Pawang Naga LCEN

Pawang singa, pawang buaya, dan pawang ular, itu sudah biasa kita dengar. Tapi kalau pawang naga??? Istilah naga LCEN pertama kali muncul dalam pembicaraan kru Bengkel Paijo ketika persiapan babak final LCEN 2007. Waktu itu para kru bengkel sedang membahas peluang untuk menang  dan  memetakan kekuatan team dari sekolah lain yang merupakan saingan terberat yang harus diperhitungkan. Jadi yang dimaksud naga LCEN adalah team dari sekolah-sekolah yang tiap tahun langganan masuk final LCEN dan sering berhasil meraih piala. Siswanya cerdas dan kreatif, serta didukung guru pembimbing yang paripurna dibidangnya. Beberapa naga LCEN waktu itu antara lain: SMP-SMA Petra Surabaya, SMA Unggulan BPPT Al-Fatah Lamongan, SMAN 1 Denpasar, dan beberapa sekolah lain yang sudah sering masuk final LCEN sebelumnya. Dalam pembicaraan tersebut, para kru Bengkel Paijo terobsesi untuk menjadi pembunuh naga yaitu mengalahkan para pesaing berat dari sekolah-sekolah naga LCEN tersebut di atas. Sebagai pendatang baru di LCEN yang baru ikut kedua kalinya (pertama ikut tahun 2006 dan lolos 1 finalis), para kru didampingi para dedengkot bengkel bekerja keras siang malam untuk menggodok konsep alat dan merealisasikannya untuk mewujudkan obsesinya. Segala kemampuan elektronik, mekanik, welding, soldering, carpenter, sampai presentasi dan promosi dikerahkan.Hasilnya tidak sia-sia karena mereka berhasil meraih Juara-2 dan mereka berhasil menjadi pembunuh naga. Itulah piala pertama yang diraih Bengkel Paijo yang diperoleh dengan penuh pengorbanan lahir batin. Setiap melihat piala tersebut atau ingat tentang masa-masa itu, saya sering tidak kuasa menahan air mata karena piala tersebut diperoleh dengan tetesan keringat, darah dan airmata. Begitu banyak cobaan menerpa dan musibah menimpa sejak persiapan babak final. Sampai beberapa hari setelah pulangpun, musibah besar masih menimpa.

Tak terasa, waktupun berlalu begitu cepat. Bengkel Paijo ternyata telah mengikuti LCEN 5 tahun berturut-turut sejak 2006 sampai 2010. Dalam kurun waktu tersebut, Bengkel Paijo telah meloloskan total 12 team finalis dan meraih 5 piala. Jadi kalau ditakar berdasarkan pembicaraan para kru bengkel tahun 2007, sekarang Bengkel Paijo bukan lagi pembunuh naga melainkan sudah menjadi naga yang diincar para pembunuh naga dari bengkel lain. Pada LCEN 2007, Bengkel Paijo meraih juara-2 Eldas Non-mikro, itulah piala pertama yang berhasil diraih sejak Bengkel Paijo secara resmi berdiri tahun 2005. Kemudian tahun  2009, Bengkel Paijo mempermantap posisi dengan meloloskan 5 team finalis LCEN, rekor baru LCEN yang belum terpecahkan hingga sekarang. Waktu itu, 5 dari 16 finalis LCEN 2009 kategori pelajar berasal dari Bengkel Paijo. Meski dukungan sponsor tidak seheboh tahun-tahun sebelumnya, tapi hasilnya luar biasa, juara-2 Eldas Mikro dan juara-1 Eldas Non-mikro. Kemudian tahun 2010, Bengkel Paijo berhasil mengukuhkan diri sebagai naga LCEN dengan meloloskan 2 finalis dan keduanya berhasil meraih juara-1 dan juara-2 Eldas Non-mikro.

Berdasarkan catatan prestasi dalam dua tahun terakhir sebagai juara bertahan, maka para kru Bengkel Paijo harus menanggung beban moral yang berat dalam persiapan LCEN XVI 2012 yang pendaftarannya ditutup pukul 23.59 WIB Minggu malam yang lalu. Target mereka sudah jelas, yaitu harus meraih juara-1 Eldas Non-mikro yang notabene merupakan spesialisasi atau ciri khas produk andalan Bengkel Paijo. Mereka dituntut untuk dapat membuktikan bahwa mereka adalah anak-anak naga sejati, dan bukan hanya ular sawah yang dibesarkan di sarang naga. Siapakah mereka dan seberapa hebat ide kreasinya, kita tunggu buktinya pada pengumuman finalis 17 Maret yang akan datang. Adapun team-team naga tersebut adalah:

  1. Team AURORA yang dikomandani oleh Wisnu (veteran finalis LCEN XIV 2009) dengan anggota Bagus dan Yoga dari SMA Taruna Nusantara Magelang, dengan judul karya EASY GUITAR (Alat Bantu Berlatih Main Gitar Yang Praktis, Mudah, dan Murah). Konsep ide telah digarap sampai menjadi sketsa dan skema rangkaian serta simulasi komputer pada libur lebaran bulan September 2011. Perancangan dan pengerjaan PCB , casing, dan user interface telah dirampungkan dalam libur natal bulan Desember 2011. Seluruh komponen dan bahan sudah lengkap, tinggal dipasang dan disolder pada dua lembar PCB raksasa yang masing-masing berukuran 19 x 38 cm. Meski berkonsultasi tentang makalah hanya melalu e-mail dan chating dengan saya di YM maupun FB, makalah dari team ini tergolong ultimate berkat bimbingan intensif dari Bapak Kuncoro, pamong Kimia yang sudah lama malang melintang di dunia KIR. Jadi team AURORA merupakan team yang sangat siap untuk masuk final dan siap untuk menang meskipun berdomisili ribuan kilometer di seberang lautan dari lokasi Bengkel Paijo.
  2. Team The PI Engineer yang dikomandani oleh Made dengan anggota Seno dan Gresberg dari SMA YPS Soroako, dengan judul karya THE ELECTRONIC FLAGMAN (Lampu Lalu Lintas Untuk Proyek Perbaikan Jalan). Meski konsep ide baru muncul dan digarap mulai bulan Februari 2012, peluang masuk final team yang seluruh anggotanya berasal dari PI alias “Pondok Indah” (pondoknya sekarang tinggal kenangan karena sudah dirobohkan terkena pembangunan gedung baru) sama besarnya dengan peluang Team Aurora. Dengan gambar skema dan simulasi komputer yang jumlahnya sama dengan Team Aurora yaitu sebanyak 6 halaman A4, wajar kalau Team AURORA sempat keder terhadap hasil karya The PI Engineer. Dengan skema dan simulasi komputer yang memuat lebih dari 50 IC ini, serta dengan sketsa simulasi lapangan yang realistik, membuat makalah dari team ini tergolong killer. The PI Engineer juga merupakan the dream team yang siap masuk final dan siap menang.
  3. The A Team adalah team yang hanya beranggotakan satu orang yaitu Baskara. Meski gagal merekrut pasukan berani capek, Baskara tetap berhasil menyelesaikan makalahnya seorang diri. Sepertinya telah menjadi ciri khas dari SMP YPS Singkole yang telah dua kali sukses meloloskan finalis single fighter yaitu: Wisnu pada tahun 2009 (sekarang komandan team Aurora SMA TN), dan Ikhnaton pada  tahun 2010. Meskipun Baskara adalah kru yang paling yunior, tidak berarti dapat dianggap enteng oleh kru lain. Kameraman finalis KWN 2010 (Kids Witness News) yang diselenggkaran oleh Panasonic tersebut telah merampungkan konsep idenya pada bulan Nopember 2011 dalam sketsa, skema dan simulasi komputer sebanyak 2 halaman A4. Anggota Team peraih The Best Research KWN 2010 Panasonic tersebut memiliki ciri khas bahasa tulisan yang lugas, tajam, dan singkat yang membuat makalah hasil karyanya cukum menggigit. Ide sederhana dapat diuraikannya dalam makalah yang berjumlah total 25 halaman yang didominasi oleh gambar/sketsa dan diagram alir. Kesederhanaan konsep alat menjadi kekuatan dari The A Team yang jika masuk babak final tidak akan menemui banyak kesulitan untuk merealisasikannya dalam bentuk alat. The A Team yang dibackup oleh Bapak Taslim Persada (guru elektronika) adalah naga kecil yang siap masuk final dan siap menang.

Suatu hari sekitar sebulan yang lalu, anak saya membayangkan seandainya ketiga team naga tersebut di atas berhasil masuk babak final semuanya dan berkata pada saya: “Seandainya ketiga team masuk final semua berarti ada 3 naga LCEN dari Bengkel Paijo, dan bapak yang menjadi pawang tiga naga. Jadi naga manapun yang menang, berarti bapak yang menang, keren”. Menjadi pawang naga memang keren, tapi jelas tugasnya sangat berat, apalagi menjadi pawang tiga naga sekaligus. Terutama bagi saya, Paijo, hanya  seorang eksperimenter bonek yang jelas-jelas bukan tukang insinyur, belajar elektronika juga hanya otodidak, apalagi mata pencaharian sehari-hari saya hampir sama sekali tidak berhubungan dengan elektronika. Jadi apa resep rahasianya? Hanya dua, kemauan keras dan hasrat 100% untuk menang. Berapapun harganya, saya bersedia membayarnya (dengan kerja keras) tunai dan dibayar di muka, tanpa tawar menawar. Anda tidak percaya resep rahasia saya tersebut??? Saya telah membuktikannya saudara. Lima tahun lalu saya mengikuti lomba Ristek Medco-Energy Award 2007 yang diselenggarakan oleh Kementrian Negara Riset dan Teknologi. Dengan mengikuti resep rahasia tersebut, saya menjadi satu-satunya finalis lomba rekayasa bidang energi (dari total 5 finalis) yang tidak memiliki background pendidikan teknik dan satu-satunya finalis dari bengkel amatir (bukan lembaga penelitian dan bukan perguruan tinggi). Meski saya tidak menjadi juara dan hanya berada di peringkat 3, saya merasa sangat terhormat karena saya yang hanya orang awam dan belajar mengenai mesin hanya secara otodidak ternyata dapat berada bersama-sama dengan orang-orang hebat dari seluruh Indonesia dalam upacara peringatan Hakteknas ke XII (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke XII) di Kementrian Negara Riset dan Teknologi bersama Bapak Wakil Presiden Yusuf Kalla. Terimakasih dan salam eksperimen.

Bersambung ke MEMBESARKAN ANAK ELANG: ( Apakah anak naga harus dibesarkan oleh seekor naga? Apakah seekor induk ayam dapat membesarkan anak elang?  Bagaimana cara seekor induk elang membesarkan anaknya?)

7 Komentar

  1. alaika said,

    Oktober 24, 2012 pada 1:25 pm

    salam kenal mas Paijo…🙂

  2. guruh said,

    Mei 23, 2012 pada 3:05 am

    Kueren Om iki, saya guruh dari Tim Himafi Teknobiomedik Unair yang sama-sama jadi finalis LCEN 2012 kemaren, bagus bgt artikelnya om, mantab bener , kunjungi blog kere saya ya Om, heheh Lapantech.blogspot.com

  3. Mei 19, 2012 pada 10:51 am

    info yang menarik

  4. Mei 19, 2012 pada 10:51 am

    infonay bagus

  5. Mei 19, 2012 pada 10:50 am

    terimakasih artikelnya

  6. Mei 8, 2012 pada 1:02 pm

    Kreatif banget si mas ini, biarpun belum berhasil jangan berhenti bereksprimen.

    Salam

  7. badru said,

    April 18, 2012 pada 9:10 pm

    artike bagus terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: