MASUK BABAK FINAL LCEN ITS 2007

MASUK BABAK FINAL LCEN ITS 2007
By Paijo

Satu lagi kebahagian yang sekarang sedang saya alami sejak kemarin sore. Pasalnya, dua team KIR SMA yang saya bina berhasil lolos babak final LCEN ( Lomba Cipta Elektroteknik Nasional ) 2007 di ITS Surabaya. Adapun finalis tersebut adalah team Apollo02 dengan judul IndoorSunPoweredDryer sebagai finalis peringkat 3, dan team Spectrum007 dengan judul BlowingBoxDryer sebagai finalis peringkat 11 dari total 49 peserta dari seluruh Indonesia. Para eksperimenter muda inilah yang saya harapkan untuk bisa tumbuh dan berkembang menjadi Paijo-Paijo lain di masa depan yang jauh lebih kreatif, lebih produktif, dan lebih inovatif. Pada LCEN tahun ini, juga masih tetap didominasi oleh pemain-pemain lama yang sudah langganan jadi juara seperti SMP Petra Surabaya dan SMA BPPT Al Fatah Lamongan. Sedangkan SMA Taruna Nusantara Magelang untuk tahun ini absen.

Sebagai pendatang baru, KIR dari SMA yang saya bina juga bertekad untuk terus mengikuti dan mencetak prestasi di ajang kompetisi elektronika tingkat nasional tersebut setelah berhasil masuk final LED ITB 2005, LCEN ITS 2006, dan LCEN ITS 2007. Lompatan besar sudah berhasil dilakukan pada langkah pertama ketika 2 team yang ikut lomba semuanya berhasil masuk final pada LED ITB 2005 tersebut. Hal itu luar biasa karena merupakan kali pertama ikut lomba KIR yang mana kebanyakan sekolah harus melewati era penggembira atau era partisipan selama beberapa tahun dulu sebelum masuk era finalis ini. Lompatan prestasi besar itu ternyata membawa impact yang luar biasa pula pada komunitas sekolah tersebut sehingga hanya dalam waktu 6 bulan berikutnya berhasil mengukir beberapa prestasi tingkat nasional dalam lomba KIR yang lain seperti di Unibraw ( juara 3 ), di Dyatmika Bali ( juara 2 dan 3 ), di ITS ( finalis LCEN 2006 ) dan di IPB Bogor ( finalis peringkat 1 ). Jadi setelah memasuki era finalis, dalam waktu singkat sudah berhasil memasukai era juara. Seperti seekor naga yang terbangun dari tidurnya, mereka telah sadar bahwa mereka memiliki talenta besar yang jika dikembangkan bisa mengukir prestasi dan bisa membawa kejayaan sekolah di mata masyarakat. Untuk membawa sampai masuk era juara ini ada kiat-kiat yang telah saya sharingkan kepada guru-guru terutama yang pembimbing KIR. Adapun kiat-kiat tersebut merupakan hasil refleksi saya setelah membina 2 team finalis LED ITB 2005 yang telah saya rumuskan menjadi ENAM BELAS LANGKAH MENUJU JUARA yang akan saya posting di blog ini segera.

Dibalik kebahagiaan lolosnya 2 team tersebut, ternyata juga menyisakan penyesalan karena dari 9 team yang saya bina sejak bulan Desember 2006 lalu hanya 2 team finalis itu saja yang berhasil menyelesaikan karya tulisnya sedangkan 7 team lainnya tidak selesai sehingga batal dikirim. Walaupun mengalami peningkatan jumlah maupun peringkat dibandingkan tahun 2006 yang lalu ( hanya satu finalis peringkat 13 dari 70 pseserta ), namun kualitas proses mengalami penurunan. Tahun lalu, informasi lomba diterima 5 hari sebelum penutupan dan berhasil mengirim 5 karya tulis dan meloloskan 1 finalis. Sedangkan tahun ini, informasi lomba diterima lebih 2 bulan sebelum penutupan dan hanya berhasil mengirim 2 karya tulis yang untungnya semuanya lolos ke babak final. Seandainya karya tulis dari 7 team yang lain selesai, saya yakin ada satu atau dua diantaranya yang masuk final juga karena idenya cukup kreatif dan inovatif. Setelah saya lakukan evaluasi, faktor utama penyebab kegagalan tersebut adalah :
1. Lemahnya motivasi dan daya juang team, sehingga cepat menyerah dalam menghadapi tantangan dan kesulitan
2. Ketidakmampuan memanage waktu, selalu menunda-nunda pekerjaan sampai akhirnya kehabisan waktu
3. Belum bisa menentukan skala prioritas, tidak mau meninggalkan kegiatan lain yang kecil-kecil dan kurang bermakna untuk masa depan

Untuk meningkatkan kesiapan team, saya juga sempat memberikan kursus kilat elektronika dalam libur semester selama 3 hari kepada para anggota KIR yang akan mengikuti lomba tersebut. Materi yang saya berikan mulai dari pengenalan komponen, prinsip kerja sensor, rangkaian logic gate ( gerbang logika ), pinsip kerja unit pengendali, dan teknik mendesain dengan komputer. Para peserta kursus maupun guru pendampingnya pada terheran-heran melihat koleksi barang-barang saya yang aneh bagi mereka seperti berbagai macam termostat, elemen pemanas, relai, timer, saklar yang menggunakan air raksa, counter, kran solenoid, sensor tekanan, saklar push on, saklar push off, LDR, sensor basah, dsb. Mereka lebih heran lagi karena hampir semuanya bekas tapi masih berfungsi normal dan semua terpelihara. Barang-barang itulah alat presentasi andalan saya ketika memberikan kursus kilat karena nyata, bisa dilihat, bisa dipegang, bisa diukur dan bisa dicoba sendiri oleh peserta tanpa perlu penjelasan panjang lebar.

Dengan lolosnya dua team ke babak final tersebut, maka suatu pekerjaan besar telah menunggu saya yaitu membimbing dan mendampingi kedua team tesebut bersama dengan guru pembimbing team masing-masing dalam pembuatan prototype alat. Alat tersebut akan akan dipresentasikan di depan dewan juri pada babak final di kampus ITS. Sebagai technical advisor, peran saya memang berbeda dibandingkan dengan guru pembimbing. Kalau guru pembimbing lebih banyak membimbing dalam hal teknik penulisan makalah dan teknik presentasi, sedangkan saya lebih banyak membimbing dalam hal yang lebih bersifat teknis mulai dari brain storming untuk mencari dan mengolah ide, membuat desain di komputer dengan segala hitung-hitungannya, sampai pembuatan dan pengujian prototype. Harap maklum kalau peran saya lebih heboh daripada guru elektronika karena sekolah tersebut memang tidak punya guru elektronika tapi mempunyai banyak pembimbing KIR ( sekitar 6 orang ) yang sudah menghasilan prestasi di tingkat nasional. Jadi boleh dikata, sayalah guru elektronika bonek yang ngajar cuma 3 hari dan berani mendorong murid untuk mengikuti lomba elektronika tingkat nasional. Gila juga ya, karena ternyata ada peserta kursus yang memegang solder saja belum pernah. Disamping itu, saya juga berperan sebagai welder yang menyediakan jasa pengerjaan besi dan pengelasan. Hal itu bertujuan untuk menghemat waktu dan biaya disamping untuk menjamin kualitas maupun kesesuaian dengan ide dari team pembuatnya. Kalau menggunakan jasa tukang las bayaran, repot membawa barang, sulit berkomunikasi teknis, mahal, dan cenderung kurang telaten dan tidak mau melakukan pekerjaan yang rumit dan perlu ketelitian tinggi. Karena kesibukan itu, maka semua eksperimen lain ditunda dulu sampai selesainya lomba LCEN kira-kira pertengahan Mei. Mohon bantuan doa agar pembuatan prototype lancar dan syukur-syukur bisa menjadi juara. Terimakasih dan salam eksperimen.

12 Komentar

  1. 74_syipoh said,

    Oktober 25, 2008 pada 10:45 am

    Keren abizzzzzzzzzzz

  2. Paijo said,

    Maret 30, 2007 pada 8:29 am

    @ Tedy Sutedja
    Terimakasih atas apresiasi dan informasinya pak. Sayang sekali anak-anak binaan saya sudah SMA semua, tahun depan mungkin saya akan mencoba membina anak SMP. Terimakasih dan salam eksperimen.

  3. Tedy Sutedja said,

    Maret 29, 2007 pada 4:41 pm

    Mudah-mudahan belum telat… Selamat yach.

    Mas Paijo… kalau anak didiknya ada yang memiliki IQ diatas 150 dan masih kelas 3 SMP maka ybs bisa masuk ke Brilliant Class di BPK Penabur Jakarta, ybs akan tinggal di jakarta (di domitori) dan akan dididik oleh pengajar S2 dan S3, dan tentunya pelajaran yang diberikan adalah pelajaran S1 dan S2…
    informasi tambahan bisa lihat di http://www.bpkpenabur.or.id

  4. Paijo said,

    Maret 20, 2007 pada 11:11 am

    @ HJPM
    Merupakan suatu kehormatan bagi saya bisa bertatap muka dengan Prof Yohanes Surya, apalagi saya sempat bermain sulap di depan beliau yang juga merupakan pakarnya sulap fisika. Mungkin saja kesan yang beliau tangkap tentang saya terlalu berlebihan. Sampai sekarang, saya masih simpan kenang-kenangan alat sulap yang beliau berikan ketika saya mengantar beliau di air port. Terimakasih dan salam eksperimen.

  5. HJPM said,

    Maret 19, 2007 pada 11:48 am

    Saya tahu betul Anda Pak Paijo. Orang Yogya yang briliant, kreatif, pinter sulap lagi, yang hidup merantau jauh dari kampungnya. Seandainya saja pak Paijo mau “komersialkan” keahliannya pasti Bapak termasuk kepiawaian sulap-nya akan menjadi “celebrity” cendekiawan. Pak Prof Yoh Surya yang jagonya Fisika Indonesia sekaligus rektor UMN itu pernah berbisik dengan saya bahwa; “…..pak Paijo itu….nampaknya ….. ia memang “jago”, seandainya saja ia mau kembangkan lebih lanjut, pasti “laku” , gitu kata beliau. Beliau membisikan itu, ketika Pak Yo ngelihatin ketika Anda main sulap. Terus kembangkan, dan yang penting; “leave a legacy” untuk generasi mendatang. Thanks

  6. Paijo said,

    Maret 15, 2007 pada 9:57 am

    @ Mahydn
    Terimakasih, doakan agar sukses. Saya akan terus mencarikan even lomba untuk para eksperimenter muda agar memiliki kecintaan dan motivasi yang kuat untuk mengembangan teknologi baru. Terimakasih dan salam eksperimen.

  7. mahydn said,

    Maret 14, 2007 pada 7:21 pm

    slamat yach pak.semoga perjalanannya bisa sukse kedepannya .jangan lupa cari lomba yang banyak untuk anak-anak kir yanmg hobi lomba…

  8. Paijo said,

    Februari 26, 2007 pada 6:27 am

    @ Helgeduelbek
    Di daerah saya, tidak hanya guru saja yang bisa membina KIR atau ekskul lainnya. Seluruh stakeholder yang terhimpun dalam PTFA ( Parent, Teacher, and Frieds Association ) diharapkan berperan aktif sesuai kompetensinya masing-masing. Mungkin di sekolah sampean namanya bukan PTFA tapi Komite Sekolah, hanya beda nama tapi isinya sama saja. Kalau sampean dan bloger lain tambah penasaran tentang pekerjaan saya, memang itu yang saya inginkan. Tapi lama kelamaan sampean akan bisa menebak-nebak berdasarkan tulisan-tulisan saya. Perkara benar salahnya tebakan, ya itu masalah lain lagi. Doakan semoga team binaan saya bisa menang. Terimakasih dan salam eksperimen.

  9. helgeduelbek said,

    Februari 26, 2007 pada 6:06 am

    Saya penasaran kang paijo ini kerjanya kok mbina sma sebenarnya kerjaan asli njenengan iki opo toh, salut banget…. mantep banget. aku pingin jadi murid sampean KAng, ning apa nyandak otak saya yah? Siiiip

  10. Paijo said,

    Februari 26, 2007 pada 12:23 am

    @ Alief
    Terimakasih cak, doakan semoga berhasil.

    @ Rizka
    Terimakasih neng, nanti sekalian saya traktor saja.

    Salam eksperimen untuk semua.

  11. rizka said,

    Februari 24, 2007 pada 5:22 am

    hebat,,,, selamat yah Pak Paijo 🙂

    *traktir…traktir….traktir…*

    anak smp banget ya hihihihihihihihi

  12. Alief said,

    Februari 24, 2007 pada 4:22 am

    selamat buat cak paijo atas prestasi yang telah diraih. Maju terus cak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: