STABILISATOR TURBIN UAP ”PAIJO” ( bag-1 )

STABILISATOR TURBIN UAP ”PAIJO” ( bag-1 )
By Paijo
Tentang alat stabilisator turbin uap, saya sudah mencoba untuk membuat sketsa berdasarkan keterangan dan gambar yang diberikan oleh Bapak Mulyadi. ( Sketsa belum selesai karena masih ada data yang belum lengkap ). Agar turbin uap dapat bekerja stabil sesuai keinginan, diperlukan alat tambahan yang untuk mudahnya saya sebut saja STABILISATOR TURBIN UAP ”PAIJO”. Setelah saya corat-coret, sepertinya terlalu sulit untuk membuat desain yang full mekanik. Jadi desain yang saya buat menggunakan beberapa alat kombinasi mekanik-elektronik yang relatif sederhana yang dapat mendeteksi kecepatan putar dinamo untuk kemudian mengatur bukaan valve secara otomatis sehingga jumlah uap yang masuk turbin selalu sesuai kebutuhan.

Sebagai gambaran, STABILISATOR ini mempunyai bagian-bagian utama sebagai berikut :
1. Unit sensor, yang berfungsi untuk mendeteksi kecepatan putar dinamo dan posisi bukaan valve. Unit sensor ini ada 4 buah yang seluruhnya mekanik sehingga relatif sederhana, mudah dibuat, dan handal. Karena saya menggunakan sensor mekanik yang bekerja secara analog, maka perlu ajustment ( penyetelan ) pada saat pertama kali akan dipakai dengan cara trial and error ( coba-coba ). Sensor kecepatan putar tersebut dapat dibuat dalam bentuk unit alat tersendiri yang dihubungkan dengan v-belt atau rantai dengan dinamo. Dapat juga dibuat dalam bentuk ditempelkan langsung pada pulley dinamo dengan menggunakan baut. Masing-masing pilihan jelas mengandung kelebihan dan kekurangan. Sedangkan sensor pendeteksi posisi bukaan valve juga menggunakan sistim mekanik yang relatif sederhana namun akurat dan handal. Selain itu, sebaiknya ada juga sensor yang mendeteksi jika belt penghubung turbin dengan dinamo putus ( yang ini tidak wajib ada ). Dengan adanya sensor belt putus tersebut, dimungkinkan untuk menutup valve secara otomatis sampai turbin berhenti berputar. Dengan cara tersebut, kemungkinan kerusakan turbin atau kecelakaan dapat dikurangi.
2. Unit kontrol, yang mengolah hasil sensor untuk kemudian menghasilkan tindakan membuka atau menutup valve dengan menghidup-matikan motor listrik. Unit kontrol ini menggunakan rangkaian beberapa buah relay dan komponen elektronik lainnya serta menggunakan arus DC 12 dari adaptor. Hanya relay yang langsung berhubungan dengan motor listrik saja yang mungkin menggunakan arus 220 volt AC.
3. Motor listrik, yang berfungsi memutar valve membuka dan menutup. Motor listrik yang digunakan adalah type induksi. Jumlahnya bisa sebuah ( jika 3 phase ) atau 2 buah ( jika 1 phase ). Jika menggunakan motor listrik 3 phase, arah putaran motor yang akan dibolak-balik oleh unit kontrol, arah tertentu untuk membuka dan arah sebaliknya untuk menutup. Jika menggunakan motor listrik 1 phase, diperlukan 2 buah motor listrik yang dihubungkan secara paralel dengan unit pereduksi ( kedua motor saling berlawanan arah ). Motor yang satu untuk membuka valve sedangkan yang satunya lagi untuk menutup valve. Ukuran ( besar kecilnya ) motor listrik hendaknya disesuaikan dengan besar kecilnya valve dengan maksud agar waktu untuk menambah atau mengurangi bukaan relatif cepat dan motor tahan lama karena tidak kelebihan beban. Untuk motor listrik ini, lebih bagus jika dipilih yang bekerja pada putaran rendah ( 720 – 1440 rpm ).
4. Unit pereduksi, yang berfungsi mereduksi putaran motor listrik agar menghasilkan kecepatan putar dan torsi yang sesuai untuk memutar valve. Untuk mereduksi putaran motor listrik tersebut diperlukan gearbox atau sistim pulley atau sistim rantai. Masing-masing pilihan juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk gearbox pabrikan jelas bagus tapi mahal. Untuk rangkaian beberapa pulley-belt, sederhana dan murah tapi kurang licin, selip, dan banyak tenaga motor yang hilang. Untuk rangkaian gear-rantai, murah dan sederhana, cukup licin, sedikit tenaga motor yang hilang, tapi suaranya sedikit agak ribut. Pemilihan hendaknya mempertimbangan penguasaan skill teknisi yang akan membuat / menangani, tingkat kehandalan yang anda inginkan dan biaya yang tersedia.
5. Controled Valve, merupakan valve yang telah dimodifikasi agar dapat dibuka-tutup dengan menggunakan rangkaian motor listrik dan pereduksi tersebut diatas. Controled Valve tersebut musti ditempatkan sesudah valve utama yang dibuka-tutup secara manual. Jadi uap mengalir dari pipa melalui valve utama terlebih dulu, baru kemudian melalui controled valve untuk selanjutnya menuju turbin.
6. Power suply, yang berfungsi menyediakan tenaga listrik untuk STABILISATOR. Tenaga listrik untuk STABILISATOR dapat diambil langsung dari dinamo. Namun untuk kehandalan pengendalian secara menyeluruh, sangat disarankan untuk menggunakan UPS dengan daya yang sesuai dengan motor listrik yang digunakan. Kelebihan jika menggunakan UPS yaitu STABILISATOR akan menutup valve secara otomatis sampai turbin benar-benar berhenti berputar jika belt penghubung turbin dengan dinamo putus. Jika tanpa UPS, maka STABILISATOR akan langsung mati ketika belt tersebut putus. Hal itu bisa mengakibatkan turbin rusak karena berputar terlalu cepat dalam waktu yang cukup lama sampai operator menutup valve secara manual.
7. Lampu-lampu Indikator yang menandakan keadaan apa yang sedang terjadi, putaran normal, atau putaran terlalu cepat, atau putaran terlalu lambat. Jika menggunakan UPS, dapat juga ditambah dengan alarm yang akan berbunyi jika belt putus.
Adapun prinsip kerja STABILISATOR adalah sebagai berikut :
1. Jika sensor mendeteksi kecepatan putar dinamo melebihi 1525 rpm ( mungkin disebabkan oleh berkurangnya beban pemakaian listrik ), maka unit kontrol secara otomatis akan menghidupkan motor listrik yang akan mengurangi bukaan valve sampai kecepatan putar kurang dari 1525 rpm
2. Jika sensor mendeteksi kecepatan putar dinamo kurang dari 1475 rpm ( mungkin disebabkan oleh bertambahnya beban pemakaian listrik ), maka unit kontrol secara otomatis akan menghidupkan motor listrik yang akan menambah bukaan valve sampai kecepatan putar lebih dari 1475 rpm
3. Jika sensor mendeteksi belt penghubung turbin dengan dinamo putus, maka unit kontrol secara otomatis akan menutup valve sampai rapat sehingga turbin akan berhenti berputar.
Begitulah garis besar kerjanya STABILISATOR yang sedang saya desain. dengan demikian, maka dapat diharapkan bahwa putaran dinamo akan relatif konstan berkisar 1500 rpm dengan toleransi perbedaan sekitar 25 rpm ( 1475-1525 rpm ). Dengan putaran yang relatif konstan demikian, maka tegangan yang dihasilkan juga akan konstan walaupun terjadi penambahan atau pengurangan beban pemakaian listrik. Karena kesederhanaannya, STABILISATOR ini saya perkirakan hanya mampu menangani perubahan beban yang terjadi secara gradual saja layaknya pemakaian rumah tangga. Untuk perubahan beban yang terjadi secara mendadak seperti yang lazim terjadi pada tungku pabrik peleburan logam ( furnace ), mungkin STABILISATOR ini masih kurang responsif. Namun demikian, kecepatan tanggap dari STABILISATOR ini masih cukup cepat jika dibuat dengan ketelitian tinggi dan dengan material yang berkuaitas tinggi pula.
Berkaitan dengan penjelasan di atas, maka supaya proses mendesain lebih cepat dan lancar saya perlu beberapa informasi sebagai berikut :
1. Model, ukuran, dan cara buka-tutup dari valve yang digunakan. Lebih jelas lagi jika dikirimkan gambar atau fotonya. Yang paling mudah adalah jika digunakan valve yang proses buka-tutupnya dengan cara diputar. Jika modelnya seperti itu, saya perlu data jumlah putaran yang diperlukan untuk membuka valve dari keadaan tertutup sampai terbuka penuh. Selain itu, saya juga perlu data jauhnya perubahan posisi pemutar ( jarak pergeseran linier keluar-masukknya poros pemutar valve ) pada saat terbuka dan pada saat tertutup karena akan dipasang sensor. Arah putaran juga perlu, apakah buka kanan seperti kran hidrant-nya orang Australia atau buka kiri seperti kran airnya orang Indonesia. Perlu juga disertakan data torsi minimal untuk dapat memutar pembuka valve ( newton meter ). Untuk torsi, bisa dites dengan cara memutarnya menggunakan kunci torsi mulai dari yang torsinya kecil dulu. Cara sederhana lainnya, bisa menggunakan tuas dan bandul.
2. Apakah diinginkan STABILISATOR yang dapat menutup valve secara otomatis ketika belt putus ? Fasilitas ini hanya bersifat tambahan namun jika dikehendaki diperlukan syarat-syarat seperti 2 buah motor listrik 1 phase dan tambahan UPS.
3. Type pereduksi putaran motor yang akan digunakan, apakah gearbox pabrikan, atau rangkaian pulley-belt, atau rangkaian gear-rantai. Pemilihan hendaknya mempertimbangan penguasaan skill teknisi yang akan membuat / menangani, tingkat kehandalan yang diinginkan, dan ketersediaan material di pasaran.
4. Type motor induksi yang akan digunakan, apakah 3 phase ( 1 motor ) atau 1 phase ( 2 motor ). Jika dinamonya menghasilkan listrik 1 phase saja, otomatis hanya alternatif kedua yang dapat diambil. Demikian juga jika ingin menggunakan UPS agar valve dapat secara otomatis menutup ketika belt putus.
Mengenai model turbin uap yang digunakan, terus terang saya tidak banyak tahu dan belum ada pengalaman lapangan sama sekali tentang hal tersebut. Menurut kajian saya, untuk mengatasi masalah endapan karbonat dan silika dapat dilakukan beberapa upaya berikut :
1. Memilih jenis turbin yang memiliki jarak sudu tidak terlalu rapat dengan harapan tidak mudah terganjal endapan. Endapan yang terbentuk juga mudah dibersihkan. Pemilihan turbin jenis tersbut mungkin sedikit mengorbankan efisiensi.
2. Memilih jenis turbin yang sama sekali baru yang diyakini nyaris tidak terpengaruh oleh endapan. Mungkin turbin yang cara kerjanya mirip dengan sprinkler layak untuk dicoba. Tentu saja jumlah lengannya harus banyak agar torsinya cukup besar. Mungkin yang bagus lengannya bebentuk melengkung. Agar memiliki kecepatan putar ( rpm ) yang cukup, lengannya jangan juga terlalu panjang. Hali itu berdasarkan hukum alam yang berlaku pada turbin sperti sprinkler bahwa kecepatan putar berbanding terbalik dengan panjang lengan, sedangkan torsi berbanding lurus dengan panjang lengan. Untuk menambah torsi, bisa dibuat beberapa lapis barisan lengan yang berjajar memanjang. Efisiensi turbin jenis ini mungkin tidak sebaik yang jenis standar.
3. Membuat 3 turbin atau lebih yang bekerja secara shift ( bergiliran ). Dari 3 turbin tersebut, hanya dua turbin yang rutin digunakan dan akan bergantian secara otomatis setiap 8 jam. Turbin yang ketiga merupakan spare yang akan digunakan ketika ada salah satu turbin yang rusak dan perlu overhaul. Perawatan rutin dan pembersihan endapan dapat dilakukan pada saat turbin yang bersangkutan tidak terpakai. Alternatif ini perlu biaya ekstra tapi kehandalan sistem lebih terjamin sehingga sangat disarankan untuk dilakukan jika listrik yang dihasilkan akan dipakai masyarakat luas yang pasti tidak senang jika listrik sering padam dengan alasan perbaikan sekalipun. Kalau tidak bisa 3 turbin, ya sekurang-kurang musti 2 turbin.
4. Melapisi permukaan seluruh permukaan pipa dan turbin yang kontak langsung dengan uap menggunakan bahan anti lengket misalnya teflon seperti yang digunakan untuk melapisi alat-alat dapur. Dengan cara ini, endapan yang timbul sulit untuk menempel di permukaan sehingga kemungkinan besar akan dikeluarkan bersama hembusan uap air. Namun cara ini cukup mahal meskipun telah ada perusahaan lokal yang melayani jasa coating tersebut.
5. Membungkus seluruh pipa uap dan bagian luar turbin dengan bahan isolator panas seperti glasswool, stirofoam, dsb. Dengan cara ini, temperatur dan tekanan uap dapat dipertahankan sehingga akan mengurangi jumlah endapan/kerak yang timbul.
Demikian sumbang saran sementara dari saya, sambil menunggu kelengkapan data dan informasi selanjutnya. Jika data dan informasi sudah lengkap, maka gambar bisa segera saya selesaikan dan saya akan posting secepatnya.Terimakasih dan salam eksperimen.

47 Komentar

  1. ndargombez said,

    Februari 6, 2011 pada 12:26 pm

    saluut buat kang poijo yang sangat nekat n kreatip

  2. pebri said,

    Agustus 9, 2010 pada 12:32 pm

    pak mau tanya tentang perawatan governor woodward itu seperti apa?trims

  3. hardjo said,

    Mei 26, 2010 pada 10:17 pm

    Apaba penyebab terjadinya oscilasi beban 4 – 6 MW pada PLTU 15 MW bb barangkali ada pengalaman

  4. Pak Nur said,

    Juli 11, 2009 pada 4:10 pm

    Hallo Mas Paijo.
    Eidan tenan sampeyan kok semua sampeyan bisa kuasai berbagai macam teknologi. Mbok saya ditulari bakat edan sampeyan itu. Saya yakin ada 10 orang kayak sampeyan di Indonesia, tak jamin tidak lebih dari 10 tahun Indonesia bisa maju.
    Sugeng berkarya terus mas Paijo …. Merdeka !!!

  5. andi amri said,

    Juni 23, 2009 pada 7:36 pm

    Salam kenal pak paijo.

    Setelah sy membaca sepintas tulisan bapak, saya sangat tertarik dengan eksprimen yg bapak lakukan. Melalui tulisan ini perlu kami sampaikan bahwa saat ini desa (tempat lahir) kami belum terlayani PLN yg jumlah penduduknya kurang lebih 2000 jiwa. Sementara di atas kampung kami terdapat air terjun yg menurut pengamatan kami sangat cocok untuk pemanfaatan listrik tenaga air. Melalui tulisan ini kami mohon kesediaan bapak memberikan desain sederhana yg dapat kami gunakan untuk pengembangan tenaga listrik dengan memanfaatkan SDA yang melimpah di desa kami. Atau barangkali ada tulisan yg lebih detail yang dapat akses untuk mendapatkan informasi tentang pembuatan turbin pembangkit listrik yang sederhana.

    Terima kasih sebelumnya…

  6. erwan said,

    Juni 21, 2009 pada 11:49 pm

    mana bagian 2 ny mas
    tntang stabilisator turbin uap

  7. Anda said,

    Mei 7, 2009 pada 9:56 am

    bagaimana proses stabilisator turbin uap tersebut,dan limbah nya berbahaya atau tidak.

  8. hrs said,

    April 21, 2009 pada 11:04 pm

    bener tu kata jacko tinggal pilih governor untuk turbine uap, banyak sekali jenisnya mo yang digital juga ada. perlu diingat untuk lebar dan kecilnya sudu/swing bukan hanya buat torsi dan rpm saja dia juga sebagai pengatur tekanan dan temp uap. jadi memilih turbine jangan dilihat powernya saja.
    1. uap yang anda sediakan uap kering / uap basah
    2. uap bekas dr turbine mau anda gunakan apa tidak, vacum presure turbine / back presure turbine yang anda mau
    3. steam rate, apakah boiler anda mampu
    4. harga steam
    ” kualitas uap harus ok boilernya yang bagus analisa airnya yang beneran”

  9. jacko said,

    Maret 24, 2009 pada 4:58 pm

    untuk stabilisator ini gambarnya seperti apa ya!!!!

    ane juga pernah liat alat yang prinsip kerjanya mirip dengan yang lek paijo paparkan! nama alatnya governor jenis dan tipenya juga banyak!!!!

    prisip kerjanya memanfaatkan gaya sentrifugal pada flyweigh untuk mengatur konsumsi uap pada Trubin uap!!!

  10. arya said,

    Maret 7, 2009 pada 10:34 pm

    lek paijo aq pingin cari buku operasional turbin neh. bisa carikan aq referensi bukunya ? kalau temen2 ada yang tau kasih tau saya di email saya di arya2pangga99@yahoo.co.id. saya tunggu.

  11. Rahmat Darmaji said,

    Februari 10, 2009 pada 1:40 pm

    allo pak, saya pengen belajar banyak neh tentang power plant. Tentang kerusakan dan penangan na tolong di bantu ya pak.. saya pemula baru kerja sbgai opertor DCS di pwer plnt 3MW, buat nambah pengetahuan pak.
    email saya chamuh_787@yahoo.co.id.

  12. Sukma Adi said,

    Januari 19, 2009 pada 11:03 pm

    kemaren saya mengunjungi salah satu PLTA yang ada di daerahku
    kelihatannya sangat rumit
    tolong jelaskn apa maksud linear nd vertikal.
    oya ko begitu tahan teknisinya bekerja di bawah bumi.

  13. arya said,

    Desember 29, 2008 pada 8:53 pm

    salm knl lek paijo,
    saya br ja krja d power plant nih. dan kebetulan dapat job bagian turbin. saya mo mo minta buku operasi turbin 7,5 mw bsa ga ?

  14. Maruto said,

    Oktober 26, 2008 pada 4:20 pm

    lek Paijo, salam kenal yo…
    saya pernah melihat prinsip kerja alat tsb di Engine untuk power plant ( PLTD ) kalau nggak salah namanya Governoor, prinsip kerjanya dengan memanfaatkan gaya centrifugal sebagai sensor putaran shaft engine ( spt pendulum, kalau putaran semakan cepat maka pendulum akan menjauhi titik porosnya, perbedaan jarak ini sebagai acuan untuk buka tutup valve)
    saya pernah bongkar governoor tsb merknya Woodward UG 8

  15. anto said,

    Mei 28, 2008 pada 10:54 am

    saya butuh diagram T-S turbin uap dan alternatif tekinik panas pada trubin

  16. UNTITLE said,

    Mei 6, 2008 pada 3:12 pm

    MANAAA GAMBARNYAAH!!!!
    GW JD GK BS NGOPYYY NIII…..
    TGS FSKA KMPL BSK PG!!!

  17. reaDI said,

    Maret 11, 2008 pada 8:19 pm

    ASS..!kang saya salut sama akang..! kapan2 saya boleh ketemu..? sambil aku nanya2 judul buat TA jur T. elektro..! boleh kan kang?

  18. rud... said,

    Maret 10, 2008 pada 10:29 pm

    Mas paijo, aku jurusan teknik elektro… aku mau tugas akhir tentang Pengaturan motor induksi… bisa minta makalahnya gak….?
    sebelumnya Thanks ya…..

    kirim ke email aku ya mas….
    Tentang turbin uap juga ga pa-pa kok…

  19. ayyub yunus said,

    Februari 23, 2008 pada 8:56 am

    salam kenal Paijo, saya Anak SMA 1 Pamboang yang diberi tugas oleh guru saya pada bidang study fisika. beliau meminta kami supaya membuat suatu percobaan jyang kemudian dipublikasikan tapi materinya tentang kelistrikan. pak Paijo boleh tidak anda membantu saya untuk memberikan masukannya sekaligus cara tentang percobaan apa yang bagus saya lakukan. ok bos saya tunggu jawabannya dan plisssssss…………………!

  20. rizuki said,

    Januari 31, 2008 pada 2:43 pm

    salam kenal paijo…..
    saya butuh bantuan anda….?
    “boss” saya minta hal- hal apa aja tentang periodic / Preventive Maintenance of gas Turbine generator? baik dari komponen maupun caranya de el el….
    klo bisa yang komplit…..
    maaf ya ngrepotin, semoga Tuhan membalas kebaikan anda, makaciiiiiiih

  21. aroel meka said,

    Januari 18, 2008 pada 9:46 pm

    salam kenal p”paijo,,boleh gk sy mi9nta tolong dasar2 teoni mengenai motor 1 phase//tlng krim ke email sy khey.sy drai komplek setia budi

  22. jordi said,

    Desember 26, 2007 pada 10:30 pm

    salam kenal pak Paijo…..maaf yah sebelumnya ngerepotin…
    boleh nggak aku minta tolong cariin cara mencari enthalpy sefesifik (h2) yang nyatanya(aktual) untuk nyari efisiensi turbin jika yang diketahui p(tekanan masuk),p(tekanan keluar) dan T(temperatur masuk) maap ya…dan terimakasih

  23. jordi said,

    Desember 26, 2007 pada 10:20 pm

    salam kenal pak Paijo…..maaf yah sebelumnya ngerepotin…
    boleh nggak aku minta tolong cariin cara mengari enthalpy sefesifik (h2) yang nyatanya(aktual) untuk nyari efisiensi turbin jika yang diketahui p(tekanan masuk),p(tekanan keluar) dan T(temperatur masuk) maap ya…

  24. ?????????????????????????????????? said,

    Desember 13, 2007 pada 10:21 pm

    pak mana gambarnya?

  25. eko said,

    Desember 8, 2007 pada 2:24 pm

    boz ku lagi butuh gambar turbin uap dan turbin uap jenis curtis serta rumus-rumus untuk perencanaan,juga literatur. cpet yooo buat TA

  26. ARULL said,

    November 16, 2007 pada 2:50 pm

    bagaimana caranya meningkatkan efissiensi turbin untuk menghemat penggunaan uap,,,,,,, kalau turbin boros uap apa sebabnya ya pa’?????? dan kerja turbin yang tidak jauh dibawah kapasitas bagaimana cara meningkatkannya ????? please sarannya donk…….

  27. retno said,

    Oktober 26, 2007 pada 11:39 am

    bisa kasih tulisan atau artikel tentang pembangkit listrik tenaga gravitasi bumi

  28. okta said,

    Oktober 19, 2007 pada 3:46 pm

    Maaf nih mas mengganggu mohon bantuannya saya sementara mengerjakan skripsi mengenai perencanaan turbin uap dan sangat membutuhkan referensi,materi lainnya. Kalo bisa tolong dikirim ke E – mailku. Thank U B4.GBU

  29. aji said,

    Juli 3, 2007 pada 3:46 pm

    om paijo aku lagi butuh banget materi dan teori dasar MOTOR AC 1 Phasa tolong kirimin materinya ke Alamat E-mailku dooong

  30. teguh said,

    Juni 5, 2007 pada 9:20 pm

    ,.,,.,met mlem pa.,.,
    pa,bisa bantu saya gak,,.,.
    saya di beri tugas oleh dosen saya,untuk membuat makalah tentang kelistrikkan..,.
    apa bpak bisa bantu saya.,.,.

    blz ke email saya,..

    sebelum”y saya ucapkan terima kasih

  31. pakdhe said,

    Juni 4, 2007 pada 12:45 pm

    pak paijo gmn awalnya pakpaijo ngitung semua keperluan desain sedang basic pak paijo kan hanya dari otodidak.yach

  32. Kireina said,

    Mei 29, 2007 pada 5:17 pm

    Salam kenal pak. Saya mau tanya nich ada gak artikel tentang pemodelan motor dc yang menggunakan matlab. soalnyaal saya kepengen padahal selalu aja pake fuzzy. tolong ya pak. saya buth banget pemodelannya aja dalam bentuk simullink.makasih.

  33. era said,

    April 29, 2007 pada 6:04 pm

    salam kenal pak.saya bingung mencari artikel tentang reostart (alat penstabil beban) pada generator induksi.
    terima kasih sebelumnya dan semoga sukses

  34. Paijo said,

    Maret 26, 2007 pada 12:10 pm

    @ Yudhi
    Salam kenal juga pak Yudhi. Sayang sekali, saya tidak memiliki jurnal yang anda cari. Tentang artikel serupa di internet, saya sudah mencarinya tapi belum dapat juga. Kata kunci yang saya gunakan antara lain GAS TURBINE PRE MAINTENANCE, GAS TURBINE BEARING MAINTENANCE.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  35. yudhi said,

    Maret 26, 2007 pada 2:00 am

    salam kenal pak Paijo…..maaf yah sebelumnya ngerepotin…
    boleh nggak aku minta tolong dicariin jurnalnya tentang perawatan turbin gas…..dah coba aku cari di search engine susah dapetnya…. lagian artikelnya sedikit amat…..klau dapat tenteng perawatan bearingnya ya pak paijo…. makasih sebelumnya.

  36. Paijo said,

    Maret 22, 2007 pada 10:52 pm

    @ Mrxmine
    Untuk bisa menemukan yang dicari, kadang kita harus menggunakan kata kunci dalam bahasa lain terutama bahasa inggris. Maklum, sebagian besar ahli di bidang itu kan orang-orang yang sehari-harinya berbahasa inggris. Terimakasih dan salam eksperimen.

  37. Mrxmine said,

    Maret 22, 2007 pada 3:43 pm

    Wah…lumayan lengkap`loch mas. petunjuk yang mas berikan..duch, makasih buanget`nich mas..cuba mas ada di medan, pasti udah tak traktir makan bakso ama bika ambon hehehehehe. sukses`yo mas.

  38. Paijo said,

    Maret 20, 2007 pada 11:08 am

    @ Mrxmine
    Kalau tentang jurnal turbin uap, saya belum pernah dapat, tapi kalau situs yang memuat gambar turbin uap ada. Saya menumukannnya di http://www.energymanagertraining.com/power_plants/steam_turbine.htm
    Saya menemukan situs tersebut dengan google kata kunci STEAM TURBINE. Mungkin, anda juga bisa menemukan penjelasan lebih detail di situs HOWSTUFFWORK.

    @ Azhar
    Terimakasih atas apresiasi anda, syukurlah kalau bisa bisa menambah pengetahuan anda.

  39. azhar said,

    Maret 20, 2007 pada 1:23 am

    makasih atas semua yamg loee;asin,ni bisa nambah ilmu gue

  40. azhar said,

    Maret 20, 2007 pada 1:22 am

    ok bnget

  41. mrxmine said,

    Maret 18, 2007 pada 2:59 pm

    mas paijo, aku lagi nyari jurnal tentang turbin uap, mas paijo punya semacam artikel, atau mungkin site yg ngebahas dan ngupas seputar turbin uap, aku uda cuba di search enggine, tapi nihil mas.. gag ada artikel yang ngebahas turbin uap secara khusu..aku udah pusing`nich mas..mohon bantuannya`yo mas..

  42. Paijo said,

    Maret 15, 2007 pada 9:50 am

    @ I Made Sudana
    Salam kenal juga pak Made, terimakasih atas apresiasi anda. Tentang alamat, mohon maaf jika saya tidak bisa memberikannya melalui forum terbuka ini karena alasan privacy. Yang saya bisa berikan melalui forum terbuka hanya bahwa saya tinggal di pedalaman Sulawesi Selatan. Mungkin kita bisa mulai dulu dengan kontak e-mail sambil menjajagi kemungkinan untuk copydarat. Btw … Pak Made berdomisili di daerah mana pak, siapa tahu kalu saya pas cuti bisa jalan-jalan ke daerahnya bapak.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  43. I Made Sudana said,

    Maret 14, 2007 pada 5:16 pm

    Salam kenal Pak Paijo. Saya sangat salut dan memberikan apresiasi yang tinggi atas kreativitas bapak yang dengan otodidak mengembangkan bakat dan kreasinya dibidang teknologi tepat guna dan saya yakin sangat mambantu masyarakat secara luas. Saya sangat sangat awam mengenai teknologi karena memang latar belakang saya sangat jauh dari bidang teknologi. Kalau Pak Paijo tidak keberatan berkenan kiranya memberikan alamatnya dan saya sebenarnya ingin bertemu seca langsung. Terima kasih sebelumnya.

  44. Paijo said,

    Februari 12, 2007 pada 4:30 am

    @ Ribut
    Lanjut terus pak, desain pengghubung yang anda minta sudah jadi tinggal diposting. Untuk stabilisatornya, masih dalah proses. Terimakasih dan salam eksperimen.

  45. Ribut said,

    Februari 10, 2007 pada 8:25 am

    Salam kenal Pak Helgeduelbek dan salam thank to pak Paijo,

    Wuaaah, Mulyadi hanya pekerja di lapangan panasbumi Bedugul yang baru tahu sedikit tentang bagaimana menentukan daerah prospek, lokasi untuk dibor, dan lainnya yang berkaitan dengan eksplorasi panasbumi. Kalau mengenai turbin uap yaaa nol gede. Karena rasa penasaran, masa’ sudah ada kincir air/angin untuk tenaga listrik sederhana dan tepat guna, ko’ panasbumi yang sudah dimulai, minimum, sejak 1975 di Indonesia, ko’ belum muncul juga turbin sederhana yang dapat diaplikasikan dan dikembangkan didalam negeri. Oleh karena itu kuberanikan minta tolong ama pak paijo.
    Gitu ceriteranya.
    Thanks.

  46. Paijo said,

    Februari 9, 2007 pada 3:41 am

    @ Helgeduelbek
    Bukan hanya sampean dan teman-teman saya lainnya yang heran, saya sendiri sering heran kok ternyata ide saya banyak banget sampai saya kewalahan untuk melakukan eksperimen. Lebih heran lagi, kok orang-orang pada percaya saya yang cuman eksperimenter bonek ini. Contohnya ya Pak Mulyadi yang minta untuk dibuatkan desain STABILISATOR TURBIN UAP ini. Padahal beliau bekerja pada proyek PLTPanas bumi yang ilmu dan pengalamannya nya pasti seabrek-abrek. Kadang jadi beban mental juga buat saya, tapi setelah dipikir-pikir …. pede aja lagi.

    Kalau soal alat yang pating cementel dan pating sebar, ya memang begitu adanya. Selain barangnya banyak, saya juga ngaku kalau memang kurang rapi mengaturnya. Hal itu juga yang sekarang ini membuat saya pusing tujuh keliling karena ditawari untuk pindah dari rumah dinas ( yang relatif luas dan listrik-air gratis ) ke perumahan pribadi ( type 54-60-70 ) yang listrik-air musti bayar walaupun dikasih utangan jangka panjang ( 10 th ) tanpa bunga. Saya kawatir kalau eksperimen saya mandek atau minimal jadi kurang produktif jika pindah ke RSSSS ( Rumah Sangat Sederhana dan Sempit Sekali ).

