.

    tolongin sy mas..minta gambarx yg jelas, alat2 yg hrs d beli sampe gmana ngrawatx,biayane piro..
    tengkyu mas..

  132. hary said,

    Mei 12, 2008 pada 10:11 pm

    Assalamu’alaikum kang Paijo…
    Ngapunten kang badhe nyuwun pirsa lan ngudi ngelmu…
    saya mau bantu temen san sudara saya di desa, lokasi gunung daerah purworejo..
    Alkisah kang…warga disana sekarang menggunakan pompa air model piston untuk memompa air (sumber air dibawah dan rumah penduduk di atas). untuk menggerakan pompa warga menggunakan generator, dengan harga BBM yang makin melambung….warga mulai bingungg karena iurannya jelas bertambah..belum lagi konsumsi listrik…dll..mahal deh…padahal orang gunung, kang paijo tau sendiri..pendapatan kebanyakan dari bertani…
    saya punya rancangan menggunakan kincir air model belanda, itulah yang kincir dari kayu yang dibuat seperti roda.. kondisi aliran disana debit tidak begitu besar, tingginya pun hanya sekitar 1-1,5 meter ( itupun harus menambah tinggi bendungan sekitar 0,75 m)..selain itu, saya pilih bahan dan model dari kayu supaya warga disana gampang membuat dan meniru modelnya dengan biaya yang relatif murah.
    perlu saya gambarkan juga, bahwa sumber air yang dipake warga bukan dari air sungai yang akan digunakan sebagai penggerak kincir. melainkan dari sumber mata air,yang kemudian ditampung dikolam dekat sungai..
    sedikit tentang rancana saya dan konco-konco:
    bendungan akan kami tambah supaya ketinggian terjun air bertambah menjadi 1,5 m..air kami alirkan melalui saluran terbuka dengan ukuran sekitar 50 x 50 cm..pada ujung saluran akan lebih kecil untuk memperkuat semprotan air. semprotan air akan menggerakan kincir dari kayu yang berdiameter sekitar 1 meter, kincir tersebut kami liliti belt sebagai menuju poli kecil, poli kecil tersebut satu poros dengan sebuar poli yang lebih besar berdiameter sekitar 30 cm. dari poli ini kami sambung ke Pompa air model piston….sementara kami menggunakan pompa piston karena yang sudah di punya warga dan pompa ini tidak membutuhkandaya yang besar. dengan asal sudah berputar saja, air sudah bisa naik..
    kira-kira itulah gambaran rencana saya dan teman2. saya mengharap komentar dari kang paijo ato teman2 yang membaca tulisan ini.. demi membantu masyarakat yang semakin terjepit dengan naiknya BBM..terimakasih sebelumnya.

  133. edan said,

    Mei 9, 2008 pada 2:39 pm

    saya tambahkan kelemahan – Kelemahan kincir ini:
    1. sangat bergantung berat air sehingga kalo ingin daya yang besar maka bak air harus besar.
    2. rugi-rugi gesekan disetiap roda cukup besar karena ada banyak roda.
    3. gaya berat air yang memutar roda akan dikurangi gaya berat bak air kosong, sehingga resultan gayanya kecil.
    4. seandainya penghubung gear adalah rantai, maka diperlukan peralatan take-up untuk menjaga kekencangan rantai karena semakin lama rantai akan semakin kendor, jika kendor rantai akan terlepas dari gear.

  134. Budi Santoso said,

    Mei 8, 2008 pada 12:01 pm

    Pak Paijo kalau ada acara dimaksud mohon diinfokan kemasyarakat luas agar ilmu yang bapak peragakan dapat bermanfaat bagi orang banyak terima kasih.

  135. grendy said,

    Mei 7, 2008 pada 11:34 am

    salam kenal
    saya tertarik dengan aktifitas dan apa yang dihasilkan oleh pak paijo terutama yang berhubungan dengan energi alternatif atau energi cadangan.
    kebetulan sekali saya akan mengadakan seminar dan pameran tentang fisika dan energi, saya ingin mengusung tema teknologi kerakyatan pada pameran ini maaf pak bisa gak saya minta alamat bapak supaya bisa ketemu dan bapak tau gak tempat-tempat dan orang yang banyak menciptakan teknologi energi murah tepat guna untuk rakyat.

    terima kasih banyak ya pak.
    di tunggu loh balasannya.

  136. untitle said,

    Mei 6, 2008 pada 6:35 pm

    bang,banyakin dunk informsinyah!!!
    tugas fisika banyak yang gk kelar niii….
    txzzzz….

  137. khoirudin said,

    Mei 4, 2008 pada 2:52 pm

    kang bagi hasil risetnya dong
    trims

  138. edie said,

    April 23, 2008 pada 9:38 am

    mas paijo,,punya skema turbin,,buat listrik tenaga uap

  139. Tio said,

    April 8, 2008 pada 9:57 pm

    mas, saya butuh ide dan masukan untuk karya ilmiah. Saya murid SMA kelas 2.

  140. samsul said,

    April 4, 2008 pada 12:13 pm

    mas paijo…tolong doeng,buatin skema ilustrasi beberapa contoh pembangkit listrik baik air,uap dan turbin,serta rincian…………..insya Allah,jadi amal jariah

  141. RAMOT SIALLAGAN said,

    April 2, 2008 pada 11:25 am

    PAK bisa minta tolong untuk memuatkan proses gambar bergerak mengenai cara kerja turbin uap.Tapi kalau bisa di kirim ke e-mail saya,mohon bantuan dari Bapak.Terima kasih.

  142. ibrahim said,

    Maret 28, 2008 pada 5:10 pm

    Pak “Paijo”, bisa tolong jelaskan secara mendetail cara membuat kincir air pembangkit listrik, karena saya ingin membuatnya sebagai bahan ujian praktek fisika, kalau bisa dikirim ke e-mail saya, mohon bantuannya. terima kasih.

  143. i ketut sukorata said,

    Maret 22, 2008 pada 2:44 pm

    saya sangat butuh gambar skema pembangkit listrik tenaga air.karena listrik di kampung saya tidak bagus,saya ingin membuat pakai di namu.dan menggunakan air.yang saya buat dari kolam./bak air.yang tinggi dan seperti air terjun…bisa kan saya minta gambar nya yang jelas.dan ukuran perhitungan kipas /baling2 yang memutar dinamu.thanks atas bantuannya.

  144. mboel said,

    Maret 13, 2008 pada 3:21 pm

    mas Paijo
    bisa minta tolong gak
    apa mas paijo punya artikel tentang dinamo
    khususnya berkaitan dengan listrik yang dihasilkan. faktor-faktor apa saja ya yang berpengaruh dari dinamo untuk menghasilkan listrik. Ada rumusannya ga ya…
    Oiya untuk kincir air juga ya … apa saja ya faktor yang harus diperhatikan untuk mendesainnya dan rumusan tenaga listrik yang mungkin dihasilkan.
    Tuoolong ya
    makasih buanyak. Eh tolong lagi bisa kirim ke email saya langsung ga??
    makasih lagi ya….
    oiya walaupun saya pake email its saya bukan dosen jadi jangan berpikiran saya pinter lhoo…he..he..he
    Sukses terus bereksperimen salut

  145. Maret 6, 2008 pada 12:22 pm

    [...] 3. Langkah selanjutnya adalah membuat sejumlah bak air ( gbr no.3 ). Besar-kecilnya bak air disesuaikan dengan debit air dan desain kecepatan kincir. Bak air ini dapat menggunakan ember besi atau kaleng besar atau dapat dibuat sendiri dari seng tebal, plat besi, maupun papan kayu. Yang penting bentuk, berat, dan daya tampungnya seragam supaya seimbang ketika dipasang. Pada masing-masing bak air ini dibuat cantolan dengan 2 lubang ( atas-bawah ) yang dilekatkan permanen pada satu mata rantai dengan menggunakan keling. Cantolan tersebut dipasang sedikit di atas titik berat ( central mass ) bak air ( diukur ketika bak air dalam keadaan penuh ). Dalam posisi itu, bak air akan stabil namun mudah diputar untuk menumpahkan airnya ketika telah mencapai gir bawah. Penumpahan air akan terjadi secara otomatis ketika bak telah mencapai gir bawah karena posisi bak air yang terus mengikuti arah rantai. Alternatif lain pemasangan bak air : Pada masing-masing bak air dipasang mekanisme poros putar sehingga dapat berputar bebas ketika terpasang pada rantai seperti sangkar penumpang pada kincir pasar malam. Poros ini dipasang sedikit di atasnya titik berat ( central mass ) bak air ketika sedang penuh maupun kosong. Posisi itu memungkinkan bak senantiasa selalu menghadap lurus ke atas namun mudah diputar ketika akan menumpahkan isinya. Hal itu bertujuan untuk mengurangi tumpahnya air sebelum waktunya dan memudahkan proses pengisian ketika bak kosong telah berada di bagiaan gir atas. Selain itu juga dipasang tuas penumpah yang berfungsi memutar bak dan menumpahkan air secara otomatis ketika bak telah mencapai gir bawah dan tuas tertahan oleh batang penumpah. Batang penumpah ini dipasang statis untuk menahan tuas dan kemudian memaksa bak air berputar menumpahkan isinya ketika telah mencapai gir bawah. Kelebihan kincir rantai dibandingkan kincir roda adalah : 1. Jumlah air yang tumpah percuma sedikit sehingga tenaga air dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal 2. Putaran poros kincir ( RPM ) puluhan bahkan ratusan kali lebih cepat daripada kincir roda untuk ketinggian air terjun dan kecepatan linier yang sama. Kecepatan putar poros sudah tidak perlu banyak penyesuaian dengan alat/dinamo sehingga tidak diperlukan lagi gearbox yang mahal. 3. Dapat dibuat untuk ketinggian air terjun berapa saja sesuai keadaan dan keperluan dengan hanya menambah atau mengurangi panjang rantai tanpa mengubah bentuk dan ukuran bagian lainnya. Tentu saja jumlah bak air harus disesuaikan juga supaya jarak antara bak air seragam dan relatif rapat. Dalam hal menambah panjang rantai, perlu diperhitungkan kekuatan rantai dalam menahan beban beratnya bak beserta air dan rantainya sendiri untuk mengindari rantai putus atau cepat aus. Selain itu juga harus tersedia ruang yang cukup untuk berputar ketika bak air mencapai gir bawah. 4. Dapat diproduksi secara masal karena kincir rantai yang persis sama dapat digunakan untuk air terjun dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Penyesuaian hanya diperlukan pada panjang rantai dan jumlah bak. Lebih praktis lagi jika rantai dan bak dibuat dan dijual dalam hitungan segmen ( misalnya tersedia 1, 2, 4, 8, dan 16 segmen ). Satu satuan segmen terdiri dari satu bak lengkap dengan poros, tuas penumpah, dan 2 rantai dengan jumlah ruas tertentu yang seragam. Panjang rantai tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga ketika dipasang sambung-menyambung menjadi untaian bak-bak yang rapi dan seimbang. Disamping kelebihan, kincir rantai ini juga mempunyai kekurangan. Adapun kekurangannya antara lain : 1. Rantai dan gir akan terkena air dan terancam perkaratan sehingga cepat rusak. Hal itu dapat dikurangi dengan membuat poros bak yang lebih panjang agar jarak antara bak dan rantai cukup jauh. Rantai juga perlu dicat sebelum dipasang dan diberi pelumas ( grease ) secara rutin dan sering. Lebih baik lagi jika dipasang alat khusus untuk menghambat proses perkaratan yang bekerja secara elekro-kimia. Tentang cara kerja alat ini akan dibahas dalam tulisan tersendiri. 2. Bearing cepat rusak karena kemasukan air. Untuk mengatasi hal itu, dapat dilakukan dengan membuat dudukan bearing dari pipa yang dibuntu sebelah ujungnya dengan plat besi dan dilas. Kemudian dibuatkan seal dari karet tebal ( bisa ban bekas atau konveyor ) yang berbentuk seperti ring. Seal tersebut kemudian dipasang pada dudukan untuk menutupi bearing. Supaya kedap air, dapat diberi lem ( super glue atau epoxy ) antara seal dan dudukan bearing. Selain itu, lubang seal harus span dan agak menggigit poros. Supaya bearing dapat diberi pelumas tanpa membuka seal, maka perlu dibuatkan lubang / saluran pada dudukan bearing yang diberi penutup dari mur-baut yang dilas agar rapat tapi mudah dibuka-tutup. 3. Kurang cocok jika digunakan untuk menggerakkan penumbuk padi karena putaran poros yang cepat dengan torsi yang relatif kecil 4. Sulit dibuat untuk debit air yang cukup besar karena keterbatasan kekuatan rantai motor. Cara mengatasinya, dapat dibuat dengan rantai dan gir rangkap ( mudah ) atau dibuatkan rantai yang lebih besar ( tapi sulit ). Alternatif lain adalah menggunakan rantai talang yang banyak dijual di toko besi. Namun jika menggunakan rantai talang, perlu dibuat ’gir’ tersendiri yang cocok dengan bentuk dan ukuran rantai talang. Bentuk ’gir’ yang dapat digunakan adalah seperti ’gir’ yang digunakan pada kerekan rantai yang digerakkan dengan tangan yang banyak dijual di toko teknik dan toko perlengkapan mobil. Kincir rantai ini barulah berupa ide dan sketsa dan belum pernah dibuat prototype-nya. Selain kincir rantai, saya juga telah membuat sketsa desain Kncir Roda Rantai yang memadukan konsep kincir rantai dan kincir roda. Salah satu kelebihan dari kincir desain baru tersebut adalah mempunyai dua poros keluaran dengan RPM dan torsi yang berbeda jauh sehingga dapat digunakan untuk keperluan yang lebih bervariasi tanpa perlu tambahan gearbox. Tentang Kincir Paijo-2 ( Kincir Roda Rantai ) tersebut, akan saya bahas dalam tulisan tersendiri. ( Paijo ) [...]

  146. Hendra said,

    Februari 19, 2008 pada 11:36 am

    Yth Pa. Paijo,

    Saya rencana mau buat kincir air utuk pembangkit listrik yg sederhana, bisa gak tolong dibantu gambar, data-data peralatan, cara pembuatannya yg mendetail serta hitung-hitungan berapa daya listik yg akan dihasilkan untuk sebuah kincir air yang berukuran sedang ( data dari panjang rantai dan putaran (RPM)).
    Atas perhatiannya kami haturkan banyak Terima Kasih.

    Salam.

  147. Udin said,

    Februari 12, 2008 pada 11:48 am

    Bisa gak minta detail bahan untuk buat kincir air listrik sederhana untuk media pembelajaran siswa SD

  148. arif said,

    Februari 8, 2008 pada 9:08 pm

    saya mau minta paijo terangkan tentang kaedah membina sebuah kincir air
    beroda yang bersambung dengan sistem scara

  149. taufik_eza said,

    Februari 1, 2008 pada 10:43 am

    met pagi mas paijo!aku mau minta banyuan nich mas.kira-kira untuk membuat prototep kincir air menghabiskan dana berapa mas?dan saya mau tugas akhir,tolong kirimkan data-data yang menunjang untuk merancang suatu kincir air mas!sebelumnya terima kasih mas!

  150. ary said,

    Januari 26, 2008 pada 9:31 pm

    gmn cara bikin sensor angin?

  151. John said,

    Januari 17, 2008 pada 12:48 pm

    Met siang mas.Mas Paijo, aq minta bantuannya, kira-kira untuk membuat sebuah kincir air sedarhana untuk listrik dengan kualitas yang bagus kira-kira diperlukan biaya berapa ya mas. Dan komponen alatnya terdiri dari apa saja? Terimakasih.

  152. atmo4th said,

    Desember 14, 2007 pada 8:55 am

    Mas paijo kreatif tapi sebaiknya juga harus banyak baca. gunakan pengalaman orang lain. kincir air umurnya sudah lebih 100 tahun digunakan di indonesia oleh belanda dan sekarang sudah banyak teknologi yang lebih baik lebih murah dan lebih andal serta mudah dibuat dengan teknologi sederhana.
    coba buka website PT. Heksa Prakarsa teknik atau cihanjuang teknik atau kramat raya . mereka itu produsen mikro hydro yang sudah diakui dunia . jadi saran saya kitan jangan mundur ke teknologi seratus tahun yang lalu.

    Teknologi kincir air dan turbin air sudah sangat maju jadi intinya pelajari teknologi dan pengalaman para pendahulu jangan coba kreatif tapi pengetahuan tidak dicoba ditambah. gunakan pengalaman orang lain untuk berfikir kreatif. semua teknologi paijo sulit dikembangkan dan bahkan akan embuat orang sesat dengan kreatifitasnya.

    maaf ya mas kita kan saling mengingatkan di blog ini dan jangan malah menjadi goblog.

  153. Emilius said,

    Desember 6, 2007 pada 3:51 pm

    Saya berencana untuk membuat kincir turbin di desa saya di kalimantan barat, mohon jika Mas Paijo bersedia untuk mengirim gambar cara menggulung dinamo untuk tipasang di turbin, terima kasih sebelumnya.

  154. Mariz said,

    Desember 2, 2007 pada 3:07 pm

    Met siang mas.Mas Paijo, aq minta bantuannya, kira-kira untuk membuat sebuah kincir air sedarhana dengan kualitas yang bagus kira-kira diperlukan biaya berapa ya mas. Dan komponen alatnya terdiri dari apa saja? Terimakasih.

  155. Nurul Huda said,

    November 29, 2007 pada 9:33 pm

    Hallo Mas Paijo, salam kenal, saya Nurul Huda, umur 45 th, tinggal di Jakarta, kalau boleh bisakah saya tau alamat lengkap Mas Paijo, saya tertarik utk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Kincir dengan kapasitas sekitar 20.000 watt untuk dipergunakan sendiri pada rumah saya yang ada di Jawa Tengah, kalau baca literatur diatas saya bingung krn bukan berasal dr teknik, mudah2an Mas Paijo mau memberikan alamat…thanks

  156. November 29, 2007 pada 2:46 pm

    pagi mas, pendatang baru dari Medan
    Kami berterima kasih kepada Mas Paijo dan bersyukur pada Tuhan atas web ini dimana dapat memjadi berkat untuk orang lain.

    Orang kampung pingin nonton tv, dengar radio, charge HP !
    Mas, kampungku di Pagaranpadang, ± 12 jam perjalanan darat dari Medan sampai di kota Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Jarak dari Kota kecamatan ±14 Km artinya disitulah jaringan PLN baru ada. Kampungku sudah ratusan tahun lamanya, sampai sekarang masih terisolir. Jumlah penduduk yang beragama Kristen 15 KK dan yang beragama Islam 12 KK. Ada aliran sungai dengan lebar sungai 5 meter ( terdapat 1 air terjun ± 2 meter), Jarak dari sungai ke pemukiman 200 meter mendaki. Pertanyaan kami setelah membaca paijo1965.wordpress.com adalah :
    1. Tolong mas, kasih idenya untuk menciptakan Pembangkit listrik tenaga kincir air ke semua penduduk dan.
    2. Kalau bisa, tolong gambarkan dan peralatan yang diperlukan dan hitungan biayanya.
    3. Kalau ada di Medan relasi mas, tolong berikan alamatnya.

    Terimakasih, mudah-mudahan ide mas bermanfaat bagi penduduk kampung kami. Good Luck, God bless You

  157. Sukri said,

    November 13, 2007 pada 11:16 am

    oi Jo,gambar kincirnyo mano. Jangan cak maen2 tu. Topok naon niku!

  158. Paijo said,

    November 9, 2007 pada 10:44 am

    @ Nurdin
    Saya berminat untuk membaca makalah anda. Sestelah saya pelajari, baru saya bisa simpulkan bahwa ide anda itu layak atau tidak layak untuk dibuat. Kalau ide anda fresh (original) dan fisibel baik secara teoritis maupun teknis, saya berminat membuatnya. Untuk itu kita dapat bekerja sama dalam sebuah team. Saya akan kirim jawaban melalui e-mail segera. Terimakasih atas tawaran dan kepercayaan anda pada saya.

    @ Indra_ulo
    Gambar yang saya pasang di atas sudah cukup detail, dan saya tidak mempunyai gambar yang lebih detail dari itu karena saya bukan berlatar belakang teknik. Kalau dilihat gambar di atas, memang kurang jelas karena di kecilkan untuk menyesuaikan dengan tempat yang tersedia. Tapi anda dapat mengambil gambar tersebut diatas sesuai aslinya dengan menempatkan mouse pada gambar kemudian klick kanan dan pilih SAVE IMAGE AS …. Semua gambar pada blog saya juga dapat diambil dengan cara seperti itu.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  159. Indra_ulo said,

    November 8, 2007 pada 4:34 pm

    mas aku bisa dikirimi diagram beserta detailnya ga?saya pengen mengembangkan potensi didaerah saya yang masih kurang dikembangkan potensinya.kirim ke email aya ya mas bos?Indra_ulo@yahoo.co.id makasih ya mas bosss.??? GBU..

  160. Nurdin said,

    Oktober 29, 2007 pada 3:59 pm

    Tulisan ini bukan merupakan sebuah komentar namun sebuah acuan buat Mas Paijo.

    Mas Paijo,… Mau nggak coba pembangkit listrik gua???
    Untuk gambaran singkat,……………………………
    Mesinnya gua kasih nama : PLTBB (Pembangkit Listrik Tanpa Bahan Bakar).
    Mesin ini tidak menggunakan Bahan Bakar, dan juga tidak membutuhkan tenaga air, angin, uap dsb tapi menggunakan sebuah………………………..
    Penjelasan lebih lanjut ada pada makala yang saya buat. kalau Mas Paijo berminat, kirim jawaban ke e-mail saya supaya saya kirimkan tulisan tentang PLTBB yang saya maksud.

  161. Paijo said,

    Oktober 26, 2007 pada 9:04 am

    @ Oon
    Karena saya bukan orang pintar, saya tidak tahu apa rahasianya. Tapi menurut pendapat saya, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan supaya bertambah pintar yaitu antara lain :
    1. Banyak membaca apa saja yang diminati
    2. Peduli pada hal-hal atau kejadian-kejadian di sekitar
    3. Senantiasa berfikir positif
    4. Mencoba untuk berfikir tidak mengikuti mainstream
    5. Senantiasa mencari cara alternatif untuk menyelesaikan masalah
    6. Berani mencoba hal-hal baru
    Kalau anda tertarik, anda bisa membaca posting saya berjudul MENJADI KREATIF & PRODUKTIF ( https://paijo1965.wordpress.com/mencari-ide-kreatif/ ).
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  162. oon said,

    Oktober 25, 2007 pada 3:58 pm

    s4y4 butuh bantu4n n!

    pengen tau rahasia pintar itu opo yach?

  163. Paijo said,

    September 14, 2007 pada 11:52 am

    @ Lily
    Waduh, yang diminta kok banyak sekali. Bingung saya karena pesaman yang sudah lama saja masih belum kebagian waktu. Untuk GLB dan GLBB, bikin saja ticker timer seperti yang dijual di toko alat lab. Konstruksinay sederhana dan bahannya juga murah, cuman dua buah magnet pintu ( bisa dibeli di toko besi ), sebuah kumparan ( bisa dibuat dari trafo adaptor yang dicabuti inti besinya ), dan sebuah gergaji besi ( bisa bekas atau dibeli di toko besi ). Untuk ticker-nya,bisa dibunakan ball point yang dipasang statis. Jalur untuk pita dibuat menggunakan kawat atau paku yang dibengkokkan.
    Untuk gerak melingkar, itu susah untuk membuatnya. Kalau untuk gerak parabola, bisa dibuat dengan memanfaatkan jarum suntik ( atau jarum infus ), selang kecil ( dihubungkan ke kran air ), dan kertas milimeter ( milimeter block ). Prinsipnya adalah bahwa air yang memancar keluar dari jarum tsb akan mengikuti gerak parabola. Untuk memperlihatkan hubungan antaran jarak vertikal ( y ) dan jarak horizontal ( x ), maka kertas milimeter ( sebaiknya dilaminating atau dilapisi plastik supaya tidak basah ) yang sudah diberi sumbu ( X dan Y ) dan skala dipasang pada papan/triplek. Triplek tsb perlu dibuatkan alas/kaki/statip supaya bisa berdiri di atas lantai/meja. Pada perpotongan sumbu X dan Y, dibuat seubah poros untuk menempatkan jarum tadi sehingga sudut elevasi jarum bisa diubah-ubah. Supaya lebih afdol, perlu juga dipasang busur derajat untuk mengukur elevasi jarum. Kalau dibuat dalam skala yang agak besar, sumbu X dna Y sepanjang satu meter misalnya, tidak perlu digunakan kertas milimeter tetapi bisa dibuat garis-garis di tripleknya menggunakan spidol. Supaya mudah dibaca, maka pada skala kelipatan 10 cm ( 0, 10, 20 dst ), garisnya dibuat tebal atau digunakan warna lain yang lebih menyolok.
    Selamat mencoba, terimakasih dan salam eksperimen.

  164. Lily said,

    September 13, 2007 pada 10:05 am

    Mas Paijo,, bantuin gw dunk…
    Tlg rancangin design alat GLB/GLBB/Gerak Melingkar/Gerak Parabola…
    Pliiiiiiz mas… Ney tugas fisika.. Yg simple” aja deh..

  165. Paijo said,

    September 5, 2007 pada 10:53 am

    @ Yayo
    Kempisnya pipa diakibatkan oeh kecepatan aliran air yang cukup tinggi. Semakin tinggi kecepatan air, maka tekanannya akan semakin turun dan pipa akan semakin kempes. Untuk mencegah atau mengurangi kempesnya pipa seperti itu, dapat dilkukan tiga hal yaitu :
    1. Gunakan pipa yang ukurannya ( diameternya ) bebeda-beda dari atas ke bawah. Di bagian atas digunakan pipa yang besar dan semakin ke bawah semakin kecil.
    2. Gunakan pipa yang tebal terutama untuk bagian tengah ke bawah.
    3. Dibuatkan saluran udara berupa sambungan T ke atas untuk menyeimbangkan tekanan di dalam dan di luar pipa. Jarak antar saluran udara kira-kira 10-15 meter vertikal. Yang nomor 3 ini dilakukan jika telah dilakukan nomor 1 dan 2 tapi masih kempes juga.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  166. Yayo said,

    September 5, 2007 pada 10:24 am

    salam…
    saya mau nanya nih, saya mencoba membuat kincir air yang dibuat dari bahan plat seng. akhirnya jadi kincir. untuk menyalurkan air saya gunakan pipa paralon. tapi saya punya masalah, pipa yang saya gunakan mengempis waktu menyaluirkan air. sebabnya kira-kira apa? apa karena faktor pipa yang tipis. tekanan dalam pipa dengan udara luar besar mana? kalo besar dalam pipa, kenapa pipa malah mengempis? ato juga karena arus air dalam pipa yang memuitar sehingga menarik semua yang ada didekatnya termasuk pipa?
    sebagai gambaran tambahan: kemiringan pipa sekitar 45 derajat dan saya menggunakan pipa pendatar keatas 1 buah.
    saya bingung mas Paijo dengan fenomena ini karena terbatasnya ilmu dan pengalaman, mohon solusinya?
    terimakasih buanget sebeliumnya

  167. Paijo said,

    Agustus 29, 2007 pada 1:47 pm

    @ Alief
    Mesin gerak abadi itu tidak ada dan tidak mungkin dibuat pak. Termasuk yang dibilang orang menggunakan energi magnet yang gratis ( free = gratis ). Itu semua adalah akal-akalannya David Lee dkk yang berhasil menipu sekirar sejuta orang dan berhasil mengumpulkan uang jutaan dollar.

    @ Tia Inayatillah
    Kincir yang sederhana dapat berupa sebuah roda yang diberi sudu. Posisi sudu-sudu tersebut dibuat miring supaya dapat menampung air. Untuk mencari gambar dari kincir tersebut, dapat dicari dengan google dengan kata kunci KINCIR AIR. Dapat juga dicari di Wikipedia.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  168. Tia Inayatillah said,

    Agustus 27, 2007 pada 10:07 pm

    Begini, saya itu salahsatu murid SMU yang ingin mengembangkan teknik seperti kincir air dan sebagainya. cuman, saya ingin kincir air yang sederhana. apakah anda bisa memberitahukan saya bagaimana caranya. terimakasih. ditunggu sekali jawabannya.

  169. ALIEF said,

    Agustus 24, 2007 pada 6:17 pm

    Salam Experiment Pak…
    Bisa minta tolong beri contoh mesin gerak abadi yang menggunakan energi bebas magnet tidak Pak?
    Terimakasih.

  170. Paijo said,

    Agustus 24, 2007 pada 1:45 pm

    @ Rizal
    Air dari sumur tidak bisa untuk memutar turbin karena letak air sumur lebih rendah dari permukaan tanah. Untuk dapat memutar turbin, air harus dijatuhkan atau diluncurkan dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Supaya menghasilkan listrik, tidak diperlukan dan massa tapi diperlukan generator/dinamo yang diputar oleh poros kincir atau poros turbin.

    @ Aninda
    Saya minta maaf karen terlambat merespon berhubung kesibukan saya yang sangat padat pada beberapa bulan terakhir ini. Tentang termokopel dan termoelektrik, saya tidak ahli dalam bidang itu karena latar belakang saya bukan fisika. Kalau tentang kemungkinan lumpur lapindo bisa menghasilkan listrik, itu sangat mungkin. Saya pernah mendiskusikannya dengan teman-teman saya di blok ( http://energi.wordpress.com/ ).

    @ Dani
    Saya agak sulit memahami pertanyaan anda. Yang anda tanyakan kincir air atau kincir angin ataukah memang kincir air yang terkena angin. Karena itu adalah pergerakan, maka jelas akan terperngaruh kecepatannya. Namun untuk menghitungnya, saya tidak ahli dalam hal itu.

    Bersambung ….

  171. hary said,

    Agustus 21, 2007 pada 11:03 am

    Assalamu’alaikum kang Paijo.
    lama saya tidak mengunjungi blogg ini karena konsen dilapangan, masih penelitian yang lalu tentang PLTMH. setelah kurang berhasil di Purworejo, saya melanjutkan ditanah kelahiran saya Kebumen. dengan turbin model Crossflow dan juga nyoba Pelton ternyata efisiensi masih sangat rendah. semua hal sudah saya perhitungkan sebelumnya, dan perencanaan yang lebih matang.saya mengakui kurang studi lapangan yang sudah menggunakan teknologi PLTMH.
    saya masih bersemangat menekuni atau bekerja didunia eksperimen, walaupun basic pendidikan saya ilmu keguruan. bila kang Paijo berkenan, mohon saya diberi saran!

  172. dodo said,

    Agustus 20, 2007 pada 5:59 pm

    Keren Mas,

    Kapan-kapan saya mo nyumbang ide aja tapi maaf saya bukan org teknik jadi sering mentok di itung-itungannya. Tapi seneng bgt mikir teknologi sederhana utk memudahkan kerja di desa.

    Salam
    dodo

  173. Seno said,

    Agustus 19, 2007 pada 9:58 pm

    Mas paijo, Maju…. terus …. jangan lekas menyerah……..
    Terus terang saya juga sudah lama membuat eksperimen kaya mas paijo tetapi baru kali ini saya menemukan situs ini yang membahas diskusi tentang Turbin Air (Water Wheel).
    Saya sangat tertarik dengan diskusi ini, memang sudah banyak artikel yang saya dapat dari internet. dan selama ini saya mengotak-atik eksperimen saya sendir tanpa ada yang membimbing saya. memang sudah banyak modal yang saya keluarkan… untuk melakukan eksperimen tersebut walaupun saya sering menuai kegagalan….
    tepi entah kenapa hati saya sering timbul inspirasi baru untuk merubah rancangan eksperimen saya…maksud saya timbul inspirasi baru untuk memperbaiki kekurangan dari eksperimen kegagalan tersebut…
    Mas paijo kalo boleh saya tahu bagaimana cara memperoleh dana untuk eksperimen… selama ini mas paijo memperoleh dana eksperimen darimana mas apakah dari luar atau dari kocek mas paijo sendiri?

    Mas Paijo Kalau boleh Tahu Mas Paijo tinggal dimana Mas…

    kabari saya di senocipta74@yahoo.com
    Maju Terus IndonesiaKu

    SENO

  174. Trwy said,

    Agustus 19, 2007 pada 1:48 pm

    Paijo, Bwt yang lebih detail Lagi….hmmm n bwt eksperimen yang banyak lg y….

  175. alsa said,

    Juli 26, 2007 pada 2:12 pm

    Gunakan pengalaman orang lain. teknologi turbin sudah maju dan effisien . Belajar dulu baru inovasi. desain anda konyol. turbin yang terbukti mudah, murah efisien contuhnya adalah turbin cross flow. atau kalau mau yang paling sederhana adalah water whell . bisa juga propeler.

  176. Juli 3, 2007 pada 9:10 pm

    Sudah lama saya menelusuri tentang KINCIR AIR PAIJO.
    Karena saya ingin mengembangkan diri saya sendiri. Sayapun ingat masalalu beberapa Pedesaan yang belum terpasang listrik disitulah saya berpikir bagagaimana saya mengembangkan hidup saya agar bisa membantu pedesaanitu.
    Karena dipedesaan itu adasatu tempat yang posisinya bisa dimanpaatkan, jadi saya ingin memanpaatkan tempat itu untuk membangun kincir.Di tempat itupun sudah turpasang 2bendungan beton mungkin bisa untuk memasang baling2 cukup besar.
    Saya mohon kepada para penemu/yang mengerti cara membuat kincir dan mengetahui bahan yang akan diperlukan untuk membuat kincir.

  177. Juli 3, 2007 pada 8:46 pm

    Bisakah saya mempelajari membuat kincir yang telah dibuat oleh para penemu.

  178. WANTO said,

    Juni 23, 2007 pada 10:45 pm

    Pak Paijo,
    Bapak punya tutorial ataupun artikel yang memuat cara dan standard yang benar untuk membuat sebuah dinamo/generator.
    Mulai dari dimensi/ukuran dari magnet, rotor, dll komponen2 lain yang saya blum mengerti, sampai jumlah lilitan, dll, juga besar keluaran tegangan dan arusnya.
    Mungkin itu dulu untuk saat ini.
    Mohon tanggapan dan komentar dari bapak.
    Terima kasih.
    Wanto

  179. Acil said,

    Juni 22, 2007 pada 10:33 am

    Salam kenal mas,
    mas saya mau tugas akhir (TA) tentang mikro hidro bisa bantu kirimi data yang mas punya atau mas ketahui terutama macam-macam tipe turbin untuk mikro hidro semua tolong mas. thank.
    kincir mas tu termasuk plta atau pltmh?

  180. Ayub said,

    Mei 28, 2007 pada 7:43 pm

    Hallo mas…..
    Saya punya baling-baling atau blade yang digerakkan oleh gearbox dengan energy 22 kW menghasilkan putaran 1470 rpm, tentunya putaran ini tergolong kencang untuk menghasilkan energy. Bagaimana jika dari putaran blade tersebut akan saya konversi menjadi tenaga listrik dengan menggunakan dinamo 15 kVa untuk menggerakkan alat lain dengan energy 7,5 kW ? Kira2 berapa kW energy yang akan saya dapatkan ? Bagaimana dengan putaran blade tersebut, apa putaran akan terhambat ?
    Tolong jawab email saja mas, karena saya perlu buaaaanget. Trim’s dan salam kenal.

  181. dani said,

    Mei 25, 2007 pada 2:57 am

    halo…. mas
    kincir angin sebuah pergerakan ,untuk itu apakah bisa diketahui bila kecepatan kincir air,bisa berubah dengan terkena kecepatan angin akan bisa berubah kecepatannya
    bantu saya mas….!
    beserta rumusnya

  182. aninda.f said,

    Mei 8, 2007 pada 11:24 pm

    maaf numpang tanya. saya anak kelas 2 smp. dan kebetulan saya terpilih menjadi wakil dari sekolah saya untuk mengikuti lomba karya ilmiah remaja se-provinsi. judul yang akan saya gunakan adalah penggunaan kepingan cd bekas sebagai sumber tenaga listrik. mahasiswa ITB-lah yang pertama kali menemukan penemuan ini. karena saya amat tertarik, maka saya mengangkat judul ini sebagai tema pembahasan saya pada perlombaan kali ini.

    hal ini bisa dibilang merupakan suatu penemuan baru. dan itu akan menjadi nilai plus dalam pembahasan saya nanti. tapi masalahnya, judul tersebut saya temukan di internet. dan kebetulan di situs tersebut tidak dijelaskan bagaimana rinciannya. itu yang masih membuat saya bingung.

    pada situs tersebut, dijelaskan bahwa adanya pengaruh dari efek termokopel-lah yang menyebabkan adanya aliran listrik. tapi pengetahuan saya mengenai termokopel masih sangat cetek. dan saya-pun masih bingung dengan sistem kerja yang dilalui sampai akhirnya sebuah kepingan cd bisa menghasilkan listrik.

    apabila ada yang mengetahuinya, saya memohon dengan amat sangat mengenai infonya agar saya dapat mengetahui lebih jauh mengenai sistem kerja dari kepingan cd tersebut yang menggunakan efek termokopel. oh iya, hampir lupa. saya merasa tertarik dengan topik mengenai lumpur panas lapindo yang katanya bisa menghasilkan listrik. bisa minta di jelasin nggak tentang topik itu? atau mungkin ada yang mau ngasih masukan tentang judul lain yang tidak kalah menarik, tapi lebih mudah bagi saya untuk mencari infonya? silahkan saja, bisa dikirim langsung ke alamat email saya: coemagwygpoeny@yahoo.com sekali lagi saya mohon bantuannya.terima kasih banyak.

  183. Rizal said,

    April 20, 2007 pada 10:56 am

    Salam Kenal Mas….
    Saya mau tanya neh mas, saya mau merancang sebuah PLTA tetapi hanya untuk kalangan sendiri atau dengan menggunakan air sumur. hanya untuk menghasilkan sekitar 450 watt. apa bisa saya menggunakan air sumur ?? kalau saya perhatikan cara kerjanya hampir sama dengan kincir mas paijo. karna disini fungsi kincir hanya untuk membuat putaran di poros kan yg berfungsi untuk menghasilkan listrik ?
    Tolong mas jelaskan dari mana saya bisa mengambil api dan massa untuk menghasilkan arus listrik. Karena saya memang tidak ada dasar elektronik atau listrik sama sekali sewaktu sekolah dulu.
    kalau dapat tolong mas kasih penjelasan yang detail ke saya ya, cukup lewat email aja mas, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih banyak mas…

    Wassalam

    RIzal

  184. Rizal said,

    April 20, 2007 pada 10:52 am

    Salam Kenal Mas….
    saya mau tanya neh mas, saya mau merancang sebuah PLTA tetapi hanya untuk kalangan sendiri atau dengan menggunakan air sumur. hanya untuk menghasilkan sekitar 450 watt. apa bisa saya menggunakan air sumur ?? kalau saya perhatikan cara kerjanya hampir sama dengan kincir mas paijo. karna disini fungsi kincir hanya untuk membuat putaran di poros kan yg berfungsi untuk menghasilkan listrik ?

  185. Paijo said,

    Maret 27, 2007 pada 11:15 am

    @ Ahmad
    Sepertinya anda yakin betul bahwa potensi tenaga air yang akan anda pakai mampu menggerakkan generator 500 VA. Untuk memastikannya, anda bisa mengukur dulu debit air ( liter pertdetik ) dan ketinggian terjunan ( meter ). Untuk menghitung potensi dayanya, dapat digunakan rumus sederhana daya ( Watt ) = 10 x debit ( liter perdetik ) x ketinggian ( meter ). Untuk dapat memutar generator 500 VA diperlukan potensi daya lebih besar daripada 500 VA. Realnya bisa 600 – 800 Watt tergantung dari pilihan teknologi konversi yang digunakan. Jika menggunakan turbin, mungkin hanya perlu sekitar 600 Watt. Namun jika menggunakan kincir, bisa memerlukan 800 watt karena efisiensi kincir lebih rendah daripada turbin.
    Soal jenis generator ( dinamo ), saya sarankan memilih yang bekerja pada putaran ( RPM ) rendah. Mengenai jenis kincir yang cocok, itu tergantung dari berapa debit air dan ketinggian terjunan. Jika debit air besar dengan ketinggian rendah, mungkin cocok menggunakan kincir roda yang memanjang. Jika debit air kecil dengan terjunan tinggi, mungkin lebih cocok menggunakan kincir rantai. Jika debit air besar dengan terjunan tinggi, mungkin lebih cocok menggunakan turbin.
    Peralatan lain yang diperlukan adalah sistim multiplikasi putaran untuk menyesuaikan RPM kincir dengan RPM dinamo jika RPM kincir lebih rendah daripada RPM dinamo. Tentang hal itu sudah saya bahas pada artikel saya sebelumnya ( PENGHUBUNG MESIN DENGAN GENERATOR ). Kalau listriknya mau bagus ( 220 volt 60 Hz ) juga diperlukan stabilisator putaran turbin. Cara kerjanya stabilisator turbin air adalah mengatur suplay air ke turbin secara otomatis sehingga selalu sesuai kebutuhan beban. Jika turbin berputar terlalu cepat maka suplay air akan berkurang, dan jika turbin berputar terlalu lambat maka suplay air akan bertambah.
    Untuk mengalirkan air ke kincir bisa menggunakan sistem kanal maupun pipa. Luas penampang kanal atau pipa musti disesuaikan dengan debit air dan selisih ketinggian kedua ujung kanal atau pipa. Semakin besar debit air, maka semakin besar pula kanal atau pipa yang diperlukan. Semakin rendah selisih ketinggian kedua ujungnya juga diperlukan kanal atau pipa yang semakin besar.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  186. ahmad said,

    Maret 26, 2007 pada 5:01 pm

    aku Ahmad di Lampung

    mas paijo, di daerah saya ada kolam berundak-undak yang debit airnya lumayan (gak kering walau musim kemarau), saya berencana ingin membuat PLTMH mini yang punya kapasitas 500VA, yang ingin saya tanyakan, dinamo dan jenis kincir apa yang bisa saya gunakan serta apa saja peralatan pendukung lainnya? berikut gambaran instalasinya mas. saya mungkin bisa gunakan pipa 5 inch untuk mengarahkan air ke kincir. bisa gak mas saya hasilkan listrik seperti PLN yang mempunyai tegangan 220 V, frekuensi 60 Hz?

    matur nuwon banget mas atas perhatiannya.

  187. Paijo said,

    Maret 20, 2007 pada 9:27 am

    @ Hary
    Persis yang anda katakan, bandul pasti akan berhenti di tengah. Jika mengharapkan bandul berayun terus tanpa tambahan tenaga dari luar berati STIKA ABADI juga yang tidak mungkin untuk dibuat.
    Tentang PLTMH, musti dihitung dulu berapa potensi energi air terjun yang ada. Cara menghitungnya sederhana, potensi daya ( watt ) = 10 x debit ( liter /detik ) x ketinggian ( meter ). Dari potensi daya tersebut, tidak mungkin seluruhnya dikonversi menjadi listrik tetapi ada sebagian yang hilang karena gesekan, kebocoran, dll. Untuk PLTMH sederhana, sudah cukup bagus jika efisiensinya mencapai 50-60 %. Kalau sudah tahu besarnya potensi energi, baru kemudian dibuat desain kincir/turbin dan rangkaian generatornya. Daya generator musti lebih kecil daripada potensi daya karena ada tenaga yang hilang seperti tersebut diatas. Supaya kincir bisa memutar generator, maka daya kincir musti lebih besar daripada daya generator. Yang sering menjadi masalah adalah adanya perbedaan kecepatan putar kincir dan kecepatan putar generator. Pada umumnya, putaran kincir lebih lambat daripada putaran generator. Untuk mengatasi masalah itu, diperlukan alat multiplikator putaran yang telah saya bahas sedikit pada artikel saya yang berjuduL PENGHUBUNG MESIN DENGAN GENERATOR.
    Saya sudah hampir 15 tahun tinggal di Sulawesi dan saya berasal dari daerah Magelang bagian timur dekat Gunung Merbabu-Merapi.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  188. hary said,

    Maret 17, 2007 pada 11:22 am

    waah………………..ternyata tinggal di sulawesi pedalaman… maap baru tau, saya baru bergabung..saya pikir rumahnya deket2 purworejo. jadi bisa ketemu..

  189. hary said,

    Maret 17, 2007 pada 11:04 am

    alkisah ide itu buntu karena saya terbaring sakit, dan harus belajar berjalan kaya baby..karena tabrakan dan kaki saya patah..tapi alhamdulillah sekarang saged mlampah..
    kemudian saya bertemu dengan rekan yang juga kakak kelas saya SMA yang mau buat ekperimen untuk TA, dan idenya malah jadi PLTMH..
    saya mulai merancang alat, buat dieksperimenkan di pegunungan daerah purworejo..
    awalnya membuat turbin roda dari plat alumunium yang dibentuk mangkok, kemudian dipasang di pelek sepeda dengan dinamo yang kecil muter dan hasilnya minim banget. setelah ganti dinamo yang lumayan gede, ternyata ga kuat muter.(catatan: saya menggunakan tranmisi puli untuk menghubungkan turbin dengan dinamo)
    karena ga muter, saya ganti sudu mangkoknya dengan yang lebih besar juga. dengan dua pelek dan sudunya saya pasang di tengah dua pelek itu. sekarang muter…tapi masih kurang cepet muter sampe dinamo RPMnya baru sekitar 150, hasilnya baru sekitar 35 V, 1,5 mA. kecil….. banget…
    padahal saya peke dinamo bekas truk yang di ujikan hasilnya sampe +150V.
    saya masih ingin mencoba yang ini dulu, solusinya untuk ekserimen saya ini gimana boss?supaya hasilnya bisa lebih besar menurut beberapa orang, saya harus merubah kincir..gampangnya nyoba-nyoba.
    mohon bantuan ilmunya.

    matur nuwun ‘n salam ekperimen
    hary

  190. hary said,

    Maret 17, 2007 pada 10:47 am

    matur thank you boss…saya dah pelajari dirumah..kalo boleh tau, rumahnya bos paijo dimana?saya ni eksperimenter anyaran aliar new. jadi masih miskin ilmu sebagai lulusan SMA, dan juga miskin dana tapi tetep semangat..
    saya memiliki rekan eksperimen tapi dah mo lulus sarjana pendidikan, dan mungkin bakal sulit jumpa darat..
    ide pertama saya dari angan membut pembangkit listrik dengan bandul yang berayun kanan-kiri tanpa henti..gerak ayunan saya ubah menjadi gerak melingkar yang memutar dinamo.
    ide itu belum saya laksanakan, karena menurut ide saya bandul tersebut tidak mapu mempertahankan gayanya dan akan berhenti di tengah..
    saya berpikir bandul apa yang bisa bergerak terus, dan berapa besarnya untuk menghasilkan daya sampe beratus-ratus watt.
    bagemana pendapatnya boss..

  191. Paijo said,

    Maret 16, 2007 pada 11:10 am

    @ Hary
    Gambar di atas dapat dilihat dengan jelas seperti aslinya jika anda download ke harddisk. Soal foto dari modelnya, saya belum memilikinya. Terimakasih dan salam eksperimen.

  192. hary said,

    Maret 16, 2007 pada 9:37 am

    saya juga sedang mengembangkan PLTMH, selama eksperimen baru menggunakan kincir roda. saya hanya bisa mjenangkap sedikit dari gambaran mas paijo?kalo boleh saya dikirim gambar ato foto model turbin dan perlengkapan lainya lewat e-mail. terimakasih

  193. Paijo said,

    Februari 7, 2007 pada 12:41 am

    @ Arya
    Mungkin yang anda maksud adalah kincir, bukan turbin. Untuk literatur, anda dapat mencari dengan google menggunakan kata kunci KINCIR AIR. Untuk ketinggian air terjun 2 meter dan debit 150 liter perdetik, potensi listrik yang dihasilkan adalah 3000 watt. Namun karena adanya kehilangan daya dalam proses konversi, maka sudah cukup bagus jika bisa menghasilkan 1000-2000 watt tergantung teknologi yang digunakan.

    @ Ribut Mulyadi
    Konsep dasar dari alat yang anda perlukan, dapat anda baca pada posting STABILISATOR TURBIN UAP ( bag-1 ).

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  194. Ribut Mulyadi said,

    Februari 1, 2007 pada 6:17 am

    Yth pak Paijo,

    Thank for your immediate response.

    Karakteristik uap panasbumi adalah temperatur 180-200 C, tekanan uap 5-12 bar, kecepatan alir uap 5-8 ton/jam, berpotensi untuk menegendapkan kabonat/silika pada tekanan udara luar ( atmosfir).

    Rencana kami, generator end (dynamo) akan kami beli/ambil dari generator end bekas atau baru (kapasitas kecil dahulu), misal : 3kVA, 220/110V, 50-60Hz, 1500rpm.

    Tubin yang kami design berupa beberapa (10-20) lempengan (disc) berjajar dengan jarak 0.5 mm yang menempel pada poros turbin. Atau model jet-nozzle yang prinsip pemutannya seperti pada sprinkle penyiran rumput/tanaman.

    Yang sampai saat ini yang kami belum mengetahui adalah bagaimana membuat kecepatan alir uap sama dengan kecepatan generator dan konstan.

    Ma’ kasih pak Paijo.

    regard,
    Mulyadi

  195. arya said,

    Februari 1, 2007 pada 2:34 am

    saya lagi mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro tapi saya mengalami kendala dalam masalah turbin. Turbin yang ingin saya gunakan dari kayu dengan diameter 2M adapun terjunan air yang ada cuma 2M & debit air yang ada 150 lt/dtk. Tolong carikan info atau literatur yang bisa saya gunakan….Makasih untuk infonya & ide2nya. Semoga yang kita kembangkan dapat berguna bagi masyarakat….

  196. Paijo said,

    Januari 31, 2007 pada 7:58 am

    @ Mulyadi
    Salam kenal juga dari saya, dan terimakasih atas apresiasi anda. Saya ini juga hanya seorang eksperimenter bonek yang tidak pernah mengecap pendidikan enginering tingkat apapun. Semua pengetahuan dan ketrampilan yang berkaitan dengan rekayasa dan mesin saya pelajari sendiri secara otodidak baik dari buku-buku, internet, dan juga teman-teman di lingkungan saya tinggal dan bekerja. Terus terang, saya belum pernah mendesain atau membuat alat yang berkaitan dengan turbun uap tapi saya akan mencoba mendesainnya khusus untuk anda. Untuk itu, sebaiknya anda menginformasikan beberapa data yang saya perlukan supaya saya memiliki gambaran yang relatif lengkap situasi yang anda hadapi. Data tersebut antara lain : jenis turbin, ukuran fisik turbin, temperatur uap, tekanan uap, kecepatan putar turbin, daya generator, kecepatan generator, dll. Yang sangat penting juga adalah jenis atau model valve atau keran uap yang digunakan dan cara mengatur bukaannya. Lebih baik lagi jika dilengkapi foto beserta keterangan seperlunya bagian demi bagian ( yang utama saja ).

    Dari masalah yang anda sampaikan, tampaknya anda memerlukan STABILISATOR TURBIN UAP. Stabilisator tersebut diperlukan karena tiga kemungkinan yaitu :
    1. Tekanan uap dari sumber berfluktuasi sedangkan beban relatif konstan ( tetap ). Jika tekanan naik, putaran trrbin cenderung lebih cepat. Sedangkan jika tekanan turun, putaran turbin cenderung melambat.
    2. Beban kerja yang berfluktuasi sedangkan tekanan uap relatif konstan. Jika pemakaian listrik banyak, beban menjadi berat dan turbin cenderung melambat. Sebaliknya jika pemakaian listrik sedikit, beban menjadi ringan dan turbin cenderung lebih cepat.
    3. Tekanan uap maupun beban kerja berfluktuasi. Ini merupakan kombinasi masalah yang cukup rumit.
    Dari ketika keadaan tersebut diatas, saya juga perlu informasi keadaan mana yang paling mendekati keadaan di lokasi anda. Informasi itu penting untuk menentukan pilihan teknologi yang cocok diterapkan.

    Cara kerja stabilisator yang akan saya desain, pada prinsipnya menyeimbangkan antara beban keja dengan jumlah uap yang masuk ke turbin. Jika beban bertambah, maka otomatis jumlah uap yang masuk bertambah. Demikian juga jika beban berkurang, maka otomatis jumlah uap yang masuk juga berkurang. Supaya mudah pembuatan maupun pengaplikasiannya, saya akan menggunakan desain yang full mekanik. Sederhana, murah dan handal, meskipun presisinya kurang bagus. Tapi untuk pembangkit listrik yang tidak terlalu kompleks, sudah cukup efektif.

    Untuk mendesainnya, saya perlu waktu sekitar 2-3 minggu ( maklum sambilan ). Namun karena saya masih punya hutang 3 artikel ( desain juga ) yang telah dipesan oleh pengunjung lain dan masing-masing perlu sekitar 1-2 minggu, maka saya perkirakan paling cepat pertengahan Maret baru bisa saya kerjakan. Namun demikian, tidak selalu yang pesan belakangan saya kerjakan belakangan juga. Ada kemungkinan juga saya dahulukan artikel pesanan anda tergantung datangnya ide dan mood. Untuk pengiriman gambar atau foto ( jika ada ), dapat dikirim ke e-mail saya ( mr_paijo_paidin@yahoo.co.id ).
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  197. Mulyadi said,

    Januari 31, 2007 pada 3:43 am

    Dh pak Paijo,

    Salam kenal sebelumnya. Saya sangat tertarik dengan design dan kreasinya.
    kami pernah mencoba membuat turbine sederhana dengan tenaga dari sumur panasbumi yang tidak ekonomis. Turbine tsb telah dikoneksikan dengan generator, tetapi karena kami bukan engeneering, maka sewaktu uap dihembuskan ke turbin tsb, rotasinnya tidak konstant.

    Dapatkah Pak Paijo memberikan ulasan bagaimana cara membuat rotasi generator bergerak konstant.

    Pada saat itu kami hanya bermain dengan buka/tutup valve, sehingga pada saat tidak dijaga, ….. tejadi overspeed, dan rontoklah belt yang menghubungkan turbin ke generator.

    Terima kasih sebelumnya.

    Mulyadi

  198. Paijo said,

    Januari 18, 2007 pada 1:18 am

    @ Apik
    Salam kenal juga dari saya dan terimakasih atas apresiasi anda.
    Kalau kincir dibuat poros vertikal seperti itu tidak akan bisa berputar karena berputarnya kincir adalah akibat gaya berat air yang mendorong bak kebawah bukan kecepatan air yang jatuh. Jadi supaya berputar, arah gerakan bak musti sama dengan arah gaya berat yang mendorongnya.
    Yang dapat dibuat dalam posisi seperti yang anda bayangkan adalah turbin dan propeler yang relatif bebas diposisikan sesuka hati karena bergerak berdasarkan momentum / kecepatan air dari pipa pesat ( kecepatan tinggi ), bukan gaya berat secara langsung seperti kincir.
    Secara prinsip, ada perbedaan besar antara kincir dengan turbin jika digunakan pada debit air dan ketinggian yang sama. Kincir memanfaatkan gaya berat air dan menghasilkan putaran poros dengan kecepatan rendah tapi torsinya ( kekuatan putar ) besar. Sedangkan turbin memanfaatkan kecepatan air dan menghasilkan putaran poros dengan kecepatan tinggi tapi torsinya kecil. Karena adanya perbedaan karakteristik tersebut dan juga masalah keterbatasan teknis lainnya dari keduanya, maka perlu survey dan kajian sebelum menentukan pilihan. Tujuan penggunaan juga menjadi faktor penentu. Hal itu untuk memastikan bahwa proyek akan layak secara teknis maupun ekonomis.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  199. Apik said,

    Januari 17, 2007 pada 10:19 am

    Salam kenal Pak Paijo,
    Ide & disain kincirnya bagus sekali.
    Mau tanya juga nih. Apa Bapak pernah bereksperimen kalau kincirnya berputar mendatar seperti gasing bambu? Bak-bak air disusun mengelilingi poros seperti pada tangga putar/ulir sekrup. Sumber air tidak jatuh dari atas tapi dialirkan melalui beberapa pipa sejajar dengan kemiringan ulir, mengenai bak-bak air yang mengelilingi sepanjang poros vertikal. Baknya dipasang miring dan menghadap langsung ke arah datangnya air dari pipa. Bisa kebayang gak ya, dan kira-kira apa bisa berputar cukup kencang?
    Terima kasih.

  200. Paijo said,

    Januari 16, 2007 pada 4:15 am

    @ Irwan
    Salam kenal juga dari saya. Saya tunggu ide-ide anda. Masalah memang akan selalu ada tapi solusinya juga selalu ada jika kita mau berusaha. Jika kita punya komitmen dan motivasi kuat, apapun pasti akan dapat kita capai. Terimakasih dan salam eksperimen.

  201. Irwan said,

    Januari 15, 2007 pada 8:39 am

    Salam Kenal.
    Ternyata di blog ada juga orang yang kereatif dan banyak ide.

    Saya juga sebenarnya ada beberapa ide untuk membuat sesuatu tapi terkadang terbentur pada bahan baku dan hal2 lain yg saya belum bisa memecahkannaya. Disini saya berharap mungkin anda dapat menolong saya untuk memecahkannya.

    Nanti Insya Allah saya akan tulis beberapa rencana eksperimen saya.
    Harapan saya anda bisa mengkoreksi dan mungkin mengaplikasikannya (dana saya terbatas).

  202. Paijo said,

    Januari 8, 2007 pada 2:34 am

    @ Teguh
    Rangka atau penyangga kincir dapat dibuat dari besi siku. Konstruksi dan ukuran besi siku hendaknya disesuaikan dengan beban. Dapat juga digunakan pipa besi yang tebal. Kayu juga bisa tapi kurang awet. Yang paling saya sarankan justru menggunakan beton bertulang, murah-kuat-tahan lama. Yang perlu diperhatikan adalah dudukan bearing musti terikat kuat dan stabil pada rangka, namun mudah di buka ketika akan diperbaiki atau diganti.
    Rupanya anda menggunakan motor induksi ( brushless ), yang memang harus menggunakan kapasitor. Tentang ukuran kapasitor, saya tidak punya formulanya. Selama ini saya menggunakan cara coba-coba, tapi hati-hati sebab resikonya motor bisa rusak karena panas. Cara mencoba yang paling aman yaitu dengan memasang kapasitor yang paling besar kapasitasnya dulu, amati beberapa menit. Setelah itu, coba dengan yang lebih kecil dan amati beberapa menit. Yang memberikan suara putaran paling halus dan paling cepat, itulah yang paling cocok. Selain itu, motor juga tidak cepat panas. Secara umum sih, semakin besar kapasitas dari kapasitor hasilnya semakin baik dan suara motornya biasanya makin halus dan tidak cepat panas. Selamat mencoba.

  203. Teguh said,

    Januari 6, 2007 pada 9:35 pm

    Dari paparan kincir “Paijo 1″ rangka kincir sebesar apa ? saya bayangkan konstruksi rangka kincir sama dengan kincir dalam kurungan supaya tidak ambruk ketika menerima beban.?

    Mas Paijo boleh nanya?, saya kesulitan menentukan menentukan ukuran capasitor untuk motor pompa dan exhaust , apa mas Paijo punya formulanya
    Terima kasih

  204. Paijo said,

    November 29, 2006 pada 7:45 am

    Mohon maaf jika seluruh comment pada halaman ini terhapus secara tidak sengaja ketika ada gangguan koneksi internet di tempat saya.
    Selain itu, saya juga berikan link ke gambar Kincir Air Paijo-1 ( yang bisa didownload dan dicetak ) sesuai janji saya sebelumnya. Terimakasih dan salam eksperimen.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 297 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: