POMPA AIR TENAGA GRAVITASI (3)

Tergelitik dengan banyaknya coment pada dua artikel saya sebelumnya yaitu POMPA AIR TENAGA GRAVITASI dan POMPA AIR TENAGA GRAVITASI (2) , maka saya posting lagi yang mengupas tentang masalah tersebut lebih lanjut. Bukan untuk memperpanjang lagi diskusi yang memang sudah panjang dan diwarnai beberapa debat kusir, tapi untuk memperjelas duduk persoalan yang sebenarnya agar tidak ada salah paham tentang masalah yang sedang didiskusikan maupun tujuan saya membahas masalah tersebut.

Pertama, saya perlu meluruskan bahwa yang saya maksud dengan istilah Pompa Air Tenaga Gravitasi adalah pompa air yang yang disain ataupun prinsip kerjanya sama persis atau serupa dengan gambar dalam posting saya terdahulu. Menurut beberapa pihak, pompa seperti itu diyakini bisa menaikkan air tanpa listrik dan tidak diperlukan masukan energi apapun kecuali ketika mengisi drum dan pipa dengan air pertama kali alias gratis-tis. Jadi, pompa yang saya maksud jelas bukan pompa Hidram (Hydraulic Ram) seperti yang diduga oleh beberapa comenter, meskipun pompa Hidram juga menggunakan energi potensial gravitasi untuk dapat beroperasi. Energi pompa hidram diperoleh dari energi mekanik air yang meluncur melalui pipa pesat yang menyebabkan sebagian (kecil) air naik melalui pipa pengantar ke tempat yang lebih tinggi. Pada pompa hidram, jumlah energi mekanik yang terkandung dalam air yang masuk lebih besar dibandingkan jumlah energi mekanik yang terkandung dalam air yang dinaikkan sehingga tidak melawan hukum alam (hukum kekekalan energi).
sirkulator
Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang mencari referensi tentang PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut), tanpa sengaja saya mendapatkan sebuah artikel yang berjudul SIRKULATOR POMPA GRAVITASI (Tips Menghemat Listrik) yang ditulis oleh saudara Ading Mulyadi di website LPMP Jawa Barat (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat). Dalam tulisan tersebut, diuraikan secara detail tentang cara pembuatan dan cara kerja sirkulator pompa gravitasi yang dilengkapi dengan gambar yang sangat jelas. Pada bagian terakhir, diruraikan pula keunggulan dan kelemahan alat tersebut. Tanpa mengurangi hormat saya pada saudara Ading Mulyadi dan tanpa mengurangi penghargaan saya atas usahanya menulis artikel tersebut, saya berkeyakinan bahwa SIRKULATOR POMPA GRAVITASI yang dibuat mengikuti petunjuk dalam artikel tersebut tidak akan pernah dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan. Hal itu disebabkan prinsip kerja sirkulator tersebut  melawan hukum alam (hukum kekekalan energi), seperti halnya dengan POMPA AIR TENAGA GRAVITASI yang telah saya uraikan. Cara kerja SIRKULATOR POMPA GRAVITASi secara prinsip sama persis dengan cara kerja POMPA AIR TENAGA GRAVITASI, dan keduanya juga diyakini dapat bekerja tanpa masukan energi dari luar kecuali pada saat pengisian air pertama saja. Jika dicoba, hasilnya juga akan sama saja yaitu akan keluar air beberapa saat, kemudian berhenti setelah tercapai keseimbangan tekanan. Jadi, keluarnya air (untuk beberapa saat) tersebut sama sekali tidak membuktikan bahwa alat tersebut “telah berhasil bekerja” tapi kemudian macet karena suatu sebab. Demikian juga pada POMPA AIR TENAGA GRAVITASI, keluarnya air yang cukup lama dan banyak (bahkan bisa sampai 1 drum) juga tidak membuktikan apapun karena keseimbangan tekanan akan dicapai setelah semua air dalam drum keluar dan digantikan oleh udara jika tidak dilengkapi dengan leher angsa atau jika terjadi kebocoran. Jika dilengkapi leher angsa dan tidak ada kebocoran, keseimbangan tekanan akan tercapai ketika drum telah berhenti mengempes. Jika ketinggian vertikal kolom air melebihi batas yang mampu ditahan oleh tekanan atmosfer (sktr 10 meter atau lebih), maka akan tercipta ruang hampa pada pipa dan drum bagian atas ketika tercapai keseimbangan tekanan.

Pada kesempatan lain, saya juga menemukan sebuah file presentasi powerpoint (.ppt) di blog sebuah LSM lingkungan hidup Lingkaran Nurani yang ditulis oleh saudara Muhammadun H. Adam (direktur yang menangani energi dan sumber daya mineral). Presentasi berjudul PILOT PROJECT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR TERJUN BUATAN (PLT ATB) tersebut memaparkan masalah kelangkaan energi (listrik), kelemahan-kelemahan sistim pembangkit listrik yang ada, dan menawarkan sebuah solusi yang dinamakan PLT ATB. Dengan penjelasan secara verbal (tidak dilengkapi gambar), saudara Muhammadun H. Adam menguraikan penemuannya yang berlandaskan gabungan hukum bejana berhubungan dan hukum Pascal. Tanpa mengurangi hormat saya pada saudara Muhammadun H. Adam dan tanpa mengurangi penghargaan saya atas usahanya menyiapkan presentasi sepanjang 29 slide tersebut, saya berkeyakinan bahwa PLT ATB tersebut tidak akan pernah dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan. Masalahnya, lagi-lagi adalah karena melawan hukum alam (hukum kekekalan energi). Selain itu juga terjadi ketidaksesuaian kondisi dalam penggabungan hukum bejana berhubungan dengan hukum Pascal. Hukum bejana berhubungan berlaku jika tekanan udara (atau gas) diatas permukaan air (atau zat cair) sama, seperti pada udara terbuka atau di ruang hampa udara. Sedangkan hukum Pascal yang dimaksud hanya berlaku jika air (atau zat cair) berada dalam ruangan tertutup seperti yang diterapkan pada sistim hidrolik dan pneumatic. Dalam ruang terbuka, penambahan tekanan hanya dapat dilakukan dengan menambah ketinggian vertikal kolom air yang menaikkan tekanan hidrostatik pada bagian dasar bejana. Karena penjelasan dalam slide tidak dilengkapi gambar/sketsa, maka saya sulit membayangkan seperti apa desain dari PLT ATB yang diyakini dapat bekerja terus-menerus tanpa memerlukan masukan energi dari luar.

Secara prinsip, SIRKULATOR POMPA GRAVITASI maupun PLT ATB dapat digolongkan dalam genre stika abadi atau overunity yang diyakini dapat bekerja terus menerus tanpa masukan energi dari luar. Beberapa diantaranya bahkan diyakini dapat menghasilkan energi dari ketiadaan (menciptakan energi) seperti PLT ATB, Parendev Motor, Hummingbird/Sundance Generator, dan sebagainya. Desain maupun cara kerja alat-alat tersebut ada yang mirip dan adapula yang berbeda jauh satu sama lain. Adapun tenaga penggerak yang digunakan pada umumnya adalah salah satu atau kombinasi dari magnet permanen, elektromagnet, gravitasi bumi, tekanan air, tekanan udara, gaya apung, gaya kapiler, dsb. Beberapa diantara desain tersebut bahkan sudah dipatenkan oleh penemunya. Yang menarik (atau anehnya), sampai sekarang belum ada satupun dari alat-alat tersebut yang diproduksi massal atau yang kita temukan di pasaran umum. Jika saja stika abadi (perpetual engine) yang sudah dicoba untuk dibuat orang sejak ratusan tahun lalu tersebut dapat bekerja seperti yang sering diklaim oleh para penemunya, maka dunia ini tentu akan damai sejahtera dan aman sentosa karena tidak akan ada krisis energi dan tidak ada perang memperebutkan minyak. Namun itu hanya otopia karena bertentangan hukum alam (hukum kekekalan energi) yang telah berlaku sejak alam raya terbentuk dan masih akan terus berlaku selama alam raya masih ada, tidak peduli kita percaya entah tidak.

Melakukan eksperimen tentang stika abadi (perpetual engine) apapun jenisnya, bukanlah merupakan kejahatan dan bahkan dapat memajukan IPTEK. Namun jika digunakan untuk melakukan pembohongan publik apalagi penipuan, jelas merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, masyarakat mesti bersikap kritis terhadap pihak-pihak yang mengklaim telah menemukan teknologi yang dapat menghasilkan energi (utamanya listrik) tanpa masukan energi dari luar sistem atau penemuan bahan bakar jenis baru (apapun namanya) yang dibuat (disintesa) dari bahan yang tidak mengandung unsur karbon dan hidrogen, ataupun yang sudah dalam keadaan energi rendah (air, karbon dioksida, dsb). Jika ada para netter yang mendapatkan informasi tentang klaim seperti itu, dapat menginformasikannya pada forum ini untuk kita analisa dan kritisi bersama. Kalau temuannya memang masuk akal (tidak bertentangan dengan hukum-hukum alam) kita adan dukung, dan kalau tidak masuk akal akan kita bedah bersama bagian mana yang tidak masuk akal. Kalau penemunya tetap ngotot meski dasarnya lemah, kita musti siap untuk adu argumen. Jika penemunya kalah argumen tapi masih ngeyel juga, kita bisa undang yang bersangkutan untuk mendemokan alatnya di depan publik. Sebelum dan sesudah demo alat, tentu saja dilakukan pemeriksaan alat secara seksama untuk mencegah kemungkinan adanya komponen tersembunyi untuk mensuplay energi. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menjadi korban pembohongan publik maupun penipuan yang dapat merugikan masyarakat dan negara. Kita harus belajar dari kasus penipuan oleh Dennis Lee dengan Hummingbird/Sundance Generator di Amerika dan Canada yang sudah meraup jutaan dolar. Kita harus belajar dari kasus Djoko Suprapto dengan Pembangkit Listrik Jodipati dan Blue Energy yang mempermalukan bangsa kita dan meraup milyaran rupiah. Bagaimana dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mekanik Gravitasi temuan Djoko Pasiro ??? Kita tunggu saja kabar selanjutnya, semoga saudara M. Mahfud tetap tegar dalam perjuangan menegakkan rasionalitas keilmuan di tengah masyarakat yang cenderung untuk berfikir/bertindak irasional karena panik menghadapi krisis energi yang tidak jelas sampai kapan.

Terimakasih dan salam eksperimen.

& Komentar

  1. Mbelgedez™ berkata,

    Februari 24, 2009 pada 5:58 pm

    .
    Mungkin Djoko Suprapto dengan Blue Energy nya, memang terinspirasi dari Dennis Lee dengan Hummingbird/Sundance …..

    :lol:

  2. Mbelgedez™ berkata,

    Februari 24, 2009 pada 5:59 pm

    .
    Gatel juga buat nulis yo pak….

    Karya laennya mana.Kok ndak di posting…..

  3. Putty Angelica berkata,

    Februari 24, 2009 pada 7:11 pm

    Wah, makin seru aja nih mas Paijo artikelnya, sampai-sampai saya buka satu persatu link yang ada. Saya baru tahu klo Hummingbird itu penipuan. Yang jelas support terus buat blog ini dan mas paijo sendiri…

    Terima kasih juga mengenai info magnet dan Pudak…

    Salam eksperimen

  4. rudra berkata,

    Februari 24, 2009 pada 9:36 pm

    kok blm ada yg kirim gambar

  5. Februari 25, 2009 pada 1:07 pm

    wah, paijo,, ada gambar desainnya ga? kali aja nih, bisa buat dibuat tugas akhir atau proyek ;-)

    saya tunggu via email yaa..

  6. rudra berkata,

    Februari 25, 2009 pada 11:07 pm

    om kirim gambanya dong yang jelas dengan rincian. punyaku dah kubikin tapi blm mw ngasilin

  7. gwgw berkata,

    Februari 26, 2009 pada 7:37 pm

    wedew, ini baru blog mas….ntar gw mampir lagi ahh…asyik kok….
    salam kenyal ya mas and kasih gw kritikan dong, thq :-)

  8. Suyadi Ismail berkata,

    Maret 1, 2009 pada 2:40 am

    P Paidjo, apakah mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gravitasibuatan Djoko Pasiro sama dengan buatan Chas Chambel ? di http://www.greenoptimistic.com/2008/02/10/how-to-build-chas-campbells-gravitational-engine/
    Tk

  9. Treante berkata,

    Maret 2, 2009 pada 5:20 pm

    hummingbird?

    kok kayak nama ringtonenya nokia ya ;-)

  10. Robert_subejo berkata,

    Maret 2, 2009 pada 5:59 pm

    wah kayake hebat juga penemuan anda ini meskipun saya belum pernah mencobanya…..
    saya pernah membaca dalam buku sejarah mengenai penciptaan mesin abadi, yang tanpa menggunakan bahan bakar apapun, neh sudah mulai di rekayasa sejak jaman yunanyi dan terus berkembang dan puncaknya pada revolusi industri di Inggris dengan tokoh yang terkenal yakni James Watt, Michael Farady, Thomas A. Edison dll wes
    Banyak karya-karya yang sampai detik inipun belum terrealisasi…..
    Menurut saya, karya anda tersebut terinspirasi oleh sebuah karya dari p[enmu Inggis…..suatu saat saya jelaskan lebih lanjut beserta gambar dan analisisnya
    Yang menjadi kendala, kenapa percobaan Anda tersbut gagal, Anda lupa bahwa Pompa Hidrolis tersebut memiliki beberapa koefisian yang menghambat kelajuan air antara lain, Koefisien Gesek terhapap selang atau pipa serta tekanan yang tidak selali konstan. Kedua hal tersebut yang Anda lupakan seolah-olah tidak ada Koefisien penghambat dari kelajuan air tersebut….
    Sekian dulu komentar dar saya….
    lain waktu saya sambung lagi, saya lengkapi analisis serta gambar lengkap mengenai Sejarah Rekayasa Mesin Abadi,……
    saya belum sempat untuk mempostingnya
    Semaoga sukses dan terus berkarya….

  11. yan p berkata,

    Maret 3, 2009 pada 12:10 am

    saya salut dengan ulasan anda ini, memang benar apa yang anda katakan hukum kekekalan energi berbunyi “energi itu tidak bisa diciptakan dan di musnahkan tapi dapat di ubah bentuknya dari energi yang satu ke energi yang lain” nah berdasarkan prinsip diatas saya coba merenungi ciptaan Allah SWT. tidak ada suatu gerakpun yang tidak membutuhkan energi walaupun gerak benda tersebut seperjuta kali kecil. melihat kondisi seperti ini saya mencoba untuk berfikir dan mencari hal-hal yang mungkin dapat saya gunakan untuk kepentingan pribadi namun apa bila temuan saya ini dapat dimanfaatkan oleh banyak orang itu merupakan satu karunia dari Allah. Saya tidak akan menceritakan temuan ini secara gembar-gembor kepada pihak2 yang lain selain dari teman dekat yang tujuannya meminta saran dan kritik dari dia. Arti kata saya menceritakan kepadanya lengkap dengan animasi video yang saya buat menggunakan 3ds max agar penjelasan saya ini dapat bercerita lebih banyak dari apa yang saya katakan. Di karenakan temuan teknologi saya ini menggunakan banyak hukum2 fisika saya hampir stres mencari rumus di internet karena buku2 fisika zaman smp sma udah hilang semua dan akhirnya ketika mencari prinsip dan kerja hukum2 fisika tersebut saya menemukan blog anda.
    perlu anda ketahui diantara keputus asaan, saya datangi guru sma yang mengerti masalah hukum tersebut namun karena mereka tidak punya waktu utk melayani saya, saya tau diri. saya tanya mereka “apa ibu punya waktu utk saya” dia jawab “masalah apa pak” “anu bu saya mau tanya masalah fisika apa ibu punya waktu utk saya”. “sepertinya tidak ada tu pak sebab dari senin sampai seninnya lagi saya ngajar dan les” “kalau begitu tak apa2 bu, permisi bu” “silikan pak”.
    hancur hati saya mencari kejelasan tentang hukum2 fisika tamat sudah riwayatmu fikir hati saya. antara kebimbangan dan saya cari sendiri di beberapa blog dan web jangan2 bisa temu tu hukum2 fisika.
    perlu anda ketahui saya orangnya mudah patah semangat dalam hal apapun.
    ketikan saya baca komentar anda disini saya yakin anda orangnya baik entah kapan kita akan bertemu berbagi pengalaman (dlm hal apa saja).
    untuk mendesain gambarnya saja saya habiskan waktu berminggu2.
    namun saya masih ragu dengan temuan ini apa iya bisa bekerja walaupun sarat dgn penerapan hukum2 fisika. menurut logika saya benda ini mempu menghasilkan daya listrik diatas 1megawatt namun memakan tempat yang luas hampir setengah lapangan bola kaki. luas amat tapi begitulah kedaanya.
    kalau udah berfungsi temuan ini, saya akan kabari anda. salam dari saya

  12. upiek berkata,

    Maret 3, 2009 pada 9:18 am

    hihihihi…

    I goofy law you… hihihi… just for fun, follow the link to know the rules…
    http://upieksanupiek.wordpress.com/2009/03/02/goofy-law/

    sorry if i put this comment here. =)

  13. Jupri berkata,

    Maret 14, 2009 pada 8:15 pm

    penemuan yg keren,…kalau udah oke, segera diproduksi massal ya pak..

  14. Kampret berkata,

    Maret 17, 2009 pada 10:43 am

    Weh, satu lagi dari madura hehehe. Hampir yakin 99,99% itu gak bener. Saya heran juga, napa sekarang banyak tukang gombal ya, kok gak kapok2.

  15. mamas86 berkata,

    Maret 19, 2009 pada 2:28 pm

    Wah… Mantap nih… Harus di kembangkan terus…

  16. Putty Angelica berkata,

    Maret 20, 2009 pada 10:22 pm

    Salam eksperimen mas Paijo…

    Kayaknya udah banyak komen tuh tp blm ada tanggapan juga, ada apa dengan sang eksperimenter kita ini ya? Semoga tdk ada yg buruk, saya harap malah mas Paijo lg sibuk bikin eksperimen sampai-sampai blog-nya sedikit dilupain hehehe…

    Salam eksperimen lagi… :p

  17. Maret 26, 2009 pada 2:14 pm

    Sebenarnya sudah banyak teknologi pembangkit listrik yang cukup baik. Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan efisiensinya sehingga dapat mengeluarkan tenaga lebih besar lagi. Coba kita kaji pembangkit listrik yang tidak memerlukan bahan bakar seperti angin, matahari, suara, gelombang laut, nuklir, dll.

    Salam experimen untuk Pak Paijo yang telah bertahun-tahun mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk experimen, terutama di bidang energi.

  18. skywalker_skyline berkata,

    Maret 31, 2009 pada 12:06 pm

    Emmm……….
    Yang ini baru mantap
    tak coba dulu…….. nanti baru aku coment…

  19. candra berkata,

    April 20, 2009 pada 9:27 pm

    soal energy memang sudah di sediakan sang pencipta dan kekal melingkarinya jadi kita hanya menangkap dan menggunakan secara effesiensi dengan bantuan energy yang lain hingga tercapai sesuai TARGET YANG KITA BUTUHKAN.

  20. Deddy berkata,

    April 25, 2009 pada 10:17 pm

    Artikel yang menarik, tks sharingnya Pak… Memang kita kudu hati setelah temuan blue energy yg menghebohkan itu…

  21. sunarto berkata,

    April 27, 2009 pada 1:15 pm

    AWW
    Saya sebagai guru (bukan guru fisika) telah lama mempunyai pemikiran energi murah dari gabungan seluruh energi yang ada di alam.

    permasahalan utama yang ada sekarang ini adalah accumulator untuk menampung energi itu.

    kapan-kapan akan saya tulis di blog saya.
    WWW

  22. FQ berkata,

    Mei 2, 2009 pada 11:31 pm

    waduh serunya . . . . dengan teori menentang hukum alam jelas cak paijo benar. tapi gimana ni dengan teman2 yang udah sukses terutama di daerah magelang. trus ada juga yang katanya sudah pernah nonton di tvri yg pasti itu jg tidak bohong. kenapa tdk ke magelang aja untuk membuktikan ato ke stasiun tvri yang pernah memutarnya yang pasti punya arsip. klo aku pribadi sama dg cak paijo

  23. nugroho berkata,

    Mei 3, 2009 pada 4:58 am

    kirim saya ukuran dan skala pastinya dong???, biar buat bantu nenek saya di desa, soale rumahnya gak ada listrik, sumurnya gak dalam tapi dia udah gak kuat nimba, jadi sering minta bantuan tetangga.

  24. nugroho berkata,

    Mei 3, 2009 pada 5:01 am

    lewat e-mailku aja ya ??
    tak tunggu lho ??
    pleessss……

  25. nugroho berkata,

    Mei 3, 2009 pada 5:03 am

    kirim saya ukuran dan skala pastinya dong???, biar buat bantu nenek saya di desa, soale rumahnya gak ada listrik, sumurnya gak dalam tapi dia udah gak kuat nimba, jadi sering minta bantuan tetangga.
    lewat e-mailku aja ya ??
    tak tunggu lho ??
    pleessss……

  26. nugroho berkata,

    Mei 3, 2009 pada 5:11 am

    bagi yang tau alamat atau tempat pembuatan alat ini kasih atu aq dong di nugie_red22@yahoo.co.id. aq ingin membahagiakan nenek ku nie??
    biar dia gak harus minta bantuan tetangga lagi, he..he..he..
    jangan lupa pakai bahasa indonesia ya????

  27. roy berkata,

    Mei 5, 2009 pada 10:38 pm

    p paijdo bs ga di kirim kan cara2 mendesain pompa nya

  28. roy berkata,

    Mei 5, 2009 pada 10:42 pm

    saya sangat tertarik dengan pompa yang p paidjo rancang,
    saya ingin sekali membuat pompa itu di desa saya,
    tolong di kirim y p paidjo detail pompa nya
    bls k e-mail saya aja y p

    • vhatarayluwu berkata,

      Mei 21, 2009 pada 11:58 pm

      pak roy… kalo udah ada detail dikirim dari mas paijo… bagi dong ya kawan tolomg dilanjutkan juga ke e-mail and makasih sebelumnya

  29. roy berkata,

    Mei 5, 2009 pada 10:51 pm

    p bls na ke mangusong_roy@yahoo.com y p

  30. Kucaca berkata,

    Mei 9, 2009 pada 12:54 am

    Mas Paijo Yth,apa yang mas sampaikan di tiga postingan adalah benar. Bahkan sepertinya anda adalah tergolong Experimenter yang skeptis terhadap semua yang berada di luar jangkauan ilmu logis alias ilmiah,dan itu adalah haq azazi anda. Namun banyak hal di dunia juga bekerja tidak berdasarkan hal logis,atau belum dapat diilmiahkan. Kalau seperti apa adanya konsep tersebut,pasti tidak akan bekerja. Namun manusia wajib mempelajari untuk mewujudkan apa yang diimpikannya,termasuk kerja dari pompa ini,hanya perlu modifikasi / siasat untuk embuat sesuatu itu bekerja.

  31. Kucaca berkata,

    Mei 9, 2009 pada 12:59 am

    Saya lanjutkan lagi soal perpetum mobil,atau stika abadi ( meminjam istilah yang mas paijo berikan) memang tidak ada,alias imposible,namun jika sesuatu bekerja dalam jangka waktu lama.bisa beberapa puluh tahun,ratus tahun atau ribu tahun,itu sudah cukup bisa membantu kehidupan ini. Contoh potensi yang tersimpan di dalam magnet,akan berkurang setelah beberapa puluh atau ratus tahun. Peluruhan inti unsur radioaktif,juga beberapa ratus tahun,juga gerakan elektron mengelilingi inti atom,belum diketahui apakah termakan usia atau tergolong stika abadi.

  32. Kucaca berkata,

    Mei 9, 2009 pada 1:05 am

    Khusus pompa gravitasi ini,jika dilihat secara konsepnya,tekanan udara sekitar bekerja di kedua bukaan saluran,sehingga di titik tertentu sistem ini akan mengalami keseimbangan,sehingga akan berhenti bergerak, yang diperlukan supaya sistem ini tetap dapat bekerja menurut saya hanya sedikit gangguan dalam kesimbangan itu yang di arahkan ke arah yang sesuai. Toh alam bekerja berdasarkan keseimbangan,sedikit terganggu,maka alam akan mengatur ulang keseimbangan tersebut. Pada waktu pencarian keseimbangan itu berproses,maka manfaat bisa diambil.

  33. Kucaca berkata,

    Mei 9, 2009 pada 1:11 am

    Ini bisa umpamakan pada kondisi momen seimbang di lengan kiri kanan suatu tumpuan,jika pada lengan yang sama panjang dibebani beban yang sama,kemudian pada satu lengan ditambahkan beban lain,maka akan terjadi rotasi yang diikuti dengan osilasi,pada saat rotasi dan osilasi ini lah manfaat dapat diambil/dipanen. Dalam kasus pompa ini,ada baiknya saluran isap dibuat terisolasi dari tekanan udara luar untuk sesaat,sehingga efek osilasi sistem bisa dipanen. Semoga masukan saya bisa menggugah semangat pencarian mas paijo.

  34. Joko S berkata,

    Juni 2, 2009 pada 1:39 pm

    Kok dilalah ya, saat ini bermunculan penemu-penemu dengan nama JOKO yang kebetulan sama seperti nama yang telah diberikan almarhum ayah saya, sehingga setelah membaca posting mas paijo yang ke 3 ini, mengingatkan saya pada eksperimen bapak saya (almarhum) yang mencoba sumur tenaga gravitasi (Th 1980 an, Entah bapak saya dapat informasi dari mana). Saat itu dicoba dengan jerigen sebagai tampungan air dan hasilnya jerigen kempot. Setelah saya saat itu sebenarnya juga membantah dengan hukum keseimbangan, namun agar bapak tidak patah semangangat saya saran kan bahan yang tidak mudah “kempot”, yaitu dengan menggunakan botol yang terbuat dari bahan gelas (kaca) ternyata hasilnya seperti apa yang telah diuraikan Lik Paijo. (salam kenal Lik Paijo)
    Namun demikian semoga saja penemuan bpk Joko Pasiro di Pamekasan tersebut Benar-benar betul, artinya penemuan tersebut dapat bekerja sesuai judul penemuannya bukan rekayasa seperti komentar baba k mahfud.
    Marilah kita tunggu hasil ujinya, semoga segera tselesai jika alat tersebut memang dapat bekerja maka akan banyak bermanfaat bagi kesejahteraan manusia, namun kalau hal tersebut hanyalah kebohongan akan segera terungkap.

  35. prdy berkata,

    Juni 15, 2009 pada 11:34 am

    yo percoyo? is that true?

    pradit water regulator: perjalanan antara logika dan kegilaan

  36. dumzeta berkata,

    Juni 26, 2009 pada 1:23 am

    klo menerut saya penemuan tersebut tidak ad gunanya!
    cuma repot2in aja.ok

  37. dumzeta berkata,

    Juni 26, 2009 pada 1:25 am

    kita kan harus ngisi air k dalam botol dulu.
    kan lebih baik air dari aquarium langsung di buang sevara manual

  38. suherman syah berkata,

    Juni 28, 2009 pada 1:44 am

    mas tlng gambar skemanya yg detail and lengkap ama itung 2*nya ok experimen emang untuk kita yg gila

  39. mbhleketek berkata,

    Juli 9, 2009 pada 9:07 am

    telah di ketemukan energi alternatif, murah, meriah dijamin bikin lega. dan pasti…….
    PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DALAM ……..
    (kumpulkan orang2x yang potensial menghasilkan energi, tampung energi yang keluar…dan cuuusss…..bisa dimanfaatkan….he…hee…!!! :D )….ngacirrrrr…….

  40. Nyoman berkata,

    Juli 19, 2009 pada 9:54 pm

    saya sudah coba dengan tong bagian atas berbentuk kerucut untuk mencegah kemungkinan adanya udara dibagian atas tong, dan memakai drum yang kokoh anti kempot,.. sesaat bekerja bahkan ada rasa hisap yang cukup kuat dari pipa penyedot udara ke dalam tong namun setelah itu melemah dan akhirnya berhenti.. saya masih penasaran saya telah mencobanya sejak juli tahun lalu dan belum menyerah walaupun ide tersebut menentang hukum alam dan sedikit gila namun bukankah sejarah selalu dibuat oleh orang ‘gila’? seandainya hal tersebut berhasil, saya akan dedikasikan untuk menolonng wong cilik untuk berkebun aquaphonic di banyak pedalaman di pulau-pulau terpencil for better life..

  41. burhan berkata,

    Juli 25, 2009 pada 8:48 pm

    pak paijo alamat rumahnya /workshop nya mana?? aku mo main kesana bisa/boleh??
    tlg di e-mail doong pak..

  42. motorbis berkata,

    Agustus 7, 2009 pada 1:42 pm

    ok juga tuch siapa tahu bisa dapat material yang bagus.
    karena tidak ada yang tidak mungkin.
    itu rahasia ilahi gali terus….

  43. ariska berkata,

    Oktober 18, 2009 pada 8:36 pm

    wah mas paijo emang top markotop saya salut gak biasanya saya merasa nyaman nangkring di blog orang

  44. sodiq berkata,

    Oktober 19, 2009 pada 10:08 am

    Luar biasa tenan……., kalo dah ada yang produksi, saya mau coba produk ini mas, ngirit sih………..

  45. riwanlky berkata,

    Oktober 21, 2009 pada 11:43 pm

    Bagus sekali. Tetapi sangat sulit implementasi ya? Untuk daerah terpencil bisa menggunakan alternatif tenaga surya, dengan bantuan pompa air.

  46. nasichudin berkata,

    Oktober 22, 2009 pada 2:24 pm

    bgusnya klo emang uda ada yg experimen,cb gambarnya d publikasikan,biar org lain dpt manfaat,jgn cm mkirin duit,skali2 mikir untk amal akhirat

  47. annasidik berkata,

    Oktober 27, 2009 pada 1:58 am

    kalo kita mau belajar tentang grafitasi pasti akan yakin dengan keterangan pak paijo. tapi yang saya tahu dengan skala kecil bisa terwujud namun jika dengan skala besar belum tentu terwujud. karena adanya perbedaan berat jenis kedua zat yang sangat mencolok yaitu antara berat jenis air dan berat jenis udara, itu yang saya ketahui yang berhubungan dengan grafitasi bumi

  48. Faizal A berkata,

    November 4, 2009 pada 3:58 pm

    Setahu saya hukum kekelan energi tidak akan berjalan di alam semesta ini, yang kekal adalah Allah SWT, jadi jika ada orang mengaku telah berhasil membuat mesin free energy (mesin yang dapat menghidupi mesin itu sendiri) adalah masih sangat perlu dipertanyakan….bahkan mataharipun sebagai sumber energi ciptaan Allah SWT terbesar di bumi pun akan habis. Jadi saya spendapat dengan pernyataan bahwa energy hanya bisa di ubah menjadi energy lain dan tentunya pasti ada loss factor untuk itu. Permasalahannya sekarang adalah bahwa kita belum bisa memanfaatkan energy- energy (tentunya yang masih banyak tersimpan spt angin,air dll) yang ada secara optimal, kita masih bergantung pada PLT U (Batubara yang semakin hari jug semakin menipis dan mahal), atau yang lainnya….

    • Irvan berkata,

      November 9, 2009 pada 9:57 am

      Penemu dan pendesain listrik AC yang teknologinya kita pakai hingga saat ini, Nikola Tesla mengatakan bahwa penggunaan bahan bakar fosil adalah bar bar dan kejam. Tesla menemukan sumber energi alternatif yang luar biasa besar dan tidak akan ada habisnya yang dia sebut sebagai radiant energy, atau ilmuwan NASA menamakannya cosmic Rays, Tesla membuktikan dengan memodifikasi mobil Pierce Arrownya, mencopot mesin bensinnya dan diganti dengan motor AC berkekuatan 80 HP, hanya dengan menggunakan 12 tabung vacum, kumparan, resistor dan antenna, Tesla menangkap sumber energi tersebut dan memasangnya pada sebagai sumber energi motor AC pada mobil, mobil dites selama seminggu tanpa menggunakan bensin dan batere sama sekali dengan kecepatan maksimum 90mph.

  49. m ahmad berkata,

    November 7, 2009 pada 3:43 pm

    djoko pasiro gak da kabarnya lagi!!!!!!!!!

  50. Gunawan, Jakarta berkata,

    November 7, 2009 pada 11:29 pm

    Jadi tertarik juga masalah pompa…
    kalo tangkinya dilubangi pada bagian atasnya gimana… saya ada gambarnya tapi bingung ngirim ke paijo…


Tulis sebuah Komentar