PENGHUBUNG MESIN DENGAN GENERATOR
Februari 13, 2007 pada 5:15 am (Energi)
PENGHUBUNG MESIN PENGGERAK DENGAN GENERATOR
By Paijo
Agar dapat menghasilkan listrik yang berkualitas tinggi ( tegangan dan frekuensinya stabil ), maka generator harus bekerja pada kecepatan putar ( rpm ) tertentu sesuai rekomendasi pabrik. Agar dapat berputar, generator harus dihubungkan dengan mesin penggerak yang dapat berupa motor bakar, turbin air, turbin uap, kincir angin, kincir air, dsb. Agar pembangkit listrik memiliki kinerja dan efisiensi maksimal, perlu didesain sedemikian rupa sehingga mesin penggerak maupun generator bekerja pada kecepatan putar ideal ( peak speed ) masing-masing. Untuk mencapai keadaan ideal tersebut, diperlukan jenis penghubung yang sesuai dengan perbandingan kecepatan antara shaft mesin penggerak dengan shaft generator. Adapun perbandingan kecepatan putar tersebut ada 3 macam yaitu :
1. Kecepatan putar mesin penggerak sama dengan kecepatan putar generator.
Untuk keadaan ini, dapat digunakan sambungan langsung dimana poros mesin penggerak tersambung langsung ( coaxis ) dengan poros generator yang lazim digunakan pada genset motor bensin portable. Alternatif kedua, dapat digunakan direct couple seperti yang digunakan pada mesin pemotong rumput. Alternatif ketiga, dapat digunakan sambungan tidak langsung yaitu sistim pulley-belt atau sistim gear-rantai atau sistim gear to gear ( diameter kedua pulley atau jumlah gigi kedua gir musti sama ).
2. Kecepatan putar mesin penggerak lebih rendah daripada kecepatan putar generator.
Untuk keadaan ini, diperlukan sistim multiplikasi putaran sebagai penghubung. Jika perbedaan kecepatan putar tersebut tidak terlalu jauh ( lebih dari 1 : 3 ), dapat digunakan sistim multiplikasi tunggal yang cukup sederhana. Adapun sistim multiplikasi tersebut dapat berupa sistim pulley-belt yang terdiri dari sebuah pulley besar pada shaft mesin penggerak dan sebuah pulley kecil pada shaft generator yang dihubungkan oleh sebuah belt. Alternatif kedua, dapat berupa sistim gear-rantai yang terdiri dari sebuah gear ( sproket ) besar pada shaft mesin penggerak dan sebuah gear ( sproket ) kecil pada shaft generator yang dihubungkan oleh sebuah rantai. Alternatif ketiga, dapat berupa sistim gear to gear yang terdiri dari sebuah gear besar pada shaft mesin penggerak dan sebuah gear kecil pada shaft generator yang saling bersinggungan.
Jika perbedaan kecepatan putar tersebut cukup jauh ( kurang dari 1 : 3 ), perlu digunakan sistim multiplikasi bertingkat yang cukup rumit. Untuk keperluan itu, dapat digunakan gear box type HELICAL sebagai salah satu alternatif yang banyak dipakai. Sedangkan gear box type WORM tidak dapat dipakai untuk sistim multiplikasi karena bersifat irreversibel ( tidak dapat dibalik ). Alternatif lain, dapat juga digunakan sistim pulley-belt bertingkat atau sistim gear-rantai bertingkat. Adapun banyaknya tingkat, tergantung dari Total Multiplication Ratio ( TMR ) yang diperlukan.
3. Kecepatan putar mesin penggerak lebih tinggi daripada kecepatan putar generator.
Untuk keadaan ini, diperlukan sistim pereduksi putaran sebagai penghubung. Jika perbedaan kecepatan putar tersebut tidak terlalu jauh ( kurang dari 3 : 1 ), dapat digunakan sistim pereduksi tunggal yang cukup sederhana. Adapun sistim pereduksi tersebut dapat berupa sistim pulley-belt yang terdiri dari sebuah pulley kecil pada shaft mesin penggerak dan sebuah pulley besar pada shaft generator yang dihubungkan oleh sebuah belt. Alternatif kedua, dapat berupa sistim gear-rantai yang terdiri dari sebuah gear ( sproket ) kecil pada shaft mesin penggerak dan sebuah gear ( sproket ) besar pada shaft generator yang dihubungkan oleh sebuah rantai. Alternatif ketiga, dapat berupa sistim gear to gear yang terdiri dari sebuah gear kecil pada shaft mesin penggerak dan sebuah gear besar pada shaft generator yang saling bersinggungan.
Jika perbedaan kecepatan putar tersebut cukup jauh ( lebih dari 3 : 1 ), perlu digunakan sistim pereduksi bertingkat yang cukup rumit. Untuk keperluan itu, dapat digunakan gear box baik yang type HELICAL maupun type WORM sebagai salah satu alternatif yang banyak dipakai. Alternatif lain, dapat juga digunakan sistim pulley-belt bertingkat atau sistim gear-rantai bertingkat. Adapun banyaknya tingkat, tergantung dari Total Reduction Ratio ( TRR ) yang diperlukan.
Pada sebagian besar pembangkit listrik, kecepatan putar mesin penggerak tidak sama dengan kecepatan putar generator. Oleh karena itu, salah satu hal yang harus dilakukan dalam perencanaan sistim pembangkit listrik adalah menjembatani perbedaan kecepatan putar ( rpm ) ideal antara shaft generator dengan shaft turbin. Untuk itu, perlu dibuat desain suatu sistim pereduksi atau sistim multiplikasi yang berfungsi mentranformasi kecepatan putar ideal shaft turbin menjadi kecepatan ideal shaft generator tanpa banyak kehilangan daya. Secara prinsip, sistim pereduksi atau sistim multiplikasi adalah semua sistim mekanik mulai dari pulley atau gear yang terpasang pada shaft turbin, kemudian gear box ( jika ada ), sampai dengan pulley atau gear yang terpasang pada generator. Jadi bukan hanya gear box saja yang merupakan bagian dari sistim pereduksi atau sistim multiplikasi putaran. Demikian juga sebaliknya, sistim pereduksi atau sistim multiplikasi putaran tidak selalu berupa gear box.
Adapun perbedaan antara sistim pereduksi dan sistim multiplikasi adalah pada transformasi kecepatan yang dihasilkannya. Sistim pereduksi mentransformasikan kecepatan putar tinggi menjadi kecepatan putar yang lebih rendah. Sedangkan sistim multiplikasi mentransformasikan kecepatan putar rendah menjadi kecepatan putar yang lebih tinggi. Sistim pereduksi digunakan jika kecepatan putar mesin penggerak ( termasuk turbin ) lebih tinggi daripada kecepatan putar generator. Situasi seperti itu lazim ditemui pada PLTA, PLTU, PLTGU, dan PLTP. Sedangkan sistim multiplikasi digunakan jika kecepatan putar mesin penggerak lebih rendah daripada kecepatan putar generator. Situasi seperti itu lazim ditemui pada PLTMH yang menggunakan kincir lintasan sebagai tenaga penggerak. Dalam artikel ini hanya akan dibahas tentang sistim pereduksi saja. Adapun sistim multiplikasi akan dibahas dalam artikel tersendiri jika ada yang request.
SISTIM PEREDUKSI PUTARAN
Sistim pereduksi putaran yang dibahas di bawah ini dapat diterapkan pada semua jenis pembangkit listrik maupun pada proyek lainnya yang memerlukan sistim pereduksi putaran secara umum.
Untuk dapat menentukan jenis pereduksi yang paling tepat dengan kebutuhan, perlu diketahui dulu data teknis dari mesin penggerak dan generator yaitu antara lain :
a. Kecepatan putar mesin penggerak ( rpm ) yang memberikan efisiensi konversi tertingi ( peak speed ). Kalau diinginkan, boleh juga bukan peak speed ( biasanya diatasnya peak speed ) dengan maksud untuk memperoleh output daya yang lebih besar namun harus rela mengorbankan sedikit efisiensi.
b. Kecepatan putar generator ( rpm ) yang direkomendasikan oleh pabrik. Kecepatan putar generator musti mengikuti standar dengan toleransi sekitar 2-5 % saja. Jika terlalu tinggi atau terlalu rendah melewati batas toleransinya, maka kualitas listrik yang dihasilkan akan berkualitas rendah ( tegangan dan frekuensinya tidak sesuai standar ).
c. Daya yang yang dihasilkan mesin penggerak ( watt atau HP ) pada kecepatan kerja yang ditetapkan pada bagian a di atas
d. Daya dari generator ( watt atau HP ) pada kecepatan kerja yang direkomendasikan pabrik pada bagian b di atas
Setelah semua data bagian a-b-c-d tersebut di atas telah lengkap, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis dan kalkulasi dengan mengikuti langkah-langkah berikut :
1. Memastikan bahwa daya mesin penggerak ( data c ) musti 5-10 % lebih besar dari pada daya generator ( data d ) agar sistem dapat bekerja normal sesuai harapan. Hal itu disebabkan oleh kehilangan daya akibat adanya slip dan atau gesekan pada sistim mekanik seperti bearing, gear, belt, rantai, dsb. Kehilangan daya tersebut bisa mencapai 5-10 persen dari daya total. Jika ternyata daya mesin penggerak tidak lebih besar daripada daya generator, maka musti dilakukan penggantian / perubahan rencana. Alternatif pertama adalah memperbesar daya mesin penggerak jika memungkinkan. Alternatif kedua adalah mengganti generator dengan daya yang lebih kecil.
2. Menghitung Total Reduction Ratio ( TRR ) ideal yang diperlukan berdasarkan data a dan b di atas.
3. Setelah mendapatkan TRR ideal, langkah selanjutnya adalah mendesain rangkaian sistim pereduksi yang memiliki TRR aktual yang sama dengan TRR ideal. Jika tidak bisa diperoleh yang betul-betul sama, maka bisa digunakan TRR aktual sedikit di atas TRR ideal denan toleransi maksimal 5 %. Adapun pemilihan jenis sistim pereduksi yang akan digunakan, perlu mempertimbangan besar kecilnya TRR dengan pedoman sebagai berikut :
• Jika TRR kurang dari 3, dapat digunakan sistim pereduksi sederhana ( lihat gambar ). Adapun sistim pereduksi tersebut dapat berupa sistim pulley-belt yang terdiri dari sebuah pulley kecil pada shaft mesin penggerak dan sebuah pulley besar pada shaft generator yang dihubungkan oleh belt. Alternatif kedua, dapat berupa sistim gear-rantai yang terdiri dari sebuah gear ( sproket ) kecil pada shaft mesin penggerak dan sebuah gear ( sproket ) besar pada shaft generator yang dihubungkan oleh rantai.
• Jika TRR lebih dari dari 3, perlu digunakan sistim pereduksi bertingkat yang lebih rumit. Untuk keperluan itu, dapat digunakan sistim pereduksi bertingkat baik sistim pulley-belt maupun sistim gear-rantai. Adapun banyaknya tingkat, tergantung dari TRR yang diperlukan. Jika TRR kurang dari 3, cukup satu tingkat. Jika TRR antara 3 dan 9, bisa 2 tingkat. Jika TRR antara 9 dan 27, bisa 3 tingkat. Dan jika TRR lebih dari 9, perlu dipertimbangkan penggunaan gear box agar tidak terlalu rumit. Adapun gear box yang dapat digunakan dapat dipilih yang type HELICAL maupun type WORM. Selain harus memilih rasio yang tepat, pemilihan gear box juga wajib memperhitungkan kekuatan yang harus dipikulnya agar tahan lama dan efisien. Gear box yang terlalu kecil, akan cepat rusak. Kalau terlalu besar, boros biaya dan tidak efisien karena banyak kehilangan daya. Mengenai type gear box, yang type HELICAL relatif lebih aman dari pada type WORM jika digunakan untuk memutar beban yang mempunyai momentum anguler yang besar seperti generator. Karena bersifat irreversibel, gear box type WORM bisa rontok jika belt penghubung turbin dan gear box putus ketika sedang berputar kencang . Hal itu disebabkan oleh momentum anguler generator yang akan memaksa bagian output gear box untuk tetap berputar selama beberapa saat sebelum momentumnya habis dan berhenti. Hal itu tidak akan terjadi pada gear box type HELICAL jika belt tersebut putus karena bersifat reversible. Sifat irreversible pada gear box type WORM disebabkan oleh konstruksi gearnya yang berbentuk seperti mekanik pemutar senar gitar. Dengan konstruksi seperti itu, pemutar dapat menggerakkan penggulung senar, tapi penggulung senar tidak bisa menggerakkan pemutar dan jika dipaksa bisa rontok. Gear box pada mobil apapun, semuanya type HELICAL, jadi pasti aman dipakai untuk dinamo. Tetapi dapat dipakai hanya jika rasionya cocok. Rumus untuk menghitung rasio gear box type HELICAL ( jika tidak dicantumkan rasionya ) adalah :
Sedangkan rasio gear box type WORM lebih mudah dihitung karena rasionya sama dengan jumlah gigi pada gear outputnya.
Catatan :
Jika akan menggunakan sistim pulley-belt atau sistim gear-rantai baik tunggal maupun bertingkat, ada cara menghitungnya tersendiri ( lihat contoh pada gambar ). Demikian juga jika menggunakan sistim gear-rantai, TRR aktual bisa dihitung dengan cara yang sama hanya dengan mengganti diameter pulley menjadi jumlah gigi. Hal itu tidak diuraikan panjang lebar disini karena pilihan anda sudah mengarah kepada gear box mobil yang sudah diketahui rasionya. Jika seandainya rasio gear box mobil yang akan dipakai belum diketahui, bisa dibuatkan sketsanya dan keterangan jumlah gigi-giginya serta arah putarannya untuk dihitung secara tepat rasionya. Tentu saja harus dihitung sendiri-sendiri secara terpisah untuk tiap-tiap nomor speed ( perseneling ) mulai dari perseneling 1 sampai top speed ( perseneling tertinggi ) yang tersedia. Caranya sederhana asal ada sketsa dan datanya. Saya sendiri tidak punya data tentang rasio dari gear box mobil sehingga harus menghitungnya dulu ketika membutuhkan.
Terimakasih dan salam eksperimen.
Biho berkata,
Februari 13, 2007 pada 8:29 am
salam eksperimen Pak.
Paijo berkata,
Februari 14, 2007 pada 1:12 am
@ Biho
Salam eksperimen juga.
subadri berkata,
Februari 19, 2007 pada 12:40 pm
Ternyata masih ada juga insinyur mesin ya….? Buka toko d mana boss?
Paijo berkata,
Februari 20, 2007 pada 12:38 am
@ Subadri
Saya bukan seorang insinyur, apalagi insinyur mesin. Saya hanyalah seorang eksperimenter bonek yang belajar sendiri secara otodidak. Kalau ditanya soal buka toko dimana, bingung juga saya karena tidak punya toko. Yang saya miliki hanya sebuah workshop kecil, itupun tidak melayani pesanan pembuatan barang dan hanya khusus untuk keperluan eksperimen saja. Memang yang mau pesan ini itu banyak tapi sampai saat ini saya belum berfikir ke sana karena kesibukan kerja saya.
Terimakasih dan salam eksperimen.
muhammad suyatman berkata,
Maret 9, 2007 pada 11:31 pm
sip mas,aq seneng di indonesia ada nyang kreativ kalo banyak oarng indonesia kreatif kaya mas mudah-mudahan indonesia maju,jangan lelah bereksperimen mas dan jangan lupa tularin ke oarang lain mas
Paijo berkata,
Maret 12, 2007 pada 10:12 am
@ Muhammad Suyatman
Terimakasih telah mampir di blog saya. Saya masih akan terus bereksperimen dan akan terus sharingkan di blog ini.
Putty Angelica berkata,
Maret 21, 2007 pada 1:18 am
Mr Paijo:
Halo apa kabar Mr. Paijo? Bagaimana riset-risetnya? Nama saya Putty dan saya menemukan forum anda ini dari google. Kebetulan saya sedang belajar tentang dinamo dan coba-coba cari info tentang itu semua, kemudian secara tidak sengaja menemukan tentang anda. Saya kuliah mengambil jurusan sastra perancis, namun saya pikir apa salahnya saya juga belajar tentang elektronik. Pengetahuan elektronik saya sangat minim, jadi saya berharap Mr. Paijo berkenan membantu saya dengan membagi ilmu-ilmunya kepada saya. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1. Seandainya mesin penggerak memiliki rpm dan daya lebih kecil dari generator, agar optimal bagaimana sistem pereduksi yang baik?
2. Seandainya saya mempuyai beberapa buah pulley yang ukurannya berbeda-beda masing-masing diameternya adalah pulley 1= 10cm, pulley 2a= 20cm, pulley 2b= 30cm, dan pulley 3= 10cm. Pulley 1 merupakan mesin penggerak dan pulley 3 adalah generator. Pulley 1 dihubungakan ke pulley 2a, pulley 2b dihubungkan ke pulley 3. Pertanyaannya: efek apakah yang dihasilkan? Mohon di jelaskan sedetail-detailnya.
3. Berapakah nilai tegangan, arus, dan daya yang dihasilkan oleh genarator espass?
4. Apakah generator espass bisa dimodifikasi menjadi alternator, bagaimana caranya? Jika bisa berapakah tegangan dan arus yang mampu dihasilkan?
5. Bagaimana cara membuat trafo sendiri? Untuk menghasilkan tegangan dan arus tertentu hal apa saja yang mempengaruhi? Bagaimana rumusnya?
6. Misal sebuah alternator mampu menghasilkan tegangan 100 VAC dan arus 10 A, untuk mendongkrak tegangan menjadi 220 V kan kita menggunakan trafo step-up. Pertanyaan saya, apakah kita juga harus memperhitungkan besar kawat kumparan pada trafo yang mampu dilalui kuat arus 10 A itu?
Atas jawabannya saya ucapkan banyak terimakasih. Salam eksperimen!!!
Hormat saya Putty Angelica.
Putty Angelica berkata,
Maret 21, 2007 pada 1:23 am
Saya tunggu jawaban anda secepatnya. Sekali lagi terima kasih…
Paijo berkata,
Maret 22, 2007 pada 10:40 pm
@ Putty Angelica
Selamat bergabung dengan forum saya, saya akan berusaha membantu semampu saya. Kalau soal kabar, kabarnya lagi kabur ( maksudnya sedang dinas di luar kota ) dan respons ini saya tulis di warnet di Makassar. Soal riset / eksperimen, untuk sementara berhenti dulu karena sedang sibuk mengurus anak-anak binaan saya ( 2 team ) yang sedang membuat prototype alat untuk babak final LCEN 2007 di ITS. Langsung ke pertanyaan inti ya.
1. Jika mesin memiliki daya yang lebih kecil dari generator, maka RPM generator musti diturunkan dari standar sampai sekitar 90-95 % dari daya mesin. Adapun RPM mesin lebih rendah atau lebih tinggi daripada RPM generator, tidak jadi soal. Jika RPM mesin yang lebih tinggi, gunakan sistim pereduksi, jika sebalikknya gunakan sistim multiplikasi. Penurunan daya generator ini sebanding dengan penurunan RPM-nya. Konsekuensinya, frekuensi listriknya turun seiring dengan turunnya RPM sehingga kualitas listriknya tidak sesuai standard lagi. Sebagai contoh, mesin berdaya 7,5 PK ( sekitar 5,5 kw ) 3000 RPM hendak digunakan menggerakkan generator 10 kw 1500 RPM. Supaya mesin mampu memutar generator, maka RPM dan daya generator diturunkan 50 % menjadi 5 kw 750 RPM. Karena RPM mesin lebih tinggi dari RPM generator maka diperlukan sistim perduksi putaran dengan total reduction ratio 3000 : 750 = 4.
2. Dengan rangkaian pulley yang anda berikan, yang terbentuk adalah sistim multiplikasi ( kebalikan sistim periduksi ) karena putaran pulley 3 menjadi lebih cepat daripada putaran pulley 1. Rasio = ( 20 : 10 ).( 10 : 30 ) = 2/3. Jika rasio lebih dari 1 berarti memperlambat ( pereduksi ), jika rasip kurang dari 1 berarti mempercepat ( multiplikasi ).
3-4 Saya belum pernah meneliti generator espass, jadi saya tidak punya informasi yang akurat.
5. Untuk membuat trafo sendiri cukup rumit hitung-hitungannya. Saya sendiri tidak menguasainya secara mendetail karena belum pernah membuat trafo sendiri. Untuk menyederhanakan perhitungan, biasanya orang menyontek ukuran kawat dan jumlah lilitan dari trafo pabrikan yang tegangan dan kuat arusnya setara dengan modifikasi seperlunya. Faktor yang harus diperhitungkan adalah besarnya kawat dan jumlah lilitan harus sesuai dengan tegangan dan kuat arus.
6. Besarnya kawat memang harus sesuai dengan kuat arusnya, semakin besar arus maka diperlukan kawat yang semakin besar pula. Kuat arus berbanding lurus dengan kuadrat dari diameternya. Artinya kawat yang berdiameter 2 mm mampu dialiri arus listrik 4 kali lebih besar daripada kawat yang berdiameter 1 mm.
Terimakasih dan salam eksperimen untuk semua.
Putty Angelica berkata,
Maret 24, 2007 pada 1:52 am
Salam..
Mr. Paijo saya mengucapkan banyak terima kasih atas keterangan yang diberikan. Itu semua sudah sangat membantu menambah pengetahuan saya. Terus terang saja, saya menyukai gaya anda memberikan penjelasan, sangat jauh dari kesan menggurui. Sudah dua minggu situs anda ini menjadi situs favorit saya dan mungkin akan berlangsung lebih lama lagi. Sekali lagi saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Saya harap anda tidak keberatan jika beberapa waktu ke depan saya jadi orang paling cerewet yang tanya ini-itu kepada anda, maklum saya baru belajar dan awam sekali.
Buat rekan-rekan semua barang kali ada yang hendak menambahkan beberapa keterangan dari Mr. Paijo saya ucapkan terima kasih.
Salam eksperiman Mr. Paijo!!!
Hormat saya, Putty Angelica
Putty Angelica berkata,
Maret 25, 2007 pada 1:33 am
Salam Mr. Paijo. Apa kabar? Bagaimana juga kabar anak binaannya? Saya kembali mau bertanya seputar generator dan dinamo. Maaf, saya orang yang sangat awam masalah kelistrikan, jadi mungkin pertanyaan saya tidak berbobot sama sekali. Saya harap Mr. Paijo tidak merasa buang-buang waktu untuk menjawab pertanyaan saya. Langsung saja:
1. Pada sebuah motor listrik, hal apa saja yang berpengaruh pada kecepatan perputaran dan tenaganya? Apakah tegangan dan arusnya?
2. Jika sebuah akumulator dipakai untuk menghidupkan suatu alat listrik, faktor apakah yang mempengaruhi cepat-lambatnya akumulator tersebut habis? Apakah arus yang dikeluarkan? Jika benar, berarti semakin kita menggunakan alat yang mampu dilalui arus tinggi maka semakin cepat habis pula aki/batere tersebut. Mohon dijelaskan.
3. Menyangkut pertanyaan saya yang kemarin masalah generator espass, mungkin sebelumnya Mr. Paijo belum pernah meneliti generator espass tapi sudah pernah meneliti generator mobil lain (selain espass) sebelumnya. Apakah disana juga ada semacam rangkaian tambahan berupa IC? Sebenarnya IC disana berfungsi untuk apa?
4. Kalau tidak salah, pada generator espass tidak terdapat magnet permanen, bagaimana listrik bisa dihasilkan jika hanya kumparan saja yang bergerak? Ataukah, kumparan itu harus dialiri listrik dulu agar timbul magnet, lalu diputar baru menghasilkan listrik? Kalau begitu sama saja bohong, memberi tapi juga mengambil. Bagaimana sistem penyiasatannya agar listrik yang diberikan lebih besar dari yang diambil? Sehingga listrik tsb bisa disimpan di Aki dan bisa dipakai untuk keperluan lain seperti lampu, klakson dsb. Mohon dijelaskan.
Saya rasa pertanyaan saya kali ini sudah cukup. Tolong Mr. Paijo jangan bosan yaa… Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya. Tak lupa juga “sukses” buat anak-anak binaan Mr. Paijo yg terdiri dari dua team itu dalam babak final LCNE di ITS.
Maaf sebelum saya mengakhiri, saya ingin bertanya lagi. Sebenarnya anak-anak binaan Mr. Paijo umur berapa? Saya sekarang 21 thn. Dalam otak saya, saat Mr. menyebut mereka “anak-anak” yang tergambar memang benar anak-anak yang masih SD/SMP. Hebat ya, diusia semuda itu sudah bereksperimen… Salam Eksperimen!!!
Hormat saya Putty Angelica.
Paijo berkata,
Maret 26, 2007 pada 11:33 am
@ Putty Angelica
Terimakasih juga untuk apresiasi dan kunjungan anda. Saya akan dengan senang hati merespons pertanyaan anda. Dalam menjawab pertanyaan pengunjung atau dalam diskusi, sebagai seorang eksperimenter ( bonek ) saya berusaha untuk menjunjung tinggi kode etik eksperimenter yaitu BOLEH SALAH TAPI TIDAK BOLEH BOHONG. Oleh karena itu, saya akan mengatakan terus terang kalau saya belum mencoba atau saya tidak tahu. Kalau saya ragu, saya juga harus menyampaikan keraguan saya agar pengunjung bisa mengeceknya sendiri. Jadi mungkin saja terdapat kesalahan pada isi yang saya sampaikan tetapi itu terjadi secara tidak disengaja dan tidak ada niat untuk membohongi pengunjung. Jika saya sadar terdapat kesalahan isi maupun redaksi, maka saya akan segera meralat agar tidak menyesatkan.
Tentang kegiatan anak-anak binaan saya, sampai saat ini masih on schedule. Saya sebut mereka anak-anak karena usia mereka masih 16-17 tahun ( remaja ) dan masih kelas XI ( kelas 2 ) SMA. Mereka memang para eksperimenter muda berbakat dan masih bisa berkembang lebih hebat lagi di masa mendatang. Lanjut ke pertanyaan anda.
1. Yang berpengaruh pada kecetapan putarnya adalah daya ( tegangan x arus, semakin besar semakin cepat ), diameter rotor ( semakin kecil semakin cepat ), berat rotor ( makin ringan makin cepat ). Yang berpengaruh terhadap momen puntir ( torque ) adalah daya ( tegangan x arus, makin besar makin kuat ), diameter rotor ( semakin besar semakin kuat ).
2. Yang berpengaruh terhadap kecepatah habisnya setrum pada akumulator adalah arus yang dikeluarkan, semakin besar arusnya maka semakin cepat habis. Pada body akumulator ( aki ) biasa tertulis kapasitas ( arus x waktu ) dalam satuan amperejam. Sebagai contoh sederhana, sebuah aki yang memiliki kapasitas 4 amperejam dapat memberikan arus 1 amper selama 4 jam ( 1 x 4 = 4 ). Jika arusnya 2 ampere, maka aki tersebut akan bertahan selama 2 jam ( 2 x 2 = 4 ). Dan jika arusnya 4 ampere, maka aki tersebut hanya akan bertahan selama 1 jam saja ( 4 x 1 = 4 ).
3-4. Pada generator mobil generasi baru, biasa ditemukan IC yang berfungsi sebagai unit pengendali yang mengatur kekuatan elektro magnet ( kumparan ) agar daya yang dihasilkan oleh generator tersebut senantiasa sesuai dengan kebutuhan walaupun kecepatan putaran mesin berubah-ubah. Oleh karena itu tidak digunakan magnet permanen melainkan elektromagnet yang kuat medannya dapat diatur dengan menambah atau mengurangi arus yang masuk sesuai keperluan. Jadi baik stator maupun rotornya berupa kumparan. Kumparan stator untuk menimbulkan medan magnet, sedangkan kumparan rotor akan menghasilkan listrik karena diputar memotong medan magnet. Kalau soal perlu energi memang betul demikian tapi energinya masih lebih kecil daripada yang dihasilkan. Itulah yang “biaya” yang harus “dibayar” untuk memperoleh stabilitas tegangan dan daya pada mobil yang putaran mesinnya berfluktuasi tinggi.
Terimakasih dan salam eksperimen.
gea berkata,
April 11, 2007 pada 3:18 pm
salam…………..
pak paijo.
saya mau membuat generator, yang juga dapat di fungsikan sebagai motor
bagaimana cara menentukan konstruksinya berdasarkan perhitungan….
kalau bisa sertakan dengan gambar.
Terima kasih
Paijo berkata,
April 12, 2007 pada 8:03 am
@ Gea
Anda dapat membuat motor listrik arus searah ( DC ) dengan magnet permanen sebagai stator dan kumparan ( coil ) sebagai rotor. Tentu saja musti dilengkapi komutator dan coalbrush. Motor listrik arus searah jenis ini dapat digunakan sebagai generator arus searah. Jika ingin menghasilkan listrik AC 220 volt, tinggal ditambah inverter saja. Untuk yang dwifungsi semacam ini, mungkin lebih bagus jika jumlah unit coilnya ( bukan jumlah lilitan lho ) tidak terlalu banyak. Soal hitung-hitungannya, saya sendiri belum pernah menghitungnya. Anda bisa mencobanya dengan coba-coba ( trial and error ) karena resikonya cukup kecil jika menggunakan arus DC 12 volt dan arus kurang dari 5 ampere. Untuk gambar, sudah banyak situs dan buku yang memuat gambar skema dasar motor listrik arus searah. Terimakasih dan salam eksperimen.
tommy berkata,
April 12, 2007 pada 5:24 pm
saya nyasar di blog ini dari history pemakai lain ( lagi nge’warnet’ he3.. )
salut mas… bahasannya menarik dan terlihat dikerjakan dengan segenap hati dan pikiran…
saya sendiri bukan pd bidang ini.. tapi salut.. maju terus.
Paijo berkata,
April 13, 2007 pada 8:52 am
@ Tommy
Semoga anda masih mau nyasar ke blog saya lagi. Terimakasih atas apresiasi anda. Eksperimen memang hobi terberat saya sehingga eksperimen maupun blog ini saya kerjakan dengan serius bukan sekedar pengisi waktu luang semata. Terimakasih dan salam eksperimen.
lutfi berkata,
Juni 5, 2007 pada 5:13 pm
pak ijoooooooooooo
lutfi berkata,
Juni 5, 2007 pada 5:15 pm
sy mau bikin bahan penyimpan energi matahari selain solar sel apaakh bisa?
jimmi berkata,
Juni 7, 2007 pada 3:24 am
bang salam!!!!!!
saya da keluh kesah neh…
gini bang saya mau buat koil induksi yang dimanfaatkan sebagai magnet,dengan 2 buah belitan,arus diambilkan dari baterai,yang saya mau tanyakan apakah ada tegangan keluaran dari koil ? jika tidak ada bagai mana caranya supaya ada.dan bagaimana cara mengembalikan tegangan tersebut kedalam baterai kembali(rangkaian elektroniknya) tolong juga gambarkan rangkaianya.
jerry berkata,
Juni 13, 2007 pada 4:02 pm
bos saya mau tanya ni. gimana caranya kita membuat generator listrik dgn ukuran kecil yang menghasilkan listrik dc dan cukup untuk 1 rumah tangga aje
tapi saya mau generatornya kecil kira2 sebesar botol aqua dan listrik dc yang dihasilkan kita rubah menjadi dc , atau gimana ya !!!!!!!
terserah bos aje gimana yang bagusnya
thax banyak bos…………..
ario berkata,
Juli 10, 2007 pada 11:55 pm
bos punya paper tentang generator induksi untuk PLT Angin ga kirim ke email-qu donk….trim’s
Mas Hamron berkata,
Juli 13, 2007 pada 3:07 pm
Mas Paijo… he..he.. kayak di Warkop nya kasino indro ya…
Maaf nih mas, mau tanya kalau buat generator pembangkit listriknya bagaimana sih? soalnya tanya-tanya di bandung di toko itu tidak ada yang jual gitu lho mas, kalau misalnya bikin sendiri bagaimana tuh caranya..?
Saya dkk sedang bantu masyarakat desa terpencil bikin mikro hidro yah kecil-kecilan, tapi terbentur itu tadi generator penghasil listriknya.
Mudah-mudahan mas paijo ngasih solusinya … wah makasiiiiiih buanget deh
Trims. Mas Hamron yang sedang Kuliah kerja nyata di Tasikmalaya
dhani berkata,
Juli 14, 2007 pada 8:23 pm
mas-mas……. saya baru belajar tentang pembuatan pembangkit listrik. tapi basic saya tidak ada berbau elektro, namun saya punya keinginan untuk mengembangkan listrik ke daerah-daerah yang tidak terjangkau PLN seperti yang banyak dilakukan LSM-LSM. saya mohon……… tolong ajarkan saya bagaimana cara pembuatan dynamo, dll….untuk menjadi sebuah generator listrik yang kemudian mengahsilkan listrik yang dapat dimanfaatkan dirumah-rumah. saya berharap teknologi sederhana namun bermanfaat ini bisa dengan mudah diaplikasi oleh masyarakat secara swadaya. kalau ada, mohon kiranya mas-mas kirimkan ke email saya dhanigie@30gigs.com……….atas bantuannya saya ucapkan banyak-banyak terima kasih.
mohammad fakhri berkata,
Juli 30, 2007 pada 10:28 pm
Saya ada satu soalan untuk bapak..saya menggunakan sumber air untuk menghasilkan elektrik..air tadi akan ditembak pada turbin dan turbin akan disambungkan menggunakan pulley pada generator..jadi persoalannya bolehkah saya menggunakan induction motor sebagai generator..atau bapak ada cara yang lain..maaf ye pak jika bapak xbisa faham dengan jelas ape yang saya tulis…saya dari malaysia…
julius berkata,
Juli 31, 2007 pada 6:56 pm
pak paijo yg baik hati…
saya mau nanya dikit nih.. kan biasanya alat pertanian traktor tangan itu digerakkan oleh engine diesel. apakah memungkinkan traktor tangan itu diganti penggeraknya oleh engine gasoline (bensin)? dengan memodifikasi mekanisme gear dan pulley-nya…
apakah dengan menurunkan tingkat RPM-nya, dan menaikkan torsinya, maka engine bensin benar2 dapat dipakai untuk menggerakkan traktor tangan?
apakah ada kendala lainnya?
Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih atas waktunya untuk membaca pertanyaan saya ini. ato mgkn ada rekan2 lain yg dpt memberi masukan ke saya.
maseadjie berkata,
Agustus 9, 2007 pada 8:54 am
mohon penjelasannya bapak, saya mau buat trafo step up 15-an ampere kalo bisa lebih besar dari 15 ampere, bahan yang diperlukan apa saja ya, kawat emailnya seberapa besar dan mohon dijelaskan masing-masing lilitan primer/sekundernya berapa jumlah lilitan dan kawat emailnya sama besar apa tidak, terimakasih
Mangkikin berkata,
Agustus 20, 2007 pada 9:41 am
Yth Pak Paijo, perkenalkan nama saya Mangkikin dari Jakarta, saya angkat topi dan salut kepada Pak Paijo atas daya dan upayanya dalam meningkatkan kecerdasaan bangsa kita melalui jalur elektro, mudah-mudahan membawa keberhakan kepada Pak Paijo, kita doakan.
Saya juga tertarik atas Email yang dikirim oleh Sdr. dhani tanggal 14 Juli 2007 kalau bisa saya juga mohon dikirimi melalui email saya mangkikin@yahoo.com.
Atas bantuannya diucapkan terimakasih.
Alief berkata,
Agustus 21, 2007 pada 8:38 am
Pak Paijo, ini saya nambahin pertanyaan supaya tambah rame…. Kapan pertanyaan2 di atas dijawab??? hehehe….. Tetap semangat ya Pak
suratman berkata,
Agustus 23, 2007 pada 12:44 pm
Mas Paijo,
maaf saya mau bertanya mengenai arah putaran generator (dynamo) yang pernah saya tahu kebanyakan putaran generator searah putaran jarum jam supya menimbulkan arus/listrik. kalo misalkan putaran kebalikan berlawanan arah puratan jarum jam gimana apa sama masih bisa menimbulkan arus dan tidak ada efeknya…?
mohon penjelasannya.
Salam
Suratman
0372 635318
Paijo berkata,
Agustus 23, 2007 pada 1:36 pm
Saya akan jawab satu persatu pertanyaan anda.
@ Luthfi
Solar tidak bisa menyimpat energi tapi bisa mengkonversi energi sinar matahari menjadi energi listrik
@ Jimmi
Yang sendang anda coba lakukan mungkin tergolong dalam mesin abadi , stika abadi atau swacala abadi yang bertentangan dengan hukum alam. Jadi menurut saya tidak akan bisa bekerja seperti yang anda inginkan.
@ Jerry
Saya gak ahli dalam bikin generator. Kalau mau bikin pembangkit listrik, generator/dinamonya bisa dibeli di toko teknik. Masalahnya susah mencari generator/dinamo ukuran kecil ( 300-800 watt ) yang type gusur ( bisa dilepas utuh ). Yang banyak justru type unit yang menyatu dengan mesinnya. Kalau alat untuk mengubah arus DC menjadi AC sudah dijual ditoko, seperti yang dipakai untuk menjalankan TV di bus eksekutif.
@ Ario
Maaf, saya gak punya paper yang anda perlukan. Anda coba googling dengan kata kunci WINMINIKOTA, mudah-mudahan bisa membantu
@ Mas Hamron
Memang generator/dinamo yang kecil ( kurang dari 1000 watt ) susah dicari. Sebenarnya bisa dibikin sendiri menggunakan alternator mobil tapi agak ribet.
@ Dhani
Saya salut pada semangat anda. Untuk membuat microhydro, anda tidak perlu membuat generator/dinamo sendiri karena dapat dibeli dengan harga yang relatif murah. Yang justru lebih penting adalah menguasai perancangan sistem secara keseluruhan. Yang musti dibangun sendiri adalah dam dan sistem turbin dan jaringannya.
@ Muhammad Fakhri ( di Malaysia )
Induction motor tidak dapat digunakan sebagai generator karena tidak reversible. Yang dapat digunakan untuk generator adalah motor listrik DC yang menggunakan magnet dan carbon brush.
@ Julius
Secara prinsip sih bisa, asal daya motor bensin tsb minimal setara dengan mesin diesel yang semestinya dipakai. Yang perlu dilakukan adalah mereduksi putaran motor bensin dengan gearbox yang sesuai agar memiliki torsi dan rpm yang mendekati mesin diesel aslinya. Namun hal itu cukup sulit karena terdapat karakteristik yang sangat berbeda antara diesel dan motor bensin. Saran saya, kumpulkan data teknis dari kedua macam mesin ( minimal daya, RPM, dan torsi pada peak speed masing ). Data tersebut dianalisis untuk menentukan reduction ratio yang diperlukan.
Bersambung …
Paijo berkata,
Agustus 23, 2007 pada 2:22 pm
Sambungan …
@ Maseadjie
Saya tidak ahli dalam hal trafo. Ukuran kawat ( diameter ) berbanding lurus dengan kuadrat kuat arus yang akan dipakai. Jadi anda bisa hitung sendiri dengan melihat trafo yang ada. Perbandingan lilitan, tergantung sebanding dengan perbandingan tegangan bagian input dan output.
@ Mangkikin
Terimakasih atas apresiasi anda. Saya tidak ahli di bidang elektro dan juga tidak ahli di bidang mesin. Saya hanya mencoba untuk berdiskusi dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan teman-teman yang memiliki hoby yang sama. Saya banyak belajar dari mereka dan mungkin saya tidak bisa banyak membantu seperti yang anda harapkan.
@ Cak Alief
Terlalu lama saya gak ngeblog sehinggu sempat numpuk. Sekarang saya cicil untuk direspons supaya gak numpuk banyak.
@ Suratman
Pada generator arus bolak-balik ( AC ), arah putaran poros tidak tidak mempengaruhi listrik yang dihasilkan. Memang arah arusnya akan terbalik tapi tidak akan berefek pada keluarannya. Pada generator arus searah, arah arus akan terbalik jika arah putaran poros dibalik.
Terimakasih dan salam ekseperimen untuk semua.
Amin berkata,
Agustus 31, 2007 pada 8:22 pm
Salam buat mas Paijo,
saya lihat banyak yang tertarik bagaimana membuat generator sederhana, saya akan berbagi sedikit pengetahuan kepada para bloger maupun bloger watch sekalian… Caranya cukup mudah..gunakan magnet bekas speaker yang sudah tidak berfungsi( walaupun pake yang masih berfungsi bahkan masih barupun bisa, kalau anda punya cukup duit untuk membelinya ^_^) makin besar magnet makin besar daya yg dihasilkan. pastikan magnet sudah terlepas dari besi speaker. magnet yang diperlukan bergantung kecepatan putaran dari penggerak generator. jika ingin low rpm gunakan magnet yang lebih permanen banyak. kalau ingin high rpm pake sebuah magnet permanen pun bisa… anggap magnet yang kita pakai ada 6 buah. buat sebuah lingkaran dari kayu atau tripleks dengan diameter 3 kali diameter magnet. buat 3 buah garis yang akan memotong satu sama lain tepat di pusat lingkaran kayu, dengan sudut antar garis dilihat dari pusat lingkaran sebesar 360/6=60 derajat. pasangkan titik pusat magnet(dalam hal ini bentuk magnet permanen berupa lingkaran) tepat di tiap ujung garis. buatlah agar magnet tsb tidak berubah posisi( bisa di lem atau yg lain terserah anda), sebagai tambahan penempatan kutub magnet harus bolak-balik antara magnet yang satu dgn yang lain. contoh magnet pertama kutub utaranya menghadap kayu (sebagai permukaan yang menempel kayu,) maka magnet selanjutnya kutub kebalikannya (selatan) lah yang harus menghadap ke kayu), untuk mengetahui mana utara dan selatan kutub magnetnya caranya cukup mudah. hadapkan 2 buah magnet, jika saling tarik menarik berarti kutubnya saling belawanan, dan jika tolak-menolak berarti sejenis. acuan mana yang selatan atau utara terserah anda. buatlah as/poros permanen pada lingkaran kayu/tripleks tepat di pusat titik lingkaran kayu agar dapat diputar.
buat lilitan kawat berisolasi (kawat email biasa seperti pada trafo maupun motor atau generator) membentuk lingkaran, diameter diusahakan sama dengan diameter magnet. besar diameter kawat maupun banyak lilitan terserah anda. buatlah enam buah lilitan (karena kita memakai 6 buah magnet) dimana masing-masing lilitan dirangkai seri. buat satu lingkaran kayu/tripleks lagi untuk menempatkan lilitan kawat tadi. berilah lubang tepat di pusat lingkaran dengan besar lubang lebih besar dari diameter poros lingkaran kayu yang ada magnetnya tadi, agar bisa dimasuki poros dan poros bisa bergerak bebas (disini anda bisa berkreasi sendiri untuk menggunakan bantalan bearing atau semacamnya untuk mengurangi gesekan poros tsb tadi). tempatkandan rekat 6 lilitan kawat tadi di lingkaran kayu dengan teknik sama seperti penempatan magnet sebelumnya. tetapi pusat lilitan, usahakan tepat di antara dua magnet. jika dirasa susah gunakan saja teknik seperti penempatan magnet sebelumnya. masukan poros tadi pada lubang kayu yang berisi lilitan kawat, dimana posisi lillitan kawat saling berhadapan dengan permukaan magnet permanen. usahakan jarak antara permukaan kawat dengan permukaan magnet sedekat mungkin. buatlah casing agar posisi kayu yang berisi magnet dengan kayu yang berisi lilitan posisinya tidak berubah, hal ini tergantung kreasi anda. jreng..jreng..jreng. generator anda pun siap di uji coba. cara mencobanya putar poros dengan penggerak( bisa tangan, atau apapun untuk membuat poros berputar konstan). ukur tegangan pada ujung-ujung rangkaian seri lilitan tadi dengan volt meter. daya output tergantung besar putaran, lilitan, magnetisasi dari magnet permanen, jarak antar permukaan lilitan dengan magnet permanen) ubahlah parameter2 tsb untuk mendapatkan daya yang diinginkan dengan trial dan error. untuk formulanya saya sendiri masih belum bisa mendefinisikan secara pasti, yang pasti berbanding lurus dengan besar parameter2 diatas tsb. Selamat mencobaa….
Amin berkata,
Agustus 31, 2007 pada 8:37 pm
O ya satu lagi, mengomentari pendapat bung Paijo yang merasa mustahil membuat mesin abadi….saya sedikit kurang setuju dengan pendapat anda, dengan prinsip membalikan energi listrik dari generator ke motor dan dari motor menginputkan kembali energi gerak dengan sedikit manipulasi putaran dari sebuah banda jatuh bebas pada ujung sebuah pesawat-lingkar dan mengembalikan posisi benda tersebut seperti semula akan menciptakan sebuah kontinuitas gerakan dan yang pasti produksi energi listrik. hanya saja lama waktu kontinuitas ini bergantung dari kekuatan magnet pemanent dari generator, kita tau magnet permanen akan melemah seiring dengan berjalannya waktu sedikit demi sedikit. namun dengan orde waktu puluhan bahkan ratusan tahun mungkin boleh dibilang sebagai mesin yang abadi. kelemahannya yaitu biaya pembuatan yang mahal dan energi yang dihasilkan tidak seefisien Pembangkit tenaga air ataupun yang lainnya. karena besar energi yang dihasilkan bergantung besar magnetisasi dari magnet permanen yang digunakan. namun dengan membuat pembangkit dalam jumlah banyak dimungkinkan untuk memenuhi konsumsi energi yang makin rakus seperti yg sekarang ini. walaupun satu hal lagi prinsip bahwa kekekalan energi tidak bisa dilanggar itu mememang benar karena proses membuat magnet dengan magnetsasi yang besar juga diperlukan energi yang besar pula, tetapi setidaknya kita dapat menyimpan energi tsb dalam jangka waktu yg lama melalui mesin semi-abadi.
sayfii berkata,
September 1, 2007 pada 9:55 am
Selamat dan salam kenal nama safii,saya baru menemukan dan membaca forum mr.Paijo dan sangat kagum banget akan aktifitasnya dan saya kepingin sekali seperti itu bolehkan suatu saat nanya2?sebab saya sangat senang hal yang berbau dengan tehnik.thanks atas kesediaannya.
Paijo berkata,
September 1, 2007 pada 2:42 pm
@ Amin
Terimakasih atas penjelasan anda tentang cara pembuatan generator sederhana di atas, semoga bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkan.
Mengenai mesin abadi, saya memang termasuk yang skeptis. Saya sempat terlibat dalam diskusi yang sangat seru dan alot di Forum Energi LIPI selama lebih dari satu tahun tentang hal itu. Diskusi berhenti karena situsnya rusak setelah kemasukan spam. Sejauh kajian saya, mesin abadi bertentangan dengan hukum alam dan sampai sekarang belum ada yang bisa membuktikan sebaliknya. Hal yang paling krusial dalam masalah mesin abadi adalah kehilangan energi karena gesekan.
@ Sayfii
Selamat bergabung dengan komunitas bloger / netter aliran eksperimentalis. Anda dapat bertanya tentang segala sesuatu yang berbau teknik. Tentu saja mungkin tidak semuanya saya bisa jawab karena keterbatasan saya. Namun demikian, dimungkinkan untuk dijawab oleh bloger atau netter lain yang tahu tentang masalah yang anda tanyakan. Itulah esensi dari sebuah blog yang dapat dijadikan forum diskusi alternatif. Bisa juga, anda bertanya melalui e-mail kepada saya ( mr_paijo_paidin@yahoo.co.id ).
Terimakasih dan salam eksperimen untuk semua.
Amin berkata,
September 2, 2007 pada 9:03 pm
Salam Bung Paijo…
Bolehkah tidak saya minta URL forum energi lipi-nya barangkali saya bisa menambahkan. memang ada kehilangan energi akibat adanya gesekan dari material mesin, tetapi hasil output dari mesin kan bergantung dari besar kuat medan magnet permaent pada generator dan motor, adanya rugi gesekan tadi bisa dikompensasi dengan memperbesar medan magnet permanent yg digunakan…itu dia yang membuat dia mahal dan untuk saat ini nilai ekonomisnya masih belum kelihatan.. saya sebenarnya ingin membuktikan teori saya tapi itu dia terkait kendala biaya untuk merealisasikannya. Bung paijo pernah tidak bereksperimen membuat magnet permanent, atau tau toko yg menjual magnet permanent?? Thanks…
Joni berkata,
September 7, 2007 pada 2:56 pm
pak paijo yang baik hati
saya mendapat kesulitan dalam merencanakan besarnya daya dari motor listik yang cocok untuk dapat mengerakkan Grinder(poros perontok mesin seperti mesin perontk padi). apa ada hubungan antara daya yang ditransmisikan dengan berat Poros/grinder yang akan digerakkan. tolong dijelaskan. jika bisa tolong beri URL yang berhubungan dengan masalah ini..Thanks……
salam
Joni
Paijo berkata,
September 7, 2007 pada 4:08 pm
@ Amin
Forum Diskusi Energi LIPI sekarang ini dalam keadaan rusak akibat ulah spamer atau penyusup. URL-nya ( http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?depan ). Kalau dibuka, menu untuk membuka FORUM tidak aktif lagi ( tidak ada gambar telapak tangan menunjuk ). Saya sudah beberapa kali menghubungi admin dari situs tersebut tapi sampai sekarang keadaannya belum berubah.
Saya belum pernah berekskperimen membuat magnet permanen. Informasi tentang vendor, spesifikasi dan daftar harga magnet permanen dulu ada ( banyak ) di forum diskusi yang rusak tersebut. Coba bapak hubungi Pudak di Bandung ( http://www.pudak-scientific.com/ ), mudah-mudahan menemukan apa yang bapak cari.
@ Joni
Terus terang saya tidak ahli dalam menghitung daya seperti itu. Faktor yang mempengeruhi besarnya daya mesin yang diperlukan untuk memutar grinder adalah antara lain :
1. Berat seluruh rotor ( bagian yang berputar ), semakin berat maka semakin besar mesin yang diperlukan.
2. Diameter rotor, semakin besar diameter rotor maka semakin besar daya mesin yang diperlukan.
3. Kecepatan putar rotor, semakin tinggi kecepatan rotor maka semakin besar daya mesin yang diperlukan.
4. Beban kerja dan kapasitas, semakin besar beben kerja dan kapasitas maka makin besar daya mesin yang diperlukan.
Sayang sekali, saya tidak punya referensi untuk membantu bapak menghitung itu. Saran saya, bisa dilakukan pengamatan terhadap mesin-mesin lain dengan memperhatikan faktor-faktor di atas. Setelah itu, dapat diperkirakan ( by feeling ) berapa daya mesin yang diperlukan untuk mesin perontok tersebut. Terimakasih dan salam eksperimen.
Warsono berkata,
September 14, 2007 pada 3:36 pm
Hallo Mas Paijo.
Mungkin kasus saya ada yang sama dengan rekan2x yang terdahulu.
Kebetulan saya ada tugas dari pimpinan saya untuk membuat sebuah mixer, tapi hanya ukuran -/+ kapasitas 50 kg dengan viscocity 5000.
Untuk sekarang ini saya hanya mempunyai motor listrik 0.37 kw.
Mungkin mas Paijo bisa bantu saya untuk memberikan ukuran diameter pulley yang sesuai dengan kecepatan minimal 200 rpm pada as mixer.
Mudah-mudahan mas Paijo dapat membantu.
Terima kasih.
Wassalam
Warsono
Anang R Sasongko berkata,
September 14, 2007 pada 5:26 pm
Salam eksperimen Pak.
Saya, anak dari desa…ingin memberdayakan sda di desa saya, untuk para petani dan masyarakat desa. berupa pembangkit tenaga listrik menggunakan kincir angin. mohon bantuan konsep rancang bangun,simulasi tentang tenaga kincir angin, sampai konversi menjadi listrik.
Fungsi akhir adalah sebagai pompa air di sawah.
Mudah-mudahan mas Paijo dapat membantu impian saya…sebagai anak desa yang bukan Katro.
budi chandra berkata,
September 19, 2007 pada 2:18 pm
salam eksperimen pak.
saya menemukan forum bapak dr google..dan setelah melihat artikel bapak..mungkin bapak dapat membantu kesulitan saya..
begini pak saya merencanakan sebuah skuter dengan mesin 2 tak 30 cc memiliki spek putaran 6000 rpm dan daya 81 kw atau sekitar 1,1 hp..
mesin ini akan menggerakkan roda berdiameter 12 inch dan kapasitas penumpang hingga 80 kilo..
saya berencana menggunakan sistem transmisi pulley untuk menyalurkan daya dr mesin ke roda..karena apabila kuaran daya dr mesin saya konek lgsg ke roda..saya rasa tidak mampu untuk berjalan(apakah asumsi saya benar saya juga msh bingung)
untuk memperbesar putaran roda dibandingkan putaran mesin berarti saya memasang pulley kecil pada mesin dan pulley besar pada roda ya pak? apakah ada rumusan/formula untuk menghitung masalah saya ini..?
tolong bantuannya pak..saya ucapkan terima kasih..
asrudin berkata,
September 27, 2007 pada 5:49 pm
sore bang paijo,,,,pendatang baru nih,,,,,
bang ada keluhan nih,,,saya lagi cari artikel tentang motor induksi sebagai bahan makalah trus juga tentang sistem tenaga listrik,bagaimana pembangkitannya,penyalurannya (transmisi)dan pendistribusiannya,,,,,,mohon bantuannya,,,,,bang,,,,,,,,saya tunggu jawaban bang paijo
budi cahyono berkata,
Oktober 2, 2007 pada 11:48 am
siang pak paijo…. saya pendatang baru nihh… mau tanya??????
salam eksperimen pak.
saya menemukan forum bapak dr google..dan setelah melihat artikel bapak..mungkin bapak dapat membantu kesulitan saya..
begini pak saya merencanakan sebuah gear box dengan motor listrik 2pk, 380 v, 50 hz, 3p, 1500rpm. gearbox ini akan mengangkat beban sebesar 700kg berapakah perbandingan ratio gear boxnya jika waktu yang harus ditempuh 2m/s kira2x terima kasih.
riyan berkata,
Oktober 3, 2007 pada 11:16 am
salut, selamat atas eksperimennya. bisa ikut blajar eksperimen nicch….
ahmeyda berkata,
Oktober 5, 2007 pada 2:09 pm
salam experimen pak Jo
ini pendatang baru.
saya punya motor 1400rpm 1/4 pk yang rencananya untuk memutar generator/ dinamo ampere4 12 volt dengan perbandingan puely 1:3. 1.mampukah generator tsb bekerja dengan baik?
2.jika generator sudah berputar kemudian accu di lepas , apakah generator masih dapat bekerja?
salut untuk semua
Slamet berkata,
Oktober 24, 2007 pada 3:04 pm
Salam Mas Paijo dan Mas Amin.
Saya coba berkomentar tentang energi abadi, menurut saya itu bisa terwujud dengan menggunakan :
1.8 magnit berbentuk u ( seperti motor penggerak mainan )
2.5 atau 10 gear bersumbu (berAS)
3.2 lempeng besi sebagai dudukan, center dan Boss.
Kita rangkai bahan tadi Sbb.
1.4 magnit kita susun saling membelakangi (punggung ketemu punggung) dengan kutub magnit saling bertemu, tempatkan besi AS ditengahnya (satu sumbu).
2.pasangkan besi AS pada 4 magnit berikutnya, masing masing punya AS.
3.Pada 2 lempeng besi kita buat 5 lubang sebagai sumbu, satu lobang sebagai sumbu utama (center) dan 4 lainnya berada di pinggir (membentuk titik kubus, dengan sumbu utama sebagai tengah/center), ini harus presisi lho.
4.Pasangkan gear pada 5 AS dari magnit tersebut.
Dari sini mungkin sudah terbayang putaran yang akan terjadi akibat saling dorong dan saling tarik antar kutub magnit yang terputar akibat 4 magnit pinggir terputar oleh gear dan magnit utama akan memutar gear akibat magnitnya bergerak mengejar 4 magnit pinggir.
Mohon koreksi bila ada yang tidak berkenan.
kang slamet berkata,
Oktober 31, 2007 pada 4:08 pm
pak paijo,
blognya cukup bagus..
bisa bantu aku cari data untuk perhitungan dan pemilihan kabel untuk motor industri?
terimakasih bantuannya
maseadjie berkata,
Nopember 1, 2007 pada 12:59 pm
mas slamet;
tanya ya…
untuk 4 gear semuanya terpaut ke gear utama tidak?
untuk gear utama dan empat gear lainnya ada perbandingan tidak?
ardy berkata,
Nopember 1, 2007 pada 5:37 pm
Salam eksperimen pak paijo….! salam pak paijo saya masih awam dan saya pendatang baru mau minta saran dan masukan sama bapak saya pernah lihat kincir air dinamonya menggunakan mahnit motor. yang saya tau mahnit motor arus yg kluar itu DC sementara untuk pemakain dirumah arusnya kan harus AC bagaimana cara merakitnya dan bagaimana agar arus keluarannya besar. mohon bantuanya.
trima kasih …….. salam eksperimen
herdiman y haras berkata,
Nopember 10, 2007 pada 1:41 am
ass pak Paijo.saya pengen minta bantuan bapak,terkait dengan beberapa jurnal pembanglit listrik tenaga angin dan perhitungannya yang bapak tampilkan dalam GOOGLE.com.kebetulan saya selaku mehasiswa elektro Univesitas negeri gorontalo memerlukan referensi tentang alat2 yang digunakan oleh pembangkit listrik tenaga angin.sekalian contoh : 1.Modul percoban perhitungan daya output
2. modul percoban perhitungan daya yang dibangkitkan Turbin
3. modul ppercobaan perhitungan Efesiensi Generator
4. Modul percoban perhitungan transmisi gear
5. modul percobaan perhitungan pengukur arus
6. mudul perhitungan Tegangan
7. modul percobaan perhitungan kecepatan putaran yang dihasilkan oleh angin
saya sangat mengharapakn bantuan bapak sekaligus dapat membalas secepatnya E- Mail saya.insya allah saya Ujian Akhir minggu depan Sehingganya besar harapan saya agar bapak membantu saya.
Rudi berkata,
Nopember 11, 2007 pada 7:17 pm
Allou…semua.
Ada yang bisa memberikan informasi mengenai Mesin Uap atau Turbin Uap 100-200HP ?
Kalau ada yang jual atau merancang bisa hubungi saya di 081364958778, atau email.
Budiono berkata,
Nopember 14, 2007 pada 6:49 pm
Pak saya ingin minta bantuan bapak. saya ada tugas untuk membuat suatu trafo step down. Mungkin bapak punya artikel bagaimana car menghitung :
a. jumlah Lilitan Primer
b>jumlah Lilitan Sekunder
c. Diameter Kawat Primer
d. Diameter Kawat Skunder
e. Jenis EOT nya seperti apa
f. Dll yang berhubungan dengannya
Terima kasih
abie berkata,
Nopember 15, 2007 pada 8:21 am
Mr. kalo pakesistem worm bisa tingkatin putaran lebih tinggi gak, tus bikin bloknya gemana pa mr jo bikin sendiri.
candra berkata,
Nopember 20, 2007 pada 6:52 am
ni aku lagi butuhbanget motor universal 220 v.tolong banget kalau ada yang mau jual or informasi mesti beli dimana..
cp: 085646967844
hafid berkata,
Nopember 25, 2007 pada 6:59 pm
salam kenal mas paijo. langsung saja ya. saya sedang mengerjakan tugas akhir dan kebetulan penelitian saya tentang kincir overshot sebagai pembangkit listrik. nah permasalahannya adalah bagaimana cara memilih generator yang sesuai dengan daya output kincir yang sebesar kurang lebih 4 kW. saya minta tolong kalau ada tabel pemilihan generatornya sebagai referensi saya dalam penulisan tugas akhir saya atau apa ada genset yang dayanya sesuai dengan daya kincir tersebut lengkap dengan spesifikasinya. mohon bantuannya dan tolong dibalas secepatnya. gitu aja mas, thanks.
hafid berkata,
Nopember 25, 2007 pada 7:03 pm
tambahan mas. kincir yang dirancang yaitu kincir air tipe overshot. dengan data rencana sumber air;debit air 0,25 m3/s dan head 3 meter. pertanyaan saya; 1.apakah data rencana saya relevan untuk digunakan.2, bagaimana rumus untk menghitung putaran poros kincir? wassalam
nugroho berkata,
Desember 17, 2007 pada 7:26 pm
Ass.wr.wb.
mas Paijo…to the point aja saya salut dengan rubik ini..semoga sukses
Wss..wr..wb
jalu berkata,
Januari 5, 2008 pada 4:44 pm
mas paijo saya ingin membuat pembangkit listrik tenaga air buat dirumah.gimana caranya?apa yg dibutuhkan
kin berkata,
Januari 9, 2008 pada 10:19 am
kang Paijo…… saya minta tolong….
mengenai cara menghitung / menentukan efisiensi baik turbin maupun generator dengan berbagai type/jenisnya
bian berkata,
Januari 22, 2008 pada 10:37 am
Mr.Paijo salam kenal, saya termasuk dari sekian banyak penggemar situs
anda dan sering baca artikel2 anda tentang perlistrikan, lama2 saya kok
jadi tertarik dan ingin coba eksperimen dan saya mau tanya sama mr .
Saya ingin membuat sumber listrik sendiri yang terbuat dari dinamo amper
24 volt yang digerakkan oleh sepeda pancal, yang saya tanyakan :
1. Apa yang perlu saya siapkan dan dimana saya bisa beli alatnya.
2. Kalau mau beli gear box type HELICAL dimana dan ratio berapa.
Mungkin itu saja mr paijo mohon pencerahannya.
Bian
saifuddin berkata,
Februari 15, 2008 pada 3:25 pm
Kang Paijo,
Saya punya bengkel kecil-kecilan dan baru ngrintis.gimana sih rumus untuk menggulung ulang motor-motor listrik,selama ini saya tiap mengganti gulungan harus saya bongkar dan dihitung satu persatu dan diukur diameter kawatnya,bisa bantu ga kang,ada buku teorinya ga?
afdil berkata,
Maret 6, 2008 pada 1:07 pm
salam eksperimen dan salam kenal Pak.saya pernah melihat pameran, salah satu yang dipamerkan adalah pembangkit listrik tenaga surya yang memamfaatkan + 100 buah transistor daya.Yang ingin saya tanyakan,
1. bagaimana sistem rangkaian transistor tersebut?
2. bagaimana perhitungan jumlah transistor tersebut dengan jumlah daya yang dihasilkan?
Saya juga ingin tau bagaimana prinsip menggulung motor listrik?
Terimakasih atas bantuannya
Herman berkata,
Maret 13, 2008 pada 3:22 pm
mas saya herman lagi bikin TA Saya mau tanya klo generator kecil yang bisa ngebangkitin tenega listrik (klo bisa barang yang ada disekitar kita aja
ihsan berkata,
Maret 19, 2008 pada 5:05 pm
slam eksperimen pak paijo,
saya orang baru yang sedang mencoba membuat pembangkit listrik rumahan.
saya mau tanya pak, di mana ya saya bisa dapat mesin dinamo atau generator yang daya nya sekitar 500 sampai 1300 watt. karena itu daya listrik yang dipakai di rumahan,
mohon bantuannya pak, di mana saya bisa dapat dinamo yang ukuran daya nya segitu di INdonesia ini. Saya tinggal di MEdan dan di sini saya belum menemukannya.
terimakasih
fahmun berkata,
Maret 25, 2008 pada 7:07 am
salam kenal….
saya seorang mahasiswa mesin yang sedang mengerjakan skripsi dan mengalami kendala.Pada penelitian saya membutuhkan sumber tegangan sampai 9000 volt DC.Saya putuskan menggunakan listrik rumah yang dilewatkan melalui dioda (buat penyearah)dan trafo untuk menaikkan dan mengatur tegangan output sebesar 3000volt,5000volt,7000volt,9000volt.Permasalahanya adalah saya belum bisa menentukan diameter dan jumlah lilitan pada trafo beserta tips cara menggulung trafo yang benar.Yang saya butuhkan hanya tegangan.Arus tidak menjadi masalah berapapun.Mohon kesediaan pak Paijo untuk membantu saya
terima kasih
ryan berkata,
April 3, 2008 pada 11:41 am
bagai mana caranya kita bisa membuat geneator listrik yang dimana generato tersebut dapat menghasilkan energi listrik yang bisa digunakan dirumah rumah
ryan berkata,
April 3, 2008 pada 11:45 am
Mr. bajo bagaimana caranya memperbaiki motor listrik yang sudah terendam air & yang dimana motor tersebut sudah kita hidupkan gak hidup-hidup juga?
maseadjie berkata,
April 3, 2008 pada 1:24 pm
@ mahfum
untuk trafo bisa diitung sendiri rumusnya Vp : Vs = Np : Ns.
Vp = Voltase Primer (input)
Vs = Voltase Sekunder (Output)
Np = Lilitan primer
Ns = Lilitan Sekunder
sebagai contoh : untuk menaikan tegangan dari 12 volt ke 220 volt anda membutuhkan lilitan primer sebanyak 12 lilitan, sekunder 220 lilitan, atau bisa anda perbandingkan sendiri
khairul berkata,
April 6, 2008 pada 9:07 pm
Halooo mr.paijo
Saya punya mesin diesel 6 silinder 84hp putarannya 2300rpm,rencananya saya mau buat genset. Tetapi alternetor yang saya punya 30 kw putarannya 1500rpm.Enaknya pake penghubung apa?Kalo pake direct kopel generatornya kuat gak?Terima kasih
tanto berkata,
April 22, 2008 pada 3:26 pm
maaf saya mau tanya, bagai manana cara merancang generator, penguat medan magnet, frekuensi 50 Hz. terimakasi sebelumnya…….
heztyra berkata,
April 23, 2008 pada 11:37 am
SALAM KENAL MAS PAIJO.
SENANG BISA BERKENALAN DENGAN ANDA
kemarin saya lihat tayangan di tv. tentang profil wanita yang peduli lingkungan, kalo gak salah dia mengulas aktifitasnya membuat listrik tenaga microhydro, tentunta erat kaitanya dengan eksperimen mas paijo, Saya tinggal dibanyuwangi mas, pengen bikin, listrik tenaga hidro . masnya ada referensi ? yang saya bingungkan, apa perlu gearbox gak? terus instalasinya apa aja mas? untuk menaikkan tegangan, untuk menstabilkan tegangan dll. tentunya temen temen banyak juga yang pengen tahu terutama yang tinggal didesa kayak saya karena didesa air sungai melimpak mas. saya tunggu jawabannya mas,
salam eksperimen
sukses tuk mas paijo,.
rubi berkata,
April 24, 2008 pada 10:35 pm
salam knal mas dari saya. mas kalo boleh tau saya minta rumus tentang perancangan poros transmisinya dong mas, & perhitungan bearing juga deh. biar kita tau n kalo sewaktu-waktu kita mo bikin itu gak asal-asalan. sebelumnya terimakasih.
Dedy berkata,
Mei 4, 2008 pada 12:52 pm
mas paijo…slam kenal, saya mau tanya kebetulan ada tugas kampus membuat tugas riset sederhana mengenai generator arus searah DC yang musti membuatnya pakai magnet tetap. bisa minta tolong ngasi saran n skema gambarnya mas? kalo bisa langsung kirim ke email saya ya mas thx
dedo gusrai berkata,
Mei 7, 2008 pada 12:05 pm
mas Paijo aku mau tanya.bagaimana cara kerja dinamo atau motor hubungan seri?serta gambarnya,hingga karakteristik tanpa bedan yang tidak bisa di buat atau di gambar.tolong di jawab ya mas, n kirim ke email saya.salam kenal.
handoyo seto, mengarang mesin abadi berkata,
Mei 9, 2008 pada 10:44 am
Sebelumnya selamat, Pak Paijo, Saya Hand salam kenal Saya baru membaca artikel2 Pak Paijo ternyata Pak Paijo masih aktif merancang penemuan, Saya ikut senang karena bapak selalu memikirkan hal2 yang orang lain belum sempat memikirkan, maaf kalau sedikit ngelantur. Saya cuma bertanya mengenai energi abadi Apakah Pak Paijo pernah terlintas dikepala kalau energi ini bisa di buat, karena saya semenjak sekolah selalu mencoba mengaplikasikannya sampai sekarang hanpir 9 th tes ter akhir des 2007 ( aki mtr12v -> inverter 220v 300w -> bor listrik 220v 300w -> gear 1:4, 1:3 -> alternator buatan (magnet mtr bebek x 2=12v) -> regulator12v -> to aki )) bertahan kurang lebih 10 menit , apa kah bisa diaplikasikan dengan penambahan komponen, saya minta jawaban dari Bapak Paijo , makasih sebelumnya, karena dipikiran dan hati saya pasti bisa diaplikasikan, saya minta pendapat Pak Paijo, makasih sesudahnya,
sukses terus dan maju terus untuk semua orang yang suka memikirkan hal yang masih jauh diujung otak dan hati.
handoyo seto berkata,
Mei 9, 2008 pada 3:39 pm
maaf pak paijo maksud atas pertanyaan saya yang pertama Apakah Pak Paijo pernah terlintas dikepala kalau energi abadi ini bisa di buat menggunakan mesin abadi : yang portable : kira2 kurang lebih sebesar mesin pompa air, mesin yang dapat hidup dari energinya sendiri dan memiliki keluaran energi lebih, karena kalau yang besar dan menetap disatu tempat sudah banyak yang memikirkannya, terima kasih.
wing berkata,
Mei 10, 2008 pada 11:08 am
Bung Paijo,
Saya salut ketekunan anda membuat saya membaca blog ini. Trus terang latar pebndidikan saya bukan teknik, tetapi kebetulan teman saya meminta tolong utk membuat PLTA sangat sederhana utk penerangan tanahnya yg di balik gunung di mana PLN ogah menyambangi. Ide yg baru ada adalah menggunakan kincir air dgn pembangkit menggunakan alternator mobil, voltage regulator dan accu. Out put dari situ akan saya inversikan menggunakan inverter yg banyak dijual. Urun rmbug bung Paijo sangat saya harapakan mengingat ide ini masih mentah dan masih banyak lagi rincian yg harus diriset spt RPM yg dibutuhkan, durability, dan output yg efisien.
LAlu di mana saya bisa dapat penjual generator yg lazim dipakai di pembangkit?
Terima kasih sebelumnya.
Salam experimen.
Wing
0812 9088435
zen berkata,
Mei 12, 2008 pada 10:53 pm
Tq
DigiDo berkata,
Mei 14, 2008 pada 5:50 am
Cuma mau sedikit masukan untuk mesin abadi.
Mungkin Kang Paijo sudah pernah tahu.. Tentang mesin perendev.. bisa googling atau cari di YouTube, keyword perendev.
Bisa dikatakan mesin abadi.dengan mengatur posisi magnet dengan sudut tertentu.
Terima kasih, dan salut dengan blognya.begitu mencerahkan..
poleng berkata,
Mei 14, 2008 pada 3:54 pm
salam teknologi,,,
sy mw tanya bagaimana cara untuk mengetahui KAPASITAS suatu tabung/silinder?
jika tabung akan diisi dengan sampah organic..terimakasih
sy tunggu jawabannya
poleng berkata,
Mei 14, 2008 pada 3:56 pm
oia saya lupa…saya ingin kapsitasnya dalam satuan kilogram (kg)..
handoyo seto berkata,
Mei 14, 2008 pada 4:11 pm
makasih ya mas DigiDo atas masukannya saya dah liat videonya emang benar2 ada dan berfungsi. tinggal di kembangin , salut deh buat pengarangnya, makasih sekali lagi mas DigiDo.
DigiDo berkata,
Mei 14, 2008 pada 9:41 pm
di indonesia sudah ada yang ngembangin belum ya??kalau bisa generate +-500watt, sudah cukup untuk listrik di pedesaan.
buat kang Handoyo Seto, cobain deh ke http://www.fdp.nu/perendev/default.asp
Di halaman paling bawah ada kalkulasinya juga.
Dengan semangat Kang Paijo, Eksperimen Bonej..mari kita ber bonek dengan perendev
DigiDo berkata,
Mei 14, 2008 pada 9:44 pm
GOSIP TEKNO…
ups ngomongin politik nih..maaf). Takut mesinnya gak laku kali..hehehe
Saya pernah dpt info dari seorang pakar Relay Proteksi di Indonesia, bahwa di Indonesia ada seseorang yang berhasil membuat step-up trafo dari 10watt menjadi 2000watt. Nah, hitung aja tuh berapa persen naiknya. kata beliaunya sih penemuan itu meruntuhkan teori fisika nya. well, saya kurang expert di bidang trafo. Saya hanya lihat foto-fotonya saja.jadi masih kurang begitu yakin.
Mungkin yang di”main”kan adalah bahan dari inti besi trafonya. sehingga pergerakan elektronnya lebih agresif dibanding dengan trafo yang sudah ada.mohon dikoreksi kalau saya salah.tks.
Menurut informasi, si pembuat “menghilang”.karena alasan-alasan politis dunia barat (Cukup PLTU 600MW saja sudah bisa buat seluruh jawa kan…
Kira-kira rekan-rekan ada yang mengetahuinya gak ya orangnya dimana?? Bahkan beliaunya ini sudah menawarkan kerjasama dengan PLN…
handoyo seto berkata,
Mei 15, 2008 pada 11:16 am
makasih sekali lagi ya mas DigiDo, kalo untuk trafo sih mungkin aja mas, gak ada yang gak mungkin, salut untuk yang buat. untuk kiriman gambar perendevnya makasih mas membantu imajinasi saya. untuk semua masukannya makasihya mas, baru kali ini ada yang yambung saya ajak komunikasi, biasanya
kebanyakan orang yang saya ajak komunikasi menganggap saya sinting, sekarang sih saya masih ngembangin beberapa mesin abadi walaupun sedikit beralih dari rancangan yang kemarin (karena melihat perendev), saya punya rancangan cadangan selain perendev, ini yang memacu saya untuk membuat mesin yang lebih tangguh mas, tar klo dah jadi fisiknya saya minta sarannya ya mas, saya hanya ingin Bangsa Indonesia bisa lebih maju, makasih atas semua sarannya mas DigiDo.
Semangat terus untuk semua orang yang sebagian hidupotakfikiranyadll untuk mengembangkan teknologi canggih.
sutanto berkata,
Mei 17, 2008 pada 5:06 pm
selamat sore Mr, Paijo.. saya mau tanya tentang eksitasi dan AVR untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA atau PLTMH),
mazii berkata,
Mei 19, 2008 pada 10:47 am
pak paijo.. . . . . .
saya mau tanya,,dlam bulan ini proyek saya harus selesai,,,saya masih bingung dalam menentukan motor induksi 1 phasa yang akan digunakan untuk penggerak mobil listrik (beratnya kira2 150kg)…..berapa hp yang dibutuhkan untuk memutar mobil tsb???,,,serta perhitungannya gmn???
thanx. . . .
zul berkata,
Juni 1, 2008 pada 11:42 am
pagi mas pijo saya mo nanya nih? yang dimaksu dengan tinggi tegangan primer dan tinggi tegangan sekunder apa ya? trus temen saya pernah nguji cdi milik supra th 01,untuk mengetahui tegang primer dan sekunder, maksud dan tujuan pengujian tersebut untuk apa ya? tanks dah mo jawab??
oby berkata,
Juni 5, 2008 pada 10:27 pm
oke banget ni,…utk dunia research indo.
salam kenal mas…
aq mo nanya ni mas,atau sapa aj yang punya info ttg ini,gmn ya cara nentuin jmlh lilitan sebuah generator dan pada rpm rendah sudah dapat bekerja menghasilkan voltase 12-15v..ini rencanax mau aq aplikasikan buat PLTB kecil2n yang akan aq buat.salam experimen……
agus zulfa berkata,
Juni 10, 2008 pada 1:58 pm
halo pak paijo..
saya sedang bereksperimen juga ne, saya sedang mengembangkan wind turbin. kekurangan nya ada di generator nya, berapa rpm minimum yang diperlukan untuk menggerakkan generator yang memiliki tegangan 12 Volt. soal nya wind turbin nya udah jadi, klo beli generator DC dimana ya???
agus zulfa berkata,
Juni 10, 2008 pada 2:00 pm
oo iya caranya bikin blog gmn ya??
saya juga ingin bagi2 ilmu yang saya dapat… lebih baik di share kan ya???
Sugianto berkata,
Juni 11, 2008 pada 5:56 pm
Mas Paijo.
Saya mau tahu, boleh tidak motor listrik ( 3 fase ) 4Pole diserihkan? jadi 2 kutub keluar.Dan bagaimana caranya.tolong dijawab yaa Mas,
terima kasih.
Sugianto berkata,
Juni 12, 2008 pada 11:29 am
.
febri berkata,
Juni 12, 2008 pada 12:49 pm
salam kenal,
terimaksih pada Tuhan masih ada orang indonesia yang peduli akan keadaan rakyat kita indonesia yang menderita. maju terus mas aku doain sukses selalu dan diberi berkah yang melimpah. kalau boleh saya pingin minta tolong kirimkan cara dan panduanya membuat listrik tenaga air. masalah aku dari dulu pingin sekali membuatnya, kebetulan aku tinggal di Papua dimana masih banyak kampung yang belum teraliri listrik. dan hal itu membuat saya sedih sekali,padahal di perkampungan itu ada kali yang mengalir bagus. tolong ya mas, oya kapan ke Jayapura saya siap jadi anak binaan hehehehe….
febri, sentani-jayapura/papua
Aku berkata,
Juni 14, 2008 pada 4:16 pm
makasih jo.
kikim berkata,
Juni 16, 2008 pada 10:56 pm
Salam kenal Pak Paijo
Saya percaya bp bisa bantu, saya ingin membuat trafo AC step up yang voltage outnya 15000 Volt dan amperenya 0.03 A. yang konevensional atau yang elktronik. atau bp bisa buatkan untuk contoh nanti saya beli tapi jangan mahal-mahal atau hub saya 022-76050750/08886240414
Guntur TA berkata,
Juni 22, 2008 pada 2:35 pm
Mas sebelumnya salut atas blognya…..langsung aja ya mas…Saya masih bingung dengan perencanaan sebuah gearbox..mudah2an mas dapat membantu,Gini sebuah gearbox dengan 4 kecepatan mesin dan satu kecepatan mundur diketahu i1=8
i2=6
i3=3
i4=1,5
iR=i1
Thanks buat mas paijo…semoga bangsa ini dipenuhi orang2 yang kreatif seperti mas paijo…….
armal berkata,
Juni 30, 2008 pada 2:08 pm
salam kenal…………
langsung aja ya mas,bisa kirkmkn spesipikasi roda gigi turbin mikrohidro plus gambarya
laoet_37 berkata,
Juni 30, 2008 pada 2:16 pm
hi,…
salam kenal…
saya juga lagi riset, tapi klo saya tentang Hydro Fuel, sayangnya saya lagi ke abisan dana karena nga punya perlengkapan dan peralatan komplit…
klo Mr paijo mau ikut serta dalam riset saya saya akan dengan senang hati mebagi2x, pengetahuan, tapi rahasia ya, krn nanti bisa - bisa kita di kejar 2x sama mafia pengelola popm bensin… hik hik hik…….
beritahu saya ya klo anda berminat, thank’s,……
yoga,Indonesia not for sale!!!! berkata,
Juli 1, 2008 pada 5:38 pm
salut bwt anda mas paijo,,,mw tanya niy, kalo mau buat mikrohidro,,gmn cara menentukan spesifikasi generator,,memilih generator dengan pertimbangan daya tahan…thanx mas
Pujo berkata,
Juli 5, 2008 pada 3:33 am
angkat jempol buat mas paijo, mw tanya mas gih mana aliran proses pembuatan pembangkit listrik tenaga kincir angin? dan apa-apa saja yang harus diperhatikan, tolong bantuannya mas, coz saya ingin sekali menbuat mesin tersebut? kira2 dannya berapa ya mas yaa… kira-kira untuk pembangkit kalangan rumah tangga? thanxs mas
Eko Yulianto berkata,
Juli 9, 2008 pada 4:23 pm
dear mas paijo
mas paijo saya ingin bertanya berkaitan dengan gear, begitu banyak type gear dalam aplikasi nya dan tentunya membutuhkan pemahaman yang baik tentang type2 tersebut.
bisa tolong di jelaskan kah perihal tentang type gear beserta dengan aplikasinya untuk beban seberapa, rpm berapa keuntungan dan kelebihan , dll
atau bisa kasih info juga to website yang bisa menjelaskan perihal tersebut diatas.
jawaban by email juga blh ..
terima kasih mr. paijo
From
Eko Yulianto
PT.MAU
adi wijaya berkata,
Juli 14, 2008 pada 3:14 pm
salam kenal bang paijo.
pendatang baru nih, mau tanya bisa ga kasih contoh pembangkit sederhana buat anak smp kelas 2.
Taufik berkata,
Juli 16, 2008 pada 3:00 pm
Pa Paijo Ysh,
Saya salut sama eksperimen nya, saya pernah mencoba membuat generator listrik walaupun saya bukan seorang berlatar belakang tehnik tapi saya penasaran untuk mencoba membuat pembangkit listrik mandiri tehnologi ini saya adopsi dengan melihat pola kerja kelistrikan di mobil dengan mengandalkan aki dan si aki sendiri gak pernah habis karena di suply dari alternator nah metode ini saya coba bereksperimen sebagai berikut :
1. saya coba kumpulkan alat-alat yang diperlukan yaitu :
a. Aki mobil
b. Dynamo amper ex mobil
c. Motor listrik 1 hp
d. Inverter 2000 watt
e. Pulley
f. Timing belt mobil
2. dari alat-alat tersebut saya rangkai yaitu :
a. saya siapkan kerangka besi sedemikian rupa untuk menempatkan motor listrik dan dynamo amper agar bisa berhadapan dan dihubungkan dengan timing belt diantara pulley nya.
b. di kerangka besi lainnya saya siap kan dudukan aki dan inventer.
c. setelah siap peralatan tersebut dirangkai maka cara kerjanya seperti berikut :
- pertama kita masukan kabel colokan listrik dari motor listrik ke colokan yang ada di inverter.
- kedua sambungkan kabel aki +/- ke sambungan kabel yang ada di inverter.
- ketiga sambungkan kabel +/- yang ada di dynamo amper ke aki.
- keempat setelah sistim terangkai maka langsung kita coba dengan cara menghidupkan saklar yang terdapat di inventer maka arus listrik dari aki (DC) akan mengalir ke inverter yang akan dirubah menjadi AC menjadi 2000 watt sesuai kapasitas inventer karena ada arus listrik si motor listrik akan berputar dengan berputarnya motor listrik maka berputar pula dynamo amper karena dynamo amper berputar maka dia akan menyuplai ke aki dan aki sendiri terpakai arusnya karena menyuplai inverter sedangkan inventer terpakai arus listriknya oleh motor listrik.
-kelima dari kegiatan proses tersebut diatas kita dapat menggunakan selisih listrik yang dihasilkan yaitu arus listrik yang dihasilkan oleh inventer 2000 watt terpakai oleh motor listrik +/- 750 watt maka selisihnya yang 1250 watt dapat kita pakai untuk kebutuhan kita seperti menghidupkan mesin cuci, rice cooker, ceret listrik, kompor listrik, setrikaan atau alat lainnya secara bergantian.
-keenam eksperimen ini sudah saya lakukan uji coba dan berhasil tetapi tentunya masih banyak kelemahannya diantaranya kemungkinan tidak bisa dijalankan secara terus menerus jadi generator ini hanya alternatif saja sifatnya hanya untuk temporer saja.
Demikian Pa Paijo eksperimen saya mudah-mudahan Pa Paijo bisa memberi saran sehingga eksperimen ini bisa lebih sempurna lagi.
Salam
atet berkata,
Juli 17, 2008 pada 3:19 pm
ass…
salute ……..
sungguh besar karunia alah.S.W.T karena telah memberikan ilmu kpd hambanya….
maaf pak klo bisa saya minta dikirim layout microhydro yang se simple mungkin..
ATET WAHYUDIN
JLN.IPIKGANDAMANAH GG.RUKUN 1 NO 51 RT06/02 MUNJUL JAYA
PURWAKARTA 41117 JAWA BARAT.
EMAIL ( atet.wahyudin@yahoo.com)
tlp Rmh (0264) 203161
Hp 085921850283
terima kasih sebelumnya…
slamat berkarya terus…..
wss..