    Kalau tentang hak cipta, saya belum memiliki satupun. Saya memang belum sekaliber Pak Gun di Surabaya yang sudah mengantongi 6 patent ( th 2006 ) yang telah banyak memberikan inspirasi dan dorongan moril untuk saya meskipun baru sekali copy darat di ITB tahun lalu. Maklum saja karena ekperimen saya kebanyakan tentang teknologi tepat guna yang nilai ekonominya tidak terlalu tinggi. Bisa bisa biaya pengurusan dan pemeliharaan hak paten tidak bisa kembali modal. Selain itu, saya sudah merasa puas jika ada orang lain yang terbantu dengan memanfaatkan desain-desain yang saya buat. Namun karena eksperimen juga perlu investasi dan biaya operasional yang besar, maka untuk desain yang mempunyai nilai ekonomi tinggi akan saya patentkan. Contohnya MESIN KAPAL “PAIJO” yang mandek sejak pertengahan Nop 06 karena saya sakit dan sekarang lagi banyak pekerjaan kantor. Maklum, eksperimen juga perlu energi ekstra dan menyita waktu bisa 20-30 jam perminggu, sebagian di depan PC mendesain, sebagian lagi di workshop. Untung yang mandek yang di workshop saja, desain jalan terus. Bulan lalu juga baru selesai membina anak KIR SMA yang mau ikut lomba LCEN 2007 di ITS, mudah-mudahan ada yang masuk final kayak tahun lalu karena peluangnya kayaknya kecil.
    Kemarin, saya juga diberi masukan oleh beberapa teman sekantor saya untuk membuka rekening bank yang didisplay di blog saya untuk menyalurkan sumbangan sukarela ( tidak mengikat ) sebagai dana eksperimen dari siapapun yang mendukung eksperimen saya terutama yang tidak akan dipantentkan dan akan langsung dipublish di blog saya. Landasan pemikiran teman saya kayaknya masuk akal juga yaitu :
    1. Eksperimen dan proses membuat sketsa desain alat/mesin baru memerlukan kombinasi dari kreativitas, kecerdasan, dedikasi, dan kerja keras. Orang yang memiliki semuanya sekaligus sangat langka apalagi yang rela berbagi dengan orang lain.
    2. Banyak eksperimen saya yang tertunda atau mandek yang tidak/belum tersedia dana yang memadai untuk pengadaan peralatan maupun bahan. Padahal hasilnya sangat berpotensi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat luas.
    3. Banyak orang yang mungkin telah menikmati keuntungan ekonomi dengan memanfaatkan desain yang saya publish melalui blog. Beberapa diantara mereka yang mampu, mungkin ada yang secara sukarela menyisihkan sebagian keuntungannya untuk memberikan dukungan secara nyata untuk membantu biaya eksperimen saya yang selanjutnya. Jika diinginkan, nama donatur dan jumlah donasi juga bisa dipublish.
    Ide teman saya tersebut mungkin akan saya coba lakukan jika ada teman bloger atau neter atau pemakai desain-desain saya yang memberi apresiasi positif. Soalnya saya kawatir nanti dibilang / dicap sebagai eksperimenter matre yang sedang minta-minta sedekah dan minta dikasiani. Namun saya lebih memilih cara yang elegan untuk tetap produktif dan tanpa harus membebani pengguna desain yang kurang mampu untuk berkontribusi. Terus terang saya tidak mau merusak image saya maupun image eksperimenter secara umum di mata bloger, neter, maupun masyarakat luas ( jaim juga nih ). Kalau seandainya saya menjual desain, maka akan ada banyak orang yang mungkin tidak bisa memanfaatkan desain saya karena tidak mampu membelinya. Hal itu justru bertentangan dengan tujuan saya melakukan eksperimen yaitu ikut ambil bagian dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas sesuai talenta yang telah Allah berikan kepada saya secara gratis ini. Kan tidak mungkin juga dikasih harga diskon atau gratis untuk yang tidak mampu karena sulit mendeteksinya dan orang indonsia akan mencari surat keterangan miskin yang sangat mudah diperoleh atau dipalsukan. Seandainya saya lakukan saran teman saya itu, saya juga tidak terlalu yakin bakal ada donatur yang mau menyisihkan sebagian keuntungannya secara sukarela dan tidak mengikat seperti itu walaupun jelas-jelas ada andil desain saya. Buktinya, membayar royalti dan pajak yang sifatnya wajib saja masih banyak orang yang menghindarinya. Persis seperti yang diulas di blognya sampean tentang software bajakan itu. Ataukah karena perusahaan pembuat software yang terlalu pelit berbagi karena semua produknya dilindungi hak cipta ya. Soalnya eksperimenter yang suka open kayak saya juga beresiko lho, yaitu kemungkinan adanya eksperimenter sontoloyo yang mengklaim hasil penemuan saya dan mematenkan atas namanya sehingga orang lain termasuk saya harus membayar royalti ke dia, konyol kan. Coba seandainya pemerintah cq menristek / BPPT mau membeli hak paten sederhana kemudian diopen ke rakyat kan bagus karena produsen tidak lagi dibebani royalti lagi. Disamping itu eksperimenter juga bisa hidup terus dan produktif sehingga lama kelamaan kita tidak lagi jadi importir teknologi, kalau perlu kita eksport teknologi kita. Dengan begitu daya saing industri kita akan meningkat karena biaya produksi berkurang, haqul yakkin. Cuma saya juga haqul yakin kalau pemerintah tidak bakal ada niatan seperti itu karena sebagaian besar oknumnya juga tidak peduli rakyat tapi sangat peduli konglomerat. Itu kasat mata dai fasilitas yang disediakan untuk konglomerat dan rakyat kecil sangat njomplang. Wah, sudah ngelantur nih saya. Atau sampean punya pendapat lain yang relevan dan signifikan ( kayak wapres Jarwo Kuat saja ). Terimakasih dan salam eksperimen.

  47. helgeduelbek said,

    Februari 8, 2007 pada 2:55 pm

    No komen untuk tulisan sampean kang… Saya heran sampean ini kok ya ada saja sih, saya mbayangkan rumah sampean pasti penuh alat pating cementel untuk mackegeverrrr bener2 eksperimenter kang paijo ini. udah dapat berapa hak cipta/hak paten kang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: