ENAM BELAS LANGKAH MENUJU JUARA

ENAM BELAS LANGKAH MENUJU JUARA
By Paijo

Kiat-kiat yang saya sampaikan dibawah ini merupakan hasil refleksi saya setelah mendampingi team KIR SMA dalam proses persiapan mengikuti lomba eletroteknik tingkat nasional di ITB dan ITS. Dalam proses persiapan tersebut, saya berperan sebagai technical advisor ( penasehat teknis ) yang memberi pelatihan dan pendampingan hal-hal yang bersifat teknik elektronika dan mekanik. Adapun pelatihan dan pendampingan yang menyangkut masalah penulisan dan presentasi, menjadi bagiannya guru pendamping team. Sekedar informasi, jumlah team dan even lomba yang diikuti adalah :
1. LED ITB 2005
Pada even tersebut, saya membina 2 team yang semuanya masuk final. Team RADYSON finalis peringkat 1, dan team KARDANUR finalis peringkat 5 dari total 54 team dari seluruh Indonesia.
2. LCEN ITS 2006
Pada even ini, saya membina 5 team yang mana team U-One berhasil menjadi finalis peringkat 13 dari total 70 peserta dari seluruh Indonesia.
3. LCEN ITS 2007
Pad even tahun ini, ada 2 team yang dikirim dan semuanya masuk babak final. Team Apollo 02 finalis peringkat 3, dan team Spectrum 007 finalis peringkat 11 dari total 49 peserta dari seluruh Indonesia.

Saya dan para guru pendamping telah belajar banyak dari kekalahan-kekalahan pada babak final yang lalu untuk meningkatkan kesiapan team tahun ini. Kami para pendamping bersama team telah bertekad untuk kerja allout demi meraih juara. Donatur juga sudah siap mengucurkan dananya untuk mendanai seluruh kegiatan sejak persiapan awal bulan Desembar lalu sampai pemberangkatan team ke kampus ITS pada bulan Mei yang akan datang. Adapun langkah / strategi yang kami gunakan adalah sebagai berikut :

1. Mencari / menemukan even
Mencari dan menemukan even yang tepat yaitu, tepat waktu, tepat tempat, tepat jenis, tepat level. Pencarian dapat dilakukan melalui internet dengan search engine menggunakan rangkaian kata kunci berikut seperti LOMBA KIR, LOMBA KARYA ILMIAH, LOMBA ELEKRONIKA, dll.

2. Membentuk team
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membentuk team adalah musti mengikuti ketentuan lomba, berazas sukarela, dapat bekerjasama, memiliki skill beragam, dan hindari keanggotaan rangkap.

3. Konsolidasi team dan pembina-team
Agar team beserta pembina bisa solid, maka perlu konunikasi dua arah yang berkesinambungan, tumbuhkan kedekatan/keakraban yang wajar, temukan identitas team, cari “musuh bersama”, dan tumbuhkan rasa saling membutuhkan.

4. Motivasi terus menerus pembina dan team
Hindari underestimate terhadap anggota team, tumbuhkan kesadaran akan manfaat jangka panjang yang akan diperoleh.

5. Mencari ide yang kreatif
Mencari ide kreatif yang sesuai tema lomba. Pencarian dimulai dari menemukan masalah real yang sering dialami oleh banyak orang. Cari alternatif-alternatif solusinya dan kembangkan alternatif yang “tidak biasa”. Sebuah ide dikatakan kreatif jika BARU ( Bermanfaat, Asli atau orisinil, Realistis, dan Unggul ).

6. Mengumpulkan referensi dan masukan yang mendukung ide
Cari referensi dan masukan yang relevan dari buku, internet, journal, dan nara sumber.

7. Menggalang dukungan dari pihak yang berkompeten
Untuk memperlancar proses, cari dukungan dari penentu kebijakan ( pimpinan ), donatur / sponsor, ahli / praktisi, dan konsultan khusus yang berkompeten.

8. Menyusun strategi untuk menang
Kenali kekuatan dan kelemahan team maupun lawan. Jangan meremehkan lawan, jangan takabur. Cari tahu profile juri dan kriteria penilaian. Fokuskan pada kriteria yang berbobot tinggi tanpa melupakan yang berbobot rendah. Siapakan jurus andalan sebagai kejutan untuk juri maupun lawan.

9. Menentukan metode dan pembagian kerja yang efektif
Pembagian kerja harus jelas, terbagi habis, hindari overlaping, berdasarkan skill individu, dan relatif merata.

10. Bersama-sama dan bekerjasama dalam team
Tumbuhkan rasa saling percaya, semangat saling membantu, kebiasaan saling mengingatkan, sikap saling menghargai hasil kerja teman, dan tidak saling menyalahkan jika terjadi masalah atau kegagalan.

11. Latihan yang intensif
Sesudah prototype alat dan fie presentasinya selesai, maka perlu latihan presentasi. Supaya efektif, maka latihan tersebut harus terencana / terjadual, terstruktur, ada pelatih yang komperten, dukungan property, dukungan dana operasional dan kesungguhan team.

12. Pendampingan dan pembinaan yang kontinu
Karena anggota team adalah siswa yang sedang belajar, maka pendampingan dan pembinaan secara kontinu, fokus pada tujuan akhir, meningkatkan motivasi team, dan bersifat konsultatif.

13. Ujicoba / simulasi lomba
Pada minggu terakhir sebelum lomba, dapat dilakukan simulasi lomba yang dibuat semirip mungkin dengan situasi lomba sesungguhnya. Tujuan simulasi adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri, menguji kesiapan team, dan mengantisipasi situasi buruk atau kegagalan alat yang tidak terduga.

14. Berjuang di arena lomba
Pada saat lomba, perlu memperkuat keyakinan diri dengah yel-yel, tingkatkan solidaritas team, tampil sesuai strategi yang telah direncanakan dalam latihan, lakuan improvisasi jika situasi memburuk, datangkan suporter jika memungkinkan, tanamkan sikap mental siap menang atau kalah terhormat.

15. Perayaan dan reward jika sukses
Perayaan ketika berhasil menjadi juara adalah hal perlu. Perayaan merupakan wujud syukur atas keberhasilan / kesuksesan bersama dan penghargaan atas kerja keras team yang layak untuk di rayakan oleh seluruh komunitas termasuk semua pihak lain yang mendukung.
Pada proses persiapan dan pembuatan prototype, juga diperlukan perayaan-perayaan kecil untuk keberhasilan-keberhasilan ujicoba modul alat, ujicoba prototype, dsb untuk menjaga semangat kerja team. Hal itu sangat diperlukan terutama jika team berhasil melalui masa-masa yang berat penuh tantangan dan kegagalan berulang-ulang ( stack ).

16. Refleksi dan Evaluasi
Mawas diri agar tetap rendah hati. Meneliti dan merefleksikan kembali pengalaman yang telah dilalui. Menyadari manfaat maupun hikmah dan nilai-nilai tambah yang telah diperoleh. Mencatat hal-hal yang masih kurang, ide-ide dan saran-saran untuk menghadapi lomba sejenis di masa yang akan datang. Membubarkan team dan menyiapkan mereka untuk siklus sukses selanjutnya.

Langkah atau strategi di atas hanyalah merupakan hasil refeksi saya berdasarkan pengalaman saya yang belum genap 2 tahun menjadi technical advisor team KIR di sebuah SMA swasta. Jika akan diterapkan pada waktu dan tempat/sekolah yang lain mungkin perlu beberapa penyesuaian berdasarkan situasi dan sumber daya yang tersedia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih dan salam eksperimen.

Iklan

5 Komentar

  1. Rani said,

    Mei 12, 2009 pada 3:30 pm

    Gimana ya caranya nyari ide yang BARU? padahal bulan Mei ini proposal KIR harus selesai.

  2. Paijo said,

    November 6, 2007 pada 12:20 pm

    @ Myta
    Mencari ide memang susah-susah mudah. Untuk dapat menemukan ide bagus memang perlu usaha keras yaitu :
    1. Banyak membaca untuk menyerap informasi dan menambah pengetahuan. Selain dari buku juga bisa dari internet.
    2. Berlatih untuk peduli dan peka, serta mengamati dan memikirkan hal-hal dan kejadian-kejadian di lingkungan sekitar kita. Ide bagus kebanyakaan lahir dari lingkungan keseharian kita. Dari kebiasaan inilah intuisi seorang peneliti terbentuk.
    3. Sering berdiskusi dengan teman-teman yang memiliki minat yang sama untuk mencoba saling bertukar informasi dan mengolah berbagai macam gagasan. Hasil pemikiran dari dua kepala selalu lebih baik daripada satu kepala.
    4. Mulailah mencari ide dari bidang yang paling diminati. Kalau ada ide melintas, catatlah dalam sebuah buku dan uraikan secara singkat sehingga dapat menjadi sebuah bank ide untuk tahun-tahun yang akan datang. Eksperimen sukses saya ada yang idenya saya dapat 21 tahun sebelumnya dan saya catat di buku bank ide saya.

    Mungkin anda juga dapat membaca posting saya yang berisi kiat untuk menjadi kreatif di https://paijo1965.wordpress.com/mencari-ide-kreatif/
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  3. MYTA said,

    November 4, 2007 pada 12:18 pm

    SAYA SULIT MENCARI IDE UNTUK KIR. PADAHAL DI SEKOLAH,SETIAP ANAK DIWAJIBKAN UNTUK MEMPUNYAI IDE. SAYA BINGUNG HARUS GIMANA?????????

  4. Paijo said,

    Februari 26, 2007 pada 11:46 pm

    @ Arifkurniawan
    Saya jadi penasaran dengan Sun Tzu, googling dulu ah. Terimakasih.

  5. Februari 26, 2007 pada 7:24 pm

    Bagus langkah-langkahnya. Mirip manajemen perangnya SunTzu. hehehe.

    Salam Eksperimen


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: