PENGALAMAN BURUK BELANJA DI LABAGA

Saya share pengalaman ini ke teman-teman supaya lebih hati-hati dan lebih teliti ketika belanja di toko online pada umumnya dan di Labaga (nama disamarkan) pada khususnya. Sampai saat ini saya sudah banyak kali belanja di toko online untuk pembelian alat dan bahan eksperimen dengan nilai ratusan ribu sampai 4 jutaan, tapi tidak pernah bermasalah. Kali ini saya justru kurang mengalami masalah ketika belanja dengan nilai terkecil yang pernah saya lakukan yaitu Rp 94.500,- (Rp 58.500,- + Rp 36.000,-) di toko online Labaga yang sangat terkenal tersebut. Berikut ini adalah kronologinya dan dinamikanya.

Beberapa waktu lalu saya memesan dua macam item barang di toko online Labaga. Kedua item barang tersebut berasal dari dua penjual/pelapak (seller) yang berbeda, tetapi menggunakan nomor order yang sama (347767345) karena saya lakukan dalam satu kali transaksi pembelian.

  • Item pertama berupa satu set produk HCS Chamfering Device Drill Bit 5-piece Set (Gold/Grey), seharga Rp 58.500,- . Kiriman barang tersebut datang persis sesuai rincian dan gambar dalam web dan email, yaitu satu set drill bit sesuai spesifikasi di atas yang terdiri atas 5 biji drill bit dengan masing-masing berukuran head 6mm, 10mm, 13mm, 16mm, dan 20mm.
  • Item kedua berupa satu set produk 90 Degrees Countersink HSS Drill Bit Wood Steel Aluminum 6.3mm to 20.5mm, seharga Rp 36.000,-. Kiriman barang tersebut datang (Sabtu pagi, 8 Okt 2016) tetapi tidak sesuai dengan rincian dan gambar dalam web dan email, yaitu hanya datang satu biji drill bit yang berukuran 8,3 mm. Seharusnya yang dikirim adalah satu set yang terdiri atas 6 biji drill bit yang masing-masing berukuran head 6,3mm, 8,3mm, 10,4mm, 12,4mm, 16,5mm, dan 20,5mm seperti rincian dan gambar dalam web dan email.

kompilasi-screenshot

Siang/sorenya saya menyampaikan komplain melalui isian form di web, yang intinya saya minta untuk dikirim kekurangan barang yaitu 5 biji yang belum dikirim yang masing-masing berukuran 6,3mm, 10,4mm, 12,4mm, 16,5mm, dan 20,5mm. Saya sampaikan juga bahwa saya akan memposting pengalaman buruk tersebut di semua grup sosmed yang saya ikuti jika tidak direspons atau tidak ada etikat baik untuk menyelesaikan komplain saya. Email saya segera ditanggapi oleh customer sevice (CS) yang minta nomor order dan foto bukti penerimaan kiriman barang dan foto fisik barang tersebut. Setelah saya kirim bukti yang diminta, CS membalas lagi yang intinya menyatakan bahwa barang yang saya terima tersebut menurut mereka sudah sesuai dengan diskripsi yang ada di web sehingga permintaan saya tidak bisa dipenuhi. CS menawarkan dua solusi untuk saya pilih salah satunya. Solusi pertama, barang saya kembalikan dan uang saya di-refund (Rp 36.000,-) tapi tidak disebutkan siapa yang harus menanggung biaya pengiriman. Saya juga tidak menanyakannya karena bukan refund itu yang saya mau. Solusi kedua, barang tetap saya terima dan saya diberikan voucher belanja Rp 50.000,- tanpa limit minimum. Saya juga tolak solusi kedua tersebut karena sejak email yang pertama saya sudah sampaikan bahwa saya komplain bukan karena masalah uang, tetapi komplain karena masalah komitmen dalam jual beli. Saya sebagai konsumen telah melunasi kewajiban saya mentransfer uang sesuai ketentuan, dan kemudian menagih janji Labaga memenuhi kewajibannya mengirim barang sesuai rincian di web dan email. CS juga menelpon saya dan mencoba menjelaskan duduk persoalannya dari sudut pandang mereka. Mereka mengatakan bahwa pihak seller (namanya Ch*nn*, dari luar negeri) tidak dapat mengirim kekurangan 5 biji drill bit yang saya klaim. Saya katakan juga bahwa tidak ada alasan yang masuk akal untuk tidak dapat mengirim karena barang sejenis masih diproduksi dan masih dijual di Labaga maupun di toko online lainnya. Saya tetap bersikeras minta hak saya atas 5 biji drill bit yang belum dikirim tersebut, dan saya jelaskan perbandingan antara isi email pesanan item pertama yang tidak bermasalah dengan item kedua yang bermasalah dimana keduanya sama-sama mencantumkan jumlah 1 (yang artinya 1 set) tetapi kiriman yang datang berbeda jumlah. Item pesanan pertama benar datang satu set berisi 5 biji drill bit persis sesuai diskripsi dan gambar, sedangkan item pesanan kedua hanya datang satu biji drill bit saja yang berukuran 8,3 mm seperti yang saya ceritakan di atas, padahal seharusnya 6 biji drill bit sesuai diskripsi dan gambar. Tetapi CS masih bertahan bahwa barang yang dikirim sudah sesuai diskripsi di web di bagian bawah: “Apa yang ada di dalam kotak: 1 x 90 Degrees Countersink HSS Drill Bit Wood Steel Aluminum 6.3mm to 20.5”. CS menjelaskan bahwa 1x itu artinya 1 biji drill bit. Sedangkan menurut saya 1x di situ artinya satu set yang berukuran 6,3-20,5 mm seperti saya uraikan di atas dan sesuai dengan gambar yang ada sebelah kirinya di email. Seandainya di sana tertulis 1 x 90 Degrees Countersink HSS Drill Bit Wood Steel Aluminum 8.3mm maka yang dia kirim sudah benar, tetapi yang tertulis tidak seperti itu. Sayapun menjelaskan bahwa seandainya benar bahwa barang tersebut dijual eceran perbiji (bukan per-set) maka di form belanja seharusnya ada tempat untuk mengisi/menuliskan pilihan ukuran barang yang dibeli, tetapi kenyataannya tidak ada. Saya juga tanya ke CS, apakah Labaga tahu ukuran drill bit yang dikirim oleh seller, dan dijawab tidak tahu. Terus saya tanya bahwa apakah mungkin drill bit ukuran 8,3 mm dipakai untuk membuat lubang ukuran 6,3 mm sampai 20,5 mm, tetapi CS tidak menjawab. Saya tanya juga bagaimana selama ini seller menentukan ukuran drill bit yang akan dikirim kepada pembeli, apakah semau-maunya seller. Dua pertanyaan terakhir itu tentu saja tidak perlu jawaban lagi karena semua informasi di web dan email jelas mengarah bahwa drill bit tersebut dijual per-set dan bukan perbiji sehingga tidak perlu disediakan tempat untuk mengisi/menuliskan ukuran. Akhirnya CS mengakui bahwa diskripsi dan gambar yang ada di web tidak clear dan dapat menyebabkan misleading/menyesatkan, tetapi tetap keukeuh menyatakan bahwa Labaga dan seller-nya (Ch*nn*) tidak dapat mengirimkan kekurangan 5 biji yang saya minta. Okey, saya menghormati keputusan mereka, dan menghargai upaya mereka yang telah merespons dengan cepat komplain saya sesuai kewenangannya, dan sudah menunjukkan sedikit etikat baik dengan menawarkan 2 pilihan solusi seperti yang saya ceritakan di atas. Namun saya juga berhak untuk menolak kedua pilihan tersebut karena dari awal saya tidak mempermasalahkan tentang uang saya yang Rp 36.000,- tetapi saya mempermasalahkan tentang komitmen Labaga dalam memenuhi kewajiban yang menjadi hak konsumen sesuai dengan yang diskripsi dan gambar di web serta diskripsi dan gambar yang dikirim melalui email secara otomatis. Mungkin sekarang atau sebentar lagi webnya akan dibenahi dan direvisi, tetapi itu tidak menghapus hak saya atas 5 biji drill bit tersebut karena revisi tidak dapat diberlakukan surut kecuali atas kesepakatan kedua belah pihak, dan saya tidak akan pernah menyepakati itu. Apakah selain saya sudah ada pembeli lain yang mengalami hal serupa, saya kira hanya Tuhan, Labaga, dan Ch*nn* saja yang tahu.

Demikian sharing pengalaman saya, semoga ke depan pengalaman serupa tidak terjadi pada saya maupun teman-teman semua. Agar lebih mudah memahami yang saya maksud dan tidak salah faham, saya sertakan screenshot email dan web dimaksud yang saya sudah beri keterangan seperlunya. Terima kasih dan salam eksperimen.

ORANG BEJO DAN ORANG PINTAR

Saya termasuk orang yang percaya bahwa faktor keberuntungan memiliki andil dalam menentukan nasib seseorang. Orang pintar sering kalah dengan orang bejo (mujur). Namun demikian, saya tidak sepakat dengan orang yang hanya mengandalkan faktor keberuntungan semata. Thomas Alfa Edison mengatakan bahwa keberuntungan terjadi saat kesempatan bertemu dengan kesiapan. Oleh karena itu kalau mau beruntung maka harus selalu siap karena kita tidak tahu kapan kesempatan tersebut datang. Dalam mempersiapkan diri, kita juga perlu memperhitungkan kira-kira kapan kesempatan tertentu akan datang sehingga prioritas pilihan dapat disesuaikan. Karena susah memperhitungkan datangnya kesempatan maka dapat digunakan feeling atau intuisi. Berikut ini adalah contoh nyata yang saya alami tentang BEJO:

1. Tahun 2007 saya mengalami BEJO ketika berhasil lolos ke babak final lomba Ristek Medco-Energy Award di Kementrian Ristek. Setahun sebelumnya, saya menyelesaikan eksperimen Mesin Paijo dan menyusun laporannya dalam bentuk karya ilmiah berdasarkan feeling akan ada lomba dalam waktu dekat. Ketika saya baca info lomba di Ristek, makalah sudah tinggal diedit seperlunya disesuaikan dengan pedoman lomba. Jadi saya sudah siap ketika kesempatan tiba. Pada babak final Mesin Paijo menempati peringkat 3 dari 5 finalis, peringkat yang tidak terlalu buruk untuk hasil kerja eksperimenter bonek yang harus bersaing dengan para pakar mesin dari universitas dan lembaga penelitian ternama.
2. Tahun 2012-2013-2014 adalah tahun BEJO untuk anak saya Wisnu. Detektor Telur Busuk yang dia siapkan tahun 2009 mendadak melejit secara viral: 2012 mendapat medali perak NYIA di LIPI, 2013 mendapat medali emas + piala best inventor + special award di IEYI di Kuala Lumpur, Mei 2013 mendapat piagam Taruna Cendekia Buana dari sekolah, 25 Juli 2014 menjadi bintang tamu Kick Andy Show, 19 Des 2014 menerima Medali Emas dan Piagam Penghargaan Bela Negara dari Kementrian Pertahanan RI. Padahal Detektor Telur Busuk tersebut kalah di babak final LCEN di ITS Surabaya dan sudah digudangkan sampai beberapa bagiannya berkarat. Tahun 2010 dan 2011 saya kasih tahu Wisnu untuk diikutkan lomba NYIA tetapi dia tidak mau karena merasa tidak akan masuk final, apalagi menang. Tahun 2012 saya kasih tahu lagi karena merupakan kesempatan terakhir dia bisa ikut NYIA. Meski kurang yakin akhirnya Wisnu ikutkan juga, tanpa memberitahu sekolah karena tidak yakin bisa masuk final sehingga saya sendiri sebagai orangtua dan pembimbing yang menandatangani surat rekomendasi. Dan hasilnya luar biasa seperti yang saya sebutkan di atas. Seandainya diikutkan tahun 2010 atau 2011 apakah hasilnya akan seperti yang terjadi sekarang ??? Menurut saya tidak, karena segala sesuatu ada masanya, tidak bisa terlalu cepat dan tidak bisa terlalu lambat, harus pas dan itu adalah tahun 2012.

3. Tahun 2013 dan 2014 adalah tahun BEJO untuk anak saya Baskara. Akhir tahun 2013 dia meraih juara 1 NYIA ke-6, Mei 2014 meraih juara 1 LCEN di ITS, dan Awal Nopember lalu dia menerima medali perak dan medali perunggu dari IEYI, dan special award dari NYIA ke-7.  Smart Water Gate-2 (SWG-2) adalah karya Baskara yang harus mengalami perjalanan panjang sebelum akhirnya mendapat penghargaan. Dibuat tahun 2012 dan kalah di babak final LCEN di ITS, tahun itu juga kalah lagi di babak final INAICTA, tahun 2013 kalah lagi di NYIA, dan akhirnya 2014 menyumbang 1 medali perunggu untuk Indonesia di IEYI. Sepertinya perjalanan SWG-2 sudah akan berhenti sampai di situ, dan sudah saatnya menyiapkan diri lagi dengan karya yang baru untuk kesempatan yang baru pula.
Begitulah kira-kira pengalaman saya mengenai kejadian BEJO, yang harus diperjuangkan dengan ora et labora sehingga kita akan siap saat kesempatan yang hanya sekali itu datang menghampiri. Jadi supaya BEJO kita harus mengembangkan diri supaya PINTAR sehingga kita telah siap ketika kesempatan datang. Terimakasih dan salam eksperimen.

Paijo sesaat setekah menerima hadiah

Paijo sesaat setelah menerima hadiah

Wisnu sesaat setelah menerima Medali Bela Negara

Wisnu sesaat setelah menerima Medali Bela Negara

Baskara dengan Medali Perak, Medali Perunggu, dan Special Award

Baskara dengan Medali Perak, Medali Perunggu, dan Special Award

BENGKEL PAIJO GO INTERNASIONAL LAGI

Update info aktifitas Bengkel Paijo…

Tadi siang (4 Okt 2014, salah satu crew andalan Bengkel Paijo (Baskara) menerima surat dari LIPI yang berisi pemberitahuan bahwa ia akan dikirim oleh LIPI untuk mengikuti lomba International Expo for Young Inventor (IEYI) yang akan berlangsung di SMESCO Jakarta pada tanggal 29 Okt sampai 2 Nop yang akan datang. Keikutsertaan Bengkel Paijo dalam IEYI kali ini adalah yang kedua kalinya, setelah tahun lalu crew senior (Wisnu) dengan karya yang berjudul Detektor Telur Busuk sukses membawa pulang Medali Emas dan piala The Best Invention kategori Food & Agriculture dari IEYI di Kualalumpur serta mendapat penghargaan Special Award dari lembaga penelitian Thailand. Berkat prestasi tersebut, Wisnu diundang untuk menjadi bintang tamu dalam Kick Andy Show berjudul Mengejar Mimpi di Usia Dini yang telah ditayangkan Metro TV pada tanggal 25 dan 27 Juli yang lalu, dan dapat ditonton di You Tube: http://www.youtube.com/watch?v=DamUrCVlvCQ

Untuk IEYI kali ini, LIPI sekaligus mengikutkan 2 karya Baskara yaitu:

1. Electronic Wet Floor Sign (EWFS), yang merupakan Juara 1 lomba National Young Inventor Award (NYIA) 2013 di LIPI. Alat yang akan diikutkan IEYI pada kategori Safety & Health tersebut merupakan sebuah papan peringatan lantai basah yang dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi lantai basah dan akan mengedipkan lampu LED sebagai penanda bahwa lantai masih basah. Dengan memasang EWFS, maka keselamatan pejalan kaki di mall, sekolah, rumah sakit, hotel, dan tempat umum lainnya lebih terjamin karena terhindar dari kecelakaan terpeleset lantai basah. Pada IEYI kali ini, EWFS harus bersaing dengan 26 karya dari luar negeri (Hongkong, Malaysia, Philipines, Taiwan, Thailand) dan beberapa karya dari Indonesia lainnya.

2. Smart Water Gate-2 (SWG-2), yang merupakan salah satu karya Baskara yang legendaris (master piece) yang telah berhasil menjadi finalis beberapa lomba tingkat nasional yaitu: finalis Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2012 di ITS Surabaya, finalis Indonesia ICT Award (INAICTA) 2012 di Kemenkominfo, dan finalis National Young Inventor Award (NYIA) 2013 di LIPI. Alat yang akan ikut IEYI kategori Food & Agriculture tersebut merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk membuka dan menutup pintu air tambak secara otomatis mengikuti siklus pasang air laut. SWG-2 dilengkapi dengan beberapa sensor untuk mendeteksi ketinggian air tambak dan air kanal (penghubung tambak dan laut) sehingga dapat memastikan bahwa timing membuka dan menutup pintu air pada saat yang selalu tepat menyesuaikan dengan pola pasang naik dan pasang surut air laut mengikuti kalender bulan. Hal tersebut sangat penting dalam kegiatan pertambakan ikan dan udang karena keterlambatan dalam pembukaan pintu air dapat menyebabkan tanggul jebol, sedangkan keterlambatan penutupan pintu air dapat menyebabkan air tambak habis sehingga ikan bisa mati. Dalam IEYI kali ini, SWG-2 harus bersaing dengan 9 karya dari luar negeri (Thailand, Taiwan, Philipines, dan Egypt) serta beberapa karya peserta lain dari Indonesia.

Mohon dukungan doa dari para crew, saudara, sahabat, dan netter semuanya agar rangkaian persiapan maupun acara aman terkendali, lancar jaya, dan sehat selamat semuanya serta berhasil membawa pulang medali emas. Terimakasih dan salam eksperimen.

 

Bengkel Paijo Masih Eksis di LCEN

Bengkel Paijo merupakan bengkel amatir untuk menyalurkan hoby para eksperimenter yang sudah mendekati obsesi dan maniak teknologi. Secara umum ada 3 fokus yang digeluti yaitu elektronika, komputer, dan teknologi tepat guna. Diantara fokus tersebut yang paling produktif adalah elektronika yang telah meloloskan belasan finalis di lomba tingkat nasional dan telah mengoleksi beberapa piala/medali/trophy juara nasional dan internasional. Sedangkan untuk bidang komputer, belum pernah mengikuti lomba tingkat nasional namun telah menghasilkan beberapa produk unik yang out of the box seperti Master Pembuat TTS, Master Desain Anyaman, dan lain-lain. Untuk bidang teknologi tepat guna, sudah ada beberapa produk yang diikutkan lomba namun baru ada satu yang berhasil meraih prestasi yaitu Mesin Paijo menjadi  finalis lomba Ristek-MedcoEnergy Award 2007 di Kementrian Ristek. Meskipun sekarang masih berstatus bengkel amatir, namun sudah ada rencana dan persiapan untuk menjadi bengkel profesional dalam beberapa tahun ke depan.  Bidang yang menjadi fokus tentu saja tidak jauh-jauh dari 3 bidang di atas meliputi desain, pembuatan protytype, produksi, dan pemasaran produk. Namun demikian, aktivitas menyiapkan anak-anak muda untuk mengikuti lomba tetap akan dilakukan untuk turut ambil bagian dalam membangun kemandirian teknologi bagi bangsa Indonesia. Meskipun saya jarang punya waktu untuk mengupdate blog ini, tapi percayalah bahwa saya selalu memantau komentar pembaca melalui email dan akan menjawab pertanyaan yang saya rasa harus saya jawab, meskipun tidak semuanya bisa/sempat saya jawab.  Berikut ini saya update informasi yang membuktikan bahwa Bengkel Paijo masih tetap eksis dengan meloloskan 3 tim finalis pada Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN XVIII) kategori Applied Electronic di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yaitu: 1. Tim Gradasi, dengan karya berjudul Electric Traffic Sign, finalis peringkat-1. 2. Tim Ghifari, dengan karya berjudul Smart Lamp, finalis peringkat-5. 3. The A Team, dengan karya berjudul Helm Gedhek, finalis peringkat-8. Tim kebanggaan Bengkel Paijo tersebut terdiri dari anak-anak muda jagoan elektronika yang telah dan sedang digembleng secara intensif untuk memenangkan piala kejuaraan LCEN yang akan berlangsung 24-25 Mei yang akan datang. Disamping lomba LCEN, The A Team juga akan mewakili Indonesia dalam ajang International Expo for Young Inventor (IEYI) pada bulan Oktober tahun ini setelah berhasil meraih trophy juara-1 lomba National Young Inventor Award (NYIA) di LIPI akhir tahun lalu. Karya yang diusung berjudul Electronic Wet Floor Sign. Demikian update info, mohon bantuan doa agar persiapan final LCEN lancar dan berhasil memboyong piala dengan selamat sentosa sehingga Bengkel Paijo tetap eksis. Terimakasih dan salam eksperimen.

EWFS Juara-1 National Young Inventors Award 2013

Electronic Wet Floor Sign (EWFS) merupakan sebuah alat sederhana yang dikembangkan dari penanda lantai basah biasa. Fasilitas tambahan pada EWFS hanyalah berupa sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi untuk mendeteksi kondisi lantai apakah dalam keadaan basah atau kering. Jika lantai basah karena barus selesai dipel, maka lampu merah akan menyala dan berkedip-kedip. Dan jika lantai sudah kering maka lampu tersebut akan padam dengan sendirinya.

Begitu sederhananya EWFS, sehingga nyaris tidak mampu menarik perhatian juri maupun pengunjung pameran. Lain halnya dengan Smart Water Gate-2 (SWG-2) yang dengan bunyi buzzer, kerlipan lampu indikator, dan gerakan buka-tutup pintu air langsung menyedot perhatian juri dan pengunjung terutama anak-anak sekolah. Sepanjang acara pameran, EWFS seolah tenggelam dalam gegap gempita dan gemerlapnya stand lain di gedung Widya Graha LIPI. Oleh karenanya, tidak pernah terlintas dalam pikiran saya kalau EWFS bisa mendapatkan piala apalagi meraih juara-1. Dari penampakan alat peraga, poster, dan penampilan penciptanya saja, semua stand finalis NYIA yang berjumlah 29 semuanya bagus-bagus dan ada beberapa stand yang sangat mengesankan saya. Namun takdir berkata lain. Ternyata di luar dugaan saya, stand EWFS dipilih oleh dewan juri sebagai pemenang dan mengantarkan Baskara sebagai Juara-1 NYIA 2013. Puji Tuhan.Gambar

Gambar

Bengkel Paijo Memecahkan Rekor di Lomba National Young Inventor Award 2013 LIPI

National Young Inventor Awards (NYIA) yang diselengarakan oleh LIPI merupakan salah satu lomba paling bergengsi di Indonesia. Perlu nyali yang besar, kreativitas, dan kerja keras untuk mengikuti lomba tersebut. Sejak diadakan tahun 2008 sampai sekarang, Bengkel Paijo baru  dua kali mengikuti lomba tersebut yaitu NYIA ke-5 tahun lalu dan NYIA ke-6 tahun ini. Bekal penting yang diandalkan untuk mengikuti lomba ini adalah pengalaman dari Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) di ITS Surabaya. Dengan bekal pengalaman tersebut, tahun lalu salah satu Crew Bengkel Paijo berhasil meraih Medali Perak NYIA serta meraih Medali Emas dan piala The Best Innovation di ajang International Expo for Young Inventor (IEYI) di Malaysia. Selain itu juga berhasil mendapatkan Special Award dari lembaga ilmu pengetahuan Thailand.

Sedangkan pada NYIA ke-6 sekarang ini, Bengkel Paijo mengikutkan total 5 karya dan 2 diantaranya lolos ke babak final. Dua karya tersebut adalah Electronic Wet Floor Sign pada peringkat 11, dan Smart Water Gate-2 pada peringkat ke-28 dari total 408 peserta dari seluruh Indonesia (Daftar Finalis NYIA 2013). Uniknya, dua karya tersebut dibuat secara perorangan oleh satu orang Crew saja, dan merupakan kejadian pertama dalam NYIA dimana seorang peserta berhasil meloloskan dua karya sekaligus dalam babak final.

Masuk babak final barulah tahap awal. Perjuangan yang sebenarnya baru dimulai. Selamat berjuang anakku … semoga sukses … doaku menyertaimu …

Terimakasih dan salam eksperimen.

LCEN, NYIA, IEYI, dan OSTW

Tidak terasa ternyata sudah 6 kali saya membimbing siswa dalam ajang Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) di ITS. LCEN memang merupakan lomba elektro yang paling bergengsi di Indonesia. Oleh karena itu tidak heran jika tingkat kompetisinya sangat ketat. Hal itu tentu saja membuat para peserta dan terutama finalis bekerja sangat keras untuk menjadi yang terbaik diantara yang sangat baik. Secara bobot materi, LCEN tidak kalah dengan lomba semacam NYIA yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) maupun INAICTA yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kementrian Kominfo). Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa karya finalis dan pemenang LCEN yang berhasil masuk final dan menang dalam ajang NYIA maupun INAICTA. Contohnya adalah Baskara dengan karyanya Pintu Air Tambak Otomatis, finalis LCEN XVI 2012 yang berhasil menjadi finalis INAICTA 2012. Contoh kedua adalah Wisnu dengan karyanya Detektor Telur Busuk, finalis LCEN 2009 yang berhasil menjadi juara kedua NYIA 2012, dan oleh LIPI akan dikirim ke International Exhibition for Young Inventor (IEYI) di Kuala Lumpur bulan depan (9-11 Mei 2013). Selain itu, finalis yang bersangkutan juga diikutkan seleksi untuk Outstanding Student for The World 2013 (acara OSTW 2013 ke negara Inggris) bersama-sama dengan para pemenang LKIR yang diselenggaran oleh Kementrian Luar Negeri (akan diambil 8 orang dari 11 orang yang dicalonkan oleh LIPI). Pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah ada beberapa finalis dan pemenang LCEN lain yang sukses di lomba NYIA maupun IEYI seperti Linus Nara putranya pak Gunawan Siswoyo (yang juga pembimbing legendaris LCEN sejak LCEN pertama).

Akhir kata, saya mohon dukungan dan doa dari para bloger dan netter agar Wisnu dapat berhasil meraih medali emas di ajang IEYI 2013 dan lolos seleksi OSTW 2013. Terimakasih dan salam eksperimen.