PENGALAMAN BURUK BELANJA DI LABAGA

Saya share pengalaman ini ke teman-teman supaya lebih hati-hati dan lebih teliti ketika belanja di toko online pada umumnya dan di Labaga (nama disamarkan) pada khususnya. Sampai saat ini saya sudah banyak kali belanja di toko online untuk pembelian alat dan bahan eksperimen dengan nilai ratusan ribu sampai 4 jutaan, tapi tidak pernah bermasalah. Kali ini saya justru kurang mengalami masalah ketika belanja dengan nilai terkecil yang pernah saya lakukan yaitu Rp 94.500,- (Rp 58.500,- + Rp 36.000,-) di toko online Labaga yang sangat terkenal tersebut. Berikut ini adalah kronologinya dan dinamikanya.

Beberapa waktu lalu saya memesan dua macam item barang di toko online Labaga. Kedua item barang tersebut berasal dari dua penjual/pelapak (seller) yang berbeda, tetapi menggunakan nomor order yang sama (347767345) karena saya lakukan dalam satu kali transaksi pembelian.

  • Item pertama berupa satu set produk HCS Chamfering Device Drill Bit 5-piece Set (Gold/Grey), seharga Rp 58.500,- . Kiriman barang tersebut datang persis sesuai rincian dan gambar dalam web dan email, yaitu satu set drill bit sesuai spesifikasi di atas yang terdiri atas 5 biji drill bit dengan masing-masing berukuran head 6mm, 10mm, 13mm, 16mm, dan 20mm.
  • Item kedua berupa satu set produk 90 Degrees Countersink HSS Drill Bit Wood Steel Aluminum 6.3mm to 20.5mm, seharga Rp 36.000,-. Kiriman barang tersebut datang (Sabtu pagi, 8 Okt 2016) tetapi tidak sesuai dengan rincian dan gambar dalam web dan email, yaitu hanya datang satu biji drill bit yang berukuran 8,3 mm. Seharusnya yang dikirim adalah satu set yang terdiri atas 6 biji drill bit yang masing-masing berukuran head 6,3mm, 8,3mm, 10,4mm, 12,4mm, 16,5mm, dan 20,5mm seperti rincian dan gambar dalam web dan email.

kompilasi-screenshot

Siang/sorenya saya menyampaikan komplain melalui isian form di web, yang intinya saya minta untuk dikirim kekurangan barang yaitu 5 biji yang belum dikirim yang masing-masing berukuran 6,3mm, 10,4mm, 12,4mm, 16,5mm, dan 20,5mm. Saya sampaikan juga bahwa saya akan memposting pengalaman buruk tersebut di semua grup sosmed yang saya ikuti jika tidak direspons atau tidak ada etikat baik untuk menyelesaikan komplain saya. Email saya segera ditanggapi oleh customer sevice (CS) yang minta nomor order dan foto bukti penerimaan kiriman barang dan foto fisik barang tersebut. Setelah saya kirim bukti yang diminta, CS membalas lagi yang intinya menyatakan bahwa barang yang saya terima tersebut menurut mereka sudah sesuai dengan diskripsi yang ada di web sehingga permintaan saya tidak bisa dipenuhi. CS menawarkan dua solusi untuk saya pilih salah satunya. Solusi pertama, barang saya kembalikan dan uang saya di-refund (Rp 36.000,-) tapi tidak disebutkan siapa yang harus menanggung biaya pengiriman. Saya juga tidak menanyakannya karena bukan refund itu yang saya mau. Solusi kedua, barang tetap saya terima dan saya diberikan voucher belanja Rp 50.000,- tanpa limit minimum. Saya juga tolak solusi kedua tersebut karena sejak email yang pertama saya sudah sampaikan bahwa saya komplain bukan karena masalah uang, tetapi komplain karena masalah komitmen dalam jual beli. Saya sebagai konsumen telah melunasi kewajiban saya mentransfer uang sesuai ketentuan, dan kemudian menagih janji Labaga memenuhi kewajibannya mengirim barang sesuai rincian di web dan email. CS juga menelpon saya dan mencoba menjelaskan duduk persoalannya dari sudut pandang mereka. Mereka mengatakan bahwa pihak seller (namanya Ch*nn*, dari luar negeri) tidak dapat mengirim kekurangan 5 biji drill bit yang saya klaim. Saya katakan juga bahwa tidak ada alasan yang masuk akal untuk tidak dapat mengirim karena barang sejenis masih diproduksi dan masih dijual di Labaga maupun di toko online lainnya. Saya tetap bersikeras minta hak saya atas 5 biji drill bit yang belum dikirim tersebut, dan saya jelaskan perbandingan antara isi email pesanan item pertama yang tidak bermasalah dengan item kedua yang bermasalah dimana keduanya sama-sama mencantumkan jumlah 1 (yang artinya 1 set) tetapi kiriman yang datang berbeda jumlah. Item pesanan pertama benar datang satu set berisi 5 biji drill bit persis sesuai diskripsi dan gambar, sedangkan item pesanan kedua hanya datang satu biji drill bit saja yang berukuran 8,3 mm seperti yang saya ceritakan di atas, padahal seharusnya 6 biji drill bit sesuai diskripsi dan gambar. Tetapi CS masih bertahan bahwa barang yang dikirim sudah sesuai diskripsi di web di bagian bawah: “Apa yang ada di dalam kotak: 1 x 90 Degrees Countersink HSS Drill Bit Wood Steel Aluminum 6.3mm to 20.5”. CS menjelaskan bahwa 1x itu artinya 1 biji drill bit. Sedangkan menurut saya 1x di situ artinya satu set yang berukuran 6,3-20,5 mm seperti saya uraikan di atas dan sesuai dengan gambar yang ada sebelah kirinya di email. Seandainya di sana tertulis 1 x 90 Degrees Countersink HSS Drill Bit Wood Steel Aluminum 8.3mm maka yang dia kirim sudah benar, tetapi yang tertulis tidak seperti itu. Sayapun menjelaskan bahwa seandainya benar bahwa barang tersebut dijual eceran perbiji (bukan per-set) maka di form belanja seharusnya ada tempat untuk mengisi/menuliskan pilihan ukuran barang yang dibeli, tetapi kenyataannya tidak ada. Saya juga tanya ke CS, apakah Labaga tahu ukuran drill bit yang dikirim oleh seller, dan dijawab tidak tahu. Terus saya tanya bahwa apakah mungkin drill bit ukuran 8,3 mm dipakai untuk membuat lubang ukuran 6,3 mm sampai 20,5 mm, tetapi CS tidak menjawab. Saya tanya juga bagaimana selama ini seller menentukan ukuran drill bit yang akan dikirim kepada pembeli, apakah semau-maunya seller. Dua pertanyaan terakhir itu tentu saja tidak perlu jawaban lagi karena semua informasi di web dan email jelas mengarah bahwa drill bit tersebut dijual per-set dan bukan perbiji sehingga tidak perlu disediakan tempat untuk mengisi/menuliskan ukuran. Akhirnya CS mengakui bahwa diskripsi dan gambar yang ada di web tidak clear dan dapat menyebabkan misleading/menyesatkan, tetapi tetap keukeuh menyatakan bahwa Labaga dan seller-nya (Ch*nn*) tidak dapat mengirimkan kekurangan 5 biji yang saya minta. Okey, saya menghormati keputusan mereka, dan menghargai upaya mereka yang telah merespons dengan cepat komplain saya sesuai kewenangannya, dan sudah menunjukkan sedikit etikat baik dengan menawarkan 2 pilihan solusi seperti yang saya ceritakan di atas. Namun saya juga berhak untuk menolak kedua pilihan tersebut karena dari awal saya tidak mempermasalahkan tentang uang saya yang Rp 36.000,- tetapi saya mempermasalahkan tentang komitmen Labaga dalam memenuhi kewajiban yang menjadi hak konsumen sesuai dengan yang diskripsi dan gambar di web serta diskripsi dan gambar yang dikirim melalui email secara otomatis. Mungkin sekarang atau sebentar lagi webnya akan dibenahi dan direvisi, tetapi itu tidak menghapus hak saya atas 5 biji drill bit tersebut karena revisi tidak dapat diberlakukan surut kecuali atas kesepakatan kedua belah pihak, dan saya tidak akan pernah menyepakati itu. Apakah selain saya sudah ada pembeli lain yang mengalami hal serupa, saya kira hanya Tuhan, Labaga, dan Ch*nn* saja yang tahu.

Demikian sharing pengalaman saya, semoga ke depan pengalaman serupa tidak terjadi pada saya maupun teman-teman semua. Agar lebih mudah memahami yang saya maksud dan tidak salah faham, saya sertakan screenshot email dan web dimaksud yang saya sudah beri keterangan seperlunya. Terima kasih dan salam eksperimen.

LCEN, NYIA, IEYI, dan OSTW

Tidak terasa ternyata sudah 6 kali saya membimbing siswa dalam ajang Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) di ITS. LCEN memang merupakan lomba elektro yang paling bergengsi di Indonesia. Oleh karena itu tidak heran jika tingkat kompetisinya sangat ketat. Hal itu tentu saja membuat para peserta dan terutama finalis bekerja sangat keras untuk menjadi yang terbaik diantara yang sangat baik. Secara bobot materi, LCEN tidak kalah dengan lomba semacam NYIA yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) maupun INAICTA yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kementrian Kominfo). Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa karya finalis dan pemenang LCEN yang berhasil masuk final dan menang dalam ajang NYIA maupun INAICTA. Contohnya adalah Baskara dengan karyanya Pintu Air Tambak Otomatis, finalis LCEN XVI 2012 yang berhasil menjadi finalis INAICTA 2012. Contoh kedua adalah Wisnu dengan karyanya Detektor Telur Busuk, finalis LCEN 2009 yang berhasil menjadi juara kedua NYIA 2012, dan oleh LIPI akan dikirim ke International Exhibition for Young Inventor (IEYI) di Kuala Lumpur bulan depan (9-11 Mei 2013). Selain itu, finalis yang bersangkutan juga diikutkan seleksi untuk Outstanding Student for The World 2013 (acara OSTW 2013 ke negara Inggris) bersama-sama dengan para pemenang LKIR yang diselenggaran oleh Kementrian Luar Negeri (akan diambil 8 orang dari 11 orang yang dicalonkan oleh LIPI). Pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah ada beberapa finalis dan pemenang LCEN lain yang sukses di lomba NYIA maupun IEYI seperti Linus Nara putranya pak Gunawan Siswoyo (yang juga pembimbing legendaris LCEN sejak LCEN pertama).

Akhir kata, saya mohon dukungan dan doa dari para bloger dan netter agar Wisnu dapat berhasil meraih medali emas di ajang IEYI 2013 dan lolos seleksi OSTW 2013. Terimakasih dan salam eksperimen.

MENJADI MILYARDER DALAM WAKTU SETAHUN ( bag-1 )

“Dengan menyetor modal hanya 100 ribu, anda bisa mendapatkan uang 1 milyar hanya dalam waktu satu tahun”. Semacam itulah biasanya bunyi iklan dari pengelola MONEY GAME. Dalam iklan tersebut, biasanya dilengkapi juga dengan tabel dan contoh perhitungan detail yang menjelaskan logika bagaimana proses mendapatkan uang 1 milyar dengan modal hanya 100 ribu. Penjelasannya biasanya sangat matematis dan “logis” sehingga sehingga sangat menyakinkan calon korban peserta yang ingin cepat kaya mendadak dari uang “halal” tanpa perlu banting tulang. Baca entri selengkapnya »

LAGI MOGOK

Dalam beberapa bulan terakhir ini tidak ada satupun aktivitas eksperimen yang saya lakukan, persiapan lombapun tidak, membimbing team juga tidak. Saya lagi mogok, Baca entri selengkapnya »

PINDAH RUMAH

Hari Sabtu kemarin (30 Agust 2008) merupakan hari bersejarah bagi saya sekeluarga. Pada hari itu kami pindahan dari rumah dinas (fasilitas kantor) ke rumah pribadi (cicilan). Meski pindahnya tidak jauh (sekitar 1 km), tapi ternyata repot juga. Meskipun kami sudah mencicil untuk memindahkan barang-barang kecil yang bisa diangkut pakai sepeda motor selama dua minggu terakhir, tapi ternyata masih banyak juga yang belum terangkut sampai sekarang. Pada hari Sabtu tersebut, khusus mengangkut perabotan rumah mulai dari kasur, meja-kursi, lemari, rak buku, yang fital untuk menunjang kehidupan di rumah baru. Karena barang yang diangkut tidak banyak, maka selesai hanya dalam 4 kali angkut dengan kijang opencap bantuan dari kantor. Yang sampai sekarang belum tersentuh sama sekali adalah bengkel eksperimen beserta isinya yang masih menunggu kesiapan bengkel baru nan sempit di belakang rumah baru. Barang-barang di bengkel ini yang justru lebih banyak dan juga lebih berat daripada perabotan rumah karena sebagian besar terbuat dari besi. Selain itu juga ada tumpukan aneka macam besi (stok bahan eksperimen) yang beratnya tidak kurang dari satu ton di gudang yang juga musti dipindahkan. Saya perkirakan akhir bulan ini (akhir Sept 2008) pindahan baru benar-benar tuntas. Setelah itu baru menyusul pemberkatan rumah. Baca entri selengkapnya »

LOMBA LAGI, LAGI-LAGI LOMBA

Mencari alasan untuk tidak ngeblog ternyata sangat mudah. Salah satu alasan andalan saya adalah sibuk karena persiapan lomba. LCEN 2008 di ITS baru saja berlalu dan sekarang sudah ada even baru lagi yang diselenggarakan oleh BPPT, LIPI, dan Kementrian Ristek. Kalau persiapan LCEN menyita waktu berbulan-bulan, maka persiapan lomba yang lain juga tidak jauh berbeda. Untuk lomba kali ini, bukan hanya team binaan saya yang ikut ( kategori SMA ). Saya bersama dengan anak saya sebagai eksperimenter bonek juga ikutan pada kategori umum/peneliti. Soal target prestasi tidak muluk-muluk, minimal masuk babak final dan kalau bisa meraih juara 2 nasional. Bagi saya, yang penting anak-anak ( team binaan maupun anak-anak saya ) belajar tentang bagaimana menjadi peneliti ( bonek ) sepenuh hati dan bagaimana mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba karya ilmiah tingkat nasional. Maklum, mereka ini masih pemula dan baru punya sedikit pengalaman. Berita baiknya, mereka semua berbakat dan masih sangat muda serta memiliki semangat juang yang tinggi.

Berkaitan dengan kesibukan penulisan karya ilmiah dan pembuatan prototype alat tersebut, maka saya masih akan terus menghilang dari duni blog setidaknya sampai akhir Agustus. Untuk teman-teman yang telah menulis coment di blog ini dan mengharapkan tanggapan saya, saya mohon maaf kalau untuk sementara ini saya belum bisa memberikan jawaban atau tanggapan. Mudah-mudahan anda tidak kapok mengunjungi dan tetap menulis coment di blog ini. Terimakasih dan salam eksperimen.

 

TEAM BINAAN PAIJO SIAP MENGHADAPI LCEN 2008

Mulai hari ini ( Selasa 18 Des’07 ) mungkin sampai akhir Januari 2008, saya akan istirahat ngeblog dulu. Bukan karena bosan atau capek apalagi kehabisan ide, tapi karena pekerjaan kantor lagi banyak ( mo tutup buku ) yang bersamaan dengan persiapan team binaan saya menghadapi babak penyisihan LCEN 2008 di ITS. Alasan kedua lebih dominan karena saya membina 4 kelompok yang Baca entri selengkapnya »

PAIJO SEDANG BELAJAR MENULIS BUKU

Dalam setahun terahir ini, banyak masukan dan dorongan dari teman-teman saya baik di dunia nyata maupun di blogosphere supaya saya membukukan hasil-hasil eksperimen yang telah saya lakukan selama ini. Sebagian diantaranya menyampaikan bahwa cara tersebut akan memungkinkan hasil karya saya dapat dibaca, diketahui, dikaji, serta dinikmati dan digunakan oleh lebih banyak lapisan masyarakat. Dengan cara yang sekarang ( ngeblog ), hanya sebagian kecil masyarakat khususnya yang mempunyai akses internet yang dapat mengakses hasil-hasil karya saya, itupun hanya sekelumit dari kisah atau cerita semata. Padahal saya punya banyak hal yang lebih bernilai untuk disharingkan yaitu Baca entri selengkapnya »

YANG TERLAWAT DAN YANG TERLEWAT

Dalam dua minggu terakhir ini, banyak hal yang terjadi selama saya libur ( cuti ) dan mudik ke kampung halaman ( Yogya dan Magelang ). Persisnya saya berangkat mudik Jumat sore 5 Oktober 2007 dan tiba kembali Minggu pagi 21 Oktober 2007. Sebelum berangkat cuti, banyak hal yang direncanakan tapi tidak semuanya kesampaian. Baca entri selengkapnya »

IDUL FITRI

Meskipun agak telat, saya ucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1428 H kepada para Baca entri selengkapnya »

« Older entries