HUMOR AWET MUDA
CERITA ABUNAWAS
Abunawas dikasih assignment dari Sultan Baghdad
membuat satu cerita seratus kata tapi setiap kata
mesti dimulai dengan huruf ‘J’. Terperanjat Abunawas,
tapi setelah berfikir keras terutama otak kanannya,
diapun mulai bercerita:
Jeng Juleha janda judes, jelek jerawatan, jari
jempolnya jorok. Jeng Juleha jajal jualan jamu jarak
jauh Jogya-Jakarta. Jamu jagoannya: jamu jahe.
“Jamu-jamuuu…, jamu jahe-jamu jaheee…!” Juleha
jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.
Jariknya jatuh, Juleha jatuh jumpalitan.
Jeng Juleha jerit-jerit: “Jarikku jatuh, jarikku
jatuh…” Juleha jengkel, jualan jamunya
jungkir-jungkiran, jadi jemu juga. Juleha jumpa Jack,
jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan, juara
judo. Jantungnya Jeng Juleha janda judes jadi
jedag-jedug. Juleha janji jera jualan jamu, jadi
julietnya Jack.
Johny justru jadi jelous Juleha jadi juliet-nya Jack.
Johny juga jejaka jomblo, jalang, juga jangkung.
Julukannya, Johny Jago Joget. “Jieehhh, Jack jejaka
Jawa, Jum?” joke-nya johny. Jakunnya jadi
jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juleha. “Jangan
jealous, John…” jawab Juleha.
Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya
jawil-jawil jerawatnya Juleha. Juleha jerit-jerit:
“Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!” Jack
jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal
Johny, Jebreeet…, Jack jotos Johny. Jidatnya Johny
jenong, jadi jontor juga jendol… jeleekk. “John,
jangan jahilin Juleha…!” jerit Jack…Jantungnya
Johny jedot-jedotan, “Janji, Jack, janji… Johnny
jera…” jawab Johny.
Juni, Jack jadikan Johny join jualan jajanan jejer
Juleha. Jhony jadi jongosnya Jack-Juleha, jagain
jongko, jualan jus jengkol jajanan jurumudi jurusan
Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny
“jolly-jolly jumper.”
Jumpalagi, jek…!!! jangan joba-joba jikin jerita
jayak jini jagi ja…!!! jusah…!!!
CERITA PAIJO
Seperti Abunawas, Paijo juga disuruh membuat cerita dengan minimal seratus kata tapi setiap kata harus diawali dengan hurf ”K”. Tidak mau kalah dengan Abunawas, Paijo pun bercerita :
Koko kakaknya Kiki kebelet kawinin Kania, kecengannya ketika kuliah. Keduanya ketemu, kemudian kenalan ketika KKN ke kelurahan Kaliurang. Ketika keduanya ketemu kesekian kalinya, kebetulan Kania kebelet kencing. Kemudian Koko kawal Kania ke kamar kecil. Kania kawatir kalau Koko kerjain, karena Koko kayaknya kasmaran kepadanya. Kemudian keduanya kerap kelihatan kayak kekasih ketimbang kawan karib. Karenanya, Koko kecewa ketika Kondho koordinator KKN kecamatannya kepergok kencani Kania. Ketimbang Kondho, Koko kalah KO. Kalah keren, kalah kocek. ”Kondho kampret, kampungan”, komenter Koko kesal. Koko kayak kebakaran kumis karena kecemburuan. Koko keki kepada Kondho, kejantanannya keder, kelelakiannya keok. Koko kesatria kita, kelihatan kuyu karena kesialannya.
Karena kebingungan, kepala Koko kerap kenyat-kenyut kagak ketulungan. Karena kurang ketabahan, Koko kemudian kejebak ketagihan kapsul koplo. Kadang Koko kongkow-kongkow kesepian. Kadang kala kakinya Koko kaku-kaku karena kejang-kejang, kelojotan kayak kucing kesetrum. Ketika kurang kerjaan, kadang kala Koko komat-kamit kayak kesurupan. Kalau kagak, kadang kelimpungan kayak kunyuk kekenyangan kolak kolang-kaling. Kisah Koko kayak kisah kasih kagak kesampaian. Koko … Koko ….kasihan kamu.
Kamis kemarin, Koko kerepotan karena keceplosan kata. Kalau ketahuan Kania, kiri-kanan kepala koyak-koyak kayak konde ketimpa kayu. Kesudahannya konyol kayak kelapa kopyor. Kesetiaan Koko kadang kandas ketika ketemu kolega kece. Ketika ketahuan kere, kecengan kecewa Koko-pun kecele, kacau. Kemudian Koko kembali kesadarannya karena kerinduan kepada kasih Kania kepadanya. Kerap kali, Kania kisahkan keluh kesah kepadaku kapan Koko kembali. Kekuatan kerinduan kedua kekasih, kembali kaitkan kisah-kasih Koko-Kania karena kehendak khaliknya.
Kagak keren kisahnya !!! Kamu kangan kuruh kaya kulis kerita kayak kini kagi, kulit kekali !!!
BEDA GAJAH DENGAN TIKUS
Paijo : “Apa bedanya gajah dengan tikus?”
Paidin : “Kalau gajah besar, kalau tikus kecil!”
Paijo : “Kalau itu sih semua orang sudah pada tahu, yang kreatif dong!”
Paidin : “Jawaban yang benar apa dong?”
Paijo : “Kalau Lem Tikus ada yang Cap Gajah, tapi nggak ada Lem Gajah yang Cap Tikus.”
Paidin : “Oh iya ya…”
MEMASUKKAN BURUNG
Paijo adalah seorang pedagang burung yang sehari-hari jualan burung di sebuah pasar. Suatu hari, Paijo membawa puluhan burung perkutut yang barusan dibelinya di tempat penangkaran di suatu desa. Karena jumlahnya cukup banyak dan perjalanan cukup jauh, maka burung-burung tersebut tidak dimasukkan ke dalam sangkar tetapi dimasukkan ke dalam beberapa besek (kotak dari anyaman bambu) dan kemudian besek-besek tadi dimasukkan dalam keranjang kecil sehingga orang lain tidak tahu bahwa Paijo sedang membawa burung. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya mobil Colt Pickup Angkudes (angkutan pedesaan) yang ditunggunya datang juga. Setelah mobil berhenti, kernet menyuruh Paijo naik. Walaupun mobil Colt Pickup sudah penuh penumpang ibu-ibu yang mau ke pasar, tapi Paijo memutuskan untuk naik juga karena mobil berikutnya baru akan lewat sekitar satu jam lagi itupun belum tentu ada tempat kosong. “Tak apalah, yang penting nyampai”, pikirnya. Akhirnya, Paijo mengangkat keranjangnya hendak dimasukkan ke dalam mobil tapi ibu-ibu sepertinya keberatan karena tempatnya sudah terlalu sempit. Tapi bukan Paijo kalau begitu saja sudah menyerah. Paijo melihat masih ada tempat untuk keranjangnya yaitu di antara kakinya ibu-ibu. Maka dengan sedikit mengiba-iba Paijo minta ijin pada ibu-ibu, begini katanya :
“Ibu-ibu, maaf… tolong buka kakinya bu… supaya saya bisa memasukkan burung saya ke sela-sela kaki ibu…”
Mendengar kata-kata Paijo, kontan saja ibu-ibu dan kernet gaduh. Ada yang ketawa ada yang memaki-maki Paijo karena dianggap pelecehan dan berkata tidak senonoh. Menyadari adanya kesalahpahaman, maka Paijo segera memberi penjelasan.
“Ibu-ibu… tenang… tenang, maksud saya adalah burung perkutut milik saya yang ada dalam besek di keranjang ini lho. Bukan burungnya saya…”
Setelah mendengar penjelasan Paijo, akhirnya mereka hanya tertawa terpingkal-pingkal. Dasar Paijo.
ADEGAN APA ITU ???
Paijo : “Di atas paha kanan diletakkan pinggangnya, ketiak kanan menjepit pantatnya, tangan kiri memegang lehernya dan jari-jari tangan kanan memainkan sesuatu di depan lobangnya sambil mulutnya mengisap sesuatu. Adegan apa hayo?”
Paidin : “Ah gampang, itu kan adegan pemanasan sebelum bercinta!!…”
Paijo : “Salah, itu orang sedang main gitar sambil merokok!”
Paidin : “Benar juga ya…”
KOMENTAR PAIJO
Paijo adalah seorang pesuruh di sebuah SMA swasta yang cukup terkenal. Suatu siang, Paijo melihat kerumunan puluhan murid dan beberapa guru di teras ruangan kelas pelajaran Fisika. Dari suara ributnya, mungkin ada kejadian luar biasa di situ. Paijo semula acuh tak acuh, namun akhirnya ia datang mendekat juga karena salah satu guru yang juga wakil kepala sekolah memanggilnya. Setelah diusut, ternyata ada seorang siswa yang sehabis pelajaran olah raga menendang bola yang seharusnya dia bawa ke gudang. Sialnya bola tadi mengenai kaca jendela nako sampai hancur berantakan.
Dasar sekolah swasta yang sudah terbiasa berdemokrasi, tidak heran kalau guru-guru di situ memberikan komentar atas kejadian tadi. Lagi pula ini berhubungan dengan kurikulum baru yang berbasis kompetensi (KBK) dimana para siswa diharapkan tidak hanya tahu teori tapi juga harus tahu keadaan nyata dalam situasi apapun. Berikut ini adalah dialog dari beberapa guru yang ada di situ.
Wakil Kepala Sekolah : “Bagaimana pendapat atau komentar bapak-bapak guru tentang kejadian tadi ?”
Guru Fisika : “Gerakan bola tadi merupakan contoh dari gerak balistik atau gerak peluru.”
Guru Kimia : “Massa kaca sebelum dan sesudah pecah sama.”
Guru Matematika : “Lintasan bola tadi pasti merupakan kurva melengkung parabola.”
Wakil Kepala Sekolah : “Bagus sekali komentarnya. Bagaimana menurut pak Sugih?”
Pak Sugih yang guru ekonomi menjawab : “Untuk mengganti kaca yang pecah perlu biaya Rp.100000 pak.”
Wakil Kepala Sekolah : “Itu tidak masalah, kita bisa minta ke orang tua siswa yang menendang bola tadi. Bagaimana menurut Pak Paijo ?”
Paijo kaget setengah mati karena tidak menyangka kalau akan dimintai pendapat atau komentar. Tapi untuk menjaga gengsi, lagi pula dia pernah ikut nguping waktu guru-guru ditatar KBK, Paijo memberikan komentar menurut disiplin ilmunya.
Paijo : “Kalau ditinjau dari disiplin ilmu saya pak, pecahan kaca tadi… eh… anu… menambah pekerjaan saya tapi tidak menaikkan gaji saya pak!”
Wakil Kepala Sekolah : “Pintar juga pak Paijo, ada musibah malah digunakan kesempatan untuk minta naik gaji.”
BEDANYA SUSU KALENG DENGAN ASI
Paijo: “Apa bedanya susu kaleng dengan susu ibu?”
Paidin: “Ah, itu teka-teki kuno. Pasti kau habis baca di NyamukDotCom kan?”
Paijo: “Memang iya, tapi coba cari perbedaan yang lainnya lagi?”
Paidin: “Nyerah deh, aku nggak tahu…”
Paijo: “Kalau susu kaleng, itu KENTAL MANIS. Kalau susu ibu, itu KENTAL KENTUL gitu lho!!!…”
Paidin: “Dasar Paijo…”
PAIJO DAN PAIDI
Paidi yang lagi pusing mikirin kebutuhan rumah tangganya datang ke rumah sahabatnya Paijo. Begini kira-kira pembicaraan mereka.
Paidi : “Kang Paijo, tolong Aku ya …”
Paijo : “Pinjam uang lagi ya ? Yang bulan lalu saja belum kau kembalikan. Makanya kalau punya anak jangan banyak-banyak.
Butuh biaya banyak tahu ?”
Paidi : “Iya tahu kang …, tapi sudah terlanjur anakku 9 … ya mau gimana
lagi ?”
Paijo : “Pakai ini … saya kasih gratis 3, … lain kali beli sendiri ya.”
Kata paijo sambil memberikan 3 bungkus kondom. Saking senangya, Paidi langsung lari pulang sampai lupa berterimakasih.
Paijo jengkel juga karena belum sempat memberitahu bagaimana cara pakainya.
Satu minggu kemudian mereka ketemu lagi. Paidi sudah tidak sabar melaporkan
hasil pemberian Paijo sahabatnya.
Paidi : “Hebat bener Kang, obat yang Kang Paijo kasih saya minggu lalu”
Paijo : “Hebat bagaimana, wong aku belum kasih tahu kamu cara pakainya,
lagian itu bukan obat” sahut Paijo heran.
Paidi : “Begini Kang …, pulang dari sini saya langsung telan itu pemberian
kang Paijo sebelum gituan sama istriku”
Paijo : “Terus apa hebatnya ?” Tanya paijo penasaran.
Paidi : “Esok paginya aku sakit perut dan …”
Paijo : “Ya jelas sakit perut wong itu bukan obat tapi kondom kok ditelan”
Paidi : “Bukan itu kang… tapi setelah digosok minyak sama istri dan
anak-anakku akhirnya aku bisa kentut kang … dan …”
Paijo : “Dan apa hubungannya …” Tanya paijo penasaran.
Paidi : “… dan keluar gelembung seperti balon dari duburku … dan anakku
tertawa terpingkal-pingkal melihat itu … lalu …”
Paijo : “Katamu hebat. Lalu apa ? “
Paidi : “Karena ketawa terpingkal-pingkal ndak bisa berhenti akhirnya anakku
tinggal 3 “
Paijo : “Yang enam kemana ?”
Paidi : “Ketawa terpingkal-pingkal sampai mati”
Paijo : “?????????”
dewo berkata,
Oktober 30, 2006 pada 7:21 am
Lucu banget…
Setelah dihitung-hitung, aku jadi tambah awet muda beberapa jam setelah membaca “HUMOR AWET MUDA” ala Pak Paijo Paidin.
Paijo berkata,
Nopember 2, 2006 pada 6:58 am
Ceritanya sengaja dibuat lucu ….. lucu bendera, lucu cap nona, maupun lucu-lucu bathok bathoke ela-elo. Pak Dewo maupun para neter lain juga boleh mengirim cerita asal lucu dan orisinil. Jika ceritanya tidak lucu atau jiplakan dari forum lain, dengan sangat menyesal saya akan hapus.
Cerita yang paling atas ( Cerita Abunawas ) memang bukan tulisan saya tapi saya telah kembangkan sambungannya ( Cerita Paijo ). Sambungan berikutnya akan segera menyusul. Sedangkan cerita lainnya, seratus persen tulisan saya yang saya pernah kirimkan ke situs-situs lain sebelum saya punya blog sendiri. Saya sedang berusaha melacak kembali file-file lama yang berisi cerita-cerita baik yang sudah dimuat di situs lain maupun yang belum untuk meramaikan blog saya. Terimakasih.
helgeduelbek berkata,
Desember 22, 2006 pada 7:41 am
Wah bener-bener kere-aktif….
…maksa) dan AWAS….
Bekgrond blog ini mencerminkan yang punya yah…. warnanya itu… ijo pak… hehehhe gak bisa ngidentifikasi warna makanya saya sebut ijo.
Lek paijo tahu gak asal nama abunawas…? ABUN (=asal bunyi
Paijo berkata,
Desember 28, 2006 pada 7:42 am
Memang sengaja dipilih warna begitu, karena PA’-IJO alias Mister Green. Kalau soal Abu Nawas, memang begitu artinya. Di Jawa, pernah ada seorang pemerkosa yang namanya WONGSA RUMEKSO. Nama tersebut kalau diurai menjadi WONG-SARU-MEKSO, persis dengan kelakuannya. Nama memang bisa punya arti bermacam-macam. Terimakasih.
diki hamdani berkata,
Januari 19, 2007 pada 2:41 am
paijo kamu emang hebat…bikin gw jadi ketawa ketawa mulu sampai2
udah pulang kerja aja masih keinget gw jadi ketasendiri di dalem bis….
bikin lagi dong jo….
biar hidup gw happy terus……
Paijo berkata,
Januari 19, 2007 pada 4:28 am
@ diki hamdani
Terimakasih atas apresiasi anda. Cerita mana sih yang menurut anda paling lucu ? Setelah membaca comment anda, saya langsung dapat ide nulis humor lagi. Minggu depan mungkin sudah saya posting. Terimakasih dan salam eksperimen.
mrtajib berkata,
Januari 27, 2007 pada 5:40 am
ceritanya tambah terus kang….. bila perlu berseri….asik buat ketawa cekikikan sendiri/…
Paijo berkata,
Januari 29, 2007 pada 1:26 am
@ mrtajib
Saya memang akan tambah terus dengan cerita lainnya. Sebentar lagi mungkin sudah bisa diposting. Tapi mulai sekarang, saya akan posting ke halaman utama denga pertimbangan supaya langsung dilihat oleh pengunjung tanpa perlu mencara-cari lagi. Terimakasih dan salam eksperimen.
Novila berkata,
Maret 8, 2007 pada 11:25 am
Yah lumayan ceritanya untuk bikin nyengir mah…
Tapi lebih bagus lagi kalo ceritanya ditambah lebih lucu yah….
Paijo berkata,
Maret 8, 2007 pada 11:38 am
@ Novila
Bikin cerita lucu dan orisinil itu ternyata susah neng …
ina berkata,
Maret 20, 2007 pada 1:37 pm
hahahhahaa……
harusnya ada obat sakit perut juga buat menghilangkan sakit abis ketawa;-))
Paijo berkata,
Maret 22, 2007 pada 8:05 pm
@ Ina
Obat sakit perutnya beli sendiri neng, karena itu termasuk resiko membaca posting ini. Terimakasih dan salam eksperimen.
christine berkata,
Maret 23, 2007 pada 12:29 pm
Paijo kreatif banget sich..Boleh tau gak sudah berapa lama jadi humoris???awalnya bisa kocak bagaimana??Kira-kira kalau baca cerita humor paijo tiap hari,berapa banyak keriput di muka ku yang hilang ya??? ha…ha…
Paijo berkata,
Maret 26, 2007 pada 9:24 am
@ Christine
Terimakasih atas apresiasi anda. Saya jadi humoris sejak kecil, tapi kurang berkembang. Seandainya bekembang mungkin bisa jadi pelawak. Waktu kuliah di Jogya, dapat teman yang juga senang humor dan plesetan sehingga sempat berkembang selama beberapa tahun. Kocak, itu perpaduan antara bakat dan kreativitas. Prinsip dasarnya bisa dipelajari oleh semua orang. Kocak atau lucu pada prinsipnya adalah pembengkokan / pembelokan logika linier ( cara berfikir lurus ) menjadi tiba-tiba berbelok secara tidak terduga. Ide humor biasanya muncul dalam perckapan dan pemikiran sehari-hari. Setelah ada ide, langkah berikutnya adalah mengolah dan mengemasnya menjadi cerita yang menarik. Untuk dapat siap posting, kadang memerlukan waktu 1-2 minggu editing agar betul-betul okey. Kalau membaca humor saya tiap hari, dijamin keriput anda akan hilang semua tapi gigi anda bisa copot semua karena kebanyakan tertawa. Terimakasih dan salam eksperimen.
Roedhie berkata,
April 11, 2007 pada 3:20 pm
wah….. ternyata pak Paijo ini tukang lawak juga ya……………
hampir mati saya dibuatnya….
ha… ha… ha…
Roedhie berkata,
April 11, 2007 pada 3:28 pm
ha.haa.haaaa.haa
pak paijo gilakk…kk…
akupun hampir mati terkentut-kentut nih…….
Paijo berkata,
April 12, 2007 pada 8:36 am
@ Roedhie
Waduh, jangan mati pak, nanti saya bisa dituntut ke pengadilan swasta. Pak Roedhie sih ketawanya ditahan, makanya energinya keluar lewat belakang dan dikonversi jadi kentut pak. Dan kalau kentut, harap jangan membelakangi monitor, nanti baunya sampai ke sini pak. Terimakasih dan salam eksperimen.
Roedhie berkata,
April 12, 2007 pada 10:08 am
waduh …. makasih banget Pak Paijo… dah ngomentari komentar saya
Sseneng deh rasanya ada orang kayak Pak Paijo, terus terang Pak…..
Saya ingin jadi temen Bapak ……. walau kita saling gak ketemu…
Boleh gak tuh…!!!
Paijo berkata,
April 12, 2007 pada 10:34 am
@ Roedhie
Saya senang sekali jika pak Roedhie mau jadi teman saya meskipun kita cuma ketemu di dunia blog. Yang gak boleh adalah kalau mau jadi TEMAN TAPI MESRA. Terimakasih dan salam eksperimen selalu.
STEDY25 berkata,
Juni 17, 2007 pada 3:09 pm
Wah, seru-seru.
Tapi setelah saya analisa secara mendalam dan lebih lanjut, ternyata humor yang lucu ini tidak sesuai judul : “Humor Awet Muda”,
Hasil analisa :
Saya buka ‘websait’-nya, saya cari menunya, ketemu “Humor Awet Muda”, say buka dan baca satu-persatu menghabiskan waktu sekitar 32menit 46 detik, artinya jika saya dijatah “Yang Kuasa” umur 120 tahun, berarti usia saya berkurang 32 menit 46 detik, berarti saya semakin tua 32 menit 46 detik, belum lagi ditambah waktu yang terbuang untuk analisa dan nulis komentar ini, wah… wah ’san soyo ngoyoworo & njlimet’.
Terima kasih, salam kenal..
Oh, Ya saya ada rencana membuat Pompa Hydram (Hydrolic Ram) untuk di kampung saya yang di gunung, adanya Waduk & saluran irigasi yang letaknya dibawah ( kurang lebih 150 meter perbedaan Head-nya, dengan jarak kurang lebih1 km), Pak Paijo ada pengalaman tentang hal ini gak?
saya udah ngumpulin banyak data dari web tapi ukuran pastinya masih belum yakin.
Bantuin ya..!
Nuwun…
Paino berkata,
Juni 23, 2007 pada 11:00 am
wuih lucu…..lucu…..lucu…..lucu…..lucu…..lucu…..lucu…..lucu…..lucu…..
pagi ini rasanya nguantoookk tenan.
setelah baca itu tu ko kaya abis minum kopi..
mak plong gitu looh…boso jawane mak pendelik ngono ilang ngantuke
hehehehe
salam kenal buat semuanya
diajeng_kemayu berkata,
Agustus 1, 2007 pada 11:18 pm
qaaK….qaaaK…..qaaaaK….qaaaaaaK….qaaaaaaaaK…qaaaaaaK
D..asar K..ampret Kowe Kang….
Wetengku pegel n bongko…opo meneh moco cerito sing nganggo huruf K…
aku juga bisa….: K..ekasihku..K…enapa K..akiku K..aku….
wis achK……..
daun_kehijauan berkata,
Agustus 1, 2007 pada 11:28 pm
KeKeKeKeKeKeKeK…….KeKeKeKeKeK……KeKeKeKeK…..KeKeKeKeKeK
KiiiiiiiiKiiiiiiiiiiiiiiiK………….KiiiiiiiiKiiiiiiiiK…….KiiiiiiiiKiiiiiiiK….KiiiiiKiiiiKiiiKiiiiK
KoooooKoooooK………….KoooKooooK…….KoooKoooK….KoooKoooKoooK
KuuuuuKuuuuuK………….KuuuKuuuuK…….KuuuKuuuK…..KuuuKuuuKuuuK
KaaaaaKaaaaaK………….KaaaKaaaaK…….KaaaKaaaK…..KaaaKaaaKaaak
Ini Namanya Obat Awet Muda……apalagi lihat yg IJO…IJO..IJOO….SEGER N FRESH…
Dono BlomAlm berkata,
Agustus 22, 2007 pada 6:07 pm
Lucu, lumayan kesasar ke tempat beginian, dr pagi browsing gak juntrungan, dpt site Paijo. terimakasih. Kasih saran dikit background webnya kurang seger dikit, bila perlu ijonya dimudain atau dikasih gambar sayuran yang ijio-ijio. txs
Paijo berkata,
Agustus 24, 2007 pada 9:05 am
@ Stedy 25
Lha wong humor kok dianalisis, ya pasti buang waktu pak. Mustinya kan dinikmati aja pak.
Saya ada pengalaman tentang pompa hidram. Dari data yang bapak kasih, saya yakin bisa dibuatkan pompa hidram untuk mengangkat air ke kampung bapak. Syaratnya, musti dibuatkan luncuran air ( pipa pesat ) dengan ketinggian vertikal yang cukup ( sekitar 6-8 meter ) dengan debit air yang cukup ( minimal sekitar 60 liter permenit ). Kalau bapak punya data tersebut yang lengkap termasuk debit air yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan di kampung bapak, saya bisa membantu menghitung untuk menentukan ukuran pompa dan ukuran pipa yang diperlukan.
@ Paino
Humor saya bukan cuman kayak kopi tapi kayak candu, membuat ketagihan.
@ Diajeng_kemayu
Lho kok aku malah dikampret-kampretke to.
@ Daun_kehijauan
Saking awet mudanya, istriku bilang kalau aku seperti baru berusia 22 tahun je, ya sikapku ya juga kenakalanku.
@ Dono Blom Alm
Dulu sudah beberapa kali saya kasih gambar yang ijo-ijo termasuk gambar rumput dan sayur-sayuran, eh gak tahunya tiga hari kemudian habis semua karena dimakan kambing tetangga yang nyasar di blog saya. Setelah itu saya kasih gambar buto ijo dan kolor ijo, eh gak tahunya para bloger pada takut dan lari semua. Akhirnya saya panggil ghost buster untuk mengusir buto ijo dan kolor ijo sampai akhirnya blog saya seperti ini.
Terimakasih dan salam eksperimen untuk semua.
Team Patah Hati berkata,
Agustus 24, 2007 pada 10:59 am
udah deh!
q ga bisa komentar lagi terhadap anda ;))
selain pinter utak atik barang
ga ngira aja kl jg demen otak atik kata
(Mending baca blog pean kang drpd patah hati terus)
Paijo berkata,
Agustus 24, 2007 pada 11:29 am
@ Team Patah Hati
Waduh … masak gak bisa komentar lagi terhadap saya. Utak-atik kata dan barang memang sudah hoby saya sejak kecil dan masih berlangsung sampai sekarang dan entah sampai kapan lagi. Supaya tidak patah hati terus, mendingan baca blog saya karena saya ahli menyambung yang patah-patah. Maksudnya saya juga terampil mengelas untuk menyambung besi. Yang saya gak bisa adalah mengelas hati sampean yang patah karena pasti istri saya tidak rela, ….. wekekekek. Terimakasih dan salam eksperimen.
cewek cantik berkata berkata,
Agustus 29, 2007 pada 1:38 pm
Aaaaa…….Aaaaa……..
Aaaaa…….Wakakaakkkk…
Wa…duh…..
perutquw sakit……..
aduh…..
Paijo berkata,
Agustus 29, 2007 pada 2:02 pm
Makanya kalau ketawa jangan ditahan-tahan non. Kalau kelamaan ditahan bisa sakit perut. Kalau sudah begitu, biasanya keluar lewat belakang jadi kentut. Terimakasih dan salam eksperimen.
anggara berkata,
Agustus 31, 2007 pada 2:15 pm
lucu banget nih ceritanya :))
hoek berkata,
September 5, 2007 pada 3:14 pm
*tambah ngakak*
*lebih ngakak lagi sampe terguling-guling*
*masi ngakak sambil terguling-guling*
*terguling ke jurang*
*mati*
Paijo berkata,
September 6, 2007 pada 8:36 am
@ Anggara
Kalau lucu, kok saya gak dengan ketawanya pak.
@ Hoek
Turut berduka cita aja.
Terimakasih dan salam eksperimen.
funkshit berkata,
September 12, 2007 pada 4:31 pm
saya punya yang huruf T kang .. . tapi contekan aja sih
“Tukang tempe tertantang tukang tahu”
Takkala temperatur terik terbakar terus, tukang tempe
tetap tabah, “Tempe-tempe”, teriaknya. Ternyata
teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu,
terpaksa teriakannya tambah tinggi, “Tahu-tahu-tahu!”
“Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya
terkenal!!”, timpal tukang tempe. Tukang tahu tidak
terima,”Tempenya tengik, tempenya tawar,tempenya
terjelek!”
Tukang tempe tertegun, terhenyak, “Teplakkk…!”
tamparannya tepat terkena tukang tahu. Tapi tukang
tahu tidak terkalahkan, tendangannya tepat terkena
tulang tungkai tukang tempe.
Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak,
tatapannya terhunus tajam terhadap tukang tahu.
Tetapi, tukang tahu tidak terpengaruh tatapan tajam
tukang tempe tersebut, “Tidak takut!!!” tantang tukang
tahu.
Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya
terarah, terus tonjokkannya tepat terkena tukang tahu,
tak terelakkan! Tujuh tempat terkena tinjunya,
tonjokan terakhir tepat terkena telak.
Tukang tahu terjerembab. “Tolong… tolong…
tolong…!”, teriaknya terdengar tinggi. Tetapi tanpa
tunda tempo, tukang tempe teruskan teriakannya,
“Tempe… tempe…. tempe…!
TAMAT
Paijo berkata,
September 14, 2007 pada 12:14 pm
@ Funkshit
Bagus sekali ceritanya, dimana sumbernya ya ??
rusle berkata,
September 17, 2007 pada 3:24 pm
hehehe…lumayan menghibur di siang panas ramadhan ini..
terimakasih bung…
EDI S berkata,
September 29, 2007 pada 11:48 am
ok juga humornya memang bisa tambah fresh……………………..
gundulmu berkata,
Oktober 21, 2007 pada 11:09 pm
jo.. paijo…njenengan kok lugu tenan tho lop..;p
ardy berkata,
Nopember 12, 2007 pada 2:53 pm
ceritanya bagus pak. aku punya sedikit cerita yg ga lucu. ceritanya begini aku nemu duit sekoper pokoknya banyak deh tapi aku jadi bingung, takut dan ga tau mau nyimpan dimana duitnya dan takut juga disangka nyolong tapi dalam hati aku sudahpunya rencana mau beli ruma mobil dll. dan aku juga sudah punya rencana untuk ngasih pa paijo sebagian uangnya untuk dana eksperimen tapi pada saat aku mau belanjain duitnya aku mau beli rumah aku baru sadar ternyata aku cuma mimpi.
Rooo3L berkata,
Desember 9, 2007 pada 3:32 pm
Paijo memang hebat. Gwe ampe2 mo kencing nich d clana. Wkakakak. Gimana sich dapet inspirasinya
exl berkata,
Desember 10, 2007 pada 10:08 pm
lucu…………lucu…………buangeeettttttttt.
Bukan cuma ceritanya aja yang lucu,tapi komentar dan jawaban dari mas paijo.
Buat aku jd ketawa,g bisa berhenti……sampe-sampe ngantuk aku hilang.
Buat ceritanya yang lebih lucu lagi ya mas pa’ijo…….
ihwan berkata,
Desember 24, 2007 pada 8:43 pm
boleh juga tu cerita…..kalau ada tambah lagi..pi jangan yang panjang-panjang, kan kelamaan membacanya.
Yudho berkata,
Februari 26, 2008 pada 9:58 am
Salam kenal buat mas paijo
Saya mau nanya mungkin ada yang bisa bantu;
Bagaimana desain kincir angin yang lengakap gambar beserta perhitungannya
terima kasih
diki hamdani berkata,
Juni 19, 2008 pada 6:51 am
paijo gw juga punya cerita neh..udah lama semoga ga basi
ada tiga ekor binatang kura - kura,kaki seribu,dan siput
mereka bertiga sedang boring alias BT di hari dingin dingin kaga ada kegiatan. saking stres nya si siput nyuruh kura - kura beli rokok ke warung..
woy kura - kura beli rokok ji sam soe gih di warung cumi..” kata siput sambil muka garing..
ogah banget..lu buta ya..gw lagi cape neh tiap hari bawa cangkang ( rumah kura - kura ) mana berat pula,lu aja napa put…@#$#” jawab ketus kura - kura .
lu gila ya kura - kura, gw tuh jalan nya pelan banget..lagi pula gw tuh sensitif kalo ketmu ama barang aneh gw tuh reflek masuk rumah.. bisa sejam gw keluar ngeliat keadaan..”…..
dengan terpaksa nya kaki seribu rela menengahi mereka berdua
” ya udah deh gw aja yang beli sini.. rokok apa neh…ji sam soe ?? tapi separo aja ya.. yang dua ribu buat beli fanta.. temnggorokan gw kering nih.”
ya udah deh kaga apa apa .. ” kata si siput.
setelah 5 jam kemudian..
eh kura kura.. kaki seribu lama amat sih.. mang beli rokok di bogor ya.. ampe gini hari belom pulang..???
tau tuh put.. mending kita tungguin di depan aja ya… mulut gw udah asem banget nich… yang kalo si kaki seribu dateng kan kita bisa langsung ngerokok..
lalu ketika si siput dan kura kura membuka pintu kaget bukan main….dan saking kesel nya.. sambil mencak 2 siput bilang..
eh kaki seribu mana rokok gw…. ????!!!!!
bentar lagi kurang 200 lagi gw selesai.. baru juga 800 pasang sepatu..
kura kura..%#$@$%$#%$#%