PENGERING PAKAIAN “PAIJO”

PENGERING PAKAIAN “PAIJO”
By Paijo

kipas  pemanasskema-1skema-2

Latar Belakang :
Sekitar akhir tahun 1995, saya dan istri saya sering dibuat pusing karena hujan yang turun hampir tiap hari. Bukan hanya pusing karena kehujanan saja, melainkan pusing karena cucian yang tidak kunjung kering. Maklum, kalau sedang musim hujan matahari sering hanya nongol 1-2 jam saja dalam sehari. Yang lebih bikin pusing lagi, dalam cuaca seperti itu semua orang maunya kencing melulu, tidak terkecuali anak sulung saya yang waktu itu masih bayi. Jadi lengkaplah sudah penderitaan, sudah cucian tidak kunjung kering, ditambah bayi yang kencing sampai puluhan kali sehari. Untungnya, ada tetangga yang mendapat pinjaman mesin pengering dari company ( karena punya bayi juga ) sehingga kami bisa nebeng. Tapi ternyata pemakaian mesin pengering tersebut memiliki efek samping yaitu pakaian cepat rusak. Kerusakan yang sering terjadi yaitu kancing pecah/meleleh, kain sintetik jadi kaku, pakaian kusut/meleleh, dsb. Selain itu, pakaian juga jadi sulit disetrika. Efek samping tersebut sepertinya disebabkan pemanasan yang berlebihan dan pemutaran yang terlalu kencang. Bagaimana tidak, mesin tersebut makan listrik sekitar 2000-3000 watt. Kalau dipakai di rumah pribadi bisa bikin jebol meteran dan juga dompet.

Pengering Pakaian Paijo-1

Untuk mengeringkan pakaian secara efektif, cucian digantungkan ( dengan hanger ) di ruangan tertutup yang cukup kecil ( semakin kecil semakin baik ) tapi udara harus masih bisa bersirkulasi. Jarak antar hanger relatif cukup rapat ( 10-12 cm ). Untuk pakaian dalam atau pakaian bayi, digunakan hanger bundar yang bentuknya seperti payung dibalik karena efektif tempat. Selain itu, cucian dikelompokkan menurut lamanya kering. Kemudian, pemanas dan kipas angin dihidupkan. Tiupan kipas angin diarahkan menuju cucian yang paling lama kering seperti handuk, jeans, sepatu, dsb dengan tujuan agar semua cucian akan kering dalam waktu yang relatif bersamaan untuk menghemat listrik. Setelah semuanya selesai, maka pintu ditutup agar udara dapat menjadi lebih panas ( dapat mencapai 40-50 derajat Celsius ). Hal itu berdasarkan hasil percobaan bahwa yang berpengaruh terhadap pengeringan adalah panas ( yang diberikan oleh elemen ) dan sirkulasi udara ( yang diberikan oleh kipas angin ). Karena ruangan yang dipakai adalah kamar mandi ( shower ) maka proses pemanasan dan pengeringan agak lama yaitu 6 – 10 jam. Hal itu disebabkan ruangan masih terlalu besar ( 2 m x 2m x 2,4 m ) dibandingkan dengan jumlah cucian total yang maksimal hanya 30-40 potong. Jika pengeringan dilakukan di dalam kotak atau lemari berhanger yang volumenya lebih kecil, maka proses pengeringan akan lebih cepat sehingga lebih hemat listrik. Sekitar dua tahun lamanya saya sekeluarga menikmati alat pengering versi pertama tersebut sebelum akhirnya rusak pada bagian elemennya. Namun berdasarkan perhitungan ekonomi, ternyata break even point-nya telah tercapai bahkan sudah meraup keuntungan.

Pengering Pakaian Paijo-1
Tidak puas dengan kinerja pengering versi pertama yang hanya tahan sekitar 2 tahun, maka saya membuat pengering pakaian versi kedua ( Pengering Pakaian Paijo-2 ) yang jauh lebih handal, lebih aman, dan juga lebih simple. Kipasnya tetap menggunakan kipas yang lama karena masih okey. Setelah mengabdi sekitar 5 tahun nyaris nonstop siang malam tiap hari, akhirnya kipas yang lama rusak dan saya ganti kipas baru yang lebih sesuai dengan keperluan ( lihat gambar ). Namun karena penutup ( grill ) bagian depan dari kipas baru tersebut terbuat dari plastik, maka saya lakukan modifikasi seperlunya. Penutup asli saya lepas dan saya ganti dengan penutup kipas lama yang terbuat dari besi. Untuk itu hanya diperlukan tambahan berupa 4 buah plat alumunium kecil, 4 pasang baut kecil, 4 buah baut seng, dan pengeboran seperlunya untuk menempelkan penutup tersebut pada kerangka kipas dengan mantap.

Sedangkan elemen pemanas yang saya pakai, saya pilih elemen bekas oven merk GE ( General Electric USA ) 220 Volt 1200 watt. Untuk menyiasati watt yang telalu besar dan menghindari membaranya elemen, maka saya pasang 2 elemen secara seri. Dengan demikian, masing-masing elemen hanya makan daya 300 watt sehingga totalnya hanya 600 watt saja. Ternyata penggunaan 2 elemen secara seri tersebut memberikan beberapa keuntungan tambahan yaitu :
1. Lebih aman terhadap resiko kebakaran karena elemen tidak sampai merah membara
2. Elemen lebih tahan lama karena menerima beban kerja hanya 25 % dari kapasitasnya
3. Bentuk akhir yang lebih simple karena elemen dapat dibentuk menjadi spiral seperti obat nyamuk bakar. Bentuk tersebut relatif ringkas tetapi sekaligus efektif menyebarkan panas ketika ditiup dengan kipas angin.
Untuk meningkatkan safety factor, saya juga menambahkan sebuah thermostat 15 ampere yang saya saya comot dari bekas kompor listrik GE. Dengan adanya thermostat tersebut, maka arus listrik yang masuk ke elemen akan cut off secara otomatis jika temperatur elemen melebihi batas tertentu sesuai setelan ( terlalu panas ). Jika temperatur sudah turun kembali ( dingin ), maka arus listrik yang masuk ke elemen akan on lagi secara otomatis pula. Overheating tersebut dapat terjadi jika kipas angin rusak / macet atau dimatikan secara tidak sengaja,

Tanpa terasa, ternyata alat pengering sederhana hasil kreasi saya yang kedua tersebut telah saya pakai selama hampir sepuluh tahun tanpa masalah yang berarti. Perawatan rutin yang diperlukannyapun hanya pembersihan terutama elemen dan daun kipas angin tiap 3 bulan. Pelumasan ( pemberian grease jenis Lithium Complex ) cukup dilakukan 6 bulan sekali pada poros kipas angin supaya tidak macet dan tahan lama.

Petunjuk Pembuatan
Supaya lebih jelas, anda dapat melihat skema dan foto bagian utama dari alat pengering yang saya ciptakan tersebut tanpa perlu penjelasan panjang lebar. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan dan perawatan Pengering Pakaian Paijo agar memenuhi standar mutu yang tinggi, aman, awet, dan memuaskan yaitu :
1. Gunakan hanya bahan-bahan yang berkuaitas prima dan sesuai spesifikasi yang direkomendasikan. Hal itu mencakup semua bagian seperti, elemen yang berpembungkus logam tahan karat ( minimal setara dengan elemen setrika otomatis ), saklar listrik dan thermostat yang kapasitas arusnya besar ( minimal 2 kali lipat arus yang real dipakai, tidak dianjurkan menggunakan thermostat magic jar karena kapasitasnya hanya 0,5 ampere saja ), kabel tahan api khusus untuk elemen pemanas ( insulatornya terbuat dari anyaman benang asbes ), dan kipas angin dengan ukuran besar ( minimal 30 cm, 60 watt ) yang mempunyai dudukan yang kokoh dan stabil. Terali / ruji-ruji kipas juga dipilih yang terbuat dari logam agar tidak meleleh terkena panasnya elemen. Untuk bilah kipas tidak ada masalah, biarpun dari plastik tidak akan meleleh. Plat dudukan elemen dapat dibuat dari alumunium 2 mm atau besi tahan karat 1 mm.
2. Kerjakan dengan rapi dan teliti karena menyangkut keselamatan pemakaian listrik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan ( kesetrum ) maupun bahaya kebakaran jika teledor. Selalu periksa ulang dengan multimeter sebelum mencoba mencolokkannya ke stop kontak. Untuk koneksi listriknya, sangat disarankan untuk menggunakan kabel serabut isi 3 yang bisa untuk grounding. Demikian juga untuk steker dan stopkontaknya, sangat disarankan untuk memilih yang menggunakan pin kuningan serta dilengkapi dengan konektor grounding. Bagian yang digrounding ( dihubungkan dengan tanah / arder ) adalah dudukan elemen dan logam pembungkus elemen.
3. Adakan pengecekan secara rutin ( PM Check ) minmal 3 bulan sekali sambil melakukan pembersihan dan pelumasan. Periksa logam pembungkus elemen-kalau kalau ada yang berlubang atau koyak. Periksa dan kencangkan baut-baut dan sambungan-sambungan kabel jika ada yang longgar. Periksa isolasi pada sambungan-sambungan dan ganti dengan yang baru jika perlu. Periksa kondisi thermostat dan pastikan dalam keadaan baik, lidahnya tidak terbakar dan tidak melengket. Untuk menguji thermostat, nyalakan pemanas dan matikan kipas, kemudian tunggu bebarapa menit sampai elemen panas. Jika pada saat elemen mulai terlalu panas terdengar bunyi “KLIK” pertanda cut off, itu berarti thermostat bagus dan setelannya tepat. Dan jika cut off terlalu cepat ( belum cukup panas ), terlalu lambat ( sudah kelewat panas ), atau tidak mau cut off sama sekali, maka coba setel thermostat dengan obeng plat kecil. Jika terlalu dingin putar searah jarum jam, dan jika terlalu panas putar ke arah sebaliknya. Pada saat setelan sudah tepat, maka thermostat akan on terus selama kipas angin bekerja normal dan akan cut off beberapa saat ( kurang dari 1 menit ) setelah kipas angin tidak bekerja.

Tawaran Koleksi Pribadi
Jika ada yang memerlukan, saya masih punya koleksi 5 buah elemen oven GE 220 Volt 1200 watt ( belum dibentuk spiral ) dan 2 buah thermostat GE 15 ampere. Semuanya bekas, tapi kondisinya sangat bagus dan identik dengan yang saya gunakan sekarang. Ada juga koleksi 4 elemen bekas oven GE 220 Volt 2200 watt yang juga dalam kondisi bagus ( 2 berbentuk spiral, 2 berbentuk segi empat ). Koleksi lainnya adalah 2 buah elemen pemanas GE 220 volt 2000 watt type plat berbentuk lingkaran diameter 7 inchi ( 18 cm ) yang dalam kondisi baik tapi sedikit berkarat di bagian luar karena dibuat dari besi tuang. Dari koleksi-koleksi tersebut, saya tidak bermaksud untuk melepas semuanya melainkan hanya sebagian saja. Untuk elemen pemanas saya hanya bisa melepas maksimal 8 buah, sedangkan untuk thermostat saya hanya bisa melepas sebuah saja.
Semua elemen berbungkus logam tahan karat atau besi tuang tebal ( type plat ) sehinga sangat aman dan tahan lama. Sedangkan insulatornya terbuat dari bahan keramik kualitas tinggi. Jika dipakai untuk memasak pakai panci, pancinya dapat ditumpangkan ( berarti bersentuhan langsung ) dengan elemen tanpa takut kena setrum sehinga pemasakan berlangsung lebih cepat. Jadi tidak seperti elemen kompor listrik murahan yang banyak beredar di Indonesia yang bentuk elemennya seperti per ( pegas ) yang menyala dan tidak boleh bersentuhan dengan panci.
Yang menjadi masalah, saya kesulitan menentukan harganya karena bisa bikin dahi berkerut terutama bagi yang lebih mementingkan harga murah daripada kualitas. Sebagai contoh harga sebuah elemen oven GE 1200 watt yang baru sekitar 80 US$ ( atau sekitar Rp 720.000 ). Untuk yang 2200 watt sekitar 100 US$ ( atau sekitar Rp 900.000 ). Sedangkan untuk thermostat sekitar 25 US$ ( atau sekitar Rp 225.000 ). Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim dari Amerika ke Indonesia. Yang juga bikin tambah sulit menentukan harganya adalah bahwa barang tesebut adalah bekas walaupun dalam kondisi bagus, Namun demikian, barang tersebut juga sangat langka dan sangat sulit ditemukan di Indonesia karena hanya diimport dalam jumlah kecil dan untuk keperluan khusus yang sangat terbatas saja. Hal itu mungkin disebabkan harganya yang mahal, watt-nya juga besar, dan jarang pula yang membutuhkan. Saya juga perlu informasikan bahwa barang-barang tersebut saya peroleh dengan susah payah di scrab iron area yang sekarang sudah tidak ada lagi karena telah ditimbun sekitar tahun 1998.
Mengingat kelangkaan tersebut dan masih adanya kemungkinan saya memerlukannya untuk eksperimen saya yang lain, sebenarnya saya merasa sangat berat untuk melepasnya. Namun jika ada yang memerlukan dan bersedia memberikan mahar yang pantas, saya akan rela melepaskannya sebagian. Itupun dengan syarat kalau saya yakin bahwa akan digunakan dan dirawat dengan baik-baik, syukur-syukur jika memberi manfaat yang besar bagi calon pemiliknya yang baru. Saya menggunakan istilah mahar ( bukan harga ) dan pakai syarat segala karena barang-barang tersebut merupakan sebagian koleksi pribadi ( bukan dagangan ) yang telah memberikan begitu banyak inspirasi yang telah memotivasi serta menghasilkan prestasi di beberapa lomba elektroteknik tingkat nasional. Oleh karena itu, saya memiliki ikatan emosi dengan koleksi saya yang memiliki nilai historis tersebut. Namun demikian, terpaksa saya mungkin harus rela melepas nya sebagian karena saya memerlukan biaya untuk menyelesaikan tahap akhir pembuatan prototype mesin jenis baru yang mandek sejak pertengahan Nopember tahun 2006 lalu. Jika diperlukan, saya juga bisa membentuk elemen tersebut menjadi spiral seperti obat nyamuk bakar dan sekalian membuatkan dudukannya sesuai permintaan. Untuk keperluan pengering pakaian, bisa saya kerjakan sampai siap pasang di bagian depan kipas angin. Jika untuk kompor, bisa saya buatkan dudukan ( kaki ) sampai benar-benar siap pakai. Untuk kedua hal tersebut, saya sudah mempunyai desain maupun prototype yang telah teruji di lapangan selama sekitar 10 tahun.
Jika ada yang berminat serius terhadap koleksi saya tersebut, dapat mengajukan penawaran mahar ke e-mail ( mr_paijo_paidin@yahoo.co.id ). Hanya yang serius saja yang akan ditanggapi.

Jika ada yang memerlukan, semua atau sebagian dari isi artikel ini ( termasuk gambar ) boleh dicopy atau disadur secara gratis asal mencantumkan sumbernya. Kalau menyempatkan diri minta ijin atau setidaknya memberitahukan lewat comment, itu lebih baik lagi.
Terimakasih dan salam eksperimen.

& Komentar

  1. winerwin berkata,

    Februari 1, 2007 pada 8:46 am

    wah ide anda bagus! kreatif! kesulitan memang membuat orang jadi mau berusaha ya. kecewa juga kenapa indonesia diberikan alam yang sangat nyaman. coba indonesia diberikan alam yang tandus, saya yakin bangsa indonesia lebih baik dari sekarang. sampai di sekolah-sekolah pun selalu tuh ditanamkan rasa malas harapan bangsa, “Yak kita harus berbangga tinggal di Indonesia karena mempunya letak strategis di tengah-tengah khatulistiwa, diapit oleh dua benua, juga mempunya alam yang subur, indah, dan iklim yang sempurna.” Dengan kalimat tadi cukup untuk merusak pikiran anak bangsa.

    Sudah enak, kok cari susah?

    Aduh maaf kalau ngomongnya jadi kemana-mana. Cukup kagum juga dengan semangat berbagi anda ya, semoga pembuatan prototype mesin anda cepat berhasil!

  2. Ahmad berkata,

    Februari 1, 2007 pada 9:10 am

    ide kreatif, saya dukung sepenuhnya

  3. Rial Gito berkata,

    Februari 27, 2007 pada 2:28 am

    kenapa pusing-pusing cari alat yang merepotkan ?
    bukannya sekarang udah ada alat yang praktis dan harganya juga tidak mencekik kantung uang kita.bisa enggak sih lebih murah dikit biayanya?

  4. Paijo berkata,

    Februari 27, 2007 pada 2:46 am

    @ Winerwin
    Saya akan terus berbagai pengalaman yang lain, terimakasih atas bantua doa anda.

    @ Ahmad
    Terimakasih atas dukungan anda.

    @ Rial Gito
    Alat itu tidak merepotkan saya tuh, selama bertahun-tahun gak pernah rewel dan nyaris gak perlu diurus. Harganya juga murah tuh, karena komponennya hasil memulung. Yang saya beli cuma kipasnya saja. Soal mahal atau murah, itu tergantung selera dan tuntutan kulitas. Kalau mau bagus kayak yang saya punya, memang mahal seandainya komponennya dibeli. Tapi kalau yang penting bisa dipakai bisa sangat murah, tinggal beli saja kipas angin, elemen setrika dan termostat di toko alat-alat listrik, mungkin gak sampai Rp 200.000,- sudah komplit.
    Jadi saran saya, kompromikan selera dengan isi kantong.
    Terimakasih dan salam eksperimen untuk semua.

  5. tanty berkata,

    Maret 7, 2007 pada 9:29 am

    alatnya bagus banget tpi perhitungan secara teoritisnya pake apaan yah mksh

  6. Paijo berkata,

    Maret 7, 2007 pada 10:16 am

    @ Tanty
    Karena rangkaiannya cukup sederhana, maka tidak perlu perhitungan teoritis segala. Lagi pula semua komponennya sudah tersedia di toko-toko elektronik sehingga tinggal mencari yang ukuran fisik dan kapasitasnya cocok dengan kebutuhan. Kalau neng Tanty berminat untuk mengetahui perhitungan teoritisnya, bisa saya buatkan asal sabar menunggu 1-2 minggu. Yang dihitung adalah analisa tentang hubungan antara daya listrik ( watt ), banyaknya cucian yang dikeringkan, dan waktu pengeringan. Terimakasih dan salam eksperimen.

  7. Feri Adisumarta berkata,

    Maret 20, 2007 pada 3:40 pm

    Salam tepat guna.
    Kalau saya lain mas, saya lebih senang memanfaatkan energi panas yang sudah ada.
    Idenya waktu masih kecil kan sering pulang sekolah mainan kotor dan becek sehingga sepatunya jadi kotor. Nah sama ibu biasanya sore dicuci dan untuk mengeringkannya di jemur di belakang kulkas….ha ha ha ha kulkas dulu kan ada elemen panas dibelakangnya…
    contohnya kebeneran di rumah kan pake AC, anak2 sekarang maunya tidur pake AC.
    Nah bagian Outdoor (Compresor AC) kan membuang panas dari ruangan.
    Anginnya udah kenceng dan hangat.
    Tinggal sedikit modifikasi dengan membuat saluran keluaran Compresor AC tersebut ke tempat pengeringan.
    (tp jangan menutup bagian belakang compresor karena itu untuk saluran masuknya udara yang masih dingin. juga saluran buangan tadi juga jangan ditutup juga.)
    Terimakasih kalau berkenan.

  8. iqbal berkata,

    Maret 25, 2007 pada 11:46 pm

    ide cemerlang yang sangat bermanfaat

  9. Paijo berkata,

    Maret 26, 2007 pada 11:48 am

    @ Feri Adisumarta
    Yang anda lakukan sudah sangat tepat dengan situasi yang anda hadapi. Semua jenis mesin pendingin seperti kulkas, freeser, AC, dsb selalu memiliki bagian pembuang panas ( bukan elemen panas ). Udara yang keluar dari pembuang panas ini cukup panas untuk mengeringkan cucian termasuk jeans, handuk atau sepatu sekalipun. Tinggal dibuatkan pengarah berbentuk corong yang mengalirkan udara panas ke box yang berisi tempat menggantung cucian, maka jadilah pengering pakaian. Selain itu, panas dari pembuang panas juga digunakan untuk memanaskan ( menghangatkan ) air untuk keperluan mandi. Tinggal dibuat jaringan pipa dan penyerap panas di dekat pembuang panas serta tangkin penyimpanan air panasnya saja. Yang belum bisa adalah kalau untuk membakar ikan atau sate karena temperatur pembuang panas tidak cukup tinggi untuk keperluan tersebut.

    @ Iqbal
    Terimakasih atas kunjungan dan apresiasi anda.

    Terimakasih dan salam eksperimen untuk semua.

  10. Roedhie berkata,

    April 11, 2007 pada 12:19 pm

    Pak Paijo yang Baik…..

    Saya mohon ijin untuk mencoba penemuan Bapak Yang ini, Boleh ya…..

    Saya mau coba ajukan sebagai bahan penelitian ilmiah di tempat saya kerja…

    Terima Kasih Pak…

  11. Paijo berkata,

    April 11, 2007 pada 12:45 pm

    @ Roedhie
    Silahkan dicoba pak Roedhie, semoga bermanfaat untuk anda dan juga untuk tempat kerja anda. Salam eksperimen.

  12. Roedhie berkata,

    April 12, 2007 pada 10:43 am

    Pak Paijo….

    Saya pengen membuat power supply 3 phasa yang dapat dikontrol keluarannya, apakah Bapak tahu rangkaiannya…???
    Dulu saya pernah buat yang satu phasa pakek IC TCA 785, alhamdulillah berhasil. Sekarang saya mau cobain yang tiga phasa tapi saya gak punya rangkaiannya.

    Mohon Bantuan Pak Paijo…

    Terima kasih…..
    Salam eksperimen…

  13. Feri Adisumarta berkata,

    April 13, 2007 pada 10:39 am

    @ Roedhie
    Kalu boleh tau untuk apa mas?
    dan perlu output tegangan berapa?

  14. Paijo berkata,

    April 13, 2007 pada 11:22 am

    @ Roedhie
    Terus terang, saya tidak tahu banyak tentang seluk beluk power suply, apalagi yang tiga fasa. Saya juga tidak punya informasi apalagi rangkaian yang anda perlukan. Kalau genset tiga fasa atau cara merangkai tiga buah generator ( dynamo ) satu fasa menjadi sebuah sistim generator 3 fasa saya tahu caranya.

    @ Feri Adisumarta
    Kalau pak Feri punya informasi atau rangkainnya, mungkin bisa membantu pak Roedhie.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  15. Fadly berkata,

    April 13, 2007 pada 1:52 pm

    dah riset cost benefitnya blom ?

  16. Paijo berkata,

    April 16, 2007 pada 8:35 am

    @ Fadly
    Saya belum teliti soal itu, mungkin ada eksperimenter lain yang mau menilitinya lebih lanjut. Terimakasih.

  17. ali berkata,

    Mei 11, 2007 pada 5:03 pm

    chayo pak..

  18. Roedhie berkata,

    Mei 22, 2007 pada 12:55 pm

    @Ferri Adisumarta

    Mas Ferri yang baik…
    dulu rangkaian yg pernah saya buat itu digunakan untuk menjalankan mesin dc shunt dengan keluaran 0 - 200 V. Sekarang ini saya mau coba cara yang lain yaitu dengan sistem tiga fasa. Namanya aja eksperimenter Mas…
    ya suka coba-coba….. gitu lho…

    Kalo Mas Ferri bisa bantu saya, boleh dong kirimin saya rangkaian tersebut…..

    thanks atas bantuannya.

    salam eksperimen

  19. Roedhie berkata,

    Mei 22, 2007 pada 1:07 pm

    Pak Paijo yang baik……

    Saya mau tau juga tuh… cara nyambung generator 1 phasa menjadi tiga phasa.
    Kalo Pak Paijo berkenan boleh dong kirimin saya gambar pemasangannya

    Terima kasih…..
    Salam eksperimen

  20. pakdhe berkata,

    Juni 4, 2007 pada 12:58 pm

    gini pak tapi dengan sirkulasi udara yang tidak lancar membuat baju jadi berbau gak enak tapi kalo banyak sirkulasi baju lama keringnya .gmn pak

  21. Erwin berkata,

    Juni 7, 2007 pada 6:39 am

    Pak Paijo yang kreatif…,
    Pak kebetulan saya mau bisnis laundry di Jogja, kira2 Bapak sempat nggak mbuatin buat kami, nanti biaya dll silahkan dikalkulasi dahulu, terus setelah kompromi baru dikerjakan. Terima kasih

  22. emmy berkata,

    Juni 23, 2007 pada 9:51 am

    Pak Paijo
    saya perlu membuat projek untuk pengajian tahun akhir saya dalam bidang kejuruteraan elektrik (ijazah sarjana muda). Saya ingin mendapatkan nasihat dan pandangan mengenai projek yang telah saya fikirkan ini.Ia berkenaan almari pengering pakaian. Cara menggunakannya mudah cuma letakkan pakaian yang sudah dikeringkan oleh washing machine, tutup alamri dan selepas 1 jangka masa almari dibuka dan pakaian sudah bolah dilipat.

    terima kasih

  23. budi berkata,

    Juni 30, 2007 pada 7:37 pm

    bos berapa lama jadi keringnya.
    tengkiu

  24. Denny berkata,

    Juli 5, 2007 pada 1:31 pm

    Pak Paijo.
    Saya baru tahu dan baru gabung disini, boleh nggak experemen apa yang sudah pernah ada.

    Terima kasih
    Salam

  25. roslina berkata,

    Juli 20, 2007 pada 1:14 pm

    saya mahu mereka alamari pengering baju yang mempunyai heater,blower,kipas ekzos serta tempat penyangkut baju itu boleh berpusing.tp masalahnya,saya tidak tahu bagaimana ingin membuat pendawaian bagi bahan2 tersebut

  26. Paijo berkata,

    Agustus 24, 2007 pada 10:46 am

    @ Ali
    Blognya sudah jadi apa belum ya, kan saya sudah invite.

    @ Roedhie
    Untuk menyambung 3 buah generator arus AC satu fasa ( ketiganya harus identik / sama persis ) menjadi sebuah sistem generator arus AC 3 fasa diperlukan dua hal saja yaitu :
    Pertama, ketiga poros generator dihubungkan secara mekanik menggunakan gir atau rantai atau sambung langsung dengan selisih fase ( sudut ) tertentu tergantung jumlah kutub magnet yang digunakan. Selisih fase = ( 240 : jml kutub ) derajat busur. Jumlah kutub magnet selalu genap 2,4,6, dst karena berpasangan kutub utara dan kutub selatan.
    Kedua, kabel netral ( nol ) dari tiap-tiap generator dihubungkan jadi satu menjadi terminal nol. Pastikan bahwa kabel netral dari setiap generator berada pada posisi yang bersesuaian satu sama lain pada coil. Sedangkan kabel fasa dari tiap-tiap generator secara berurutan akan menjadi terminal R, S, dan T. Gambarnya belakangan pak, masih sibuk. Tapi anda bisa coba untuk menggambarnya dulu sesuai data jumlah coil dan jumlah kutub magnet pada generator yang anda pakai kemudian anda kirim ke e-mail saya ( mr_paijo_paidin@yahoo.co.id ) untuk saya check dan saya bantu hitungkan.

    @ Pakdhe
    Pengalaman saya memakai alat tersebut selama bertahun-tahun tidak pernah ada keluhan macam itu.

    @ Erwin
    Saya bisa membuatkan untuk anda tapi terus terang saya kesulitan waktu dan juga kesulitan menentukan harganya karena elemen pemanas dan thermostat yang saya gunakan adalah barang langka di Indonesia dan merupakan koleksi pribadi saya sebagai seorang eksperimenter yang akan saya pajang di galeri saya sebagai media belajar. Saya sarankan anda untuk memesannya di tukang elektronik dengan memperlihatkan gambar yang dapat anda copy ke harddisc. Elemennya bisa digunakan elemen setrika model baru yang berbentuk huruf V. Sedangkan thermostat, anda dapat menggunakan thermostat dari pemanas air ( mungkin agak susah dicari ) atau thermostat setrika. Tapi kalau anda memang mau sekali dengan pengering bikinan saya, saya hanya bisa melepasnya dengan harga Rp 2 juta sdh termasuk ongkos kirim dan garansi 1 tahun.

    @ Emmy
    Alat seperti yang anda fikirkan sudah berhasi dibuat oleh team saya dan menjadi juara 2 lomba elektronik tingkat nasional di ITS Surabaya. Kapasitas pengeringan 15 potong pakaian dan masa pengeringan sekitar 11 jam. Daya listrik 220 volt 140 watt. Saran saya, anda gunakan sensor basah atau sensor kelembaban untuk mengengendalikan elemen pemanas dan kipas / blower.

    @ Budi
    Waktu pengeringan 6-8 jam untuk 30-50 potong pakaian karena ruangan yang saya pakai terlalu besar.

    @ Denny
    Siapapun boleh saja mencoba dan mempraktekkan semua yang telah saya posting di blog ini. Tujuan saya ngeblog memang untuk berbagi informasi dan pengalaman.

    @ Roslina
    Selain komponen yang anda sebutkan tersebut, masih ada bagian lain yang penting yaitu unit sensor ( sensor basah / humidity ), thermostat dan unit pengendali ( control unit ). Unit pengendali membaca hasil sensing dan mengolahnya dalam logic gate untuk mengontrol heater, blower, dan exhaust.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  27. sersan berkata,

    Oktober 10, 2007 pada 12:28 pm

    Ada teman yang punya sanyo lektrik oven 1200 watt dan mau dijual. Barang masih bagus, jarang pakai. Sebab listrik rumahnya cuma 900 watt. Kalau ada yang minat kontak aja via email

  28. wida berkata,

    Oktober 27, 2007 pada 10:11 pm

    semangat pak…………

  29. Kha berkata,

    Nopember 8, 2007 pada 4:24 pm

    Bos Paijo, mbok saya mau dibuatin mesin pengeringnya…buat bisnis laundry. Karena kebanyakan mesin yang dijual butuh energi gede (2200 watt). Gimana? :-). Keep the faith!

  30. Paijo berkata,

    Nopember 9, 2007 pada 12:07 pm

    @ Sersan
    Terimakasih informasinya.

    @ Wida
    Terimakasih atas dorongan semangatnya.

    @ Kha
    Kalau anda berminat dan serius, ada anggota team saya yang bisa membuatkan pengering hemat energi desain baru. Kapasitas 25 potong cucian, listrik 160 wat, lama pengeringan 11 jam. Kalau mau kapasitas besar juga bisa tapi listriknya juga lebih besar.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  31. Kha berkata,

    Nopember 12, 2007 pada 7:40 pm

    Brapa biayanya plus ongkos kirim ke yogya Pak? Untuk kamar ukuran 2,5 x 3m bisa? Ngomong2 bisa bantu gak pak, kalo setrika uap yang biasa dijual kan tempat airnya sedikit tuh. Mensiasatinya untuk dikasih selang kecil gimana? Mereknya Philips. Terima kasih banyak.
    Keep The Faith!

  32. Kha berkata,

    Nopember 12, 2007 pada 7:55 pm

    Lagi ni Pak…
    Ternyata listriknya tu setrika 1600w, udah keburu dibeli. Gak teliti nih. Gimana donk? Terima kasih banyak Pak..
    Keep The Faith!

  33. azhar berkata,

    Nopember 28, 2007 pada 6:02 am

    Yth, P Paijo
    saya jadi ingat dengan sistem pemanasan mesin tetas buatan yang menggunakan sumber panas bohlam lampu. nah kalo pemanas ini menggunakan bohlam sebagai sumber pemanasnya gimana? misalnya pake lampu sorot yang whatt nya besar?

  34. paiman berkata,

    Desember 11, 2007 pada 9:48 pm

    penemuanmu tek pakai tugas persentasi yo!!!!!!

  35. roolee berkata,

    Januari 6, 2008 pada 4:15 pm

    bikinin donk jo…! kirimin ke cikarang, dengan harga murah ya…maklum ekonomi lemah

  36. ARI berkata,

    Januari 7, 2008 pada 11:02 pm

    Pak Jo,tolong bisa dikasih rangakaian yang 3 fasa terbuat dari satu fasa digabung 3,dan sekalian syaratnya. Terimakasih. Terus eksperimen ya.. tak tunggu hasil karyanya.

  37. roolee berkata,

    Januari 9, 2008 pada 12:59 pm

    pakdhe, nanya..
    lebih efektif mana menggunakan elemen heater+kipas dengan QUARTZ heater yang ditaruh di empat sudut ruang ?
    kalo berdasar penjelasan pakdhe, bahwa keringnya pakaian dipengaruhi oleh 2 faktor (suhu dan sirkulasi), kan yang make quartz tinggal diangin-angin saja.

    matur nuwun sakderenge.

  38. A.Sulaiman berkata,

    Januari 9, 2008 pada 2:09 pm

    saya punya bayi, tapi saya ngga bisa buata mesin pengering sendiri,boleh ngak pesan 1 buah PENGERING PAKAIAN “PAIJO”
    By Paijo?
    harganya brp?thanks

  39. RIO berkata,

    Januari 18, 2008 pada 2:48 am

    pak paijo saya sangat membutuhkan mesin pengering bapak.
    berapa maharnya untuk mengganti mesin tersebut.terima kasih

  40. debothgund berkata,

    Januari 24, 2008 pada 7:20 pm

    bpk penemu ijo yang canggih,
    mesin pengering buatan anggota team bpk yang hemat energi itu cara kerjanya seperti apa (diputar-putar, atw lainnya)
    25 potong 11 jam kayanya lumayan lama, mungkin karena wattnya kekecilan kali, watt nya irit sih cuma 160 watt,
    pemakaian ruangnya gimana ( berapa X berapa X berapa )
    kebetulan saya lagi nyari alat yang mempercepat keringnya pakaian basah, namun tempatnya agak terbatas (RSSS). oya rupiah yang harus disiapkan untuk mendapatkannya berapa ya? terima kasih

  41. MAS NANANG berkata,

    Januari 27, 2008 pada 6:15 pm

    maaf, mas saya ingin mencari artikel yang memuat tentang pembuatan mesin pengering pakaian. saya kesulitan dalam mencari gambar foto selengkapnya untuk mesin tersebut. dan saya ingin bertanya apakah fungsi dari pelumasan yang dilakukan setiap 3 bulan sekali.
    sekian pertanyaan dari saya, dan mohon bantuannya ya mas terima kasih

  42. roolee berkata,

    Januari 27, 2008 pada 9:08 pm

    @ mas nanang… coba baca quote ini, saya copi ken untuk anda

    …Pelumasan ( pemberian grease jenis Lithium Complex ) cukup dilakukan 6 bulan sekali pada poros kipas angin supaya tidak macet dan tahan lama….

    pelumasan ditujukan untuk pemeliharaan kipas angin aja, kayak motor, perlu ganti oli tiap bulan…lha kalo kipas angin yah kalo mau awet ya dikasih grease.
    ok.

  43. abde berkata,

    Januari 30, 2008 pada 1:16 pm

    pak saya sudah lama membuat alat pengring tapi saya ada kendala di bagian yangbsangat saya kuatir kan yaitu bukti sautu bahan yang dikering kan ini kering saya harus menggyunakan sensor apa? kata banyak referensi yang saya baca saya harus mengunakan sensor kelembaban udara. saya mohan bantuan bapak untuk membuatkan sensor kelembaban udara..tenk ya pak

  44. wawan berkata,

    Januari 30, 2008 pada 10:13 pm

    ok bgt paijo, wong indonesia pinter ngakal, jepang sampe kalah otaknya

  45. Paijomacan berkata,

    Februari 19, 2008 pada 9:59 pm

    sorry pak paijo, saya juga pakai nama yang agak sama. Paijomacan, he2. Istri saya usaha londri. Pake elektrolux untuk mesin pengeringnya. Ada dua macam: satu asli produk italy yang lain bikinan Thailand meski merk-nya sama. yang asli dari Italy ini cuma butuh waktu 1/2 jam untuk keringkan 6 kg baju. Yang thailand ini perlu satu jam. Itu pun tidak semuanya kering. Dulu tampilan blog sampeyan gak semenarik ini meski isinya mantab….semoga sukses kang!!!!
    Yang jadi masalah ya itu watt-nya gede….ada mesin bikinan dalem negeri yang pake gas juga..tapi kok ya saya lihat temen saya repot banget pakenya…

  46. Balthazar berkata,

    Februari 26, 2008 pada 7:17 pm

    Yth. Pak Paijo
    saya sangat tertarik untuk membuat mesin pengering pakaian ini,
    boleh saya mina tutorial berupa gambar yang lebih jelas?
    masalahnya saya agak sulit untuk membayangkan sesuatu hal yang baru
    haha…dan juga sekarang ini matahari nongolnya kurang lama.
    Terima kasih berat.
    GBU

  47. Ondeg berkata,

    Februari 28, 2008 pada 10:42 am

    Wah pak Paijo kok kreatif banget. Saya pengin tanya gimana tuh bentuk rielnya. Trus pakaian yang dikeringkan posisinya gimana. Saya dulu pernah waktu punya anak kecil, nggunakan kurungan ayam, lampu yang wattnya gede, dan kipas angin, tapi ndak berpikir pake elemen pemanas, wah pak Paijo memang hebat, maju trus pak Paijo.

  48. prabowo berkata,

    Maret 3, 2008 pada 1:49 pm

    Pak Paijo, saya kagum atas ide-ide gila yang dibuta oleh bapak, saya juga puna ide-ide gila Pak mohon saya diterima sebagai pengaggum ide-ide gila dari semua rekan-rekan ang tergabung di milis ini.
    Ide saya adalah sepeda flexible roda dua untuk dimuat 4 orang ( sepeda fun )…saya akan kirimkan idenya….

    salam hormat,

    praboowo–sedikit agak gila

  49. meki marizal berkata,

    Maret 25, 2008 pada 11:19 pm

    pak ijo saya minta data n sekalian ngopi ya….
    saya juga ingin coba ngembangin alat pengering pakain ini.
    moga-moga data bapak sangat bermanfaat bagi saya.
    dan mohon juga panduannya jika saya butuh.
    terima kasih ya….

  50. khoirul ansori berkata,

    Maret 27, 2008 pada 6:47 pm

    P paijo infonya bagus banget sy sangat tertarik karna sy punya usaha laundry dan sangat memerlukan pengering alamat p paijo dimana apa bisa pesan jadi dan berapa harganya karna sy mau merakit sendiri buta electronik mohon bantuannya terima kasih P Paijo.

  51. wahyu berkata,

    Maret 28, 2008 pada 6:39 am

    bos alamatya dimana??
    rangkaian yang sudah jadi ada gak??
    aku disolo

  52. wahyu berkata,

    Maret 28, 2008 pada 6:40 am

    balas juga ke email…
    trim

  53. irwin berkata,

    April 1, 2008 pada 11:31 am

    pak paijo jadi kalau saya mesan satu sama bapak berapa ya kira-kira harganya…sebab saya butuh sekali dgn alat pengering bapak…tlg dibalas ya pak ke email saya…

  54. Alfafan berkata,

    Mei 4, 2008 pada 7:39 pm

    salam kreatif

    terimakasih sebelumnya karena paijo sudah mengijinkan saya utk mengcopy
    pompa air tenaga gravitasi saya akan mencoba! itung2 irit listrik… kan udah di intruksikan sm presiden tho?
    pak paijo saya boleh minta bantuan ga? saya pedagang bambu, mau mengubah limbah bambu menjadi barang spt; tusuk gigi, supit dan bahan setengah jadi utk sangkar burung. permasalahan saya adlh tidak punya ilmu untuk membuat alat/mesin utk hal itu. mohon bantuan pak paijo dong…. NIAT SAYA UTK MEMBUKA LAPANGAN PEKERJAAN. thanks sblumnya n salam sukses selalu

  55. sugeng riadi berkata,

    Mei 6, 2008 pada 9:19 pm

    kang paijo saya kagum dengan karya anda, mohon ijin saya kopi dan saya pelajari untuk bahan eksperimen sendiri, terima kasih

  56. Ian berkata,

    Mei 24, 2008 pada 12:31 am

    TOP BGT

  57. mella berkata,

    Mei 26, 2008 pada 2:29 pm

    mz paijo..dimana saya bisa ngubungin kemana nih untuk minta tolong ke teamnya mz paijo untuk pemesanan mesin pengeringnya.krn sy butuh sekali untuk usaha laundry yang masih kecil dan baru saja saya rintis.saya tpi sy cari mesin dg daya yang tidak terlalu tinggi. terima kasih.

  58. saleh berkata,

    Mei 31, 2008 pada 11:47 am

    Pak Paijo, coba deh yang pake tenaga surya. BBM naik>listrik naik>semua naik. kecuali sang surya karena bukan punya manusia dan hanya sebagai pemanfaat aja. trims. selamat berjuang

  59. saerozi berkata,

    Juni 5, 2008 pada 1:21 pm

    wah kreatif banget, tapi kok suku cadangnya mahal ya, ntar aku coba dengan peralatan yang sederhana yang ada dirumah.

  60. grizzly berkata,

    Juni 9, 2008 pada 2:20 am

    Mas Paijo.. itu alat nya bisa saya pesan gak…??
    paling kecil itu daya listriknya brapa?
    tolong mas, saya mau buka usaha laundry
    baru mau cari pengering pakaian, klo mas mau jual alat itu, saya mau aja. masalah harga, kita bicarakan lewat email aja. ini email saya:
    grizzlybearzzz@hotmail.com
    tolong ya mas…. thx before ^_^

  61. budiest berkata,

    Juli 15, 2008 pada 10:59 am

    saya tertarik sekali dan memang yang saya cari2. tapi mengingat listrik mulai mahal dan bbm+lpg tambah susah+mahaal, saya punya ide untuk membuat pemanas dengan pemanas dengan arang atau briket batubara. mungkin gambaran ide bapak akan membantu pembuatan ide saya. trims atas ilmunya.

Tulis sebuah Komentar