PENGERING PAKAIAN “PAIJO”

PENGERING PAKAIAN “PAIJO”
By Paijo

kipas  pemanasskema-1skema-2

Latar Belakang :
Sekitar akhir tahun 1995, saya dan istri saya sering dibuat pusing karena hujan yang turun hampir tiap hari. Bukan hanya pusing karena kehujanan saja, melainkan pusing karena cucian yang tidak kunjung kering. Maklum, kalau sedang musim hujan matahari sering hanya nongol 1-2 jam saja dalam sehari. Yang lebih bikin pusing lagi, dalam cuaca seperti itu semua orang maunya kencing melulu, tidak terkecuali anak sulung saya yang waktu itu masih bayi. Jadi lengkaplah sudah penderitaan, sudah cucian tidak kunjung kering, ditambah bayi yang kencing sampai puluhan kali sehari. Untungnya, ada tetangga yang mendapat pinjaman mesin pengering dari company ( karena punya bayi juga ) sehingga kami bisa nebeng. Tapi ternyata pemakaian mesin pengering tersebut memiliki efek samping yaitu pakaian cepat rusak. Kerusakan yang sering terjadi yaitu kancing pecah/meleleh, kain sintetik jadi kaku, pakaian kusut/meleleh, dsb. Selain itu, pakaian juga jadi sulit disetrika. Efek samping tersebut sepertinya disebabkan pemanasan yang berlebihan dan pemutaran yang terlalu kencang. Bagaimana tidak, mesin tersebut makan listrik sekitar 2000-3000 watt. Kalau dipakai di rumah pribadi bisa bikin jebol meteran dan juga dompet.

Pengering Pakaian Paijo-1

Untuk mengeringkan pakaian secara efektif, cucian digantungkan ( dengan hanger ) di ruangan tertutup yang cukup kecil ( semakin kecil semakin baik ) tapi udara harus masih bisa bersirkulasi. Jarak antar hanger relatif cukup rapat ( 10-12 cm ). Untuk pakaian dalam atau pakaian bayi, digunakan hanger bundar yang bentuknya seperti payung dibalik karena efektif tempat. Selain itu, cucian dikelompokkan menurut lamanya kering. Kemudian, pemanas dan kipas angin dihidupkan. Tiupan kipas angin diarahkan menuju cucian yang paling lama kering seperti handuk, jeans, sepatu, dsb dengan tujuan agar semua cucian akan kering dalam waktu yang relatif bersamaan untuk menghemat listrik. Setelah semuanya selesai, maka pintu ditutup agar udara dapat menjadi lebih panas ( dapat mencapai 40-50 derajat Celsius ). Hal itu berdasarkan hasil percobaan bahwa yang berpengaruh terhadap pengeringan adalah panas ( yang diberikan oleh elemen ) dan sirkulasi udara ( yang diberikan oleh kipas angin ). Karena ruangan yang dipakai adalah kamar mandi ( shower ) maka proses pemanasan dan pengeringan agak lama yaitu 6 – 10 jam. Hal itu disebabkan ruangan masih terlalu besar ( 2 m x 2m x 2,4 m ) dibandingkan dengan jumlah cucian total yang maksimal hanya 30-40 potong. Jika pengeringan dilakukan di dalam kotak atau lemari berhanger yang volumenya lebih kecil, maka proses pengeringan akan lebih cepat sehingga lebih hemat listrik. Sekitar dua tahun lamanya saya sekeluarga menikmati alat pengering versi pertama tersebut sebelum akhirnya rusak pada bagian elemennya. Namun berdasarkan perhitungan ekonomi, ternyata break even point-nya telah tercapai bahkan sudah meraup keuntungan.

Pengering Pakaian Paijo-1
Tidak puas dengan kinerja pengering versi pertama yang hanya tahan sekitar 2 tahun, maka saya membuat pengering pakaian versi kedua ( Pengering Pakaian Paijo-2 ) yang jauh lebih handal, lebih aman, dan juga lebih simple. Kipasnya tetap menggunakan kipas yang lama karena masih okey. Setelah mengabdi sekitar 5 tahun nyaris nonstop siang malam tiap hari, akhirnya kipas yang lama rusak dan saya ganti kipas baru yang lebih sesuai dengan keperluan ( lihat gambar ). Namun karena penutup ( grill ) bagian depan dari kipas baru tersebut terbuat dari plastik, maka saya lakukan modifikasi seperlunya. Penutup asli saya lepas dan saya ganti dengan penutup kipas lama yang terbuat dari besi. Untuk itu hanya diperlukan tambahan berupa 4 buah plat alumunium kecil, 4 pasang baut kecil, 4 buah baut seng, dan pengeboran seperlunya untuk menempelkan penutup tersebut pada kerangka kipas dengan mantap.

Sedangkan elemen pemanas yang saya pakai, saya pilih elemen bekas oven merk GE ( General Electric USA ) 220 Volt 1200 watt. Untuk menyiasati watt yang telalu besar dan menghindari membaranya elemen, maka saya pasang 2 elemen secara seri. Dengan demikian, masing-masing elemen hanya makan daya 300 watt sehingga totalnya hanya 600 watt saja. Ternyata penggunaan 2 elemen secara seri tersebut memberikan beberapa keuntungan tambahan yaitu :
1. Lebih aman terhadap resiko kebakaran karena elemen tidak sampai merah membara
2. Elemen lebih tahan lama karena menerima beban kerja hanya 25 % dari kapasitasnya
3. Bentuk akhir yang lebih simple karena elemen dapat dibentuk menjadi spiral seperti obat nyamuk bakar. Bentuk tersebut relatif ringkas tetapi sekaligus efektif menyebarkan panas ketika ditiup dengan kipas angin.
Untuk meningkatkan safety factor, saya juga menambahkan sebuah thermostat 15 ampere yang saya saya comot dari bekas kompor listrik GE. Dengan adanya thermostat tersebut, maka arus listrik yang masuk ke elemen akan cut off secara otomatis jika temperatur elemen melebihi batas tertentu sesuai setelan ( terlalu panas ). Jika temperatur sudah turun kembali ( dingin ), maka arus listrik yang masuk ke elemen akan on lagi secara otomatis pula. Overheating tersebut dapat terjadi jika kipas angin rusak / macet atau dimatikan secara tidak sengaja,

Tanpa terasa, ternyata alat pengering sederhana hasil kreasi saya yang kedua tersebut telah saya pakai selama hampir sepuluh tahun tanpa masalah yang berarti. Perawatan rutin yang diperlukannyapun hanya pembersihan terutama elemen dan daun kipas angin tiap 3 bulan. Pelumasan ( pemberian grease jenis Lithium Complex ) cukup dilakukan 6 bulan sekali pada poros kipas angin supaya tidak macet dan tahan lama.

Petunjuk Pembuatan
Supaya lebih jelas, anda dapat melihat skema dan foto bagian utama dari alat pengering yang saya ciptakan tersebut tanpa perlu penjelasan panjang lebar. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan dan perawatan Pengering Pakaian Paijo agar memenuhi standar mutu yang tinggi, aman, awet, dan memuaskan yaitu :
1. Gunakan hanya bahan-bahan yang berkuaitas prima dan sesuai spesifikasi yang direkomendasikan. Hal itu mencakup semua bagian seperti, elemen yang berpembungkus logam tahan karat ( minimal setara dengan elemen setrika otomatis ), saklar listrik dan thermostat yang kapasitas arusnya besar ( minimal 2 kali lipat arus yang real dipakai, tidak dianjurkan menggunakan thermostat magic jar karena kapasitasnya hanya 0,5 ampere saja ), kabel tahan api khusus untuk elemen pemanas ( insulatornya terbuat dari anyaman benang asbes ), dan kipas angin dengan ukuran besar ( minimal 30 cm, 60 watt ) yang mempunyai dudukan yang kokoh dan stabil. Terali / ruji-ruji kipas juga dipilih yang terbuat dari logam agar tidak meleleh terkena panasnya elemen. Untuk bilah kipas tidak ada masalah, biarpun dari plastik tidak akan meleleh. Plat dudukan elemen dapat dibuat dari alumunium 2 mm atau besi tahan karat 1 mm.
2. Kerjakan dengan rapi dan teliti karena menyangkut keselamatan pemakaian listrik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan ( kesetrum ) maupun bahaya kebakaran jika teledor. Selalu periksa ulang dengan multimeter sebelum mencoba mencolokkannya ke stop kontak. Untuk koneksi listriknya, sangat disarankan untuk menggunakan kabel serabut isi 3 yang bisa untuk grounding. Demikian juga untuk steker dan stopkontaknya, sangat disarankan untuk memilih yang menggunakan pin kuningan serta dilengkapi dengan konektor grounding. Bagian yang digrounding ( dihubungkan dengan tanah / arder ) adalah dudukan elemen dan logam pembungkus elemen.
3. Adakan pengecekan secara rutin ( PM Check ) minmal 3 bulan sekali sambil melakukan pembersihan dan pelumasan. Periksa logam pembungkus elemen-kalau kalau ada yang berlubang atau koyak. Periksa dan kencangkan baut-baut dan sambungan-sambungan kabel jika ada yang longgar. Periksa isolasi pada sambungan-sambungan dan ganti dengan yang baru jika perlu. Periksa kondisi thermostat dan pastikan dalam keadaan baik, lidahnya tidak terbakar dan tidak melengket. Untuk menguji thermostat, nyalakan pemanas dan matikan kipas, kemudian tunggu bebarapa menit sampai elemen panas. Jika pada saat elemen mulai terlalu panas terdengar bunyi “KLIK” pertanda cut off, itu berarti thermostat bagus dan setelannya tepat. Dan jika cut off terlalu cepat ( belum cukup panas ), terlalu lambat ( sudah kelewat panas ), atau tidak mau cut off sama sekali, maka coba setel thermostat dengan obeng plat kecil. Jika terlalu dingin putar searah jarum jam, dan jika terlalu panas putar ke arah sebaliknya. Pada saat setelan sudah tepat, maka thermostat akan on terus selama kipas angin bekerja normal dan akan cut off beberapa saat ( kurang dari 1 menit ) setelah kipas angin tidak bekerja.

Tawaran Koleksi Pribadi
Jika ada yang memerlukan, saya masih punya koleksi 5 buah elemen oven GE 220 Volt 1200 watt ( belum dibentuk spiral ) dan 2 buah thermostat GE 15 ampere. Semuanya bekas, tapi kondisinya sangat bagus dan identik dengan yang saya gunakan sekarang. Ada juga koleksi 4 elemen bekas oven GE 220 Volt 2200 watt yang juga dalam kondisi bagus ( 2 berbentuk spiral, 2 berbentuk segi empat ). Koleksi lainnya adalah 2 buah elemen pemanas GE 220 volt 2000 watt type plat berbentuk lingkaran diameter 7 inchi ( 18 cm ) yang dalam kondisi baik tapi sedikit berkarat di bagian luar karena dibuat dari besi tuang. Dari koleksi-koleksi tersebut, saya tidak bermaksud untuk melepas semuanya melainkan hanya sebagian saja. Untuk elemen pemanas saya hanya bisa melepas maksimal 8 buah, sedangkan untuk thermostat saya hanya bisa melepas sebuah saja.
Semua elemen berbungkus logam tahan karat atau besi tuang tebal ( type plat ) sehinga sangat aman dan tahan lama. Sedangkan insulatornya terbuat dari bahan keramik kualitas tinggi. Jika dipakai untuk memasak pakai panci, pancinya dapat ditumpangkan ( berarti bersentuhan langsung ) dengan elemen tanpa takut kena setrum sehinga pemasakan berlangsung lebih cepat. Jadi tidak seperti elemen kompor listrik murahan yang banyak beredar di Indonesia yang bentuk elemennya seperti per ( pegas ) yang menyala dan tidak boleh bersentuhan dengan panci.
Yang menjadi masalah, saya kesulitan menentukan harganya karena bisa bikin dahi berkerut terutama bagi yang lebih mementingkan harga murah daripada kualitas. Sebagai contoh harga sebuah elemen oven GE 1200 watt yang baru sekitar 80 US$ ( atau sekitar Rp 720.000 ). Untuk yang 2200 watt sekitar 100 US$ ( atau sekitar Rp 900.000 ). Sedangkan untuk thermostat sekitar 25 US$ ( atau sekitar Rp 225.000 ). Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim dari Amerika ke Indonesia. Yang juga bikin tambah sulit menentukan harganya adalah bahwa barang tesebut adalah bekas walaupun dalam kondisi bagus, Namun demikian, barang tersebut juga sangat langka dan sangat sulit ditemukan di Indonesia karena hanya diimport dalam jumlah kecil dan untuk keperluan khusus yang sangat terbatas saja. Hal itu mungkin disebabkan harganya yang mahal, watt-nya juga besar, dan jarang pula yang membutuhkan. Saya juga perlu informasikan bahwa barang-barang tersebut saya peroleh dengan susah payah di scrab iron area yang sekarang sudah tidak ada lagi karena telah ditimbun sekitar tahun 1998.
Mengingat kelangkaan tersebut dan masih adanya kemungkinan saya memerlukannya untuk eksperimen saya yang lain, sebenarnya saya merasa sangat berat untuk melepasnya. Namun jika ada yang memerlukan dan bersedia memberikan mahar yang pantas, saya akan rela melepaskannya sebagian. Itupun dengan syarat kalau saya yakin bahwa akan digunakan dan dirawat dengan baik-baik, syukur-syukur jika memberi manfaat yang besar bagi calon pemiliknya yang baru. Saya menggunakan istilah mahar ( bukan harga ) dan pakai syarat segala karena barang-barang tersebut merupakan sebagian koleksi pribadi ( bukan dagangan ) yang telah memberikan begitu banyak inspirasi yang telah memotivasi serta menghasilkan prestasi di beberapa lomba elektroteknik tingkat nasional. Oleh karena itu, saya memiliki ikatan emosi dengan koleksi saya yang memiliki nilai historis tersebut. Namun demikian, terpaksa saya mungkin harus rela melepas nya sebagian karena saya memerlukan biaya untuk menyelesaikan tahap akhir pembuatan prototype mesin jenis baru yang mandek sejak pertengahan Nopember tahun 2006 lalu. Jika diperlukan, saya juga bisa membentuk elemen tersebut menjadi spiral seperti obat nyamuk bakar dan sekalian membuatkan dudukannya sesuai permintaan. Untuk keperluan pengering pakaian, bisa saya kerjakan sampai siap pasang di bagian depan kipas angin. Jika untuk kompor, bisa saya buatkan dudukan ( kaki ) sampai benar-benar siap pakai. Untuk kedua hal tersebut, saya sudah mempunyai desain maupun prototype yang telah teruji di lapangan selama sekitar 10 tahun.
Jika ada yang berminat serius terhadap koleksi saya tersebut, dapat mengajukan penawaran mahar ke e-mail ( mr_paijo_paidin@yahoo.co.id ). Hanya yang serius saja yang akan ditanggapi.

Jika ada yang memerlukan, semua atau sebagian dari isi artikel ini ( termasuk gambar ) boleh dicopy atau disadur secara gratis asal mencantumkan sumbernya. Kalau menyempatkan diri minta ijin atau setidaknya memberitahukan lewat comment, itu lebih baik lagi.
Terimakasih dan salam eksperimen.

& Komentar

  1. winerwin berkata,

    Februari 1, 2007 pada 8:46 am

    wah ide anda bagus! kreatif! kesulitan memang membuat orang jadi mau berusaha ya. kecewa juga kenapa indonesia diberikan alam yang sangat nyaman. coba indonesia diberikan alam yang tandus, saya yakin bangsa indonesia lebih baik dari sekarang. sampai di sekolah-sekolah pun selalu tuh ditanamkan rasa malas harapan bangsa, “Yak kita harus berbangga tinggal di Indonesia karena mempunya letak strategis di tengah-tengah khatulistiwa, diapit oleh dua benua, juga mempunya alam yang subur, indah, dan iklim yang sempurna.” Dengan kalimat tadi cukup untuk merusak pikiran anak bangsa.

    Sudah enak, kok cari susah?

    Aduh maaf kalau ngomongnya jadi kemana-mana. Cukup kagum juga dengan semangat berbagi anda ya, semoga pembuatan prototype mesin anda cepat berhasil!

  2. Ahmad berkata,

    Februari 1, 2007 pada 9:10 am

    ide kreatif, saya dukung sepenuhnya

  3. Rial Gito berkata,

    Februari 27, 2007 pada 2:28 am

    kenapa pusing-pusing cari alat yang merepotkan ?
    bukannya sekarang udah ada alat yang praktis dan harganya juga tidak mencekik kantung uang kita.bisa enggak sih lebih murah dikit biayanya?

  4. Paijo berkata,

    Februari 27, 2007 pada 2:46 am

    @ Winerwin
    Saya akan terus berbagai pengalaman yang lain, terimakasih atas bantua doa anda.

    @ Ahmad
    Terimakasih atas dukungan anda.

    @ Rial Gito
    Alat itu tidak merepotkan saya tuh, selama bertahun-tahun gak pernah rewel dan nyaris gak perlu diurus. Harganya juga murah tuh, karena komponennya hasil memulung. Yang saya beli cuma kipasnya saja. Soal mahal atau murah, itu tergantung selera dan tuntutan kulitas. Kalau mau bagus kayak yang saya punya, memang mahal seandainya komponennya dibeli. Tapi kalau yang penting bisa dipakai bisa sangat murah, tinggal beli saja kipas angin, elemen setrika dan termostat di toko alat-alat listrik, mungkin gak sampai Rp 200.000,- sudah komplit.
    Jadi saran saya, kompromikan selera dengan isi kantong.
    Terimakasih dan salam eksperimen untuk semua.

  5. tanty berkata,

    Maret 7, 2007 pada 9:29 am

    alatnya bagus banget tpi perhitungan secara teoritisnya pake apaan yah mksh

  6. Paijo berkata,

    Maret 7, 2007 pada 10:16 am

    @ Tanty
    Karena rangkaiannya cukup sederhana, maka tidak perlu perhitungan teoritis segala. Lagi pula semua komponennya sudah tersedia di toko-toko elektronik sehingga tinggal mencari yang ukuran fisik dan kapasitasnya cocok dengan kebutuhan. Kalau neng Tanty berminat untuk mengetahui perhitungan teoritisnya, bisa saya buatkan asal sabar menunggu 1-2 minggu. Yang dihitung adalah analisa tentang hubungan antara daya listrik ( watt ), banyaknya cucian yang dikeringkan, dan waktu pengeringan. Terimakasih dan salam eksperimen.

  7. Feri Adisumarta berkata,

    Maret 20, 2007 pada 3:40 pm

    Salam tepat guna.
    Kalau saya lain mas, saya lebih senang memanfaatkan energi panas yang sudah ada.
    Idenya waktu masih kecil kan sering pulang sekolah mainan kotor dan becek sehingga sepatunya jadi kotor. Nah sama ibu biasanya sore dicuci dan untuk mengeringkannya di jemur di belakang kulkas….ha ha ha ha kulkas dulu kan ada elemen panas dibelakangnya…
    contohnya kebeneran di rumah kan pake AC, anak2 sekarang maunya tidur pake AC.
    Nah bagian Outdoor (Compresor AC) kan membuang panas dari ruangan.
    Anginnya udah kenceng dan hangat.
    Tinggal sedikit modifikasi dengan membuat saluran keluaran Compresor AC tersebut ke tempat pengeringan.
    (tp jangan menutup bagian belakang compresor karena itu untuk saluran masuknya udara yang masih dingin. juga saluran buangan tadi juga jangan ditutup juga.)
    Terimakasih kalau berkenan.

  8. iqbal berkata,

    Maret 25, 2007 pada 11:46 pm

    ide cemerlang yang sangat bermanfaat

  9. Paijo berkata,

    Maret 26, 2007 pada 11:48 am

    @ Feri Adisumarta
    Yang anda lakukan sudah sangat tepat dengan situasi yang anda hadapi. Semua jenis mesin pendingin seperti kulkas, freeser, AC, dsb selalu memiliki bagian pembuang panas ( bukan elemen panas ). Udara yang keluar dari pembuang panas ini cukup panas untuk mengeringkan cucian termasuk jeans, handuk atau sepatu sekalipun. Tinggal dibuatkan pengarah berbentuk corong yang mengalirkan udara panas ke box yang berisi tempat menggantung cucian, maka jadilah pengering pakaian. Selain itu, panas dari pembuang panas juga digunakan untuk memanaskan ( menghangatkan ) air untuk keperluan mandi. Tinggal dibuat jaringan pipa dan penyerap panas di dekat pembuang panas serta tangkin penyimpanan air panasnya saja. Yang belum bisa adalah kalau untuk membakar ikan atau sate karena temperatur pembuang panas tidak cukup tinggi untuk keperluan tersebut.

    @ Iqbal
    Terimakasih atas kunjungan dan apresiasi anda.

    Terimakasih dan salam eksperimen untuk semua.

  10. Roedhie berkata,

    April 11, 2007 pada 12:19 pm

    Pak Paijo yang Baik…..

    Saya mohon ijin untuk mencoba penemuan Bapak Yang ini, Boleh ya…..

    Saya mau coba ajukan sebagai bahan penelitian ilmiah di tempat saya kerja…

    Terima Kasih Pak…

  11. Paijo berkata,

    April 11, 2007 pada 12:45 pm

    @ Roedhie
    Silahkan dicoba pak Roedhie, semoga bermanfaat untuk anda dan juga untuk tempat kerja anda. Salam eksperimen.

  12. Roedhie berkata,

    April 12, 2007 pada 10:43 am

    Pak Paijo….

    Saya pengen membuat power supply 3 phasa yang dapat dikontrol keluarannya, apakah Bapak tahu rangkaiannya…???
    Dulu saya pernah buat yang satu phasa pakek IC TCA 785, alhamdulillah berhasil. Sekarang saya mau cobain yang tiga phasa tapi saya gak punya rangkaiannya.

    Mohon Bantuan Pak Paijo…

    Terima kasih…..
    Salam eksperimen…

  13. Feri Adisumarta berkata,

    April 13, 2007 pada 10:39 am

    @ Roedhie
    Kalu boleh tau untuk apa mas?
    dan perlu output tegangan berapa?

  14. Paijo berkata,

    April 13, 2007 pada 11:22 am

    @ Roedhie
    Terus terang, saya tidak tahu banyak tentang seluk beluk power suply, apalagi yang tiga fasa. Saya juga tidak punya informasi apalagi rangkaian yang anda perlukan. Kalau genset tiga fasa atau cara merangkai tiga buah generator ( dynamo ) satu fasa menjadi sebuah sistim generator 3 fasa saya tahu caranya.

    @ Feri Adisumarta
    Kalau pak Feri punya informasi atau rangkainnya, mungkin bisa membantu pak Roedhie.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  15. Fadly berkata,

    April 13, 2007 pada 1:52 pm

    dah riset cost benefitnya blom ?

  16. Paijo berkata,

    April 16, 2007 pada 8:35 am

    @ Fadly
    Saya belum teliti soal itu, mungkin ada eksperimenter lain yang mau menilitinya lebih lanjut. Terimakasih.

  17. ali berkata,

    Mei 11, 2007 pada 5:03 pm

    chayo pak..

  18. Roedhie berkata,

    Mei 22, 2007 pada 12:55 pm

    @Ferri Adisumarta

    Mas Ferri yang baik…
    dulu rangkaian yg pernah saya buat itu digunakan untuk menjalankan mesin dc shunt dengan keluaran 0 – 200 V. Sekarang ini saya mau coba cara yang lain yaitu dengan sistem tiga fasa. Namanya aja eksperimenter Mas…
    ya suka coba-coba….. gitu lho…

    Kalo Mas Ferri bisa bantu saya, boleh dong kirimin saya rangkaian tersebut…..

    thanks atas bantuannya.

    salam eksperimen

  19. Roedhie berkata,

    Mei 22, 2007 pada 1:07 pm

    Pak Paijo yang baik……

    Saya mau tau juga tuh… cara nyambung generator 1 phasa menjadi tiga phasa.
    Kalo Pak Paijo berkenan boleh dong kirimin saya gambar pemasangannya

    Terima kasih…..
    Salam eksperimen

  20. pakdhe berkata,

    Juni 4, 2007 pada 12:58 pm

    gini pak tapi dengan sirkulasi udara yang tidak lancar membuat baju jadi berbau gak enak tapi kalo banyak sirkulasi baju lama keringnya .gmn pak

  21. Erwin berkata,

    Juni 7, 2007 pada 6:39 am

    Pak Paijo yang kreatif…,
    Pak kebetulan saya mau bisnis laundry di Jogja, kira2 Bapak sempat nggak mbuatin buat kami, nanti biaya dll silahkan dikalkulasi dahulu, terus setelah kompromi baru dikerjakan. Terima kasih

  22. emmy berkata,

    Juni 23, 2007 pada 9:51 am

    Pak Paijo
    saya perlu membuat projek untuk pengajian tahun akhir saya dalam bidang kejuruteraan elektrik (ijazah sarjana muda). Saya ingin mendapatkan nasihat dan pandangan mengenai projek yang telah saya fikirkan ini.Ia berkenaan almari pengering pakaian. Cara menggunakannya mudah cuma letakkan pakaian yang sudah dikeringkan oleh washing machine, tutup alamri dan selepas 1 jangka masa almari dibuka dan pakaian sudah bolah dilipat.

    terima kasih

  23. budi berkata,

    Juni 30, 2007 pada 7:37 pm

    bos berapa lama jadi keringnya.
    tengkiu

  24. Denny berkata,

    Juli 5, 2007 pada 1:31 pm

    Pak Paijo.
    Saya baru tahu dan baru gabung disini, boleh nggak experemen apa yang sudah pernah ada.

    Terima kasih
    Salam

  25. roslina berkata,

    Juli 20, 2007 pada 1:14 pm

    saya mahu mereka alamari pengering baju yang mempunyai heater,blower,kipas ekzos serta tempat penyangkut baju itu boleh berpusing.tp masalahnya,saya tidak tahu bagaimana ingin membuat pendawaian bagi bahan2 tersebut

  26. Paijo berkata,

    Agustus 24, 2007 pada 10:46 am

    @ Ali
    Blognya sudah jadi apa belum ya, kan saya sudah invite.

    @ Roedhie
    Untuk menyambung 3 buah generator arus AC satu fasa ( ketiganya harus identik / sama persis ) menjadi sebuah sistem generator arus AC 3 fasa diperlukan dua hal saja yaitu :
    Pertama, ketiga poros generator dihubungkan secara mekanik menggunakan gir atau rantai atau sambung langsung dengan selisih fase ( sudut ) tertentu tergantung jumlah kutub magnet yang digunakan. Selisih fase = ( 240 : jml kutub ) derajat busur. Jumlah kutub magnet selalu genap 2,4,6, dst karena berpasangan kutub utara dan kutub selatan.
    Kedua, kabel netral ( nol ) dari tiap-tiap generator dihubungkan jadi satu menjadi terminal nol. Pastikan bahwa kabel netral dari setiap generator berada pada posisi yang bersesuaian satu sama lain pada coil. Sedangkan kabel fasa dari tiap-tiap generator secara berurutan akan menjadi terminal R, S, dan T. Gambarnya belakangan pak, masih sibuk. Tapi anda bisa coba untuk menggambarnya dulu sesuai data jumlah coil dan jumlah kutub magnet pada generator yang anda pakai kemudian anda kirim ke e-mail saya ( mr_paijo_paidin@yahoo.co.id ) untuk saya check dan saya bantu hitungkan.

    @ Pakdhe
    Pengalaman saya memakai alat tersebut selama bertahun-tahun tidak pernah ada keluhan macam itu.

    @ Erwin
    Saya bisa membuatkan untuk anda tapi terus terang saya kesulitan waktu dan juga kesulitan menentukan harganya karena elemen pemanas dan thermostat yang saya gunakan adalah barang langka di Indonesia dan merupakan koleksi pribadi saya sebagai seorang eksperimenter yang akan saya pajang di galeri saya sebagai media belajar. Saya sarankan anda untuk memesannya di tukang elektronik dengan memperlihatkan gambar yang dapat anda copy ke harddisc. Elemennya bisa digunakan elemen setrika model baru yang berbentuk huruf V. Sedangkan thermostat, anda dapat menggunakan thermostat dari pemanas air ( mungkin agak susah dicari ) atau thermostat setrika. Tapi kalau anda memang mau sekali dengan pengering bikinan saya, saya hanya bisa melepasnya dengan harga Rp 2 juta sdh termasuk ongkos kirim dan garansi 1 tahun.

    @ Emmy
    Alat seperti yang anda fikirkan sudah berhasi dibuat oleh team saya dan menjadi juara 2 lomba elektronik tingkat nasional di ITS Surabaya. Kapasitas pengeringan 15 potong pakaian dan masa pengeringan sekitar 11 jam. Daya listrik 220 volt 140 watt. Saran saya, anda gunakan sensor basah atau sensor kelembaban untuk mengengendalikan elemen pemanas dan kipas / blower.

    @ Budi
    Waktu pengeringan 6-8 jam untuk 30-50 potong pakaian karena ruangan yang saya pakai terlalu besar.

    @ Denny
    Siapapun boleh saja mencoba dan mempraktekkan semua yang telah saya posting di blog ini. Tujuan saya ngeblog memang untuk berbagi informasi dan pengalaman.

    @ Roslina
    Selain komponen yang anda sebutkan tersebut, masih ada bagian lain yang penting yaitu unit sensor ( sensor basah / humidity ), thermostat dan unit pengendali ( control unit ). Unit pengendali membaca hasil sensing dan mengolahnya dalam logic gate untuk mengontrol heater, blower, dan exhaust.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  27. sersan berkata,

    Oktober 10, 2007 pada 12:28 pm

    Ada teman yang punya sanyo lektrik oven 1200 watt dan mau dijual. Barang masih bagus, jarang pakai. Sebab listrik rumahnya cuma 900 watt. Kalau ada yang minat kontak aja via email

  28. wida berkata,

    Oktober 27, 2007 pada 10:11 pm

    semangat pak…………

  29. Kha berkata,

    November 8, 2007 pada 4:24 pm

    Bos Paijo, mbok saya mau dibuatin mesin pengeringnya…buat bisnis laundry. Karena kebanyakan mesin yang dijual butuh energi gede (2200 watt). Gimana? :-) . Keep the faith!

  30. Paijo berkata,

    November 9, 2007 pada 12:07 pm

    @ Sersan
    Terimakasih informasinya.

    @ Wida
    Terimakasih atas dorongan semangatnya.

    @ Kha
    Kalau anda berminat dan serius, ada anggota team saya yang bisa membuatkan pengering hemat energi desain baru. Kapasitas 25 potong cucian, listrik 160 wat, lama pengeringan 11 jam. Kalau mau kapasitas besar juga bisa tapi listriknya juga lebih besar.

    Terimakasih dan salam eksperimen.

  31. Kha berkata,

    November 12, 2007 pada 7:40 pm

    Brapa biayanya plus ongkos kirim ke yogya Pak? Untuk kamar ukuran 2,5 x 3m bisa? Ngomong2 bisa bantu gak pak, kalo setrika uap yang biasa dijual kan tempat airnya sedikit tuh. Mensiasatinya untuk dikasih selang kecil gimana? Mereknya Philips. Terima kasih banyak.
    Keep The Faith!

  32. Kha berkata,

    November 12, 2007 pada 7:55 pm

    Lagi ni Pak…
    Ternyata listriknya tu setrika 1600w, udah keburu dibeli. Gak teliti nih. Gimana donk? Terima kasih banyak Pak..
    Keep The Faith!

  33. azhar berkata,

    November 28, 2007 pada 6:02 am

    Yth, P Paijo
    saya jadi ingat dengan sistem pemanasan mesin tetas buatan yang menggunakan sumber panas bohlam lampu. nah kalo pemanas ini menggunakan bohlam sebagai sumber pemanasnya gimana? misalnya pake lampu sorot yang whatt nya besar?

  34. paiman berkata,

    Desember 11, 2007 pada 9:48 pm

    penemuanmu tek pakai tugas persentasi yo!!!!!!

  35. roolee berkata,

    Januari 6, 2008 pada 4:15 pm

    bikinin donk jo…! kirimin ke cikarang, dengan harga murah ya…maklum ekonomi lemah

  36. ARI berkata,

    Januari 7, 2008 pada 11:02 pm

    Pak Jo,tolong bisa dikasih rangakaian yang 3 fasa terbuat dari satu fasa digabung 3,dan sekalian syaratnya. Terimakasih. Terus eksperimen ya.. tak tunggu hasil karyanya.

  37. roolee berkata,

    Januari 9, 2008 pada 12:59 pm

    pakdhe, nanya..
    lebih efektif mana menggunakan elemen heater+kipas dengan QUARTZ heater yang ditaruh di empat sudut ruang ?
    kalo berdasar penjelasan pakdhe, bahwa keringnya pakaian dipengaruhi oleh 2 faktor (suhu dan sirkulasi), kan yang make quartz tinggal diangin-angin saja.

    matur nuwun sakderenge.

  38. A.Sulaiman berkata,

    Januari 9, 2008 pada 2:09 pm

    saya punya bayi, tapi saya ngga bisa buata mesin pengering sendiri,boleh ngak pesan 1 buah PENGERING PAKAIAN “PAIJO”
    By Paijo?
    harganya brp?thanks

  39. RIO berkata,

    Januari 18, 2008 pada 2:48 am

    pak paijo saya sangat membutuhkan mesin pengering bapak.
    berapa maharnya untuk mengganti mesin tersebut.terima kasih

  40. debothgund berkata,

    Januari 24, 2008 pada 7:20 pm

    bpk penemu ijo yang canggih,
    mesin pengering buatan anggota team bpk yang hemat energi itu cara kerjanya seperti apa (diputar-putar, atw lainnya)
    25 potong 11 jam kayanya lumayan lama, mungkin karena wattnya kekecilan kali, watt nya irit sih cuma 160 watt,
    pemakaian ruangnya gimana ( berapa X berapa X berapa )
    kebetulan saya lagi nyari alat yang mempercepat keringnya pakaian basah, namun tempatnya agak terbatas (RSSS). oya rupiah yang harus disiapkan untuk mendapatkannya berapa ya? terima kasih

  41. MAS NANANG berkata,

    Januari 27, 2008 pada 6:15 pm

    maaf, mas saya ingin mencari artikel yang memuat tentang pembuatan mesin pengering pakaian. saya kesulitan dalam mencari gambar foto selengkapnya untuk mesin tersebut. dan saya ingin bertanya apakah fungsi dari pelumasan yang dilakukan setiap 3 bulan sekali.
    sekian pertanyaan dari saya, dan mohon bantuannya ya mas terima kasih

  42. roolee berkata,

    Januari 27, 2008 pada 9:08 pm

    @ mas nanang… coba baca quote ini, saya copi ken untuk anda

    …Pelumasan ( pemberian grease jenis Lithium Complex ) cukup dilakukan 6 bulan sekali pada poros kipas angin supaya tidak macet dan tahan lama….

    pelumasan ditujukan untuk pemeliharaan kipas angin aja, kayak motor, perlu ganti oli tiap bulan…lha kalo kipas angin yah kalo mau awet ya dikasih grease.
    ok.

  43. abde berkata,

    Januari 30, 2008 pada 1:16 pm

    pak saya sudah lama membuat alat pengring tapi saya ada kendala di bagian yangbsangat saya kuatir kan yaitu bukti sautu bahan yang dikering kan ini kering saya harus menggyunakan sensor apa? kata banyak referensi yang saya baca saya harus mengunakan sensor kelembaban udara. saya mohan bantuan bapak untuk membuatkan sensor kelembaban udara..tenk ya pak

  44. wawan berkata,

    Januari 30, 2008 pada 10:13 pm

    ok bgt paijo, wong indonesia pinter ngakal, jepang sampe kalah otaknya

  45. Paijomacan berkata,

    Februari 19, 2008 pada 9:59 pm

    sorry pak paijo, saya juga pakai nama yang agak sama. Paijomacan, he2. Istri saya usaha londri. Pake elektrolux untuk mesin pengeringnya. Ada dua macam: satu asli produk italy yang lain bikinan Thailand meski merk-nya sama. yang asli dari Italy ini cuma butuh waktu 1/2 jam untuk keringkan 6 kg baju. Yang thailand ini perlu satu jam. Itu pun tidak semuanya kering. Dulu tampilan blog sampeyan gak semenarik ini meski isinya mantab….semoga sukses kang!!!!
    Yang jadi masalah ya itu watt-nya gede….ada mesin bikinan dalem negeri yang pake gas juga..tapi kok ya saya lihat temen saya repot banget pakenya…

  46. Balthazar berkata,

    Februari 26, 2008 pada 7:17 pm

    Yth. Pak Paijo
    saya sangat tertarik untuk membuat mesin pengering pakaian ini,
    boleh saya mina tutorial berupa gambar yang lebih jelas?
    masalahnya saya agak sulit untuk membayangkan sesuatu hal yang baru
    haha…dan juga sekarang ini matahari nongolnya kurang lama.
    Terima kasih berat.
    GBU

  47. Ondeg berkata,

    Februari 28, 2008 pada 10:42 am

    Wah pak Paijo kok kreatif banget. Saya pengin tanya gimana tuh bentuk rielnya. Trus pakaian yang dikeringkan posisinya gimana. Saya dulu pernah waktu punya anak kecil, nggunakan kurungan ayam, lampu yang wattnya gede, dan kipas angin, tapi ndak berpikir pake elemen pemanas, wah pak Paijo memang hebat, maju trus pak Paijo.

  48. prabowo berkata,

    Maret 3, 2008 pada 1:49 pm

    Pak Paijo, saya kagum atas ide-ide gila yang dibuta oleh bapak, saya juga puna ide-ide gila Pak mohon saya diterima sebagai pengaggum ide-ide gila dari semua rekan-rekan ang tergabung di milis ini.
    Ide saya adalah sepeda flexible roda dua untuk dimuat 4 orang ( sepeda fun )…saya akan kirimkan idenya….

    salam hormat,

    praboowo–sedikit agak gila

  49. meki marizal berkata,

    Maret 25, 2008 pada 11:19 pm

    pak ijo saya minta data n sekalian ngopi ya….
    saya juga ingin coba ngembangin alat pengering pakain ini.
    moga-moga data bapak sangat bermanfaat bagi saya.
    dan mohon juga panduannya jika saya butuh.
    terima kasih ya….

  50. khoirul ansori berkata,

    Maret 27, 2008 pada 6:47 pm

    P paijo infonya bagus banget sy sangat tertarik karna sy punya usaha laundry dan sangat memerlukan pengering alamat p paijo dimana apa bisa pesan jadi dan berapa harganya karna sy mau merakit sendiri buta electronik mohon bantuannya terima kasih P Paijo.

  51. wahyu berkata,

    Maret 28, 2008 pada 6:39 am

    bos alamatya dimana??
    rangkaian yang sudah jadi ada gak??
    aku disolo

  52. wahyu berkata,

    Maret 28, 2008 pada 6:40 am

    balas juga ke email…
    trim

  53. irwin berkata,

    April 1, 2008 pada 11:31 am

    pak paijo jadi kalau saya mesan satu sama bapak berapa ya kira-kira harganya…sebab saya butuh sekali dgn alat pengering bapak…tlg dibalas ya pak ke email saya…

  54. Alfafan berkata,

    Mei 4, 2008 pada 7:39 pm

    salam kreatif

    terimakasih sebelumnya karena paijo sudah mengijinkan saya utk mengcopy
    pompa air tenaga gravitasi saya akan mencoba! itung2 irit listrik… kan udah di intruksikan sm presiden tho?
    pak paijo saya boleh minta bantuan ga? saya pedagang bambu, mau mengubah limbah bambu menjadi barang spt; tusuk gigi, supit dan bahan setengah jadi utk sangkar burung. permasalahan saya adlh tidak punya ilmu untuk membuat alat/mesin utk hal itu. mohon bantuan pak paijo dong…. NIAT SAYA UTK MEMBUKA LAPANGAN PEKERJAAN. thanks sblumnya n salam sukses selalu

  55. sugeng riadi berkata,

    Mei 6, 2008 pada 9:19 pm

    kang paijo saya kagum dengan karya anda, mohon ijin saya kopi dan saya pelajari untuk bahan eksperimen sendiri, terima kasih

  56. Ian berkata,

    Mei 24, 2008 pada 12:31 am

    TOP BGT

  57. mella berkata,

    Mei 26, 2008 pada 2:29 pm

    mz paijo..dimana saya bisa ngubungin kemana nih untuk minta tolong ke teamnya mz paijo untuk pemesanan mesin pengeringnya.krn sy butuh sekali untuk usaha laundry yang masih kecil dan baru saja saya rintis.saya tpi sy cari mesin dg daya yang tidak terlalu tinggi. terima kasih.

  58. saleh berkata,

    Mei 31, 2008 pada 11:47 am

    Pak Paijo, coba deh yang pake tenaga surya. BBM naik>listrik naik>semua naik. kecuali sang surya karena bukan punya manusia dan hanya sebagai pemanfaat aja. trims. selamat berjuang

  59. saerozi berkata,

    Juni 5, 2008 pada 1:21 pm

    wah kreatif banget, tapi kok suku cadangnya mahal ya, ntar aku coba dengan peralatan yang sederhana yang ada dirumah.

  60. grizzly berkata,

    Juni 9, 2008 pada 2:20 am

    Mas Paijo.. itu alat nya bisa saya pesan gak…??
    paling kecil itu daya listriknya brapa?
    tolong mas, saya mau buka usaha laundry
    baru mau cari pengering pakaian, klo mas mau jual alat itu, saya mau aja. masalah harga, kita bicarakan lewat email aja. ini email saya:
    grizzlybearzzz@hotmail.com
    tolong ya mas…. thx before ^_^

  61. budiest berkata,

    Juli 15, 2008 pada 10:59 am

    saya tertarik sekali dan memang yang saya cari2. tapi mengingat listrik mulai mahal dan bbm+lpg tambah susah+mahaal, saya punya ide untuk membuat pemanas dengan pemanas dengan arang atau briket batubara. mungkin gambaran ide bapak akan membantu pembuatan ide saya. trims atas ilmunya.

  62. Ferry berkata,

    Agustus 8, 2008 pada 12:06 pm

    Assalam.wr.wb

    wah, idenya sangat kreatif. mw nanya nie, kl elemen pemanas diseri apa manasinnya ga tambah lama krn tegangan yg masuk elemen kan jd brkurang.
    trs kl elemen yg beredar dipasaran yg aga bagus merek apa yah? tentunya dengan watt dan harga yg ga terlalu tinggi.
    bolehkah saya minta tutorial lengkap dan gambar yg lbh jelas? bs dkirim lewat email jika boleh. pheroz_piero@yahoo.com
    saya mhsw PTN yg mw tugas akhir, juga soal mesin pengering, tp untuk keperluan lain. mohon bantuan dan terima kasih atas infonya.
    bolehkah minta alamat email atau YM untuk berkonsultasi (jika boleh)
    skali lg terima kasih..

    wasslm.wr.wb

  63. awan berkata,

    Agustus 15, 2008 pada 6:37 am

    mas’e kulo arep bikin alat press sablon dengan metode transfer panas.Kulo ora ngerti piye langkah awale???kulo arep minto pencerahan dari panjenengan…Soal’e iku nyangkut karo tugas akhir ku neng kampus!!!!!
    plis kang mas,,,pencerahane…..wis DEATHline iki…….
    Dibales nggeh mas…..

    matur suwun sanget

  64. herman berkata,

    Agustus 15, 2008 pada 7:53 pm

    thank atas idenya untuk mesin pengering pakaian mas paijo.
    saya sudah mengaplikasikan ide sampean ke mesin exel heat blower saya.
    unit sudah banyak yang kejual. mungkin rejeki anak saya bisa (bisa buat tambahan beli susu kaleng) salam
    her,man

  65. laskar_pelanngi berkata,

    Oktober 22, 2008 pada 10:24 pm

    mas paijo saya mw buat tgas akhir jemuran otomatis, tlng bantuin dong. lebih baik pake sensor apa dan microconroller apa. thanks mas paijo

  66. wahyudi berkata,

    Oktober 30, 2008 pada 8:52 pm

    ass.

    waah saya bagaikan menemukan albert einsten nya indonesia ..

    ide2 om sangat lah inovativ nd unggul ..

    saya mau mta ijin untuk mengcopy ide dri om untuk saya presentasikan dalam ujian kompetensi d smk negeri saya bersekolah guna memenuhi persyaratan kelu2san jurusan listrik .,, karna saya tidak memiliki ide apa2 dan saya juga harus focus trhadap ujain nasional nd uas ..

    tapi tenang saja om saya akan mencantumkan nama om .paijo sebagai penemu alat ini …

    trima kasih banyak ia om ..

  67. didik berkata,

    Januari 9, 2009 pada 10:39 am

    tolong di emailkan alamt anda dan no tlpny

  68. darmin berkata,

    Januari 22, 2009 pada 4:14 pm

    Saya tertarik dengan apa yang telah bapak temukan, temuan ini pasti dapat meringankan beban kita. saya boleh minta ijin untuk minta data alat yang bapak buat. Saya ingin coba hubungkan alat bapak dengan sumber dari energi matahari (Menggunakan Solar Cell).

  69. toha berkata,

    Januari 25, 2009 pada 7:35 am

    Mungkin kalau pengering lebih efektif dan efisien menggunakan heat pump karena di sistem heat pump ada proses pemanasan sekaligus dehumidifikasi. Jadi walaupun suhu yang dihasilkan tidak terlalu tinggi tapi kelembaban yang ada pada pengering bisa berkurang.

  70. Sherly berkata,

    Februari 5, 2009 pada 9:56 pm

    Mo nanya nih, kipas pengering pakaiannya dijual apa gak? kalau dijual berapa harganya? please reply donk ke email saya. thanks. sherly

  71. Deddy berkata,

    Februari 7, 2009 pada 1:58 pm

    Pak Paijo, tolong dong kirim ke email saya gambar detail tentang kipas pengering pakaian dan pemotong rumputnya. soalnya alat yang saya buat bikin baju jadi bau apek. makasih ya pak…. deddy

  72. rio berkata,

    Februari 16, 2009 pada 2:34 am

    masa paijo yang saya hormati dan saya baggakan….
    saya ingin sekali memiliki alat tersebut tapi masalahnya saya tidak mengerti sama sekali tentang listrik dan elektronik,dan saya ingin mencoba tapi saya tidak berani mengambil resiko, karna saya benar2 tidak paham, maka apakanh mas paijo menjual alat pengering pakaian tersebut, dan berapa biaya yang yang dikeluarkan untuk alat tersebut, berapa lama waktu yang diperlukan untuk proses pengeringan pakaian. apakan mas paijo bisa membuat alat pengering untuk mengeringkan pakaian sebanyak 50 kg, karena pakaian yang masuk di laundry saya mencapai 300 kg/ hari.

    terima kasih sebelumnya maz
    saya harap mas berkenan menjelas kan semua pertanyaan saya

  73. fahri berkata,

    Februari 19, 2009 pada 5:35 pm

    bravo untuk paijo……..jangan sungkan2 bagi ilmunya yah,coz ilmu gak bakal abis walaupun disebarluaskan,sekli lagi bravo untuk paijo………

  74. hengky.irwanto berkata,

    Februari 25, 2009 pada 11:50 am

    Salam perkenalan Mas Paijo.. nama sy hengky.. sy sangat tertarik dengan mesin pengering buatan Mas Paijo.. Bisakah sy meminta alamat atau no telp supaya sy bisa Menghubungi.. Terima kasih atas perhatiannya.. sy sangat Menunggu Kabarnya.. (hengky_irwantoo@yahoo.co.id)

  75. ade berkata,

    Maret 4, 2009 pada 4:49 pm

    mas tlong bantu aq ya mas aq mhsiswa smter akhir
    TAq bkin pngering jamur tp aq msh bngung wat nentuin pemanas yang digunakan??
    minta bantuannya ya mas

  76. bambang sutrisno berkata,

    Maret 6, 2009 pada 9:35 am

    1.pak gimana kalau elemen pemanas dibuatkan ruang/kotak tersendiri dan ditempatkan pada lempengan alumuniam , fungsi fan menyalurkan udara panas dari ruang/kotak tersebut?
    2.Mohon bantuan bapak untuk mendesain pengeringan untuk hasil produksi pertanian seperti cabe, dodol nangka/tomat/sale pisang. Saya harapkan nantinya dapat membantu Bapak2 petani kita untuk meningkatkan kwalitas hasil produksi pertaniannya dan untuk mengantisipasi jika terjadi harga produksi turun dan menghindari permainan tengkulak2 yang tidak bertanggung jawab.
    3. Dengan gencar2 nya pakar membuat energy terbarukan dan untuk maksud yang sama dg no 2 bisakah Bapak mendesain alat DESTILASI untuk bioethanol. Kalau kita jelajah di internet penawaran harga DESTILASI itu sampai puluhan juta rupiah. Kami harapkan desain Bapak dapat terjangkau dengan kantong Bapak2 tani kita.
    Terima kasih. Mohon desain dpt dikirim ke email saya.
    Trisno Mataram-NTB

  77. mahmud berkata,

    Maret 8, 2009 pada 9:34 pm

    bang mw tanya ne, anda kan membuat alat pengering dengan elemen setrika, anda tau gak setrika uap itu elemen2 atau komponen2nya apa aja se???

  78. ahmad oer berkata,

    Maret 11, 2009 pada 7:27 am

    Saya dukung terus kang paijo, sy tertarik dengan elemen yang dijual. Kalau bisa tolong saya diberi no hp-nya agar dapat ngobrol langsung untuk pesan.

    Matur Nuwun.

  79. Sumantri berkata,

    Maret 19, 2009 pada 11:28 pm

    Selamat malam Pak De,

    Saya minta ijin untuk mempraktekkan teori di atas, matur nuwun atas informasi dan juga Ide-idenya

  80. ando berkata,

    Maret 31, 2009 pada 8:29 am

    saya punya rencana bikin alat pengering helm,yg bisa kering dalam waktu 30-45 menit..kira 2 mas saya bisa dibantu gak…?

  81. skywalker_skyline berkata,

    Maret 31, 2009 pada 12:21 pm

    Yang ini biasa saja…..
    Aku dah pernah coba….
    malah dengan skala besar dengan cost yang besar dan untuk aplikasi yang lebih besar, ditahun 2007

  82. andy berkata,

    April 1, 2009 pada 1:55 pm

    mas paijo mesin penbgeringnya dijual kagak? kalo dijual maharnya berapa bos?

  83. wibowo berkata,

    April 24, 2009 pada 6:55 pm

    izin untuk saya kembangkan pada sekolah kami, sebagai media pembelajaran. dan untuk digunakan sebagai bahan uji kompetensi siswa.

  84. toto berkata,

    April 27, 2009 pada 1:50 pm

    klo mau beli mesin pengering hasil karya mas paijo bisa gak ?
    berapa harganya ?
    balas via email yaa …
    thanks ..

  85. yulian mirza berkata,

    April 29, 2009 pada 2:33 am

    wah, nice info….
    bisa buat ngeringin helm juga ga nih…

    kira2 klo dikali pake elemen yang sekarang beredar dipasaran bisa ga ya?
    klo bisa pake yang tipe apa? tks untuk jawabannya

  86. budi berkata,

    Mei 14, 2009 pada 12:31 am

    maaf pak paijo…. boleh komentar ya saya…..
    saya dah praktek buat mesin pengering bapak dan hasilnya tagihan listrik saya jadi jebol tuh. Skarang saya pake pengering buatan sendiri juga tapi panasnya pake elpiji. ternyata lebih cepat kering dan lebih irit kok pak.

  87. wongcakep berkata,

    Mei 25, 2009 pada 1:04 pm

    mau nanyak mas butuh berapa wat untuk mengeluarkan suhu sebesar 40C dalam ruanggan tetas telor……………..! vepet di balas soalnya bersifaat terburu buru

  88. Agustinus berkata,

    Mei 31, 2009 pada 8:42 am

    Kalau saya mengeringkan cuciannya dgn memanfaatkan hembusan kipas (outdoor) AC pada malam hari. hembusan anginnya yang hangat dapat mempercepat pengeringan, usahakan agar selama menjemur pakaian ruangan tertutup sehingga dapat untuk menjemur pakaian dgn jumlah yang banyak. Tagihan listrik anda tidak akan bertambah karena kita hanya memanfaatkan angin yang terbuang sia-sia bila tidak kita manfaatkan

  89. thenmustverry berkata,

    Juni 9, 2009 pada 11:25 am

    Pak, mau kirim email ndak tahu emailnya,
    jadi tanya di sini aja…

    ada kreasi bikin mesin gerinda meja (2 batu gerinda) pakai dinamo mesin jahit?
    kalau ada bisa tolong dibantu dimana artikelnya.
    tq

  90. slamet berkata,

    Juni 19, 2009 pada 1:31 am

    pak kalau ada skema mesin rumput untuk dijadikan penggerak sepeda pancal, atau mesin yang lain. Atau informasi di web yang lain, bagi teman2 tlg jika ada mesin seperti ini
    Trims, tolong dibalas

  91. kina berkata,

    Juli 10, 2009 pada 11:26 am

    maz paijo,,sngguh kreatif yah!!!
    o ya,,aq boleh mempraktekan mesin pengering tu dalam lomba siswa teladan gak ???aq mnta ijin n mnta bimbingannya,,ataw mungkin da penemuan lagi,,,,
    tlong hubungi sya d email aq,,,
    mkacih,,,,,

  92. onlygrace berkata,

    Juli 12, 2009 pada 5:26 pm

    mas ini lulusan jurusan apa sih? Elektro? kreatif tuh. Oiya mas boleh tukar link dak? tinggalin comment di blogku aja kalo boleh

  93. agus berkata,

    Juli 27, 2009 pada 1:45 am

    Nyuwun ilmu mbah…..

  94. winar berkata,

    Juli 27, 2009 pada 2:16 pm

    pak kira kira uang yang dibutuhkan dalam pembuatan pengering pakaian tadi berapa ya? trus bahan2 apa semuanya bisa dibeli di toko elektronik?.thx

  95. Ryan berkata,

    Agustus 3, 2009 pada 4:50 pm

    Wah udah pada di patenkan blom neh produk mas paijo, tar blog ini dibaca sama orang “Malingsia” kojur loh..

  96. dodod berkata,

    Agustus 6, 2009 pada 1:24 am

    bagaimana cara mendapatkan mesin pengering ala mas paijo???trus kapasitas pengeringya berapa persen kering?dan berapa potong pakaian??berapa harganya????

  97. dodod berkata,

    Agustus 6, 2009 pada 1:24 am

    bagaimana cara mendapatkan mesin pengering ala mas paijo???trus kapasitas pengeringya berapa persen kering?dan berapa potong pakaian??berapa harganya????
    tolong konfirmasi kembali secepatnya????

  98. dodod berkata,

    Agustus 6, 2009 pada 1:27 am

    kalo boleh minta no tlp mas paijo.n bales ke email saya ya mas…dododyudhi@yahoo.co.id

  99. mukidevic berkata,

    Agustus 28, 2009 pada 12:32 pm

    seharus Indonesia punya Paijo-paijo yang lebih banyak

  100. Pudjiana Sanjaya berkata,

    September 2, 2009 pada 4:46 pm

    mohon info ; dimana aku mendapatkan atau mau beli mesin pengering baju

  101. Liesyana berkata,

    September 8, 2009 pada 9:20 am

    q ngopi ya . . .

    thx . . .

  102. Wahyu berkata,

    September 23, 2009 pada 9:33 pm

    Mohon info no telpon bapak yg bisa dihubungi di nomer brp? krn kami juga membutuhkan mesin pengeringan, dan mohon info harga serta seberapa efektifkah alat tsb (lama pengeringan-biaya operasional alat), kami tunggu info-nya, terima kasih

  103. Info Servis Tv berkata,

    September 30, 2009 pada 5:26 am

    Artikel yang inspiratif dan penuh ide. Yup memang benar mas, pemanas dari mesin cuci sering mengakibatkan kerusakan pada pakaian. Untuk elemen heaternya sendiri rata2 memiliki kapasitas hingga 2000 Watt. Itu pun dibarengi dengan putaran yang memiliki RPM cukup tinggi, Dengan cara seperti itu Pakaian pun akan cepat rusak.
    Untuk desain yang bapak tawarkan saya kira tidak terlalu memakan banyak biaya, Asalkan kita kreatif pasti bisa membuatnya. Elemen heater tidak harus selalu menggunakan yang bapak sebutkan bukan?.
    Saya akan mencoba bereksperimen dengan menggunakan elemen pemanas air teko, yang biasanya harganya 5000an per elemen. Dengan kombinasi rangkain seri paralel saya kira bisa dicapai suhu yang diinginkan. Apa pernah terlintas ide untuk menggunakan timer elektrik mas, sehingga kerja mesin pemanas menjadi otomatis. Atau timer mekanik seperti di bekas timer mesin cuci misalnya. Proses pengeringan pun bisa ditinggal.

    Oiy, saya punya blog dengan tema Elektro juga, saya minta tukeran link ya mas, silahkan kunjungi saya di http://www.infoservistv.co.cc/, Link mas sudah saya pasang di blog saya.Silahkan dicek.

    Semoga dengan banyaknya sharing ilmu elektro seperti ini ilmu kita semakin bertambah.

  104. agung mahendra berkata,

    Oktober 2, 2009 pada 9:43 am

    mas sy pngen coba buatin untuk ibu sya ..
    tp sy msih bny pertnyaan.klo elemenya persegi gmn cra ngbuat jd lingkaran??

  105. maxrax berkata,

    Oktober 8, 2009 pada 12:02 am

    mas Paijo… nih blog memberi inspirasi bwt saya… mohon kirimi gmbar detailnya dunk, saya akan menghadapi Tugas Akhir, dan mengambil tenteng pemanas… terima kasih sebelumnya…

  106. hendro berkata,

    Oktober 15, 2009 pada 10:21 am

    saya punya usaha cuci dan strika kecil kecilan bagaimana cara untuk mendfapatkan pengering itu maaf bisakah saya membeli? no hp saya (022) 77876971


Tulis sebuah Komentar