KINCIR TONGKAT JUNGKAT-JUNGKIT “PAIJO”

KINCIR TONGKAT JUNGKAT-JUNGKIT “PAIJO”
By Paijo

Kincir Tongkat Jungkat-jungkit “Paijo”, merupakan penemuan pertama saya ( ketika saya masih SD ) yang merupakan titik tolak dari eksperimen-eksperimen saya selanjutnya. Kincir tongkat versi pertama hanya berupa sebatang bambu sepanjang kira-kira satu setengah meter yang dibuat seperti mainan jungkat-jungkit. Pada satu ujung diberi beban ( pemberat ) dan pengait tali, sedang diujung lainnya diruncingi ( seperti bambu runcing ) untuk menadah air pancuran. Cara kerjanyapun sangat sederhana. Ketika ujung runcing kosong, ujung berpemberat berada di bawah dan ujung runcing berada diatas menadah air pancuran. Ketika ujung runcing penuh air ( lebih berat daripada pemberat ), maka ujung berpemberat akan naik dan ujung runcing akan turun karena lebih berat. Ketika dalam posisi itu ( menungging ), maka air akan tumpah sehingga ujung runcing akan kembali kosong dan ringan. Hal itu akan menyebabkan ujung runcing kembali naik lagi ke posisi semula dan menadah air pancuran lagi. Demikian seterusnya, sehingga kincir akan bergerak jungkat-jungkit. Aplikasi kincir tongkat pada waktu itu adalah untuk menarik-narik tali yang dihubungkan dengan orang-orangan sawah agar bergerak-gerak terus dan berbunyi ( digantungi kaleng yang diisi kerikil ) supaya burung pipit tidak memakan padi di situ. Kelebihan kincir tongkat jungkat-jungkit adalah sederhana dan dapat bekerja pada debit air yang sangat rendah.

Kincir tongkat

Perkembangan lebih lanjut, saya sudah mendesain ulang kincir tongkat jungkat-jungkit yang lebih sempurna. Bahannya bukan lagi bambu melainkan kayu ( balok, papan , dan paku ) atau besi ( pipa, plat, bearing ). Prinsip dasarnya tetap sama yaitu jungkat-jungkit. Penyempurnaan saya lakukan pada penampung air dengan sistim pintu air ( sistim sliding / geser dan sistim engsel ) yang akan membuka total secara otomatis ketika mencapai tanah ( dasar ) ketika bergerak turun. Pintu air yang harus dibuat secara teliti untuk mencegah kebocoran yang dapat mengurangi efisiensi. Penyempurnaan selanjutnya, saya menggunakan tuas penumpah yang akan memutar bak air secara otomatis ketika bak air telah hampir mencapai tanah sampai airnya tumpah. Pada versi terakhir ini pembuatan bak air menjadi lebih sederhana karena tidak diperlukan lagi pintu air. Agar bak air dapat diputar, maka cantolan bak air dibuat berupa poros putar yang dipasang sedikit di atasnya titik berat bak. Tujuannya agar posisi bak air cukup stabil tapi cukup mudah untuk diputar. Jika dibuat dalam ukuran besar, kincir tongkat akan dapat digunakan untuk menggerakkan pompa air ( type piston seperti Dragon ), atau untuk menggerakkan penumbuk padi ( alu ). Kelemahannya, tidak cocok untu menggerakkan dinamo listrik maupun alat lain yang memerlukan gerakan berputar. Kelemahan yang lain, pengaturan frekuensi jungkat-jungkitnya masih kurang fleksibel.

Petunjuk Pembuatan
Agar kincir tongkat mempunyai kinerja yang bagus, maka pembuatannya musti memperhatikan beberapa hal berikut yaitu :
1. Gunakan bahan-bahan yang berkualitas bagus. Jika menggunakan kayu, pilih kayu yang cukup kuat dan tahan air. Jika menggunakan besi, pilihlah yang kekuatannya sesuai dengan ukuran kincir. Barang-barang bekas juga bisa digunakan asal ukuran dan kekuatannya sesuai.
2. Jika dibuat dalam skala yang cukup besar, sebaiknya dibuatkan pondasi beton seperti pada gambar. Untuk skala kecil, bisa tanpa pondasi.
3. Kerjakan semua bagian dengan rapi dan teliti. Yang tampak pada gambar, bukan proporsi ukuran yang sebenarnya.
4. Untuk menentukan ukuran pemberat yang paling tepat, gunakan cara coba-coba dengan cara menambah atau mengurangi sedikit demi sedikit sampai diperoleh ukuran yang memberikan kinerja terbaik.
5. Gunakan bearing pada poros utama untuk menjamin gerakan yang halus dan stabil. Pada poros bak air, juga lebih bagus jika digunakan bearing. Supaya licin dan tahan lama, berikan grease secara rutin pastikan bearing terlindung dari tumpahan air dengan memasang seal karet yang kedap air.

Catatan :
1. Desain ini memiliki kinerja bagus jika debit air pancuran mampu memenuhi bak dalam waktu yang cukup cepat ( sekitar 2-5 detik ). Jika waktu untuk mengisi penuh bak lebih dari itu, diperlukan alat tambahan yaitu sistim gerendel dan triger. Tanpa gerendel dan triger tersebut, kinerja kincir akan sangat buruk dan tidak bertenaga. Adapun sistim gerendel dan triger tersebut tidak dibahas dalam artikel ini.
2. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, dapat ditambahkan pintu air pada pancuran. Pintu air tersebut akan terbuka sendiri ketika bak bergerak naik ( kosong ) dan akan tertutup sendiri ketika bak penuh dan bergerak turun. Sistim pintu air tersebut juga tidak dibahas dalam artikel ini.
3. Selain menggunakan bak air berputar dengan sistim tuas penumpah, dapat juga menggunakan bak air tetap dengan sistim pintu air geser ( sliding ). Pintu geser tersebut akan terbuka ketika bak air menyentuh lantai ketika bergerak turun. Kemudian akan menutup kembali secara otomatis ketika bak bergerak naik. Namun pembuatan sistim pintu geser tersebut menuntut ketelitian kerja yang lebih tinggi untuk menghindari kebocoran. Selain itu, sering terjadi masalah pada pintu air jika dibuat dari papan kayu karena terjadi perubahan ukuran ketika menyerap air. Sistim pintu air ini juga tidak dibahas dalam artikel ini.

Terimakasih dan salam eksperimen.

About these ads

32 Komentar

  1. andi said,

    Juni 18, 2012 pada 9:00 pm

    mas boleh nih alat buat tugas kuliah saya

  2. November 11, 2011 pada 2:50 pm

    Pak Paijo, Saya mahasiswa doctoral di Toyohashi University of Tecnology, Japan. Namun saya sangat tertarik dengan mainan ber iptek, karena sejak kecil saya suka dengan yg begituan. Tahun lalu anak saya klas 6 SD memenangkan lomba kreatifitas dengan membuat mikroskop dengan menggunakan bohlam lampu bekas yg diisi air, dan memenangkan lomba se Kota Ternate, Maluku Utara. Ganbatte!! Tetap semangat!!

  3. lukman kotagede said,

    Juni 29, 2011 pada 12:51 pm

    Salut pak paijo … saya lagi nyari ide mau bikin kolam sekaligus taman termasuk jembatannya di lokasi Sekolah TK, rencana saya yang ada unsur pembelajaran bagi murid-murid TK … kayaknya ide pak paijo mau saya tiru. Trims.

  4. Ahsin fauzi said,

    Maret 13, 2011 pada 3:32 pm

    perkenalkan saya seorang eksperimen juga lho…saya ingin berbagi dalam tulisan ini. Sekarang saya sedang merancang penggunaan tekanan hidrostatis pada air untuk membangkitkan tenaga listrik. Yaitu dengan cara turun naik. Caranya 2 buah drum di sambung dan di las jangan sampai bocor.Bagian dinding bawah asli drum di buang dan di ganti dengan torong untuk memusatkan tekanan air pada titik tengah yang langsung di hubungkan dengan pintu air 4 bilah yang di las pada poros turbin. Jika bilah pintu air itu di dorong air dari atas maka akan terbuka dan bilah selanjutnya menutup dan di dorong oleh air lagi bergantian hingga menghasilkan tenaga putar untuk menggerakan dinamo. Air yang di bawah di naikan lagi dengan menggunakan pompa air listrik.

