BENGKEL PAIJO MENYUMBANG 2 MEDALI IEYI UNTUK INDONESIA

Setelah tahun lalu menyumbang 1 medali emas di International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Kuala Lumpur, sekarang Bengkel Paijo menyumbang 1 medali perak dan 1 medali perunggu dalam even yang sama di SMESCO Jakarta. IEYI adalah acara pameran dan lomba tingkat internasional yang diikuti oleh para inventor belia dan remaja berusia maksimum 18 tahun. Pada tahun 2014 ini, IEYI diikuti oleh 202 invensi dari 11 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Philipines, Thailand, Taiwan, Hongkong, Jepang, Nigeria, Mesir, India, dan Iran. Peserta dari Indonesia sendiri berjumlah 60 invensi, dan peserta dari luar negeri berjumlah 142 invensi. Acara pameran dan lomba tersebut juga sekaligus dirangkaikan dengan dua lomba tingkat nasional yaitu Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventor Award (NYIA) yang semuanya ditangani oleh LIPI. Penjurian dilakukan tanggal 31 Oktober oleh dewan juri internasional yang berasal dari Negara-negara peserta dengan ketua Bpk. Laksana Tri Handoko dari LIPI.

Baskara dengan Medali Perak, Medali Perunggu, dan Special Award

Baskara dengan Medali Perak, Medali Perunggu, dan Special Award

Dalam IEYI kali ini Bengkel Paijo mengirim seroang crew andalan yaitu Baskara yang sudah malang melintang di banyak even nasional sebelumnya seperti: finalis Kids Widness News (KWN) Panasonic, finalis LCEN 2012 di ITS, finalis INAICTA 2012 dan INAICTA 2014 di Kemenkominfo, juara-1 NYIA 2013 di LIPI, dan juara-1 LCEN 2014 di ITS. Pada IEYI ke-10 ini, LIPI mengikutkan 2 karya Baskara yaitu:

  1. Smart Water Gate-2 (SWG-2), yaitu pintu air tambak yang dapat membuka dan menutup secara otomatis mengikuti siklus pasang surut air laut. Setelah 3 kali menjadi finalis di even nasional tapi tidak pernah menang di LCEN 2012, INAICTA 2012, dan NYIA 2013, akhirnya SWG-2 berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional medali perunggu IEYI. Sebuah perjalanan panjang yang penuh liku dan sarat perjuangan.
  2. Electronic Wet Floor Sign (EWFS), yaitu tanda peringatan lantai basah elektronik yang akan berkedip-kedip jika lantai basah dan akan padam jika lantai sudah kering. Perjalanan relatif mulus setelah berhasil masuk final NYIA 2013 dan berhasil menjadi juara-1. EWFS mendapatkan penghargaan medali perak IEYI.

Selain ikut IEYI, Baskara juga meloloskan satu karya berjudul JINGKATON dalam NYIA yang kebetulan acaranya diadakan pada waktu dan di tempat yang sama. Alat penjinjing dan pengikat karton sederhana yang terbuat dari Velcro tersebut mendapat penghargaan khusus (Special Award) dari LIPI dan berpeluang untuk diikutkan IEYI tahun depan.
Semoga Bengkel Paijo tetap eksis di dunia invensi dan inovasi dan dapat ikut ambil bagian dalam membangun kemandirian dan kedaulatan teknologi Indonesia. Terimakasih dan salam eksperimen.

POMPA AIR TENAGA GRAVITASI-4

Beberapa tahun lalu, negara kita dihebohkan dengan kemunculan seorang eksperimenter Djoko Suprapto dengan Blue Energy dan Jodipati. Tidak tanggung-tanggung, eksperimenter dari Nganjuk tersebut berhasil meraup milyaran rupiah dari “bisnis energi” tersebut. Yang membuat saya jengah, yang menjadi korban bukan semata-mata orang yang awam terhadap IPTEK tapi justru termasuk kalangan akademisi yang notabene secara kolektif melek ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang paling parah, bapak presiden SBY yang notabene memiliki tim ahli berbagai bidang juga dapat dikerjai oleh eksperimenter tersebut. Belum hilang ingatan tentang Djoko Suprapto, suah muncul lagi Djoko Pasiro dengan PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mekanik Gravitasi). Kala itu bupati Pamekasan yang dikerjai, entah ada korban lain atau tidak (semoga tidak). Mungkin besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau entah kapan sangat mungkin masih akan muncul Djoko-Djoko yang lain di lain daerah dengan “temuan” yang lain dan korban yang lain pula. Menyikapi fenomena tersebut, saya sebagai seorang eksperimenter bonek merasa perlu untuk “ngudar gagasan” dan “urun rembug” agar masyarakat umum, kalangan akademisi, pejabat publik, dan juga para bloger mania tidak tertipu lagi oleh segelintir eksperimenter sontoloyo yang memanfaatkan situasi krisis energi dan kebodohan masyarakat untuk meraup keuntungan pribadi alias “mikir wetenge dewe”.

Kalau kita telusuri sejarah, sebenarnya fenomena Djoko (baca: free energy) bukan hanya terjadi di Indonesia saja tetapi juga pernah terjadi di Eropa, India, Amerika, Canada, dll. Peristiwa semacam itu juga bukan baru abad ini saja terjadi tetapi sudah terjadi sejak lebih dari tujuh ratus tahun yang lalu (abad 13) dan sudah tercatat puluhan desain dan prototype yang telah dibuat. Meskipun demikian, tidak seluruh eksperimenter yang mengklaim telah menemukan teknologi energi gratis tersebut melakukan pembohongan publik ataupun penipuan untuk meraup uang. Eric, sejak 1996 telah menuliskan dalam websitenya sebuah daftar panjang klaim maupun penipuan yang berhubungan dengan mesin abadi (perpetual motion / over unity) maupun energi gratis (free energy). Selain itu, ada juga website The Museum of Unworkable Device yang memuat puluhan gambar desain mesin abadi dan mesin energi gratis dari jaman ke jaman lengkap dengan keterangan yang cukup detail. Yang menarik, sampai saat ini masih banyak masyarakat umum maupun eksperimenter yang berkeyakinan kuat bahwa beberapa alat tersebut suatu ketika akan dapat bekerja jika dibuat dengan beberapa modifikasi desain dan dengan teknik pembuatan yang lebih presisi. Bagi mereka, kemunculan alat yang mereka impikan hanyalah menunggu waktu dan orang/eksperimenter yang dapat memecahkan masalah teknis yang dihadapi selama ini. Keyakinan itulah yang oleh beberapa eksperimenter sontoloyo dimanfaatkan sebagai peluang untuk meraup keuntungan ketika krisis energi menimpa. Karena kebanyakan eksperimenter memiliki kemampuan teoritis dan teknis yang tinggi, maka jika didukung dengan kemampuan public speaking dan influencing skill yang baik akan dapat berprofesi ganda menjadi pesulap (eksperimenter baik) atau penipu (eksperimenter jahat). Perbedaan antara pesulap dengan penipu sangatlah tipis, yaitu hanya masalah kerelaan korban semata. Bermain sulap bukan kejahatan karena para penonton secara sadar dan bahkan rela membayar hanya untuk membiarkan dirinya “ditipu”. Sedangkan penipu, korbannya tidak sadar dirinnya ditipu dan setelah sadar sudah pasti tidak rela.

Terkait dengan isu akan ditariknya subsidi BBM yang artinya harga BBM naik, kita tidak perlu panik. Sebab kepanikan massal yang mengesankan seolah-olah krisis energi akan memberi peluang untuk munculnya ekperimenter yang tidak bertanggungjawab seperti yang sudah saya ceritakan di atas.  Di artikel saya sebelumnya, sudah ada banyak sekali komentator yang mengaku telah berhasil membuat POMPA AIR TENAGA GRAVITASI, yang jika seandainya benar tentu dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti BBM. Apakah pengakuan mereka benar??? Setidaknya sampai hari ini belum ada satupun dari pompa seperti itu yang dijual di pasaran.

Terimakasih dan salam eksperimen.

Bengkel Paijo Masih Eksis di LCEN

Bengkel Paijo merupakan bengkel amatir untuk menyalurkan hoby para eksperimenter yang sudah mendekati obsesi dan maniak teknologi. Secara umum ada 3 fokus yang digeluti yaitu elektronika, komputer, dan teknologi tepat guna. Diantara fokus tersebut yang paling produktif adalah elektronika yang telah meloloskan belasan finalis di lomba tingkat nasional dan telah mengoleksi beberapa piala/medali/trophy juara nasional dan internasional. Sedangkan untuk bidang komputer, belum pernah mengikuti lomba tingkat nasional namun telah menghasilkan beberapa produk unik yang out of the box seperti Master Pembuat TTS, Master Desain Anyaman, dan lain-lain. Untuk bidang teknologi tepat guna, sudah ada beberapa produk yang diikutkan lomba namun baru ada satu yang berhasil meraih prestasi yaitu Mesin Paijo menjadi  finalis lomba Ristek-MedcoEnergy Award 2007 di Kementrian Ristek. Meskipun sekarang masih berstatus bengkel amatir, namun sudah ada rencana dan persiapan untuk menjadi bengkel profesional dalam beberapa tahun ke depan.  Bidang yang menjadi fokus tentu saja tidak jauh-jauh dari 3 bidang di atas meliputi desain, pembuatan protytype, produksi, dan pemasaran produk. Namun demikian, aktivitas menyiapkan anak-anak muda untuk mengikuti lomba tetap akan dilakukan untuk turut ambil bagian dalam membangun kemandirian teknologi bagi bangsa Indonesia. Meskipun saya jarang punya waktu untuk mengupdate blog ini, tapi percayalah bahwa saya selalu memantau komentar pembaca melalui email dan akan menjawab pertanyaan yang saya rasa harus saya jawab, meskipun tidak semuanya bisa/sempat saya jawab.  Berikut ini saya update informasi yang membuktikan bahwa Bengkel Paijo masih tetap eksis dengan meloloskan 3 tim finalis pada Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN XVIII) kategori Applied Electronic di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yaitu: 1. Tim Gradasi, dengan karya berjudul Electric Traffic Sign, finalis peringkat-1. 2. Tim Ghifari, dengan karya berjudul Smart Lamp, finalis peringkat-5. 3. The A Team, dengan karya berjudul Helm Gedhek, finalis peringkat-8. Tim kebanggaan Bengkel Paijo tersebut terdiri dari anak-anak muda jagoan elektronika yang telah dan sedang digembleng secara intensif untuk memenangkan piala kejuaraan LCEN yang akan berlangsung 24-25 Mei yang akan datang. Disamping lomba LCEN, The A Team juga akan mewakili Indonesia dalam ajang International Expo for Young Inventor (IEYI) pada bulan Oktober tahun ini setelah berhasil meraih trophy juara-1 lomba National Young Inventor Award (NYIA) di LIPI akhir tahun lalu. Karya yang diusung berjudul Electronic Wet Floor Sign. Demikian update info, mohon bantuan doa agar persiapan final LCEN lancar dan berhasil memboyong piala dengan selamat sentosa sehingga Bengkel Paijo tetap eksis. Terimakasih dan salam eksperimen.

EWFS Juara-1 National Young Inventors Award 2013

Electronic Wet Floor Sign (EWFS) merupakan sebuah alat sederhana yang dikembangkan dari penanda lantai basah biasa. Fasilitas tambahan pada EWFS hanyalah berupa sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi untuk mendeteksi kondisi lantai apakah dalam keadaan basah atau kering. Jika lantai basah karena barus selesai dipel, maka lampu merah akan menyala dan berkedip-kedip. Dan jika lantai sudah kering maka lampu tersebut akan padam dengan sendirinya.

Begitu sederhananya EWFS, sehingga nyaris tidak mampu menarik perhatian juri maupun pengunjung pameran. Lain halnya dengan Smart Water Gate-2 (SWG-2) yang dengan bunyi buzzer, kerlipan lampu indikator, dan gerakan buka-tutup pintu air langsung menyedot perhatian juri dan pengunjung terutama anak-anak sekolah. Sepanjang acara pameran, EWFS seolah tenggelam dalam gegap gempita dan gemerlapnya stand lain di gedung Widya Graha LIPI. Oleh karenanya, tidak pernah terlintas dalam pikiran saya kalau EWFS bisa mendapatkan piala apalagi meraih juara-1. Dari penampakan alat peraga, poster, dan penampilan penciptanya saja, semua stand finalis NYIA yang berjumlah 29 semuanya bagus-bagus dan ada beberapa stand yang sangat mengesankan saya. Namun takdir berkata lain. Ternyata di luar dugaan saya, stand EWFS dipilih oleh dewan juri sebagai pemenang dan mengantarkan Baskara sebagai Juara-1 NYIA 2013. Puji Tuhan.Gambar

Gambar

Bengkel Paijo Memecahkan Rekor di Lomba National Young Inventor Award 2013 LIPI

National Young Inventor Awards (NYIA) yang diselengarakan oleh LIPI merupakan salah satu lomba paling bergengsi di Indonesia. Perlu nyali yang besar, kreativitas, dan kerja keras untuk mengikuti lomba tersebut. Sejak diadakan tahun 2008 sampai sekarang, Bengkel Paijo baru  dua kali mengikuti lomba tersebut yaitu NYIA ke-5 tahun lalu dan NYIA ke-6 tahun ini. Bekal penting yang diandalkan untuk mengikuti lomba ini adalah pengalaman dari Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) di ITS Surabaya. Dengan bekal pengalaman tersebut, tahun lalu salah satu Crew Bengkel Paijo berhasil meraih Medali Perak NYIA serta meraih Medali Emas dan piala The Best Innovation di ajang International Expo for Young Inventor (IEYI) di Malaysia. Selain itu juga berhasil mendapatkan Special Award dari lembaga ilmu pengetahuan Thailand.

Sedangkan pada NYIA ke-6 sekarang ini, Bengkel Paijo mengikutkan total 5 karya dan 2 diantaranya lolos ke babak final. Dua karya tersebut adalah Electronic Wet Floor Sign pada peringkat 11, dan Smart Water Gate-2 pada peringkat ke-28 dari total 408 peserta dari seluruh Indonesia (Daftar Finalis NYIA 2013). Uniknya, dua karya tersebut dibuat secara perorangan oleh satu orang Crew saja, dan merupakan kejadian pertama dalam NYIA dimana seorang peserta berhasil meloloskan dua karya sekaligus dalam babak final.

Masuk babak final barulah tahap awal. Perjuangan yang sebenarnya baru dimulai. Selamat berjuang anakku … semoga sukses … doaku menyertaimu …

Terimakasih dan salam eksperimen.

LCEN, NYIA, IEYI, dan OSTW

Tidak terasa ternyata sudah 6 kali saya membimbing siswa dalam ajang Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) di ITS. LCEN memang merupakan lomba elektro yang paling bergengsi di Indonesia. Oleh karena itu tidak heran jika tingkat kompetisinya sangat ketat. Hal itu tentu saja membuat para peserta dan terutama finalis bekerja sangat keras untuk menjadi yang terbaik diantara yang sangat baik. Secara bobot materi, LCEN tidak kalah dengan lomba semacam NYIA yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) maupun INAICTA yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kementrian Kominfo). Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa karya finalis dan pemenang LCEN yang berhasil masuk final dan menang dalam ajang NYIA maupun INAICTA. Contohnya adalah Baskara dengan karyanya Pintu Air Tambak Otomatis, finalis LCEN XVI 2012 yang berhasil menjadi finalis INAICTA 2012. Contoh kedua adalah Wisnu dengan karyanya Detektor Telur Busuk, finalis LCEN 2009 yang berhasil menjadi juara kedua NYIA 2012, dan oleh LIPI akan dikirim ke International Exhibition for Young Inventor (IEYI) di Kuala Lumpur bulan depan (9-11 Mei 2013). Selain itu, finalis yang bersangkutan juga diikutkan seleksi untuk Outstanding Student for The World 2013 (acara OSTW 2013 ke negara Inggris) bersama-sama dengan para pemenang LKIR yang diselenggaran oleh Kementrian Luar Negeri (akan diambil 8 orang dari 11 orang yang dicalonkan oleh LIPI). Pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah ada beberapa finalis dan pemenang LCEN lain yang sukses di lomba NYIA maupun IEYI seperti Linus Nara putranya pak Gunawan Siswoyo (yang juga pembimbing legendaris LCEN sejak LCEN pertama).

Akhir kata, saya mohon dukungan dan doa dari para bloger dan netter agar Wisnu dapat berhasil meraih medali emas di ajang IEYI 2013 dan lolos seleksi OSTW 2013. Terimakasih dan salam eksperimen.

Master Desain Pola Anyaman Paijo

Tidak terasa sudah satu tahun tidak menulis di blog ini, ternyata kangen juga. Maklum, sekarang kan ada FB yang tiap hari dibuka. Tidak terasa juga bahwa sudah hampir setahun ini saya istirahat tidak melakukan eksperimen elektronika dan mesin, tapi hanya melakukan eksperimen komputer saja. Hasilnya sudah ada tapi belum 100% selesai, judulnya adalah: Master Desain Pola Anyaman. Untuk versi 2.1 sudah saya rilis untuk kalangan terbatas, sedangkan versi 3.1 sementara dalam proses finishing. Sebenarnya, idenya sudah ada sejak sekitar 5 tahun lalu, tetapi baru ada pemicu untuk memulai proyeknya pada awal tahun 2013 ini.

Secara umum, Master Desain Pola Anyaman merupakan sebuah software berbasis MS Excel untuk mempermudah proses pembuatan desain anyaman secara visual. Ukuran anyaman 40 x 40 petak, dan ada dua paket pilihan dengan masing-masing tersedia 4 warna bilah. Untuk paket MKHB tersedia warna Merah, Kuning, Hijau, Biru. Sedangkan untuk paket UBCH tersedia warna Ungu, Biru muda, Cokelat, Hijau. Untuk kombinasi warna bilah, disediakan fitur otomatis dan manual. Untuk memudahkan pelacakan pola, disediakan penomoran bilah menggunakan angka atau huruf sesuai selera user. Sedangkan untuk penggandaan pola, disediakan fitur otomatis untuk penggandaan pola vertikal maupun horizontal masing-masing 8 macam, dan disediakan juga penggandaan pola secara manual. Supaya para bloger dan netter tidak penasaran, di bawah ini saya sertakan screenshot dari desain yang dihasilkan dengan software tersebut. Contoh desain tersebut saya buat dalam waktu tidak lebih dari 3 menit saja. Terimakasih dan salam eksperimen untuk semua.

Anyaman-3

PRESTASI DI MASA KRISIS

Barusan saya buka-buka jerohan blog ini, ternyata ada dua tulisan (konsep) yang belum saya posting. Tulisan tersebut sudah mangkrak lebih dari setahun karena saya tulis di bulan Nopember 2009. Tapi entah kenapa saya ingin mempostingnya meski sudah usang dan berkarat. Maklum, eksperimenter bonek kan suka mengorek-ngorek tumpukan besi tua. Saya posting tulisan tersebut karena mengingatkan bahwa saya sudah lebih setahun tidak aktif di dunia blog. Supaya afdol, saya tambahkan juga informasi perkembangan eksperimen selama saya dalam setahun terakhir. Selamat mengikuti. Baca entri selengkapnya »