MENJELANG BABAK FINAL LCEN XIV 2009 DI ITS

Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, 5 bulan persiapan bagaikan 5 hari saja. Beberapa hari lagi para team finalis LCEN akan mengadu kebolehan mereka dalam ajang lomba elektronika paling bergengsi di Indonesia tersebut. Kalau dihitung-hitung, kali ini merupakan yang ke-4 kalinya saya ikut ambil bagian dalam ajang tersebut sebagai pembimbing team bersama dengan rekan-rekan saya. Selama 4 tahun tersebut, saya dan rekan-rekan telah meloloskan 10 finalis LCEN (1 finalis th 2006, 2 finalis th 2007, 2 finalis th 2008, dan 5 finalis th 2009). Pada tahun 2007, salah satu finalis berhasil meraih juara 2 kategori elektronika dasar. Untuk LCEN 2009 ini, peluang untuk meraih juara lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya baik untuk kategori mikrokontroler maupun non-mikrokontroler. Untuk kategori mikrokontroler, 2 dari 8 finalis adalah team saya. Sedangkan kategori non-mikrokontroler, ada 3 team saya dari total 8 finalis. Untuk kali ini, team saya memang mendominasi jumlah finalis tingkat SMP-SMA-SMK dengan meraih 5 dari total 16 finalis. Jadi hampir sepertiga jumlah finalis tingkat SMP-SMA-SMK berasal dari BENGKEL PAIJO. Oleh karena itu, seminggu lagi aktivitas kru BENGKEL PAIJO pindah ke Gedung Pemuda Surabaya setelah sekitar 5 bulan berkutat di bengkel membuat dan menguji prototype alat. Sebagian besar kru bengkel baik mekanik, elektronik, juru gambar, bagian promosi, maupun penasehat yang berjumlah 14 orang akan nggruduk ke Surabaya. Sedangkan kru lainnya membantu dengan doa setelah habis-habisan membantu menyiapkan finalis.
Mengenai kesiapan team, sudah jelas siap tanding karena telah dipersiapkan selama 5 bulan di bengkel. Mereka melakukan semuanya mulai dari pembuatan skema, desain PCB, procesing PCB, nyolder, desain mekanik, pembuatan bagian mekanik, video shooting, pembuatan poster, sampai perisapan presentasi. Untuk bagian mekanik, memang ada bagian-bagian tertentu yang saya bantu pembuatannya karena memerlukan skill yang belum mereka kuasai seperti pembuatan bagian yang memerlukan pengerjaan besi dan pengelasan. Namun demikian, mereka sendiri yang membuat desain dibawah bimbingan dan arahan. Sedangkan untuk bagian elektronik, saya hanya sebagai advisor pada saat mencari ide dan merancang skema. Selain itu, saya juga membantu mereka pada saat trooble shooting. Setelah masalah ditemukan dan solusi disepakati, mereka sendiri yang melakukan perbaikan. Kepada pada kru bengkel yang ikut lomba seperti itu, saya selalu mendiksusikan dengan mereka mengenai batasan moral sejauh mana pekerjaan boleh dibantu pihak lain, baik itu oleh teman, oleh senior, oleh tukang, maupun oleh pembimbing. Dengan demikian, mereka memiliki kebanggaan karena yang diikutkan lomba adalah benar-benar hasil karya mereka sendiri.
Sedikit informasi mengenai para calon juara LCEN tersebut adalah:
1. Team Alone Ranger dengan karya DETEKTOR TELUR BUSUK. Kru yang satu ini paling nekad dan berani bertempur seorang diri. Pembuatan alat nyaris tidak perlu bantuan teknis sama sekali, penguasaan teknis bagus karena telah menjadi kru bengkel sejak kecil dan telah ikut nimbrung bersama para finalis senior sejak tahun 2005. Peluang juara sangat besar, calon pembunuh naga.
2. Team Sleeping Poloceman dengan karya DYNAMIC SPEED BUMP. Dua kru bengkel yang paling kompak karena merupakan teman sepermainan sejak kecil ini memiliki kompetensi yang benar-benar saling melengkapi. Mereka merupakan team yang sudah matang dan teruji karena telah dua kali lolos babak final LCEN, tahun lalu dan sekarang. Peluang juara sangat besar karena prototype alat bekerja sesuai rancangan dan juga jago presentasi.
3. Team X-3 Crew dengan karya PENGENDALI POMPA AIR OTOMATIS. Meskipun keduanya kru baru di BENGKEL PAIJO, tapi kreativitas dan kemampuan teknisnya sangat bagus sehingga menjadi team yang paling duluan menyelesaikan prototype alat. Rasa percaya diri dan bakat seni menjadi andalan presentasi dan kinerja team ini. Soal peluang juara, saya telah meyakininya bahkan sejak diskusi pencarian ide tahun lalu.
4. Team Parapluie dengan karya MESIN STEMPEL OTOMATIS. Pengalaman salah satu anggota dalam babak final tahun lalu merupakan modal besar team ini. Meskipun masih harus berjuang mengatasi berbagai masalah teknis, team ini justru semakin memperlihatkan keuletan dan daya saing yang kuat.
5. Team Juisils dengan karya HELM PIJAT. Kesederhanaan alat dan kreativitas team merupakan modal besar untuk meraih juara.
Untuk segenap kru BENGKEL PAIJO, tetap semangat dan terus berjuang.
Untuk sponsor dan segenap team pendukung, terimakasih atas segala bantuan yang telah diberikan.
Untuk semua finalis LCEN 2009, kalian semua hebat, teruslah berkarya. Menang atau kalah bukanlah persoalan utama.
Untuk segenap panitia LCEN, terimakasih atas segala bantuan mas-mas dan mbak-mbak semua.
Untuk semua netter dan blogger, mohon dukungan moril dan doa restu agar lancar dan sukses.
Terimakasih dan salam eksperimen.

& Komentar

  1. chokey berkata,

    November 25, 2009 pada 10:06 am

    Semoga sukses trus Pak… Go..go
    Mau ngajak tukaran link ..dari sorowako neh :D

  2. a'ak budi berkata,

    November 29, 2009 pada 6:33 pm

    gak nyangka..dapat pr 4 ya pak?

  3. efraimmasarrang berkata,

    November 30, 2009 pada 10:51 pm

    Maju terus LCEN semoga bisa juara satu… amiennn… :-D

  4. efraimmasarrang berkata,

    Desember 3, 2009 pada 10:29 pm

    pak gmana cranya biar Blog bsa terbaca di Search engine…?? klo bsa d bntu trima ksih bnyak….


Tulis sebuah Komentar