  5. M@s Karyo said,

    Januari 24, 2011 pada 12:07 am

    wah senang berkunjung di blog mas paijo,… salam kenal semoga ide2nya tambah ngetop..

  6. syeikh raja said,

    Mei 20, 2010 pada 10:32 pm

    sy mliki kolam yg airnya ga ngalir.mohon ptunjuknya

  7. Pak Tani said,

    Mei 7, 2010 pada 9:56 pm

    KAYAK GINI AJA KOQ DIBAHAS…. GAK ADA KERJAAN APA….
    ANAK KECIL AJA BISA, EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHHHHHHHHHHH

  8. basir said,

    Januari 28, 2010 pada 3:15 pm

    klau ada yang salah apa masih diulangin ya ? 0_0

  9. haikal said,

    Januari 6, 2010 pada 12:09 am

    mas paijo : mas saya kan mau ikut lomba gitu , nah disuruh buat hasta karya yang ada unsur pengetahuan tapi ada unsur ekonomis juga mas , saya mau nyobain yang ini ,, menurut mas paijo apa ?

  10. bayoubond said,

    Desember 24, 2009 pada 7:58 am

    Mas Paijo, saya sedang melakukan eksperimen dengan membuat kincir angin tapi menggunakan bhan dasar berasal dari kaleng2 minuman bekas, dengan tujuan membantu pemanfaatan sampah kaleng. tapi saya mngalami kesusahan dalam pembuatan kincir nya. saya sedang mencari2 sumber dan ternyata ketemu blog mas Paijo yg menarik ini. bisa berikan saran ttg eksperimen saya terhadap kincir angin yang sedang saya coba buat?

    trimakasih

  11. Jack Daniel said,

    November 15, 2009 pada 11:04 am

    Mas Paijo Ne lahir tahun Berapa seh.??
    Masa kecil nya tu Kapan..??..Saya juga Waktu Kecil Udah Ngeliat Tu Kincir yang kyk gitu…Bahkan yang Bikin Malah Kakek saya..di Sawah .. tempt kakek pelihara ikan..!! jangan jangan Cuma Niru Bukan Menciptakan..!!
    Apa mungkin Kakek saya yang Niru anak kecil saat itu..Kenangan Itu.. sekitar tahun 1976….Kincir itu sudah ada ..Di daerah Kami Lampung Selatan..
    Thx Ya…jangan kayak Malaysia…hehe..Good Luck For u..

  12. joey said,

    April 22, 2009 pada 10:24 am

    salam eksperiment…
    hallo…saya adalah salah satu anak yang dibesarkan di daerah pelosok dinegeri ini yang masih belum terjamah oleh listrik….
    dengan sedikit keberuntungan sekarang saya bisa bersekolah di pulau jawa….
    saya ingin sekali membuat sebuah kincir angin yang bisa dipakai untuk minimum 1 rumah….yah sukur-sukur satu kampung…..
    tolong yah saya dikirimi literatur ke e-mail saya….supaya klo pulang saya bisa langsung membuatnya…..terima kasih…salam eksperiment…..(ini alamat e-mail saya juliar_kito07@yahoo.com

  13. intan said,

    Februari 27, 2009 pada 9:08 pm

    saya anak kls 3 smp.
    saya dan sluruh tmn2 saya di minta membuat eksperimen,
    ada senter,neraca,dll. oleh guru saya.
    sedangkn saya di suruh untuk membuat kncir air, tapi yang sesederhana mungkin. dgn wadahnya yg bkn dg sungai ataupun kali.
    saya sudah buat kincirnya tetapi dijlnkannya dgn apa??
    bagaimana caranya??
    supaya kincr tersbut bisa jln/berputar ??

  14. firda said,

    Oktober 25, 2008 pada 12:12 am

    keterangan ttg pembuatan kincir ny kurg jls..
    eksperimen akan sulit utk dicoba..
    kalo bs, bt karya2 fisika dnk…
    thx

  15. gogon said,

    Agustus 21, 2008 pada 2:33 pm

    wah………….dari jungkit bolak balik nya bisa diaplikasikan menjadi energi lain

  16. hannie said,

    Agustus 19, 2008 pada 10:18 pm

    pak,,bisa tolong jelaskan proses nya dengan hukum fisika…? informasi dari anda sangat saya harapkan. terima kasih.

  17. hannie said,

    Agustus 19, 2008 pada 9:49 pm

    pak, bisakah anda memberikan detail nya dan bahan bahan untuk membuat produk ini dalam ukuran kecil? saya berminat membuatnya untuk tugas fisika,, mohon direspon.. terima kasih

  18. Ronaldi tanya lagi said,

    Februari 20, 2008 pada 2:49 pm

    Pagi ooooooooooom Paijo kincir bagaimana yang bisa memopa air dalam sumur dan kincir jungkat-jungkit ini bisa tidak diterapkan untuk memompa air dari dalam sumur. Terims

  19. Ronaldi said,

    Februari 20, 2008 pada 2:46 pm

    Malem ooooooooooom paijo, Tolong kasih contoh alat-alat sederhana yang menggunakan titik berat pada kesetimbangan.

  20. indra barus said,

    Februari 2, 2008 pada 6:04 pm

    Selamat sore Pak Paijo saya mau bertanyak neh….. Kincir model apa yang bagus untuk kolam tambak ikan mas yang Fungsinya menambah oksigen pada air tambak saya. trimakasih geh pak.

  21. heru pamungkas said,

    Januari 18, 2008 pada 3:56 pm

    pak Paijo,

    saya banyak baca blognya orang indonesia. blog bapak termasuk buaanyak banyek artikelnya. ini cuman saran lho : bagus juga dibuat buku. sopo ngerti bisa jadi buku pinter.

    maturnuwon

    kangheru24

  22. age said,

    Oktober 7, 2007 pada 7:07 am

    ass,kalo pengen ngasi ilmu ke orang lain harus punya banyak referensi agar ilmu yang diberi itu bisa bermanfaat keorang lain.ini tidak,orang penasaran membacanya tapi gak dapat ilmu.saya sarankan pd orang yang menemukan itu semua supaya bisa bertobat secepatnya supaya tdk banyak dosa,neraka panas loh!!

  23. Paijo said,

    April 23, 2007 pada 10:37 am

    @ Fefen
    Soal bermanfaat atau tidak, itu relatif karena kebutuhan orang berbeda-beda. Kincir tongkat dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa air type piston atau untuk menggerakkan alu penumbuk padi. Kalau soal tidak ada yang mau memanfaatkan, mungkin karena ketidaktahuan saja. Pada prinsipnya, suatu teknologi akan cocok diterapkan pada situasi lapangan yang tertentu seperti yang saya ceritakan pada posting di atas. Kalau situasinya tidak cocok, ya jangan dipaksakan. Mungkin justru lebih efektif dan efisien jika digunakan teknologi lainnya. Terimakasih dan salam eksperimen.

  24. fefen said,

    April 21, 2007 pada 3:06 am

    pak paijo memang kreatif tapi sibaiknya kalau membuat alat haruslah yang berguna dimasyarakat

  25. Paijo said,

    April 16, 2007 pada 12:09 pm

    @ Edy
    Saya mendengar tentang pompa air tenaga gravitasi ketika masih kuliah sekitar tahun 87 atau 88 dari teman saya yang melihat tayangannya di TVRI. Begitu teman saya gambarkan sketsa dan dan cara kerjanya, sata langsung lakukan analisis energi mekanik dan analisis tekanan. Kesimpulannya, pompa tersebut tidak akan pernah bisa bekerja sesuai rancangan karena melawan hukum alam. Kalau tentang permanent magnet motor, saya sadar bahwa hal itu tidak mungkin bisa bekerja karena arah garis gaya akan berubah-ubah jika magnet berinteraksi dengan magnet lain. Perubahan tersebut menyebabkan magnet selalu dalam keadaan setimbang dan tidak terpengaruh oleh arah posisi kutub-kutubnya.
    Kalau anda tertarik di sekitar robot-robotan dan “remote control”, juga masih banyak peluang yang anda bisa masuki. Apalagi kalau meluas ke pengontrol otomatis, banyak industri yang perlu itu.
    Terimakasih atas kunjungan dan apresiasi anda dan salam eksperimen.

  26. Edy said,

    April 13, 2007 pada 7:59 pm

    Mas Paijo,
    Salam kenal.
    Saya simpati dengan apa yang Anda lakukan. Saya tulis komentar ini sebagai wujud simpati saya. Saya termasuk segelintar orang yang sangat penasaran seperti Mas Paijo tentang pembangkitan energi tanpa input, termasuk “Pompa air gravitasi Mas Paijo”.Kira-kira 9 tahun yang lalu saya sempat mencoba membuatnya dan ternyata tidak berhasil. Belakangan tejawab dengan persamaan energi potensial pada suati titik ketinggian, dan akhirnya saya sadari bahwa hukum kekekalan energi masig tetap berlaku. Belakangan saya terinspirasi untuk membuat motor dengan dengan tenaga magenet, teorinya suatu moment/ gaya putar akan timbul dari kombinasi kombinasi arah vector garis-garis gaya magnet. Tetapi ternyata arah garis-garis gaya itu berubah arah ketika peng-kombinasian itu diterapkan. Walhasil gagal obsesi membuat motor tanpa suplay energy. Akhirnya saya lebih asyik bergelut sekitar robot-robotan dan “remote control”
    Makasih Mas Paijo.

  27. Paijo said,

    April 9, 2007 pada 10:10 am

    @ Jimmi
    Kalau tentang itu, belum ditemukan dan saya tidak melakukan eksperimen tentang masalah itu. Terus terang, saya termasuk yang skeptis terhadap segala macam alat/mesin yang termasuk dalam golongan STIKA ABADI atau PERPETUAL WHEEL atau OVERUNITY karena bertentangan dengan hukum alam. Saya yakin kalau alat/mesin semacam itu tidak akan bisa dibuat. Terimakasih dan salam eksperimen.

  28. jimmi said,

    April 7, 2007 pada 11:49 pm

    mas punya penemuan tentang menghasilkan putaran menggunakan tenaga gravitasi?

  29. Paijo said,

    Februari 13, 2007 pada 1:07 am

    @ Amin
    Saya hanya mendesain dan membuat prototype saja. Untuk sementara ini, saya tidak melayani pesanan. Saya hanya membantu dengan memberikan desainnya saja. Terimakasih.

  30. amin said,

    Februari 12, 2007 pada 8:58 am

    Wah.. pak paijo ini kreatif juga orangnya ya.. patut ditiru nih..demi kemajuan kita bersama, apalagi daerah persawahan yang membutuhkan air, pasti deh.. banyak yang butuh. Bisa nih pesan banyak-banyak…

  31. Paijo said,

    Februari 12, 2007 pada 4:22 am

    @ Passya
    Tidak ada salahnya jika didokumentasikan Pak. Hitung-hitung bisa sebagai bahan pelajaran bagi anak cucu. Terimakasih dan salam eksperimen.

  32. passya said,

    Februari 11, 2007 pada 7:38 am

    kalo saya dulu kincir air dari bambu yang as-nya disambung ke pemukul kaleng susu. lumayan…buat nakut2in tikus sama burung…
    ah…jadi pengen mendokumentasikan maenan waktu kecil yang ternyata sangat aplikatif ya….salam eksperimen juga :)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 297 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: