PRESTASI DI MASA KRISIS

Barusan saya buka-buka jerohan blog ini, ternyata ada dua tulisan (konsep) yang belum saya posting. Tulisan tersebut sudah mangkrak lebih dari setahun karena saya tulis di bulan Nopember 2009. Tapi entah kenapa saya ingin mempostingnya meski sudah usang dan berkarat. Maklum, eksperimenter bonek kan suka mengorek-ngorek tumpukan besi tua. Saya posting tulisan tersebut karena mengingatkan bahwa saya sudah lebih setahun tidak aktif di dunia blog. Supaya afdol, saya tambahkan juga informasi perkembangan eksperimen selama saya dalam setahun terakhir. Selamat mengikuti.

Selesailah sudah perjuangan para kru Bengkel Paijo di ajang adu kreativitas elektronika tingkat nasional yang digelar di Balai Pemuda Surabaya. Dalam Lomba Cipta Elektroteknik Nasional XIV tersebut Bengkel Paijo menurunkan 9 kru andalan yang terbagi dalam 5 team, 2 team untuk kategori elektronika dasar berbasis mikrokontroler dan 3 team untuk kategori elektronika dasar non-mikrokontroler. Masing-masing team juga didampingi oleh para tetua bengkel untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Sebagai bengkel yang dikenal dengan prototype alat yang kolosal (besar dan berat), jumlah bagasi mencapai 26 koli dengan berat total 305 kg. Itupun sudah dikurangi beberapa kardus berisi unit pengendali yang ditenteng. Bagasi terberat berupa sebuah peti biru (warna keberuntungan Bengkel Paijo) yang berisi peralatan mekanik dan speedbump yang beratnya mencapai 42 kg. Meski beberapa kru mabok darat setelah 12 jam naik bus malam, tapi semangat segera pulih setelah check in dan makan pagi di bandara Hasanuddin. Tiba di Surabaya langsung check in di penginapan dan makan siang di Galaxy Mall. Setelah perut kenyang, para kru mulai sibuk mengecek prototype alat masing-masing siapa tahu ada yang rontok akibat perjalanan jauh. Ternyata semua dalam keadaan baik kecuali stempel otomatis yang memang masih ada error sejak di bengkel. Hari kedua, rombongan pindah ke hotel lain agar berkumpul dengan peserta lain. Sore harinya, saya dan seorang kru andalan diajak panitia untuk talkshow di radio Hardrock FM Surabaya selama sekitar 1 jam. Selesai talkshow, saya langsung menuju Balai Pemuda untuk mengikuti technical meeting sekaligus mengarahkan kru menata stand.
Besok paginya, opening ceremony ditandai pemukulan gong oleh Mendiknas bapak Muhammad Nuh. Selesai pembukaan, Mendiknas meninjau semua stand dan berjabat tangan dengan para finalis. Pada saat Mendiknas sampai pada stand Helm Pijat (salah satu andalan Bengkel Paijo), salah satu kru menawarkan Helm Pijat untuk dicoba oleh Mendiknas. Setelah Mendiknas selesai mencoba dan memuji kreativitas kru, Mendiknas melanjutkan kunjungan ke stan lain.

Tulisan di atas saya ketik setelah selesai penjurian. Hasil akhirnya, bengkel Paijo pulang dengan memboyong piala Mendiknas dan piala Walikota Surabaya. Piala Mendiknas untuk Juara I Eldas Non-Mikrokontroler dengan karya Dynamic Speed Bump (polisi tidur yang apresiatif terhadap pengendara yang patuh) oleh Sleeping Policeman Team (Ryan Naiola & Vincent Aditya Suciadi). Sedangan Piala Walikota Surabaya untuk Juara II Eldas Berbasis Mikrokontroler dengan karya Helm Pijat oleh Team Juisils (Sita Nurazmi & Anti). Untuk tiga team lainnya masih harus bersabar, introspeksi, dan belajar dari kekalahan agar dapat meraih prestasi di tahun 2010. Secara umum, target tahun 2009 tercapai bahkan terlampaui walaupun bengkel lagi dilanda krisis. Krisisnya adalah tidak ada sponsor yang bersedia menanggung konsumsi kru selama persiapan babak final sehingga semua kru repot mengurus konsumsi masing-masing. Akibatnya banyak terjadi lost time terutama di sekitar jam makan. Akibat lainnya, hampir semua kru pernah jatuh sakit karena makan tidak teratur dan tidak tersedianya makanan dan minuman ekstra.
Pada tahun 2010, saya juga sibuk mempersiapakan para kru bengkel Paijo untuk mempertahankan gelar juara LCEN. Dari sekitar 40-an calon, terpilih 4 team (8 orang) yang layak. Dua team bergabung sebagai kru bengkel Paijo dan dua team lain ikut bengkel lain yang merupakan partner bengkel Paijo juga. Ternyata dua team bengkel Paijo semuanya lolos ke babak final sedangkan sisanya tidak lolos. Untuk mempersiapkan babak final, bengkel Paijo buka siang-malam setiap hari. Persiapan dimulai dari bulan Juli hingga Oktober (3 bulan). Bagian yang krusial adalah mengecek dan menyempurnakan desain rangkaian dengan menggunakan software simulator. Dengan software tersebut, eksperimen dapat dilakukan di komputer sehingga hemat waktu, tenaga dan biaya dengan hasil 90% akurat. Ini kali pertama kru bengkel Paijo menggunakan simulasi digital setelah saya mendapat pelatihan di iSTTS (institut Sain Terapan dan Teknologi Surabaya) Nopember 2009. Dan hasilnya ternyata luar biasa karena pada LCEN XV 2010 yang diselenggarakan di Gramedia Expo tersebut kru bengkel Paijo berhasil menyabet juara I dan II kategori Eldas Non-Mikrokotroler. Untuk itu saya sampaikan terimakasih kepada Bpk. Budi Santosa dan Bpk. Setya yang telah memberikan pelatihan kepada kami. Team Street Lighter (Sahrum & Maureen) dengan karya The Rainbow Traffic Light meraih juara I, sedangan Team Voyager-2 (Iqra & Marlin) meraih juara II. Selesai pengumuman jara, maka Sesuai adat kebiasaan bengkel saya ajak semua kru beserta pendukungnya (Mas Roni, Mas Andi, Eka, Mona, dll) untuk merayakan kemenangan di RM Dapur Desa di jalan Basuki Rahmat. Sekali-sekali makan di tempat makan para artis/selebritis, kapan lagi. Eksperimenter kan berhak sok seleb juga kan. Hari terakhir, saya beserta kru berkesempatan jalan-jalan ke jembatan Suramadu untuk berfoto-foto. Sayang sekali kamera Canon saya rusak sehingga gambarnya blur dan tidak layak tayang.
Untuk tahun 2011, saya memutuskan untuk kembali jalan yang benar (emangnya selama ini tersesat???) dengan mengurangi aktivitas eksperimen serta kembali fokus ke pekerjaan utama. Selain itu, saya juga akan mengembangkan talenta saya yang lain yaitu menulis buku. Sudah ada beberapa draft judul buku yang perlu segera diteruskan agar tidak keburu melempem atau basi. Ada juga godaan lain untuk mengembangan multimedia setelah ikut TOT (Train of The Trainer) di Makassar. Untuk itu saya mohon dukungan, masukan, dan saran dari para bloger dan netter sekalian.
Terimakasih dan salam eksperimen.

Iklan

6 Komentar

  1. sabaryono said,

    Desember 21, 2011 pada 7:08 pm

    Salam kenal Mas Paijo
    Sebaiknya mas paijo buat buku dan Multimedia
    karena lebih luas cakupan aksesnya.
    selamat Berkarya Lagi

  2. asrulyanuar said,

    Juli 20, 2011 pada 4:28 am

    assalamualaikum 🙂

    Pak saya asrul, tim elektro ITS di final LCEN 2009 yang sempat kenalan dengan bapak dan juga sempat ketemu di final IEE 2010 LCEN kemarin (cuman saya sudah juga jadi pembimbing 🙂 SMAN 5 Surabaya yang kemarin bikin alat wudhu otomatis).

    Semoga bisa terus berkarya pak. Blognya sangat menginspirasi. Mudah2an tim bapak bisa lolos lagi. Dan mungkin ketemu dengan tim kami lagi 🙂

    • Paijo said,

      Agustus 9, 2011 pada 1:37 pm

      Iya saya masih ingat, semoga kita semua bisa terus berkarya demi kemajuan generasi muda dan bisa ketemu lagi dalam even yang akan datang. Kayaknya LCEN tahun ini absen ya, mungkin tahun depan ada lagi. Terimakasih dan salam eksperimen.

  3. adi said,

    April 12, 2011 pada 10:55 am

    salam kenal pak,,saya sangat salut atas semua ide,kreatifitas dan ketekunan bpk mengaplikasikan hal2 yang bermanfaat bagi masyarakat,yang saat ini kebetulan masyarakat kita hanya jadi penonton dan pemakai teknologi dan negara ini jadi sarang sampah produk negara lain..ironis ya pak..kebetulan saya juga berasal dari magelang dan selama ini saya mengikuti dan mencermati blog bpk meski tidak pernah ikut nimbrung..kebetulan saya juga suka bereksperimen dan mudah2an bisa ketularan bapak hehe..
    ada yang mau saya tanyakan ke bapak,,apakah bapak bisa merancang alat untuk mengoptimalkan daya,,maksud saya seperti prisip ekonomi,,input kecil menghasilkan output besar.misalnya sebuah motor listrik 2 pk supaya bisa menarik beban yang seharusnya ditarik 6 pk dengan kecepatan tertentu.atau bisa juga kincir air berukuran kecil bisa menggerakan generator yang lebih besar..?..dengan gear box atau alat apa aja pak,,
    sebenarnya kalo bisa saya pengin bertemu langsung dengan bpk dan bisa mendiskusikan banyak hal..kalo bapak tidak keberatan boleh saya minta alamat dan no hp bpk,,bsa bpk kirim via email saya pitakom_tech@yahoo.co.id..trima kasih banyak pak ,,saya tunggu blsannya ..selamat bereksperimen dan sukses selalu,,

  4. Februari 15, 2011 pada 7:31 am

    Nice blog and good post sob…
    Lanjut terus yah…

    Ditunggu kunjungan baliknya nih..
    dan jangan lupa tinggalin jejak di postingan terakhir ane ya sob…
    🙂

  5. nando said,

    Februari 11, 2011 pada 10:24 pm

    akhirnya setelah sekian lama vacuum..
    muncul jg postingan batu ta’ pak..
    keren tulisan ta’ pak.. GJ


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: