Forum Diskusi Energi LIPI, Dibuka Kembali

Terhitung mulai tanggal 19 September 2007 lalu, Forum Diskusi Energi LIPI telah dibuka kembali setelah sempat ditutup oleh pengelolanya selama beberapa bulan terakhir. Penutupan sementara terpaksa dilakukan karena forum tersebut dibanjiri oleh spam sampai macet total dan tidak bisa diakses. Sekarang, forum tersebut telah dilengkapi password dinamic untuk menangkal spammer. Namun sangat disayangkan bahwa seluruh hasil diskusi yang lama ( sebelum terkena spam ) tidak bisa diakses kembali. Mungkin bagus kalau pihak pengelola ( LIPI ) membuka kembali akses ke arsip-arsip hasil diskusi tersebut.

Untuk teman-teman yang tertarik dengan masalah energi, dapat berpartisipasi kembali dalam forum diskusi tersebut. Bentuk partisipasinya bisa mengajukan permasalahan untuk ditanggapi oleh neter lain ataupun dengan menanggapi permasalahan yang diajukan oleh neter lain. Karena forum diskusi tersebut merupakan forum ilmiah, maka masalah maupun tanggapan yang disampaikan hendaknya juga bersifat ilmiah. Perdebatan atau adu argumentasi ilmiah juga tidak dilarang dalam forum tersebut, asal tetap berpegang pada etika berkomunikasi yang wajar. Bagi teman-teman yang cuman ingin sekedar ngintip hasil diskusi juga tidak dilarang. Untuk itu saya kasih URL sekaligus link ke forum tersebut ( http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?forum&diskusi ). Terimakasih dan salam eksperimen.

& Komentar

  1. henry berkata,

    Desember 11, 2007 pada 5:26 pm

    haloo salam kenal..semua pemerhati masalah krisis energi ..mimpi saya indonesia yang kaya dengan cahaya matahari dan tanaman singkong atau jagung juga jarak menjadi negara pengekspor utama biofuel bio ethanol bio diesel dst juga sbg negara yang kaya dengan energi tenaga matahari..saya mohon bantuan caranya dpt info bisnis solar cell photo voltaic untuk peluang pasar yang terbuka luas..di Tanah Air..

  2. Sukamto berkata,

    Desember 27, 2007 pada 9:42 pm

    Hallo apa khabar semua
    Tolong dong aku dikirim drawing / design kincir pompa air , Sya ingin membuat untuk membantu pengairan di daerah ku . makasih semuanya

  3. Ayi Rahmat berkata,

    Januari 8, 2008 pada 9:20 pm

    Energi matahari memang berlimpah di Indonesia, karena sepanjang tahun kita dapat karunia itu, tapi saya juga heran kenapa indonesia tidak membumikan energi ini sebagai energi masa depan dibanding dengan sumber energi yang lain karena sumber energi yang lain high cost dan memerlukan investasi yang besar. memang enenrgi surya juga memerlukan invest yang besar untuk tahap awal karena kita harus impor. coba kalo kita bikin sendiri, karena bahan baku di kita sangat berlimpah, seperti pasir silika sebagai bahan baku silikon peka cahaya yang hampir di tiap daerah ada. Aneh memang??! saya juga baru sekarang ini pakai solar panel untuk kepentingan riset Buoy yang memang harus ditempatkan pada remote area. dan terbukti solar panel oke! disamping itu lifetime garansinya yang 20-25 tahunan, jadi kalo kita rakit sekarang..sampai anak cucu kita bisa nikmati energi gratis!…..artinya dibanding dengan harus energi PLTA/PLTN yang sangat beresiko dan ada kontribusi minyak buminya yang kian melambung!, sudah saatnya kita mikirin ENERGI YANG GA AKAN PERNAH HABIS SAMPAI DUNIA KIAMAT!

  4. Ayi Rahmat berkata,

    Januari 8, 2008 pada 9:40 pm

    Mudah-mudahan di dengar sama bapak-bapak yang memangku keputusan: saya sudah mencanangkan diri saya untuk mempelajari energi surya ini kedepan, berilah saya peluang untuk mewujudkannya! mungkin tidak satu tahun atau dua tahun atau lima tahun sekalipun, kita harus menguasai energi ini jangan kita mengekor terus pada bangsa lain dan hanya menggunakan produknya saja buat energi gratis dan terjangkau. kita harus bangkit dan mudah-mudahan kedepan kita bisa jadi pengekspor energi ini, karena sumber kekayaan alam kita berlimpah…why not ..kita tidak buat seperti silicon valey-nya AMRIK. canangkan bahwa kita harus menguasainya dengan detail dan tidak setengah-setengah even harus mempelajarinya 100 tahun, kerahkan pemuda-pemuda ini supaya lambat laun menjadi BISA!

    Ayi Rahmat, M.Sc
    Umur 30 tahun … masih panjang cita-cita saya ke depan!!
    Staf Dosen pada Laboratorium Akustik dan Instrumentasi Kelautan
    Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan
    Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
    IPB
    Bidang Minat Intrumentasi dan kontrol

    Mari kita sama-sama berjuang untuk anak cucu kita…ENERGI MASA DEPAN HARUS GRATIS!!!

  5. andere berkata,

    Januari 9, 2008 pada 9:36 am

    bagaimana cara kerja sistem proteksi turbin uap

  6. mien berkata,

    Februari 4, 2008 pada 1:25 am

    mas paijo
    denger2 ada mesin yang namanya perendev device, itu katanya bener2 free energy, itu cuman bualan sang pengarang ato emang bener2 bisa kerja, soale itu udah lama diciptakan, trus kalo emang bener2 kerja knapa skarang gak di produksi masal, brati cuman gombal apa ya?

  7. malik berkata,

    Februari 26, 2008 pada 4:57 pm

    salam netter
    dengan krisis listrik yang kita alami akhir2 ini, saya berkeinginan untu membuat sumber listrik alternative untuk kebutuhan rumah tangga sendiri, saya berencana memakai power comverter DC ke AC dan pembangkit tenaga angin, bagaimana cara pemasangannya? kira2 berapa dana yang dibutuhkan? dan dimana saya bisa dapati perangkatnya?

  8. Himawan berkata,

    Juni 7, 2008 pada 1:39 pm

    Dear All,Mohon advicenya dimana saya dapat menghubungi pompa ala Paijo…untuk perkebunan dalam menghadapi kemarau ke depan..thx

  9. john berkata,

    Juli 21, 2008 pada 8:42 pm

    motor magnet, hm bisa di percaya dan akurat. saya banyak download video experiment tentang motor magnet, yang saya tahu ada beberapa jenis yang memang energinya besar, perendev, steorn. Dua jenis ini memang free energi luar, hanya magnet dan sedikit energi pemicu sebagai pengontrol mesin ini. Karena kalo sudah berputar maka akan berputar terus. saya percaya. Pingin experience, tapi sekarang masalah penempatan kutub north dan south dari magnet itu yang saya cari. Tolong dong yang punya gambar untuk penempatan kutub magnet, dan gambarnya.

  10. Paijo berkata,

    Juli 22, 2008 pada 10:47 am

    Untuk saat ini, motor magnet permanen yang free energi masih lebih banyak ngibulnya daripada benernya. Bahkan ada yang lebih parah dari ngibulnya PLTJ (Pembangkit Listrik Tenaga Jin) Jodhipati bikinan Joko Suprapto. Di Amerika dan Canada, ada Dennis Lee dengan Sundance Generator / Humingbird Generator yang telah meraup jutaan dollar dari member yang ditipunya. Eksperimenter lain seperti Parendev, Minato, dan sebagainya juga belum bisa membuktikan secara sahih bahwa alatnya bisa bekerja. Demo alat di depan publik seperti yang dilakukan Dennis Lee bukanlah bukti yang sahih karena alat dan persiapannya tidak diperiksa oleh pihak independen yang ahli dalam bidang motor listrik dan pembangkitan energi. Demo alat tidak lebih dari pertunjukan yang dilakukan oleh pesulap yang menggunakan trik dan alat-alat ’siluman’ yang disembunyikan atau disamarkan dengan sangat rapi untuk mengelabui mata penonton. Apalagi kalau hanya rekaman video yang diupload di internet, sangat mungkin diedit dan dimanipulasi. Mungkin saja rekaman asli tapi sengaja tidak menunjukkan bagian-bagian atau alat yang merupakan bagian dari trik.
    Ada juga yang menggunakan trik lebih halus yaitu dengan memasang battery / aki dengan alasan untuk menstart atau memicu (untuk memberikan energi awal). Kenyataannya, mesin akan berhenti jika energi awal tersebut habis. Jika energi awal yang diberikan cukup besar dan konstruksi mesin bagus (bearing licin dan hambatan udara juga kecil) maka mesin dapat berputar sealama berjam-jam sebelum akhirnya berhenti sendiri. Hal itu mirip dengan gasing yang dapat berputar selama beberapa jam jika licin dan balancingnya bagus. Jadi, mesin dapat berputar selama beberapa jam setelah distart juga bukan bukti yang sahih bahwa mesin bekerja. Gasing yang tidak pakai mesin apapun juga bisa begitu.
    Pada tahun 2006, juga pernah ada eksperimenter dari Papua yang mengklaim telah berhasil membuat Pembangkit Listrik Tenaga Magnet (PLTMg) di Forum Diskusi Energi LIPI (waktu itu belum rusak kena spam). Bahkan dia menyatakan bahwa mesin tersebut telah dipakai di kampungnya. Ketika saya minta dia untuk membuktikannya dengan mempatentkan untuk diproduksi massal atau mempublish desainnya secara gratis di internet, sampai sekarang tidak kabar beritanya lagi. Seandainya yang dia katakan benar, sekarang sudah dapat kita temukan desainnya di internet atau barangnya di pasaran.
    Yang menarik, kehebatan paling menonjol dari para eksperimenter yang mengklaim telah menemukan energi abadi seperti Dennis Lee dan Joko
    Suprapto justru terletak pada kemampuan mereka mempengaruhi orang lain agar percaya pada omongannya. Kalau klaim mereka ini benar, sudah lama negara-negara besar berhenti berperang untuk memperebutkan minyak karena klaim seperti itu sudah ada sejak lama. Faktanya, sampai sekarang belum ada satupun alat seperti itu yang diproduksi dan dijual di pasaran. Terserah kita masing-masing, mau percaya fakta atau percaya klaim yang buktinya tidak sahih.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  11. ady mertopo berkata,

    September 4, 2009 pada 2:01 am

    kepada rekan rekan,saya mo nanya nih.
    kira kira berapa sih kecepatan terendah angin untuk bisa memutar kincir angin generator? potensikah untuk melaksanakannya di daerah pemalang pekalongan,soalnya rumah saya ada ditengah sawah dan sendirian so kalo mo masang listrik ko kelamaan.thank’s before


Tulis sebuah Komentar